Jumat, 20 Juli 2012

Kutipan utk direnungkan: Penatalayanan


 PENATALAYANAN (1)                 *Hindarilah  hutang.
   
  “Bertekadlah untuk tidak pernah membuat hutang lain.  Sangkallah dirimu akan ribuan barang, daripada harus berhutang. Hindarilah utang itu seperti anda menghindari penyakit cacar.”
                   E.G. White, Christian Service hlm.257.

PENATALAYANAN (2)                         *Perpuluhan kedua.

   “Perpuluhan kedua untuk meningkatkan jumlah pengunjung kumpulan acara perbaktian dan juga untuk mengadakan dana bagi fakir miskin perpuluhan kedua dari semua keuntungan dituntut.”