Minggu, 29 Desember 2013

Belajarlah Memahami Pasangan Anda.


BELAJARLAH MEMAHAMI PASANGAN ANDA
  
   Kita tidak bisa beranggapan bahwa setiap orang yang berjenis kelamin yang sama akan selalu memiliki kebutuhan emosi yang sama atau pola perilaku serupa ataupun cara berpikir yang persis sama. Tetapi dengan mempelajari kecendrungan-kecendrungan umum di kalangan setiap jenis kelamin, kita dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana seseorang itu berpikir dan bereaksi. Jadi setiap pasangan perlu memahami pasangan masing-masing.

   Apa yang Kaum Pria Perlu Tahu Mengenai Kaum Wanita.

1. Menurut survey yang diadakan oleh Dr. James Dobson bahwa wanita menderita depresi akibat rasa harga diri yang rendah. Kenapa?. Karena ada pandangan yang mengatakan kalau mereka hanya mengabdikan diri di rumah tangga saja maka mereka itu tidak berharga. Hal ini terjadi karena masyarakat yang sudah mulai melecehkan tugas atau peran ibu rumah tangga. Nilai seorang wanita semakin diukur hanya dengan aset keuangannya dalam rumah tangga dan kontribusinya kepada dunia bisnis. Oleh sebab itu tidak heran kalau seorang wanita membutuhkan penghargaan dari suaminya tentang bagaimana dia menunaikan kewajiban-kewajibannya.

    Para suami harus berusaha menyediakan waktu untuk bisa bepergian keluar rumah jauh dari anak-anak, sedikitnya sekali seminggu selama setengah atau satu hari penuh. Atau makan siang sekali seminggu bersama anak-anak.
   Barangkali perlu juga memiliki pembantu rumah tangga(kalau ada yang dari kampung, bukan diambil dari agen karena mahal), yang akan mengerjakan tugas-tugas berat seperti : membersihkan rumah, mencuci dan menyeterika pakaian serta pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya.

  Suami memberikan dukungan yang diperlukan oleh isteri misalnya bantuan untuk mendisiplin, melatih, membina, menghibur, dan mendidik anak-anak.

   Setiap suami harus meluangkan waktu untuk keluarganya(meskipun sibuk dalam pekerjaan setiap hari). Boleh jadi menentukan setiap hari Senin atau hari lain yang disetujui bersama bagi suami untuk menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga. Kalaupun mereka tidak pergi kemana-mana tapi mereka tidak akan menjawab telepon. Lagipula, apa gunanya jabatan dan pekerjaan itu kalau sang suami sampai kehilangan kekaguman dan kasih sayang dari keluarganya sendiri?.

Sang suami harus menunjukkan perhatian yang seimbang terhadap apa yang terjadi di rumah tangga, jangan menghabiskan hampir semua waktunya di luar rumah.

Sekalipun suami mungkin seorang ahli disain interior tetapi hendaknya dia jangan berusaha untuk mengatur dapur ataupun mendekorasi ulang isi rumah atas kemauannya sendiri. Suami harus ingat bahwa itu adalah wilayah kekuasaan sang isri. Ini sama saja dengan kalau istrinya datang ke kantornya lalu berusaha mengatur suasana kantor, memberi perintah kepada sekretaris suaminya dan menunjukkan banyak kesalahan yang dibuat sang suami dalam menata kamar kerjanya.

2. Seorang wanita perlu mengetahui bahwa perasaan-perasaannya diakui dan diterima. Dia akan merasa puas untuk mencari solusi di kemudian hari, tetapi pada waktu dia merasa kesal maka yang dia inginkan adalah percakapan yang bersifat dewasa.

3. Didalam memecahkan masaalah, wanita biasanya menempuh proses emosi sedangkan pria pada logika yang murni. Tetapi seorang wanita dewasa dapat membuat kesimpulan yang sangat akurat. Naluri kewanitaan dapat memberi manfaat yang besar bagi pria dengan memberi sudut pandang yang lebih luas terhadap suatu masalah. Seorang pengacara pernah berkata, “Setengah dari klien saya bisa keluar dari persoalan jika mereka sudah membicarakan segala hal itu dengan istri mereka karena ternyata wanita memiliki akal sehat dan pikiran yang lepas untuk memandang masalah itu dengan segar.”

4. Wanita sering memiliki ketidakstabilan emosi (mengalami suasana hati yang gampang berubah-ubah). Hal ini terjadi akibat perubahan-perubahan pada aktivitas kelenjar. Misalnya tangis seorang wanita. Terkadang wanita menangis karena masalah yang besar, tapi sering pula untuk hal yang kelihatannya sepele. Dia bisa menangis kapan saja. Dia bisa menangis karena hendak melepas ketegangan, karena sangat tersentuh, sakit hati atau bahagia. Dalam keadaan-keadaan seperti itu kebanyakan wanita akan menghargai suatu ungkapan simpati yang lembut yang menunjukkan bahwa emosi mereka itu dimengerti. Yang lain menangis tanpa ada penyebab. Pada kebanyakan kasus tangisan yang baik itu merupakan suatu “TERAPI”.

5. Kaum pria harus berusaha mengerti atau memahami faktor-faktor psikologi yang terjadi selama ketegangan pra-haid dan mengantisipasi kemungkinan perubahan emosi. Sekitar 5 hari sebelum haid kandungan estrogen dalam darah meningkat yang mengakibatkan tubuh menahan cairan. Hal ini menyebabkan rasa malas, depresi, dan ketegangan serta kesemutan. Seorang istri memerlukan kasih sayang dan perhatian pada masa ini. Sebaiknya tidak membuat keputusan-keputusan keluarga yang penting pada saat ini.

6. Hanya sedikit wanita yang menghendaki lebih banyak barang atau benda, oleh sebab benda tidak pernah dapat menggantikan seorang suami yang menyayangi. Jadi yang dikehendaki oleh wanita adalah seorang suami yang menyayangi.
   Ingat, saat semuanya telah berlalu dan hidup telah mulai memudar kita pada akhirnya akan tetap bersama dengan istri yang kita cintai.

   Jika Anda tidak mengejar kekayaan dan kemasyhuran, lalu apa yang Anda inginkan?. Kecuali Anda mengalami kehangatan ikatan keluarga, melayani orang lain, dan usaha yang tulus untuk melayani Tuhan, tidak ada hal lain yang berarti, bukan?.

Apa yang kaum wanita perlu tahu mengenai kaum pria?

   Meskipun tidak semua pria itu sama, tetapi apa yang kita bahas disini dapat membantu seorang istri memahami suaminya.

1. Para isteri diharapkan agar tidak menyerang suami mereka dengan ucapan-ucapan ketus, misalnya seperti ucapan: “Kamu pikir itu sikap seorang laki-laki” atau “ Kamu kok tidak pernah jadi dewasa?”

Ilustrasi:

   Di satu tempat ada seorang wanita yang biasa mengolok-olok suaminya. Suaminya memulai kariernya sebagai seorang petugas pemasaran untuk sebuah produk yang disukainya dan ia sangat bersemangat. Namun ketika di pulang ke rumah di malam hari, yang seharusnya dia haus akan dorongan dan semangat dari isterinya, tetapi isterinya malah menyambutnya dengan berkata, “Bagaimana keadaan si anak jenius malam ini? Apakah kamu membawa pulang komisi, atau cuma petunjuk dari manajer pemasaran?. Saya kira kamu tahu kalau minggu depan kita harus bayar uang sewa rumah?”. Saudaraku,…Bertahun-tahun isterinya melakukan hal ini, namun meskipun istrinya itu terus saja mengejek, dia tetap maju dengan kemampuan yang luar bisa. Sehingga tibalah saatnya dia mendapat promosi untuk menjadi wakil direktur eksekutip pada sebuah perusahaan nasional yang terkenal. Lalu setelah itu bagaimana tentang istrinya?. Sang suami kemudian menceraikannya dan menikahi wanita lain yang mau memberikan kepadanya segenap dukungan yang tidak diberikan oleh istri pertamanya. Dan istrinya yang pertama itu TIDAK BISA MENGERTI mengapa dia kehilangan suaminya. Dia mengeluh kepada teman-temannya, “Jerry meninggalkan saya untuk menikah dengan wanita yang lebih muda pada waktu dia tidak membutuhkan saya lagi untuk menjadi babu. Dasar laki-laki!”,
   Kelihatannya dia tidak menyadari bahwa setiap laki-laki merindukan suatu hubungan yang sangat pribadi dan akrab di mana dia dapat mencurahkan isi hati dengan bebas dan aman. Dia memimpikan keintiman seperti ini dan sangat kecewa kalau tidak menemukannya. Dia ingin menumpahkan isi hati (curhat), hal-hal yang dia tidak ceritakan kepada orang lain.

2. Kebutuhan pria akan persahabatan dan perhatian di luar rumah. Hal ini disebutkan dengan istilah: “jangkauan keluar”.
    Karena dengan demikian hal itu akan menyediakan tempat baginya untuk meluapkan kekecewaan dan rasa tidak puas.

3. Prioritas seorang pria mengutamakan pekerjaannya kalau ingin sukses.

4. Seorang pria juga memiliki dorongan alami untuk mengejar kedudukan dan status. Jadi seorang pria bekerja keras bukan hanya untuk mencari uang. Kebanyakan wanita tidak memahami hal ini. Seorang pria akan lebih mudah memenuhi kebutuhan istrinya dan merasa lebih bahagia serta lebih romantis apabila dia merasa dirinya sukses.

5. Menyambut suami dengan sikap manis. Dr.Anna K.Daniels, seorang penasihat pernikahan dan penulis mengatakan, “Menyambut di rumah dengan sikap manis adalah hal terbaik yang dapat dilakukan seorang wanita.”
    Seorang istri bersaksi seperti ini: “Kalaupun saya terpaksa harus meninggalkan tugas-tugas lain, saya selalu mencari waktu untuk mandi agar segar dan berdandan sebelum suami saya pulang. Saya sadar bahwa suasana hati saya yang lebih penting dari apa pun.”. Ini tentu adalah merupakan nasihat yang bagus. Karena apa?. Karena seorang wanita yang memperbaiki dandanannya dan mengenakan pakaian yang feminin akan mendapatkan seorang suami yang selalu ingin pulang ke rumah pada waktunya setiap sore.

    Kebanyakan pria ingin menikmati saat yang tenang setelah sibuk sepanjang hari. Kalau seandainya masih punya anak-anak kecil memang sulit melakukan hal ini, namun mereka bisa disuruh untuk membereskan mainan mereka, sementara anak-anak yang sudah besar mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka.

    Tetapi ketika Anda menyambutnya di pintu, jangan langsung melapor tentang kenakalan anak-anak atau mengenai tagihan. Seorang pria dapat mengatasi persoalan ini dengan lebih baik setelah sedikit melepaskan lelah. Jika Anda mengetahui bahwa suami Anda baru mengalami hari yang sial, lebih baik tunda dulu sesuatu berita buruk sampai lain waktu.

6. Seorang pria memerlukan tempat yang tenang untuk mengumpulkan kembali semangatnya. Yang penting adalah suasana di dalam rumah, bukan meja tamu yang mengkilap atau dekorasi yang indah, melainkan suasana di dalam rumah yakni kadar ketenangan dan kehangatan yang ada. Seorang istri akan mengetahui bahwa musik yang lembut dapat mengurangi ketegangan, menghilangkan rasa cemas, menghilangkan kebosanan, dan membantu pencernaan.
 
7. Seorang suami membutuhkan dukungan dari istrinya apabila dia menghadapi tekanan, kekalutan, depresi dan kekecewaan dalam bisnisnya/pekerjaannya untuk mencari nafkah. Pria memerlukan seorang wanita yang berada pada posisi untuk memberi dukungan moril kepada suaminya selama masa kekecewaan ini.

Namun perlu kita ketahui, yang diperlukan bukan seorang yang mampu memberikan saran-saran atau seseorang dengan segala macam jalan keluarnya. Apa yang seorang pria inginkan bila dia mengalami suatu masalah adalah TELINGA yang mau mengerti. Dia menginginkan seseorang kepada siapa dia bisa berterus terang tanpa disela, seseorang yang mau mendengarkan dengan penuh perhatian dan perasaan. Seorang istri yang mempunyai segala jawaban membuat suaminya merasa tidak nyaman, rendah diri, dan tidak dibutuhkan. Jika suami Anda mengalami suatu masalah dan ingin membicarakannya dengan anda, berilah dia kehangatan dan kelembutan. Sikap Anda yang mau memahami dan mendengarkan akan membuat dia tahu bahwa Anda peduli kepadanya.

Kalau dia tidak ingin membicarakan kesulitannya, jangan paksakan. Mungkin dia berusaha menyembunyikan beberapa kegagalan dari Anda. Kalau dia tetap kecewa untuk beberapa saat, terimalah keadaan itu. Berilah sebanyak mungkin waktu yang dia perlukan untuk mengatasi masalahnya, dan besarkan hatinya dengan penghargaan, dukungan, dan keyakinan akan kemampuannya. Ingatlah,..seorang pria membutuhkan seorang istri yang mau mengerti dirinya. Tidak perlu dia harus menguasai semua seluk-beluk persoalan, tapi sekadar telinga yang simpatik terhadap kebutuhannya pada saat itu.

Kesimpulan:

   Doa Francis dari Assisi : “Tuhan,..karuniakanlah kepadaku kemauan untuk berusaha lebih….MENGERTI daripada DIMENGERTI.
   Inilah yang menjadi tujuan masing-masing pasangan. Tujuan seperti ini dalam pernikahan akan dapat mencegah kesalahpahaman dari kedua pasangan. Tidak boleh hanya sang suami sendiri yang menuntut agar istrinya belajar untuk mengerti suaminya, tentu sang suami juga harus belajar untuk mengerti akan istrinya. Kebutuhan untuk SALING MENGERTI antara pasangan nikah adalah sangat penting diterapkan dalam kehidupan kita.
   Suami dan istri harus bercita-cita untuk mempelajari sepenuhnya apa yang disukai dan tidak disukai pasangannya, apa yang dicemaskan, yang dikhawatirkan, yang diimpikan, yang diyakini, dan mengapa dia merasa seperti itu.

Daftar Pustaka

- Pelt van Nancy, The Compleat Marriage (terj.) Bandung: Indonesia 
  Publishing House, 2006.




Senin, 25 November 2013

Siklus Belajar 8: KRISTUS, IMAM KITA.

           MOTIVASI:
Fokus Alkitab : Ibrani 7:25 dan 8:1,2

   Kristus mengantarai umat-Nya di Bait Suci Surgawi dan selalu siap(always ready) untuk menolong mereka meskipun mereka bergumul dengan kenyataan dosa dan masalah-masalah kehidupan.  Dia bukan hanya ingin untuk membuat orang-orang berdosa menyadari perilaku mereka yang merusak, tetapi secara khusus membantu mereka melalui kasih-Nya yang terbatas.  Sebagai Mediator dan Pengantara mereka, Dia rindu memberikan kepada mereka kemenangan atas dosa.  Terlepas dari kegagalan mereka, Dia melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk memenangkan kepercayaan mereka dan membangun hubungan yang bermakna dengan mereka.
   Pelajaran kita: Agar kita mengerti arti pelayanan pengantaraan Yesus(the meaning of Jesus’ intercessory ministry). Dia ingin menyelamatkan kita sepenuhnya dan menolong kita dalam pergumulan kita setiap hari.
   Bagaimana pendapat Anda: Mengapa Anda membutuhkan Kristus sebagai Pengantara dan Pembelamu?.

MENYELIDIKI:

   Komentar Alkitab:
I. Apakah yang Tidak Berarti bagi Yesus menjadi Pengantara kita dalam Bait Suci surgawai? (Tinjau kembali 2 Kor.5:19-21).
1. Yesus tidak perlu memohon dengan  Allah atas nama kita atau mengemis kepada-Nya untuk bermurah hati kepada kita karena Bapa Surgawi kita mengasihi kita (lihat Yoh.16:26,27).
2. Yesus tidak perlu mengubah sikap Bapa terhadap kita atau menenangkan Allah yang murka sehingga Ia akan memberikan kepada kita sedikit kasih karunia-Nya, dan ini adalah karena Dia menyediakan sarana pendamaian: (Baca Yoh.3:16).
3. Yesus tidak perlu mendamaikan Allah dengan kita, tetapi kita manusia perlu untuk diperdamaikan dengan-Nya!.  Paulus menjelaskan bahwa sebagai duta-duta besar Allah pekabaran pendamaian kita adalah: "Berilah dirimu diperdamaikan dengan Allah”./”Be(you people) reconciled to God”.(2 Kor.5:20).

*Yesus Kristus adalah hanya satu-satunya Pengantara kita (1 Tim.2:2-6).  Penegasan Paulus dimaksudkan untuk melawan ajaran Gnostik pada zamannya. Dia adalah Pengantara kita, karena Dia memberikan diri-Nya bagi manusia untuk menebus kita.  Pada kenyataannya ini adalah merupakan realisasi dan aktualisasi dari pekerjaan-Nya bagi kita di kayu slaib.  Kita memerlukan kematian dan kehidupan-Nya agar hidup, agar menjadi pengikut-Nya saat ini.  Mengapa inkarnasi dan kematian Yesus adalah prasyarat bagi pelayanan pengantaraan Kristus bagi kita?.

II. APAKAH ARTI PELAYANAN PENGANTARAAN YESUS? (Tinjau kembali Ibr.7:25 dan Wahyu 12:10-12)
1. Yesus Kristus dan Bapa Surgawi bertemu bersama(dalam bahasa Alkitab “to intercede”/“mengantarai” berarti “to meet”/“bertemu”) agar/supaya membantu manusia dalam pergumulan mereka setiap hari melawan kejahatan.  Hasil nyata pertama dari pertemuan antara Bapa Surgawi dan Yesus adalah pemberian Roh Kudus kepada para umat percaya (lihat Kisah 2).  Segenap surga bersatu untuk menolong kita dalam pergumulan-pergumulan  kita dengan dosa, Setan, dan pencobaan (Yoh.15:5; Flp.4:13).  Yesus Kristus tidak datang untuk menyelamatkan kita “dalam” dosa, tetapi “dari” dosa (Matius 1:21).  Ibrani 4:16 merinci dengan sangat mengesankan mengapa pelayanan pengantaraan dari Imam Besar kita diperlukan bagi kita: “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya.”  Kita selalu membutuhkan Yesus dan benar-benar bergantung sepenuhnya pada-Nya, , sebagaimana pada Roh Kudus.  Roh disebut parakletos, yang berarti bahwa “Dia adalah Seseorang yang dipanggil untuk menolong,” “Seseorang yang berjaga-jaga”/”Someone to stand by” (Yoh.14:26).
2. Yesus Kristus menyelamatkan kita sepenuhnya oleh mengampuni dosa-dosa kita dan membenarkan kita (Ibrani 7:25).  Yesus berpihak kepada kita ketika kita memberikan hidup kita kepada-Nya; Dia menjadi satu dengan kita.  Pengenalan ini begitu erat hingga itu dibandingkan kepada bagian yang sangat sensitive dari tubuh: “Sebab beginilah firman Tuhan semesta alam:…Sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya/Biji mata Tuhan (Za.2:8).  Contoh-contoh jelas lainnya dari kedekatan-Nya kepada umat-Nya yang percaya adalah pernyataan yang berikut: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40,NIV); “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku”(Matius 25:45; “Ia rebah ke tanah dan dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: ‘Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?. ‘ Jawab Saulus: ‘Siapakah Engkau, Tuhan’ Kata-Nya: ‘Akulah Yesus yang kau aniaya itu”. (Kisah 9:4,5). “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku(Lukas 10:16 NIV).  Yesus menyelamatkan semua yang datang kepada-Nya, sebagaimana mereka ada, mengakui dosa-dosa mereka secara terbuka, jujur, dan tulus agar Dia mengubah mereka /to transform them oleh kasih karunia-Nya.
3. Yesus membela kita terhadap tuduhan-tuduhan Setan (Lihat Wahyu 12:10-12).  Dia secara pribadi berdiri melawan tuduhan-tuduhan Setan.  Kemenangan kita adalah di dalam Dia, karena Dia adalah Pemenang.  Karena Yesus adalah Pengantara kita dan Dia sedang membela kita di hadapan seluruh alam semesta, kita tidak perlu takut bagi hari penghakiman itu (1 Yoh.2:28; 4:17).

*Diskusikan definisi yang jelas tentang murka Allah (definition of God’s anger) yang sering disalahpahami. Pertimbangkan dengan hati-hati penjelasan  berikut ini: Di salib, Yesus mengambil bagi diri-Nya sendiri murka Allah, yang ditujukan terhadap dosa dan bukan terhadap manusia(kecuali mereka bergaul dengan dosa/they accociate with sin; lihat Yoh.3:36).  Itu berarti bahwa Murka Allah adalah sifat-Nya yang tanpa kompromi, berkata TIDAK kepada dosa, reaksi-Nya yang penuh kesabaran terhadap kejahatan/His uncompromised No to sin, His passionate reaction toward evil.   Yesus mati bagi kita di tempat kita, mengalami murka Allah dan hukuman agar kita boleh hidup ketika kita meletakkan iman kita pada-Nya (Rm.3:21-26; 2 Kor.5:18,19,21; Gal.3:13,14).  Hanya melalui kurban pendamaian Yesus kita dapat menjadi satu dengan Bapa Surgawi kita.


III. YESUS SEDANG BERDOA BAGI ANDA (Jesus is Praying for You) (Tinjau kembali Yoh.17:20,21).

   Menurut Yohanes 17, Yesus berdoa untuk kita.  Dia berdoa bagi para murid-Nya dan generasi-generasi selanjutnya dari para pengikut-Nya agar menjadi bersatu dan setia.  Dia melakukan hal yang sama secara khusus untuk Petrus (Lukas 22:32).  Jadi, pengantaraan Yesus berarti bahwa Yesus sedang berdoa bagi kita supaya kita tidak jatuh.  Ini adalah sebuah contoh bagi kita bagaimana kita seharusnya berdoa satu sama lain.

MENERAPKAN.
   Buku Ibrani menekankan bahwa Yesus adalah Imam Besar dan Pengantara kita.  Sekarang kita mengetahui bahwa Seseorang, ada untuk kita 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun.  Dia mengasihi, mengampuni, membenarkan, menolong, menyucikan, melepaskan dari kuasa dosa, dan membela melawan tuduhan-tuduhan Setan.  Pengantaraan Kristus lebih unggul daripada orang lain yang ada di alam semesta ini.

MEMPRAKTEKKAN
   Allah kita melakukan segala sesuatu agar kita mengetahui bahwa Dia ada di pihak kita dan tidak pernah melawan kita.  Sebagai Pengantara kita, Dia mati bagi kita sehingga kita dapat hidup.  Pengantaraan dibangun di atas pengorbanan.

KEGIATAN-KEGIATAN
1. Buatlah daftar orang-orang yang membutuhkan doa-doa Anda dan kemudian berdoa agar Allah dapat menolong mereka untuk menghidupkan kehidupan yang bahagia dan berkemenangan di dalam Yesus Kristus bagaimana pun sulitnya situasi-situasi dari kehidupan mereka.
2. Secara pribadi sepanjang minggu ini, kunjungilah orang-orang yang Anda pikir mungkin membutuhkan pertolonganmu.  Mereka mungkin sedang sakit, secara keuangan bangkrut, putus asa, kecewa, atau telah kehilangan seorang yang dikasihi, sahabat, atau pekerjaan.


Minggu, 24 November 2013

Dalam Keadaan Apakah Kita Boleh Tidak Menuruti Perintah Orang Tua?


   Dari 10 perintah Allah. Perintah ke 5 adalah Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. (Keluaran 20:12)
Jadi… kita harus taat kepada orang tua kita. Adakah saat dimana kita harus tidak taat? Mis : orang tua yang menyuruh seorang anak perempuan untuk mengaborsi janin yang dikandungnya (karena hamil diluar nikah)
Dengan apakah kita sebagai anak harus memfilter kapankah harus mentaati orang tua? dan kapankah kita harus/boleh “melawan” orang tua?

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaanya tentang 10 perintah Allah yang ke lima, yaitu: “Hormatilah ayahmu dan ibumu” (Kel 20:12). Pertanyaannya adalah sampai seberapa jauh kita harus taat kepada orang tua kita? Apakah kalau orang tua menganjurkan aborsi, seorang anak harus menurut? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat prinsip di balik perintah ke-lima ini. Secara prinsip, orang tua berpartisipasi dalam memberikan kehidupan bagi anak-anak dan mempunyai kewajiban untuk mendidik anak-anak agar mereka dapat bersatu dengan Tuhan di dalam Kerajaan Sorga. Dengan demikian, orang tua harus memberikan pendidikan iman yang benar, sehingga anak-anak dapat mengetahui dan mengasihi Tuhan dan sesama. Dengan dasar ini, anak-anak harus mematuhi orang tua. Namun dalam keadaan di mana orang tua memaksa anak-anak melakukan hal-hal yang berlawanan dengan perintah Allah, maka anak yang telah dewasa tersebut justru tidak boleh mengikuti perintah dari orang tua. Tentu saja, kita harus menyampaikannya dengan hormat dan penuh kasih, karena tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah berdasarkan kasih kepada kita, walaupun manifestasi dari kasih tersebut adalah salah dan melanggar perintah Allah.

    Selama anak tinggal bersama orang-tuanya, ia harus mematuhi tiap tuntutan orang-tua, yang melayani kesejahteraannya sendiri atau kesejahteraan keluarga. “Hai anak-anak, taatilah orang-tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan” (Kol 3:20) Bdk. Ef 6: 1.. Anak-anak juga harus mematuhi peraturan-peraturan yang bijaksana dari pendidiknya dan dari semua orang, kepada siapa mereka dipercayakan oleh orang-tua. Tetapi kalau seorang anak yakin dalam hati nuraninya bahwa adalah tidak sesuai dengan susila untuk menaati satu perintah tertentu, ia jangan mengikutinya. Juga apabila mereka sudah menjadi lebih besar, anak-anak selanjutnya harus menghormati orang tuanya, mereka harus mendahului kerinduannya, harus meminta nasihatnya, dan menerima teguran yang masuk akal. Kewajiban untuk mematuhi orang-tua berhenti setelah anak-anak dewasa, namun mereka harus selalu menghormati orang-tua. Ini berakar dalam rasa takut akan Allah, salah satu anugerah Roh Kudus.

Kalau seorang anak yang telah dewasa tahu –  bahwa aborsi adalah berdosa, maka anak tersebut justru tidak boleh mengikuti perintah orang tuanya yang salah. Kalau anak ini mengikuti keinginan orang tuanya, maka anak dan orang tuanya sama-sama berdosa dan melawan perintah Allah. Secara prinsip, kita harus menempatkan Tuhan dan perintah-Nya lebih daripada apapun juga. Dan ini diungkapkan oleh Yesus sendiri yang mengatakan “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Mt 10:37). Jadi, dengan ayat itu maka kita tahu bahwa kita tetap harus mentaati orang tua sampai kita dewasa dan berdiri sendiri, walaupun kita juga harus tetap menghormati nasihat dan juga teguran dari mereka. Kita harus menghormati orang tua kita seumur hidup kita. Dan kita tidak perlu mengikuti perintah orang tua kalau perintah tersebut melanggar perintah Allah atau membuat hubungan kita dengan Allah terganggu. Namun, di sisi yang lain, kita harus bijaksana dalam menerapkan prinsip-prinsip ini, sehingga hubungan kita dengan orang tua kita tetap baik dan berdasarkan kasih yang murni.

Pertanyaan Pel.1 Cinta Dan Pernikahan.

                         SEMINAR KELUARGA YANG BERPUSATKAN KRISTUS.

   Tujuan Seminar Keluarga Yang Berpusatkan Kristus :

   Membahas tentang dasar-dasar Alkitabiah pernikahan Kristen dan bagaimana membangun Rumah Tangga Kristen yang dapat menjadi saksi bagi kemuliaan Tuhan.

   Tujuan Pelajaran:

   Sesudah mengerjakan seluruh pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan dan menyelesaikan Seminar Keluarga Yang Berpusatkan Kristus, maka diharapkan peserta akan dapat:
1. Menyebutkan dasar-dasar Alkitabiah Pernikahan Kristen.
2. Menyebutkan peran dan tanggungjawab suami dan istri dalam Rumah Tangga Kristen.
3. Menyebutkan bentuk-bentuk keluarga dan peran mereka dalam membesarkan anak-anaknya.
4. Mengaplikasikan hidup berkeluarga yang menjadi saksi Kristus.


PELAJARAN 1: CINTA DAN PERNIKAHAN.

Tujuan:
   Diharapkan peserta dapat mempelajari arti cinta yang sejati sebagaimana Alkitab menggambarkannya dan menjadikannya sebagai dasar pernikahan Kristen yang kuat.

MENGERJAKAN TUGAS-TUGAS:
   Bacalah pertanyaan (A) dan (B) dibawah ini; kemudian jawablah dengan jelas dan tepat.

PERTANYAAN A:
1. Allah adalah Kasih.  Darimana kita tahu dan belajar tentang kebenaran kasih Allah ini.
2. Apa kesimpulan arti”Kasih” yang Anda dapatkan dari Yoh.3:16, dan Roma 5:8.
3. Tulislah kembali 1 Kor.13:2 dan ubahlah kata “aku” menjadi nama Anda sendiri.
4. Berdasarkan 1 Kor.13, bagaimana Anda menerapkan pengertian “kasih itu tidak cemburu” dalam hidup pernikahan Anda?.
5. Apakah definisi Pernikahan secara umum?.
6. Mengapa hubungan pernikahan disebut sebagai jenis hubungan yang paling intim diantara semua jenis hubungan antar manusia?.
7. Mengapa Allah berkata “tidak baik” ketika melihat keadaan Adam sesudah diciptakan?.
8. Apakah artinya ketika Tuhan berkata bahwa ia akan menyediakan “penolong” bagi Adam?.  Apakah artinya “penolong”?.
9. Mengapa Allah berkata bahwa suami akan “meninggalkan” ayahnya dan ibunya dan “bersatu” dengan istrinya?. Apa arti “meninggalkan”?
10. Apakah akibat pertama dari kejatuhan manusia dalam dosa dalam konteks pernikahan?.

PERTANYAAN B:
1. Dalam kasus pasangan yang dijodokan orang tuanya, apakah mungkin pasangan tersebut nantinya akan dapat saling mencintai dengan tulus?.
2. Menurut Anda, apakah benar anggapan yang mengatakan bahwa kadar Cinta dapat berkurang seiring bertambahnya usia pernikahan?. Mengapa?.

Pandangan Teologis Mengenai Pernikahan.

PANDANGAN TEOLOGIS MENGENAI PERNIKAHAN.

Apa yang dimaksudkan dengan pernikahan? Di bawah ini ada beberapa pendapat/refleksi mengenai pernikahan dari sudut pandang kekristenan yang mencoba menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan pernikahan.

Pernikahan adalah kesempatan untuk belajar tentang cinta

Pernikahan adalah perjalanan yang harus kita lalui dengan berbagai pilihan dan konsekuensi

Pernikahan lebih banyak dipengaruhi oleh komunikasi batiniah daripada  komunikasi lahiriah

Pernikahan lebih banyak dipengaruhi oleh masalah masa lampau yang tak terselesaikan, tetapi hal ini jarang  kita sadari

Pernikahan adalah panggilan untuk melayani

Pernikahan adalah panggilan untuk bersahabat

Pernikahan adalah panggilan untuk menderita

Pernikahan adalah panggilan untuk saling berbagi dan memberi

Pernikahan adalah proses pemurnian;

suatu kesempatan untuk dibentuk Allah menjadi pribadi yang dikehendakiNya

Jadi, pernikahan mempunyai makna yang luas. Ia tidak sekedar persatuan tubuh antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Pernikahan adalah sebuah persekutuan hidup yang utuh, yang tak terpisahkan antara dua pribadi, laki-laki dan perempuan, yang dipersatukan menjadi suami-istri. Pernikahan ada dalam rencana Tuhan dan Tuhan melihat persekutuan hidup tersebut sebagai sesuatu yang indah dan baik. Oleh sebab itu, sangat penting bagi setiap pasangan yang akan menikah memahami dasar teologis pernikahan. Hal ini perlu dimengerti, dihayati, dan dilakukan agar hidup pernikahan yang akan dijalani adalah sebuah pernikahan yang kokoh.

DASAR TEOLOGIS PERNIKAHAN

Di dalam Alkitab Perjanjian Lama kita dapat melihat bahwa lembaga sosial pertama yang dibentuk Allah bagi manusia ialah keluarga yang terbentuk melalui sebuah pernikahan (Kejadian 2: 18-25).  Lembaga ini Allah dirikan bagi manusia sebelum jatuh ke dalam dosa. Dengan demikian  kita dapat mengatakan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang baik di mata Allah. Menikah dan membangun sebuah keluarga bukanlah dosa. Bahkan kita dapat mengatakan bahwa pernikahan yang diadakan Allah bagi manusia bersifat kudus. Beberapa ayat Alkitab yang mendukung pandangan di atas adalah Kejadian 1:22; Matius 19:5; Yohanes 2:1-11. Pernikahan itu sendiri merupakan persekutuan kasih yang paling istimewa diantara manusia.

Pernikahan manusia berbeda dengan pernikahan binatang/hewan meskipun kita melihat bahwa hewan pun diciptakan berpasang-pasangan: jantan dan betina. Manusia melebihi binatang dalam hal akal budi, kebebasan kehendak, bahasa, kesadaran akan dirinya sendiri, kesadaran akan Tuhan dan suara hati yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Walaupun pernikahan manusia itu mencakup naluri dan nafsu, seperti yang terdapat pada binatang, tetapi pernikahan manusia merupakan suatu hubungan yang jauh lebih kaya dan agung dari pada pernikahan mahluk lain. Dasarnya ialah karena,“Allah menciptakan manusia itu menurut GambarNya; menurut gambar Allah dijadikanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka (Kejadian 1: 27).

Kejadian 2: 18 menyatakan, “ Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong yang sepadan dengan dia.” Penolong yang sepadan berarti penolong yang dapat saling menunjang, saling melengkapi di dalam kedudukannnya yang sederajad. Seorang pria kedudukannnya tidak lebih tinggi dari kedudukan seorang wanita. Demikian juga sebaliknya. Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dalam derajad yang sama. Keduanya bukanlah unsur yang bertentangan melainkan unsur yang saling melengkapi.

Pada Kejadian 2: 24 Tuhan berfirman, “ Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Dari ayat tersebut kita dapat melihat dasar-dasar yang Tuhan tanamkan pada setiap orang dalam mencapai kebahagiaan hidup pernikahannya, yaitu:

1. “Meninggalkan orang tua”

Ungkapan ini tidak berarti pasangan yang telah menikah tidak lagi menghormati dan mengasihi orangtua mereka masing-masing. Mereka harus tetap mengasihi orangtua mereka.  Tetapi yang dimaksudkan ialah setiap pasangan yang telah menikah harus mandiri dalam segala hal. Baik dalam hal keuangan maupun dalam pengambilan keputusan. Saran orangtua sebagai masukan yang berharga. Tetapi keputusan harus bersumber dari pemikiran yang matang dari kedua insan yang telah bersatu dalam pernikahan. Sayangnya, banyak orang yang tidak mamu melakukan hal ini. Mereka meninggalkan rumah secara fisik tetapi tidak secara psikologis. Kelekatan pada orangtua seharusnya digantikan dengan kelekatan pada pasangan hidupnya tanpa mengabaikan kehadiran orangtua masing-masing dalam kehidupan mereka.

2. “Bersatu dengan istri/suami”

Kesatuan suami dan istri dapat diibaratkan dengan dua lembar kertas yang dilem dengan rapih. Diantara kedua lembar kertas tersebut tidak boleh diselipkan unsur ketiga, baik yang berupa orangtua,  karir, hobbi, sahabat dan sebagainya. Yang menjadi perekat mereka adalah cinta kasih mereka yang tulus terhadap yang lain.

Suami dan istri harus menjadi satu dalam pikiran, cita-cita dan segala hal yang bersangkutan dengan rumah tangga mereka. Di dalam kesatuan ini mereka pun harus memperlihatkan sikap hidup saling memberi dan bukannya sikap saling menuntut. Apabila semuanya saling menuntut maka rumah tangga itu akan berubah menjadi rumah pengadilan. Bukankah cinta berarti siap memberikan yang terbaik buat pasangan hidupnya! Bersatu dengan istri/suami merupakan komitmen dalam aspek intelektual, emosional, spiritual dan jasmani dari hubungan yang terjalin di antara suami-istri.

3. “Menjadi satu daging”

Menjadi satu daging atau melakukan hubungan seksual adalah unsur ketiga yang dapat terjadi apabila mereka telah “meninggalkan’ dan “bersatu” secara sah. Tanpa unsur pertama dan kedua tersebut di atas maka persetubuhan adalah pelanggaran atau dosa dihadapan Allah. Tetapi di bawah kemah pernikahan, persetubuhan merupakan ungkapan kasih yang dalam yang memperlihatkan kesatuan antara suami dan istri.

Walter Trobish dalam bukunya, ”I Married You”, mengatakan bahwa menjadi satu daging berarti sepakat untuk membagi segala sesuatu yang mereka miliki, bukan hanya tubuh mereka, tetapi juga pikiran, perasaan, sukacita, pergumulan, penderitaan, pengharapan,ketakutan, keberhasilan, dan kegagalan mereka. Jadi, “menjadi satu daging” juga menunjuk kepada persekutuan hidup yang lengkap dan menyangkut semua aspek kehidupan. Persekutuan hidup dalam bentuk pernikahan adalah kehendak Tuhan yang menguntungkan manusia yang ada dalam lembaga khusus, yang diciptakanNya.

Ketiga unsur tersebut di atas adalah segi tiga yang sempurna; yang salah satu seginya tidak dapat dihilangkan. Ketiga unsur itu menyatukan suami dan istri dalam segala hal: baik dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, dalam kekuatiran dan kepastian, keberhasilan dan kegagalan. Oleh sebab itu, persekutuan suami-istri bukanlah persekutuan yang sepele, bahkan bukan hanya merupakan suatu hubungan kontrak yang dapat diputuskan apabila salah satu dari mereka sudah tidak suka terhadap pasangannya. Persekutuan antara suami dan istri adalah persekutuan yang erat dan sangat tinggi nilainya. Karena itu, Tuhan Yesus pernah mengatakan apa yang telah dipersatukan oleh Allah  jangan  dipisahkan  oleh  manusia ( Mat. 19: 1-12; Mrk. 10: 2-9).

Dari seluruh pembahasan tersebut di atas kita dapat melihat tiga hal penting yang dapat kita sebut sebagai sebuah keunikan pernikahan Kristen, yaitu:

    Pernikahan Kristen adalah persekutuan seumur hidup. Ketika seorang pria dan wanita memutuskan untuk bersatu dalam pernikahan harus tidak ada lagi pemisahan. Pernikahan adalah persekutuan seumur hidup.
    Pernikahan harus monogami dengan kasih Kristus Yesus yang mempersatukan kasih diantara suami-istri. Seorang pria atau wanita tidak akan pernah menjadi satu daging seutuhnya apabila dalam kehidupan mereka terdapat “WIL” dan “PIL”.
    Pernikahan Kristen menuntut kesetiaan. Bukankah gambaran Alkitab mengenai pernikahan adalah tentang keintiman yang dalam dan abadi, hubungan yang saling membahagiakan dan memberi kesejahteraan. Sedangkan penyelewengan dalam pernikahan adalah pembalikan dari seluruh prinsip pernikahan kristiani.
    Di dalam dan melalui pernikahan yang kita jalani nama Tuhan dimuliakan dan orang-orang lain melihat bahwa Tuhan hadir dalam rumah tangga kita. Dengan demikian, kita menggunakan pernikahan sebagai kesempatan untuk bersaksi tentang Tuhan. Pernikahan Kristen mempunyai kelebihan lain karena kehadiran Allah, Kristus Yesus, sebagai kepala.

Jika tidak demikian, itu bukanlah pernikahan yang sesuai dengan kehendak Allah. Kurang dari itu hidup pernikahan yang dijalani akan mudah kandas.  Tetapi jika seorang pria dan wanita ketika menikah ia berkomitmen kepada Allah, kepada pasangannya, dan kepada dirinya sendiri untuk menjalani kehidupan pernikahan sesuai kehendak Allah, pernikahan yang dijalaninya akan menjadi sebuah perjalanan yang membahagiakan dan mensejahterakan,


Faktor-faktor penyebab kegagalan dalam pernikahan

Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu kegagalan dalam kehidupan pernikahan, di antaranya sebagai berikut:

    Motivasi yang keliru dalam menikah, misalnya:
        Menikah karena dorongan kebutuhan seksual. Menikah hanya karena sudah “ngebet” untuk memenuhi kebutuhan seksual tidak akan melahirkan pernikahan yang langgeng.Mengapa? Dalam pernikahan yang dimotivasi oleh hal tersebut pasangan hidup dilihat hanya sebagai obyek pemuas nafsu seksualitas semata. Tidak lebih tidak kurang.
        Pelarian dari suatu masalah hidup yang sedang dihadapi, misalnya himpitan kebutuhan ekonomi, karena putus cinta, dan sebagainya.
        Menikah karena takut dicemooh, menjadi perawan tua, perjaka tua, jomblo, dan sebagainya.
        Menikah karena mengharapkan kelimpahan material dari pasangan hidupnya. Perlu diingat bahwa harta kekayaan bukan jaminan untuk dapat hidup bahagia.
    Komunikasi keluarga yang tidak berjalan dengan mulus dan saling membangun satu terhadap yang lainnya.
    Kesulitan ekonomi/keuangan.
    Intervensi pihak ketiga dalam keluarga, misalnya orangtua, mertua, dan saudara.
    Ketidaksetiaan pada pasangan, misalnya adanya wanita idaman lain (WIL) atau pria idaman lain (PIL).
    Persaingan dalam karier.
    Ketidak dewasaan dalam mengelola konflik.

Untuk langgengnya sebuah pernikahan maka dalam pernikahan kristen itu harus ada usaha dari kedua belah pihak (suami-istri) untuk:

    Hidup saling mengasihi.
    Hidup saling menerima pasangan hidupnya dengan segala kelemahan dan kelebihannya, kegagalan dan keberhasilan, serta dalam sakit dan sehat.
    Hidup saling mengampuni/memaafkan.
    Hidup saling melayani.

Kata  ‘saling’ di sini berarti kita berbuat sesuatu tanpa harus menunggu pasangan hidup kita yang terlebih dahulu berbuat demikian. Karena dengan menunggu berarti kita telah membuat suatu persyaratan; dan kasih kita kepada pasangan hidup kita tidak murni dan tulus. Jadi, Pernikahan yang langgeng itu bukan karena faktor keberuntungan atau kebetulan. Beruntung dapat suami atau istri yang “bageur” tetapi karena diusahakan atau diciptakan dengan sengaja yang berlandaskan kasih antara suami dan istri.

Sabtu, 23 November 2013

Why Is Water Important For Your Health?

Water is absolutely essential for life. You could probably survive without food, but you can live only a few days without water. The human body consists of 50-75% water. Our body is a fine-tuned water-cooler machine. It is a delicate process dependent on adequate water intake and the function of the circulatory system and sweat glands to control its temperature. Water is the most critical link in this process!!

Many people think water is primarily to quench the thirst. Did you realize that:
•    83% of your kidneys is water
•    80% of your brain is water
•    75% of your muscles is water
•    Your eyes are constantly taking a “bath” so you can see

How much water do we need in a day to keep our fine-tuned water-cooler going?
On an average day a 150-pound person loses water four ways:
1.    Skin (sweat)          2.0 cups
2.    Lungs (breathing)   1.5 cups
3.    Bladder (urine)       6.0 cups
4.    Bowel (stool)         0.5 cups
        Total                   10.0 cups/day   
Water is received in three ways:
•    Through food                3.0 cups
•    From food expended    1.5 cups
           Total                       4.5 cup
You need a minimum of 4.5 cups of water each day to make up the difference. Now if you do any extra labor or exercise, then you should increase it to10 glasses/day.

How do we get those 8 to 10 glasses into our body?
•    Drink a full glass or two of water when you first get up in the morning. This helps to cleanse and rehydrate your system. It also helps to get things “on the move”. This is a very important habit to establish
•    Drink water between meals instead of snacking will alleviate the “munchies” syndrome and save on calories from snacking! Water drinkers tend to lose weight faster!
•    Drinking more water will avoid colds and flu and relieve fatigue. Water is our body’s cleansing agent.
•    Carry a bottle of water with you all the time or take a drink of water each time you pass a drinking fountain (13 swallows equals about one 8-oz cup of water)

How Much Water? And When?
Another way to figure out how much water to drink is as follows: Take your body weight in pounds and divide it by two. This is the fluid ounces you need daily. Divide that number by eight, and you have the number of
glasses of water you need to drink each day. For example: (150lbs/2): (8) =9.4 glasses (9 or 10 glasses/per day).
Do not drink with your meals; this dilutes your digestive enzymes, making them less effective. Drink water not less than a half hour before and after a meal.
Drink enough water to make the urine colorless and odorless.

Now let’s take a closer look at the importance of water in our own bodies. As babies we are approximately 75 to 80% water and as we grow older this percentage decreases until the percentage is reduced to approximately 60 to 65% for men and 50 to 60% for women. The human brain is about 85% water and our bones are between 10 to 15% water.

The ability of water to disassemble and rearrange other molecules is essential to the chemistry of life. It does this by forming weak bonds with the other molecules. This is often why we refer to water as the universal solvent. Water is a perfect conductor of electricity and this becomes important in the day to day operation of our bodies.

For example, the electrical potential is shared between the brain neurons through electrochemical transmitters. This electrical potential of brain chemistry must be present for any of our "thoughts" to take place.

Water is without a doubt one of the very best diet aids and fat reducers: look at what it does . . . Suppresses your appetite. Reduces sodium buildup and helps maintain muscle tone. It helps the body eliminate waste and toxins. Relieves fluid retention. If you don’t give your body water, it holds onto water tenaciously so it won’t run out.

Reduces fat deposits in the body by helping the body metabolize the fat that is stored in the body, however when your kidneys don’t get enough water, this causes the liver to become overloaded. Since the liver is the organ that metabolizes the fat, it can’t do that if it’s doing the kidneys job.

The real truth is that water is one of the best cures for our most common ailments. The flip side of this is that there is very little money in selling water and for the most part it is free.

Doctors almost never write a prescription for water and yet look what all it can treat: allergies, asthma, depression, high blood pressure, diabetes, headaches, chronic fatigue syndrome, colitis, alcohol dependency, lower back pain, neck pain, and on and on.

Now don’t be fooled by considering the coffee, tea or soda pop that you drink as part of your water intake, because if these products are caffeinated (and most they are) it has just the opposite effect on your bodies. Caffeine acts as a diuretic to our system and actually results in water reduction to our bodies. The same applies to drinks with alcohol.

Does it make a difference what kind of water I drink? It is truly disappointing how much hype and false information is in the marketplace today. Remember that water is the most "perfect" element that has been provided for us on this earth. I personally do not believe it was by accident. To try changing the chemical structure of water is almost sacrilegious.

I’m sure you have all read the hype on distilled or de-ionized water being much better for you and even many of the bottled "spring waters" are proving to be extremely deficient in mineral content. It has been established that the magnesium deficiency in our waters contribute to millions of deaths each year, causing everyone to examine the myths of "PURE" water.

Water is an active participant in Hydrolysis, which is a major chemical process of the body. During this process water molecules separate into hydrogen (H+) and hydroxyl (OH-) groups, each of which reacts with other substances

Sucrose, the common sugar, for example, is hydrolyzed into fructose and glucose forms, which can be utilized by body cells. In addition, water serves as a reactant in intracellular reactions and plays an important role in the maintenance of our electrolyte balance.

Approximately 60% of the bodies total water content is contained inside the cells and makes up the intracellular compartment. The balance of the extracellular compartment has two major divisions. 

The intravascular fluid represents 20% of the extracellular fluid in the body and is the liquid component of the blood and is present in the heart, our arteries, veins and capillaries.

The interstitial and trans cellular fluid account for 80% of the extracellular fluid in the body. These fluids include the fluids that bathe all the cells, spinal fluids, ocular fluid for lubricating the eyes, the synovial fluid that lubricates joints, various secretions such as (saliva, bile, gastric juice, mucus) and lymph.

This is just a short discussion of how water works in our bodies. Naturally, it is a very complex subject. I hope I have given you a better idea of how our bodies work and how important water is to maintaining a healthy state.

Considering these factors, we need to emphasize the importance of consuming appropriate amounts of water that is in a form that is usable by the body.

Remember; please drink water about 8 to 10 glasses a day.

How Is Your Health?

Daftar Pustaka:
John. A. Siregar PhD,MPH- Rebuska 22 November 2013.

Kamis, 21 November 2013

Ilustrasi: Pemberian Berkat.


1. PEMBERIAN BERKAT KEPADA ORANG YANG MEMBUTUHKAN:

Suatu hari, anak seorang lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu menemukan bahwa kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi, anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, dia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar. Oleh karena itu, dia membawakan segelas susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat.

Kemudian, dia bertanya, “ Berapa aku harus membayar untuk segelas susu ini?” Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu bayar apa pun. Ibu kami mengajarkan tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan.

Kemudian, anak lelaki itu menghabiskan susunya dan berkata, “Dari dalam hatiku, aku sangat berterima kasih kepada Anda.”

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya.

Akhirnya, mereka mengirimnya ke kota besar tempat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langkanya tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Saat dia mendengar kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata Dr. Kelly. Dia segera bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran, dia menemui si wanita itu. Dia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Kemudian, dia kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, dia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita tersebut.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. Wanita itu sembuh! Kemudian, Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan wanita itu kepadanya... Dr. Kelly melihatnya dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, lalu mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut. Dia sangat yakin bahwa dia tak akan mampu membayar tagihan tersebut, walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya, dia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Dia membaca tulisan yang berbunyi...
“Telah dibayar lunas dengan segelas susu!”
Tertanda,
Dr. Howard Kelly

Air mata kebahagiaan membanjiri mata wanita itu. Dia berdoa, “Ya Allah, terima kasih… bahwa cinta-Mu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”

Terkadang, Pemberian berkat ke orang yang membutuhkan dimasa lalu dapat menyelesaikan masalah kita di masa yang akan datang.

8. Yesus, Pengantara Dan Pembela Sejati.

"KRISTUS, IMAM KITA"

PENDAHULUAN

 Kristus, Imam Besar surgawi.

   Rencana keselamatan--yaitu penebusan dosa manusia--telah dimulaikan di surga dan akan diselesaikan juga di surga. Ucapan Yesus bahwa Diri-Nya diutus oleh Bapa di surga (Yoh. 5:36-38; 6:38-40) mengindikasikan bahwa kedatangan-Nya ke dunia ini adalah untuk melaksanakan missi Allah Bapa, yaitu missi penyelamatan manusia, dan bahwa itu adalah sebuah rencana surgawi. Sesudah missi di dunia ini selesai, Yesus kembali ke surga untuk melaksanakan tahap lanjut dari rencana keselamatan itu di sana.

    "Sesudah kebangkitan dan kenaikan-Nya ke Bait Suci surgawi, Kristus memasuki tahap baru dari rencana Penebusan (Ibr. 2:17). Dengan syarat mutlak pengorbanan-Nya itu dipenuhi, Ia pun dinobatkan sebagai imam dan memulai pelayanan keimamatan-Nya supaya sekarang dengan korban-Nya yang sempurna mengantarai mereka yang oleh iman terbungkus oleh darah-Nya" [alinea pertama: dua kalimat pertama].

     Sementara kematian-Nya di salib Golgota membuat Yesus Kristus memenuhi syarat untuk menjadi Imam Besar surgawi dan Pembela umat-Nya, pelayanan keimamatan di surga merupakan proses lanjutan dari rencana keselamatan. Jadi, penebusan dan penyelamatan manusia berdosa tidak diselesaikan di kayu salib tetapi di Bait Suci surgawi, yaitu melalui prosedur keimamatan yang juga disebut masa penghakiman (1Ptr. 4:17; Why. 14:7). Sebagaimana rencana keselamatan itu tidak selesai di kayu salib, tapi masih harus dilanjutkan dalam Bait Suci surgawi, demikian juga keselamatan itu tidak cukup hanya dengan hanya percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat tetapi harus ditindaklanjuti dengan pertobatan. Bertobat artinya berhenti berbuat dosa, dan seterusnya hidup dalam penyerahan diri kepada Yesus Kristus yang kini menjadi Pengantara dan Pembela kita di surga.

     "Sesungguhnya, kita bisa beroleh penghiburan besar dengan mengetahui bahwa Yesus sekarang berdiri di hadapan Allah, menggunakan jasa-jasa pengorbanan-Nya demi kita. Pekabaran Bait Suci menyajikan pengharapan dan dorongan bahkan bagi pengikut-pengikut-Nya yang paling lemah" [alinea kedua: dua kalimat terakhir].


I. BUKAN IMAM BESAR BIASA (Imam Besar Kita)

 Keimamatan Kristus.

    Seperti sudah kita pelajari terdahulu tentang upacara kurban di Bait Suci PL, tugas seorang imam adalah untuk menjadi pengantara antara seorang berdosa untuk memohon pengampunan dari Allah. Imam biasa menjalankan pelayanan keimamatan harian, sedangkan imam besar melaksanakan pelayanan keimamatan tahunan pada hari yang disebut "Hari Pendamaian" atau "Yom Kippur" dalam bahasa Ibrani. Kalau imam biasa melayani orang Israel purba secara perorangan, imam besar melayani segenap umat Israel purba sebagai satu bangsa. Walaupun Yesus menjalankan pelayanan keimamatan sebagai "Imam Besar" di surga tidak berarti bahwa Dia hanya melayani umat-Nya secara kolektif, tapi juga melayani umat-Nya secara pribadi.

     Dalam tradisi PL seorang imam besar harus ditentukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan Allah dan baru akan menjalankan tugasnya setelah ditahbiskan. Yesus pun bisa melayani sebagai "Imam Besar" dalam "Bait Suci" surgawi karena sudah memenuhi kriteria yang ditentukan bagi-Nya, sebab Dia "telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah" (Ef. 5:2). Sebagaimana imam besar zaman dulu harus mempersembahkan satu kurban, "karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan" (Ibr. 8:3), dan hal itu "telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban" (Ibr. 7:27). Meski sudah memenuhi syarat, Yesus tidak mengangkat diri-Nya sebagai Imam Besar surgawi tetapi oleh Allah Bapa sendiri (Ibr. 5:5). "Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek" (Ibr. 5:10), dan sesuai dengan peraturan Melkisedek juga, Yesus "menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya" (Ibr. 6:20, bandingkan dengan Mzm. 110:4).

     "Kitab dalam Perjanjian Baru yang paling banyak berbicara tentang Kristus sebagai Imam adalah kitab Ibrani. Dasar kekuatan Perjanjian Lama bagi kitab Ibrani terdiri atas dua ayat yang dikutip dari Mazmur 110. Ayat 1 digunakan untuk menegaskan bahwa Kristus ditinggikan di atas segala sesuatu karena Ia duduk di sebelah kanan Allah" [alinea kesatu: tiga kalimat pertama].

 Imam Melkisedek.

   Siapakah Melkisedek? Nama "Melkisedek" muncul dua kali dalam PL (Kej. 14:18 dan Mzm. 110:4), dan sembilan kali dalam PB yang semuanya terdapat dalam kitab Ibrani (pasal 5, 6 & 7). Semua ayat dalam Alkitab yang menyebut tentang Melkisedek mengacu kepada dua jabatan, yaitu sebagai imam dan raja, dan semuanya merujuk kepada Yesus Kristus. Tapi satu hal yang menarik bahwa meskipun Melkisedek disebut sebagai "imam" dan "raja" namun dia bukanlah seorang Yahudi, sebab dia bukan keturunan Abraham, bahkan dia yang telah memberkati Abraham (waktu itu namanya masih Abram) setelah kembali dari peperangan mengalahkan gerombolan Kedarlaomer yang telah menjarah penduduk kota Sodom termasuk keluarga Lot, keponakan Abraham (Kej. 14:19), bahkan kepadanya nenek moyang bangsa Israel itu membayar persepuluhan dari hasil pertempuran tersebut (ay. 20). Tampaknya Melkisedek bukan sosok yang asing bagi Abraham maupun raja Sodom, mungkin saja sebelum itu mereka pernah mengenalnya dalam suatu peristiwa tertentu.

     Secara etimologis (asal kata), "Melksedek" terdiri atas dua kata Ibrani, מַלְכִּי־צֶדֶק, malki-tsedeq, yang secara harfiah berarti "rajaku adalah kebenaran" yang kemudian disederhanakan menjadi "Raja Kebenaran." Dia adalah "raja Salem" (Salem artinya "Damai"), sebuah kata yang berkaitan dengan nama kota Yerusalem. Namun pada waktu yang sama Melkisedek disebut pula sebagai "imam Allah yang Mahatinggi" yang memberikan roti dan air anggur kepada Abraham (Kej. 14:18). Kitab Kejadian pasal 14 juga mencatat bahwa Melkisedek sesudah memberkati Abraham (ay. 19) kemudian memuji Allah yang Mahatinggi (ay. 20). Kita melihat di sini bahwa dalam pengertian tertentu Melkisedek sebagai imam telah melaksanakan fungsi pengantaraan, yakni mengantarai Abraham dan Allah.

     "Yesus menggenapi baik keimamatan agung Harun maupun keimamatan agung Melkisedek dalam cara yang lebih baik daripada keduanya, atau dari keimamatan yang pernah ada atau bisa lakukan. Kedua bayangan (type) itu menemukan kegenapannya (antitype) dalam diri Kristus" [alinea terakhir].

    Apa yang kita pelajari tentang Yesus Kristus sebagai Imam Besar surgawi?

1. Sesudah mempersembahkan diri-Nya sebagai Kurban yang nyata di bumi demi keselamatan umat manusia, Yesus Kristus kembali ke surga untuk melaksanakan tahap lanjut dari rencana keselamatan di mana Dia bertindak selaku Imam Besar dalam "Bait Suci surgawi."

2. Pembandingan keimamatan Yesus Kristus dengan keimamatan Harun adalah dari sudut prosedural sebagai Imam Besar, dan pembandingan dengan keimamatan Melkisedek ialah menyangkut kedudukan sebagai Imam Besar yang lebih tinggi dari Harun dan para imam besar sesudahnya.

3. Seperti halnya jabatan imam besar dalam PL berperan sebagai pengantara antara manusia dengan Allah, demikianlah Yesus Kristus sebagai "Imam Besar surgawi" juga memerankan fungsi yang sama untuk mengantarai kita dengan Allah dalam rangka pengampunan dosa.

II. DWI FUNGSI KEIMAMATAN KRISTUS (Pembela dan Pengantara)

 Doktrin pembelaan dan pengantaraan.

   Istilah "pembela" berkaitan dengan suasana pengadilan (dalam konteks Alkitab: penghakiman), sedangkan "pengantara" menyangkut pelayanan dalam Bait Suci. Di surga, Yesus menjalankan kedua fungsi ini secara simultan--Ia adalah "pembela" dan sekaligus juga "pengantara" demi kepentingan manusia (tepatnya: demi kepentingan umat-Nya). Sebagai pembela, Yesus membela umat-Nya dari tuduhan Setan bahwa kita harus binasa oleh sebab dosa-dosa kita, dan Yesus mematahkan dalil Setan itu dengan menyodorkan fakta bahwa Dia sudah menjalankan hukuman mati itu di salib sebagai "kurban pengganti." Sebagai pengantara, Yesus menjadi penghubung umat-Nya untuk memohon pengampunan dosa dari Allah Bapa, juga atas dasar yang sama, yaitu bahwa Dia sudah mati untuk menebus kita.

    Rasul Paulus mengutarakan doktrin pembelaan dan pengantaraan ini dalam kata-kata yang sangat membesarkan hati serta nyaman didengar: "Apakah yang dapat dikatakan sekarang tentang semuanya itu? Kalau Allah memihak pada kita, siapakah dapat melawan kita? Anak-Nya sendiri tidak disayangkan-Nya, melainkan diserahkan-Nya untuk kepentingan kita semua; masakan Ia tidak akan memberikan kepada kita segala sesuatu yang lainnya? Siapakah yang dapat menggugat kita umat yang dipilih oleh Allah, kalau Allah sendiri menyatakan bahwa kita tidak bersalah? Apakah ada orang yang mau menyalahkan kita? Kristus Yesus nanti yang membela kita! Dialah yang sudah mati, atau malah Dialah yang sudah dihidupkan kembali dari kematian dan berada pada Allah di tempat yang berkuasa" (Rm. 8:31-34, BIMK).

    "Yesus Kristus berada di pihak kita. Yesus adalah jawaban terhadap rasa takut akan penghukuman, karena Ia sudah mati, sudah dibangkitkan, dan sekarang secara terus-menerus memohon bagi kita dalam Bait Suci surgawi di sebelah kanan Allah" [alinea kedua: dua kalimat terakhir].

    Pembela yang benar.

   Mengenai pelayanan Yesus Kristus sebagai pembela manusia dalam pengadilan surgawi, hal itu didukung oleh pernyataan yang tegas dari rasul Yohanes. "Anak-anakku! Saya menulis ini kepada kalian supaya kalian jangan berbuat dosa. Tetapi kalau ada yang berbuat dosa, maka kita mempunyai seorang pembela, yaitu Yesus Kristus yang adil itu; Ia akan memohon untuk kita di hadapan Bapa. Dengan perantaraan Yesus Kristus itulah dosa-dosa kita diampuni. Dan bukannya dosa-dosa kita saja, melainkan dosa seluruh umat manusia juga" (1Yoh. 2:1-2, BIMK; huruf miring ditambahkan). Kata "pembela" dalam ayat ini adalah interpretasi dari kata Grika παράκλητος, paraklētos, yang arti harfiahnya ialah "dipanggil untuk mendampingi" seseorang yang membutuhkan pertolongan (Strong, G3875). Perhatikan bahwa kata yang sama itu juga digunakan untuk Roh Kudus sebagai "Penolong" yang Yesus minta dari Bapa untuk mendampingi murid-murid-Nya (Yoh. 14:16, 26; 15:26).

    "Pembela kita itu 'benar,' yang memberi kita kepastian bahwa Bapa akan mendengarkan permohonan Kristus, sebab Kristus tidak berbuat apa-apa sehingga Bapa-Nya yang benar itu akan menolak. Kristus mengantarai bagi orang-orang yang telah berdosa dengan mengajukan diri-Nya--Dia yang tidak berdosa itu--sebagai Orang Benar yang berdiri menggantikan mereka" [alinea terakhir].

    Pena inspirasi menulis: "Sementara kita mengakui di hadapan Allah penghargaan kita akan jasa-jasa Kristus, bau yang harum bercampur pada pengantaraan kita itu. Sementara kita menghampiri Allah melalui kebaikan dari jasa-jasa Sang Penebus, Kristus menarik kita dekat ke sisi-Nya, merangkul kita dengan tangan kemanusiaan-Nya, sementara dengan lengan keilahian-Nya Ia meraih takhta Yang Tak Terhingga itu. Ia menaruh jasa-jasa-Nya sebagai dupa yang harum dalam pedupaan di tangan kita untuk mendorong permohonan-permohonan kita. Ia berjanji untuk mendengar dan menjawab permintaan-permintaan kita" (Ellen G. White, Signs of the Times, 14 April 1909).

 Apa yang kita pelajari tentang Kristus sebagai Pengantara dan Pembela kita?

1. Sebagai pembela, Yesus mewakili kita dalam persidangan surgawi; sebagai pengantara, Yesus mewakili kita dalam permohonan pengampunan dosa di Bait Suci surgawi. Dwi fungsi ini dapat dijalankan Yesus Kristus secara bersamaan waktunya oleh karena takhta Allah adalah "ruang penghakiman" dan sekaligus "Bait Suci."

2. Yesus Kristus dapat menjalankan fungsi sebagai Pembela orang berdosa sebab Dia sudah lebih dulu menjalani hukuman yang seharusnya ditimpakan atas manusia berdosa. Yesus juga bisa melaksanakan fungsi sebagai Pengantara karena Dia mempunyai suatu kurban untuk dipersembahkan, yaitu diri-Nya sendiri.

3. Pelayanan Kristus di bumi ini selama 4-5 tahun terakhir kehidupan-Nya tercatat dalam empat injil dan sebagian kecil kitab Kisah Para Rasul, tetapi pelayanan Kristus di surga selama hampir 2000 tahun terakhir ini hanya tertuang dalam beberapa pasal kitab Ibrani dan beberapa kitab PB lainnya secara sporadis. Namun kita harus serius mempelajarinya karena apa yang Kristus kerjakan di surga berkaitan langsung dengan kepentingan kita saat ini.

III. MENJEMBATANI MANUSIA DENGAN ALLAH (Pengantara)

 Satu Allah, satu Pengantara.

    Dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus menyarankan agar orang-orang Kristen rajin mendoakan pemerintah dan para pemimpin politik di tempat di mana mereka tinggal, supaya "kita dapat hidup tenang dan tenteram" untuk menjalankan peribadatan (1Tim. 2:2), dan menyebut hal itu "berkenan kepada Allah" (ay. 3). Pada bagian selanjutnya sang rasul beranjak kepada gagasan tentang keselamatan manusia dari sudut pandang Allah, yaitu bahwa Dia "menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (ay. 4). Apa hubungannya antara mendoakan pemerintah dan para pemimpin masyarakat dengan kehendak Allah supaya semua orang diselamatkan? Dengan campur tangan Allah dalam menggerakkan hati para pemimpin itu kita bisa lebih sukses dalam melaksanakan tugas penginjilan dan penyebaran kebenaran sehingga banyak orang dapat diselamatkan.

    Selanjutnya beralih kepada bagaimana manusia itu diselamatkan. Tulisnya, "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan" (ay. 5-6; huruf miring ditambahkan). Kata Grika yang diterjemahkan dengan "pengantara" (BIMK: "penengah") dalam ayat ini adalah μεσίτης, mesitēs, yaitu seseorang yang "menengahi" antara dua pihak, khususnya dalam persengketaan (Strong, G3316). Manusia bermusuhan dengan Allah karena dosa, sebab "dosa ialah pelanggaran hukum Allah" (1Yoh. 3:4); manusia bermusuhan dengan Allah akibat keinginan daging yang kita turuti, sebab "keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah" (Rm. 8:7); manusia bermusuhan dengan Allah oleh karena kita bersahabat dengan dunia, sebab "persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah" (Yak. 4:4). Itulah sebabnya kita memerlukan Penengah atau Pengantara untuk mendamaikan kita kembali dengan Allah.

    "Kristus disebut seorang Penengah antara Allah dan manusia. Tidak ada yang lain lagi karena memang tidak ada lain yang diperlukan. Melalui kedudukan Kristus sebagai Pengantara, keselamatan dan pengetahuan akan kebenaran tersedia untuk semua (1Tim. 2:4). Pertanyaan yang penting bagi kita semua ialah apakah kita mau atau tidak mau memanfaatkan apa yang Kristus sudah tawarkan kepada masing-masing kita, terlepas dari status, ras, tabiat, atau perbuatan masa lalu kita" [alinea kesatu].

 Didamaikan berdasarkan perjanjian yang baru.

    Sebagai pengantara atau penengah tentu saja fungsinya adalah untuk mendamaikan kedua pihak yang berseteru, dan itulah yang yang dilakukan oleh Yesus Kristus sebagai Imam Besar surgawi. Pelayanan keimamatan Yesus dilakukan menurut "perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi" (Ibr. 8:6), yaitu "suatu perjanjian yang baru" (Ibr. 9:15), oleh karena Dia adalah "Pengantara perjanjian baru" (Ibr. 12:24).

    "Ia telah mengadakan pendamaian. Walaupun dosa telah merusak persekutuan yang erat antara manusia dengan Allah dan akan membawa kepada kebinasaan umat manusia, Kristus datang untuk memulihkan hubungan itu. Inilah pendamaian itu. Dialah satu-satunya tautan antara Allah dengan manusia, dan melalui tautan ini kita dapat menikmati suatu hubungan perjanjian sepenuhnya dengan Tuhan" [alinea ketiga: empat kalimat terakhir].

    Pena inspirasi menulis: "Membungkus keilahian-Nya dengan kemanusiawian, Ia datang ke bumi untuk disebut Anak Manusia dan Anak Allah. Ia adalah jaminan bagi manusia, dutabesar bagi Allah--jaminan bagi manusia untuk dipuaskan oleh kebenaran-Nya dalam tuntutan hukum atas nama manusia, dan mewakili Allah untuk menyatakan tabiat-Nya kepada manusia yang sudah jatuh" (Ellen G. White, Review and Herald, 22 Desember 1891).

  Apa yang kita pelajari tentang Yesus Kristus sebagai Pengantara manusia?

1. Karena dosa maka manusia telah merusak hubungan dengan Allah, tapi perdamaian adalah ikhtiar Allah. "Dan melalui Anak itu pula Allah memutuskan untuk membuat segala sesuatu berbaik kembali dengan Dia--baik segala sesuatu yang di bumi, maupun yang di surga. Allah melakukan itu melalui kematian Anak-Nya di kayu salib" (Kol. 1:20, BIMK).

2. Yesus sendiri berhak untuk bertindak sebagai Pengantara dalam "perseteruan" antara manusia dengan Allah oleh sebab Dia telah "menanggung dosa kita, supaya kita berbaik kembali dengan Allah karena bersatu dengan Kristus" (2Kor. 5:21, BIMK).

3. Pendamaian yang dilakukan melalui pengantaraan Yesus Kristus itu didasarkan pada suatu perjanjian yang baru, perjanjian yang lebih mulia dan janji yang lebih tinggi. Perjanjian yang lama antara Allah dan manusia batal akibat kegagalan manusia memelihara perjanjian itu, dalam perjanjian yang baru ini tidak akan ada pembatalan.

IV. KUALITAS KEIMAMATAN KRISTUS (Imam Besar Agung)

 Sifat Imam Besar yang Agung.

   "Imam Besar" (Ibr. 2:17) hanyalah salah satu dari banyak gelar yang disandang oleh Yesus Kristus. Di seluruh Alkitab terdapat sekitar 200 predikat yang dikenakan pada Yesus, semuanya berhubungan dengan sifat dan fungsi-Nya. Di antaranya adalah Terang Dunia (Yoh. 8:12), Batu Penjuru (Ef. 2:20), Raja Damai (Yes. 9:6), Roti Hidup (Yoh. 6:35, 48), Penebus (Rm. 11:26), Pengantara (1Tim. 2:5), Juruselamat (Luk. 2:11), serta Anak Allah yang menerangkan keilahian-Nya (Luk. 1:35; Yoh. 1:49) dan Anak Manusia yang menegaskan kemanusiaan-Nya ketika berada di dunia (Yoh. 5:27). Dalam Ibrani 4:14, gelar Yesus Kristus ditingkatkan lagi dari "Imam Besar" menjadi "Imam Besar Agung."

    Dalam sebutan sebagai Imam Besar, bahkan Imam Besar yang Agung, tersirat dua hal utama: (1) seorang yang berfungsi sebagai Pengantara antara manusia dengan Allah, dan (2) seorang yang kudus atau diasingkan untuk suatu maksud istimewa. Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung yang seperti Melkisedek ditahbiskan di luar ketentuan Hukum Musa yang diberikan di Sinai (Ibr. 5:6), tapi seperti halnya imam-imam dari suku Lewi itu Yesus juga mempersembahkan satu kurban sebagaimana dituntut oleh Hukum Musa ketika Ia mempersembahkan diri-Nya untuk mati bagi dosa-dosa kita (Ibr. 7:27). Namun, berbeda dengan imam-imam orang Lewi yang harus terus-menerus mempersembahkan kurban bagi diri mereka sendiri, Yesus cukup melakukannya satu kali untuk selamanya (Ibr. 9:12).

 Keunggulan Yesus Kristus sebagai Imam Besar bukan karena kedekatan-Nya dengan Allah sehubungan dengan status-Nya yang asli sebagai Anak Allah ataupun karena Dia berasal dari surga, tetapi keunggulan-Nya terletak pada dua hal ini: (1) Yesus tidak pernah berbuat dosa, dan (2) Dia sudah mempersembahkan diri-Nya untuk mati sebagai kurban di salib. "Yesus adalah 'Imam Besar Agung' (Ibr. 4:14). Dia lebih unggul terhadap semua imam besar dan penguasa-penguasa dunia. Alkitab memberikan sejumlah ciri sifat kepada Yesus sebagai Imam Besar Agung" [alinea kesatu].

 Keimamatan Yesus di surga.

    Beberapa saat menjelang kematian-Nya di atas salib, Yesus yang sudah lemas akibat deraan fisik yang dialami-Nya masih sempat berkata lemah, "Sudah selesai" (Yoh. 19:30). Dalam bahasa Grika kuno frase ini hanya tertulis dalam satu kata, Τετέλεσται, Tetelestai, yang artinya "sudah diselesaikan," sebuah pernyataan yang secara tradisional diucapkan oleh seorang pemenang sehabis menyelesaikan suatu pertarungan. Kematian Yesus di kayu salib itu adalah kemenangan bagi rencana keselamatan bagi manusia berdosa. Tetapi sementara salib Kristus menyempurnakan dan mensahkan rencana keselamatan Allah tersebut, salib belum menjadi akhir dari seluruh rencana maha mulia itu. Tugas lain menunggu Yesus di surga, yaitu pelayanan keimamatan-Nya dalam Bait Suci surgawi.

 "Bagi kita. Kristus tampil di Bait Suci surgawi di hadapan Allah 'guna kepentingan kita' (Ibr. 9:24), dan Ia mengadakan pengantaraan bagi kita (Ibr. 7:25). Bersyukur kepada Allah bahwa kita mempunyai Wakil ilahi untuk tampil dalam penghakiman di tempat kita" [alinea terakhir].

 Pena inspirasi menulis: "Persembahan-persembahan kurban bayangan dari bait suci orang Yahudi tidak lagi memiliki makna. Pendamaian secara harian dan tahunan tidak perlu lagi. Tetapi oleh karena perbuatan dosa yang terus berlangsung, kurban penebusan dari Pengantara surgawi itu penting. Yesus, Imam Besar kita yang Agung, bertugas untuk kita di hadapan Allah, mempersembahkan atas nama kita darah-Nya yang tercurah" (Ellen G. White, The Youth's Instructor, 16 April 1903).

 Apa yang kita pelajari tentang pelayanan Yesus sebagai Imam Besar Agung di surga?

1. Kualitas keimamatan Kristus di Bait Suci surgawi mengungguli semua pelayanan keimamatan di Bait Suci duniawi karena, sebagai Imam Besar, Yesus tidak perlu mempersembahkan kurban bagi diri-Nya oleh sebab Dia tidak pernah berdosa, dan kurban yang dipersembahkan-Nya bukanlah hewan melainkan diri-Nya sendiri.

2. Keimamatan Kristus tidak didasarkan pada Hukum Musa seperti yang berlaku bagi para imam dan imam besar PL, tetapi keimamatan-Nya didasarkan pada "peraturan Melkisedek" (Ibr. 5:6; 6:20), dan "Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah" (Ibr. 5:10).

3. Kematian Yesus di kayu salib mengakhiri fase penebusan dosa manusia; kebangkitan-Nya mengawali fase pelayanan keimamatan-Nya untuk pengampunan dosa manusia. Kriteria dan persyaratan sebagai Imam Besar surgawi dipenuhi Yesus Kristus dalam kehidupan dan pelayanan-Nya di dunia ini.

V. KRISTUS ADALAH SOLUSI (Satu Persembahan Kurban)

 Jalan keluar atas dosa.

    Kalau ada satu masalah yang barangkali "memusingkan" Allah maka itu adalah masalah dosa manusia. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, sebenarnya Allah mempunyai tiga opsi (pilihan) untuk menyelesaikannya. Pertama, membinasakan pasangan manusia pertama itu lalu menciptakan pengganti mereka; kedua, meninggalkan planet Bumi ini bersama isinya sampai hancur binasa sesuai hukum yang Allah tetapkan atas dosa; ketiga, mengikhtiarkan rencana keselamatan atas pasangan manusia pertama beserta keturunan mereka. Allah memilih opsi yang ketiga, dengan segala konsekuensinya!

 Masalah dosa bersifat dilematis karena dua sifat Allah yang menyatu dan tak terpisahkan, yaitu kasih dan adil. Allah itu kasih (1Yoh. 4:8), dan Allah itu adil (1Yoh. 1:9). Kasih Allah menuntut pengampunan atas dosa manusia, dan pada saat yang sama keadilan Allah menuntut hukuman atas orang berdosa. Maka untuk mengimplementasikan keduanya, menerapkan asas yang satu tanpa mengabaikan yang lainnya, Allah dalam hikmat-Nya yang tak terbatas telah mengadakan jalan keluar atas dosa melalui apa yang disebut "kasih karunia Allah" dalam Yesus Kristus. Rasul Paulus sangat tepat ketika menyimpulkan formula ini: "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Rm. 6:23; huruf miring ditambahkan). Dalam gaya bahasa yang khas pemazmur berkata: "Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman" (Mzm. 85:11; huruf miring ditambahkan).

    "Dosa adalah sesuatu yang terlalu dahsyat untuk sekadar diatasi oleh kematian binatang (betapapun menyedihkan dan malangnya kematian-kematian itu). Gantinya, semua darah yang ditumpahkan itu merujuk kepada satu-satunya jalan keluar bagi dosa, dan itu adalah kematian Yesus sendiri. Bahwa hal itu menuntut kematian-Nya, kematian dari Dia yang setara dengan Allah (Flp. 2:6) dalam rangka penebusan atas dosa, menunjukkan alangkah buruknya dosa itu sesungguhnya" [alinea kesatu: tiga kalimat terakhir].

   Hanya oleh darah Kristus.

   Sementara upacara penyembelihan hewan untuk kurban bakaran adalah perintah Allah demi pengampunan dosa di zaman Israel purba, sebuah ritual keagamaan yang efektif secara terbatas, pengampunan dosa yang bersifat komprehensif dan obyektif harus melalui penumpahan darah Kristus yang disebut "Anak Domba Allah" (Yoh. 1:29). Hanya oleh darah Kristus saja dosa manusia benar-benar diampuni bahkan dihapuskan untuk selama-lamanya (Rm. 6:10). "Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup" (Ibr. 9:13-14).

    "Banyak kebenaran penting bergema dengan nyaring dari ayat-ayat ini, salah satunya yang paling penting ialah bahwa kematian binatang-binatang itu tidaklah cukup untuk mengatasi masalah dosa. 'Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapus dosa' (Ibr. 10:4). Darah binatang-binatang itu hanya menunjuk kepada jalan keluar; darah binatang itu sendiri bukan jalan keluar. Solusinya adalah Yesus, kematian-Nya, dan kemudian pelayanan-Nya di Bait Suci surgawi demi kepentingan kita" [alinea kedua].

 Pena inspirasi menulis: "Yesus adalah Pembela kita, Imam Besar kita, Pengantara kita. Posisi kita adalah seperti bangsa Israel pada Hari Pendamaian. Bilamana imam besar memasuki bilik mahasuci yang melambangkan tempat di mana Imam Besar kita sedang melakukan pembelaan sekarang ini, dan memercikkan darah yang mendamaikan itu ke atas tutup pendamaian, tidak ada kurban pendamaian yang dipersembahkan di luar. Sementara imam itu mengadakan pengantaraan dengan Allah setiap hati harus tertunduk dalam penyesalan akan dosa, memohon pengampunan atas pelanggaran" (Ellen G. White, Signs of the Times, 28 Juni 1899).

    Apa yang kita pelajari tentang satu korban yang menghapuskan seluruh dosa manusia?

1. Rencana keselamatan melalui pengampunan dosa oleh kematian Yesus Kristus adalah ikthiar Allah. Manusia yang berbuat dosa, Allah yang mencarikan jalan keluarnya. Dalam melakukan itu sifat kasih dan keadilan Allah bukan saja tetap terjaga tapi bahkan semakin dipertegas.

2. Upacara persembahan kurban di Bait Suci pada zaman PL adalah perintah Allah melalui Musa, karena itu upacara tersebut efektif bagi pengampunan dosa untuk tahap dan lingkup yang terbatas. Melalui darah Kristus yang tercurah di kayu salib pengampunan dosa oleh darah binatang itu disahkan, dan pengampunan dosa berlaku lebih komprehensif.

3. Sekarang ini kita hidup dalam "masa Hari Pendamaian" di mana Yesus Kristus berada pada tahap "bilik mahasuci" untuk memohon pengampunan atas dosa kita semua, tiap-tiap hari. Menyadari akan hal itu maka seharusnyalah hati kita senantiasa dalam suasana pertobatan dan penyesalan akan dosa sebagaimana umat Israel pada zaman Musa.

PENUTUP

   Imam Besar yang penuh pengertian.

    Bagi mereka yang meragukan kemanusiaan Kristus ketika hidup di dunia ini perlu menyimak kembali dengan lebih seksama peristiwa ketika Yesus digoda oleh Setan (Mat. 4:1-11). Yesus digoda dengan nafsu jasmani (mengubah batu jadi roti, dalam keadaan lapar setelah berpuasa 40 hari), digoda untuk memamerkan kekuasaan dengan perilaku yang konyol (melompat dari bubungan Bait Suci supaya malaikat-malaikat datang menolong), dan digoda dengan harta dunia (asalkan mau menyembah Setan satu kali saja). Pikirkanlah, kalau saat itu Yesus adalah sebagai Anak Allah dan bukan dalam keadaan kemanusiaan, bukankah Setan sangat bodoh untuk menggoda Penguasa alam semesta ini dengan hal-hal yang tidak berarti itu? Anda tidak bisa "menggoda" seorang milyarder dengan uang sejuta rupiah untuk mau sujud kepada anda, bukan?

 Bersyukur kepada Tuhan bahwa anda dan saya mempunyai Imam Besar, Pengantara dan Pembela kita, yang mengerti apa artinya digoda oleh Setan karena Dia pernah mengalaminya sendiri tetapi tidak jatuh dengan godaan itu. Namun Yesus mengerti kalau anda dan saya bisa terjebak dalam muslihat Setan dan jatuh ke dalam dosa, sekalipun hati-Nya bersedih namun Dia mau membela kita dan mengantarai kita dengan Allah Bapa untuk mendapatkan pengampunan. Sebab Yesus adalah Imam Besar yang penuh pengertian dan pengasihan.

 "Yesus adalah pengantara yang berbelas kasihan, imam besar yang murah hati dan setia. Dia yang adalah Penguasa surga--Raja Kemuliaan--dapat memandang kepada manusia yang fana, sasaran penggodaan Setan, menyadari bahwa dia telah merasakan dahsyatnya tipu daya Setan" [alinea kesatu: dua kalimat terakhir].

    "Saya menulis kepadamu, Anak-anak, sebab dosamu sudah diampuni karena Kristus. Saya menulis kepadamu, Bapak-bapak, sebab kalian mengenal Dia yang sudah ada sejak awal mula. Saya menulis kepadamu, Orang-orang muda, sebab kalian sudah mengalahkan Si Jahat. Saya menulis kepadamu, Anak-anak, sebab kalian mengenal Allah Bapa. Saya menulis kepadamu, Bapak-bapak, sebab kalian mengenal Sabda yang sudah ada sejak awal mula. Saya menulis kepadamu, Orang-orang muda, sebab kalian kuat. Perkataan Allah ada di dalam hatimu, dan kalian sudah mengalahkan Si Jahat" (1Yoh. 2:12-14, BIMK).

DAFTAR PUSTAKA:

1. Martin Probstle, BAIT SUCI -Pedoman Pendalaman Alkitab SSD,  Indonesia Publishing House, Oktober - Desember 2013.
2. Loddy Lintong, California, U.S.A-Face Book.



Selasa, 19 November 2013

Pentingnya Air Dalam Tubuh Kita.

Berikut 6 alasan mengapa anda harus tetap minum cukup air setiap hari :

1. Minum cukup air akan membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Tubuh anda terdiri dari 60% air. Fungsi air dalam tubuh antara lain untuk pencernaan makanan, penyerapan makanan, sirkulasi, membentuk ludah, transportasi zat zat makanan dan menjaga suhu tubuh.

Saat tubuh kekurangan cairan, otak akan memberi sinyal dengan rasa haus. Tolong jangan abaikan sinyal itu, segeralah minum air. Sayangnya, sinyal ini ternyata bisa terganggu oleh alkohol sehingga orang yang sedang minum alkohol tidak merasa haus padahal tubuhnya sedang dehidrasi.

2. Air dapat membantu mengontrol kalori. Bertahun tahun, orang yang sedang diet akan minum banyak air sebagai strategi menguruskan badan. Makanan dengan kandungan air yang tinggi akan tampak lebih besar dan karena besarnya ini kita dituntut untuk mengunyah lebih lama sehingga akan lebih lama pula diserap oleh tubuh. Kondisi ini akan membuat anda cepat merasa kenyang. Makanan yang banyak mengandung air antara lain buah buahan, sayur sayuran, makanan yang terbuat dari tepung gandum, dan kacang kacangan.

3.Air membantu otot anda menjadi lebih bertenaga. Sel otot yang tidak mampu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit akan menyebabkan otot kelelahan.

Minum cukup air sangat penting saat berolah raga. Saat berolah raga tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat maka kita wajib menganggantikan cairan yang hilang tersebut. Minumlah segelas air dua jam sebelum berolah raga dan minumlah air secara teratur saat berolah raga.

4. Air membantu kulit tetap kelihatan indah. Kulit anda terdiri dari banyak air. Salah satu fungsi kulit adalah sebagai pelindung agar tubuh tidak kehilangan banyak cairan. Tapi jangan lalu berharap minum air yang banyak akan menghilangkan noda di kulit. Dehidrasi akan menyebabkan kulit anda tampak kering dan berkerut, nah kondisi inilah yang mampu diatasi dengan cara minum air yang cukup.

5. Air menjaga kesehatan ginjal anda. Cairan yang ada dalam tubuh membantu menghantarkan zat zat yang tidak berguna keluar dari sel. Racun utama dalam tubuh adalah nitrogen urea dalam darah. Untungnya racun ini larut dalam air sehingga mudah untuk dikeluarkan melalui ginjal.

Saat tubuh anda cukup cairan, kencing akan menjadi lancar, warnanya akan jernih dan tidak terlalu berbau. Sebaliknya bila tubuh kekurangan cairan maka kencing menjadi lebih pekat, berwarna pekat dan berbau.

Jika anda terus terusan kurang minum maka anda beresiko menderita kencing batu khususnya pada iklim tropis seperti negara kita.

6. Air membantu menjaga fungsi normal saluran pencernaan. Minum yang cukup akan membuat pencernaan anda lancar dan mencegah susah buang air besar. Jika anda tidak minum cukup maka usus besar akan menghisap lebih banyak air dalam kotoran sehingga kotoran menjadi lebih padat dan susah untuk dikeluarkan.

Berikut tips untuk membantu anda lebih banyak minum air.

    Selalu menyediakan air minum bila anda sedang menyantap makanan.

    Pilihlah minuman yang anda sukai, anda akan minum banyak air bila anda menyukainya.

    Makananlah banyak sayur dan buah buahan. Kedua jenis makanan ini mengandung banyak air dan 20% dari jumlah air yang masuk ke tubuh kita berasal dari makanan.

    Bawalah minuman dalam kemasan setiap anda berpergian/

    Pilihlah minuman sesuai dengan kebutuhan anda. Bila anda sedang diet, pilihlah minuman yang mengandung sedikit kalori

KETERANGAN TAMBAHAN :

Tubuh akan hilang 1.7 liter air satu hari melalui proses pernafasan dan kumbuhan.
*Bayangkan jika anda cuma minum seliter sehari!


Kenapa air terlalu penting kepada tubuh manusia?
Otak kita mengandungi 90% air
*Lihat di sekolah, anak siapa yang selalu menjinjing botol air? Dan anak siapa yang selalunya bijak?

Otot kita 75% air
Tulang kita 22% air
Darah kita 83% air
Air menstabilkan suhu badan
Air mengangkut nutrisi dan oksigen ke dalam sel
Air melembabkan udara dalam paru-paru
Air meningkatkan kadar metabolisma!
Air melindungi organ-organ
Air membantu organ-organ untuk serap nutrisi dengan baik
Air melindungi dan melembabkan rawan


Apa yang berlaku sekiranya kita kekurangan air?
Tubuh selalu kepenatan
Sakit kepala yang kerap atau migrain
Sembelit
Ketegangan otot
Tekanan darah yang tidak seimbang
Masalah buah pinggang
Kulit kering
Risiko Kematian

*p/s: setiap 25kg berat badan anda, anda perlu minum air kosong
sekurang-kurangnya 1 liter

*Contoh: Berat 50kg, perlukan 2 liter air


TAMBAHAN DARI WIKIPEDIA

    Artikel utama: Air minum

Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan.[13] Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari,[14] namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. [15] Malah kadang-kadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada cuaca yang panas.[16] Minum air putih memang menyehatkan, tetapi kalau berlebihan dapat menyebabkan hiponatremia yaitu ketika natrium dalam darah. hms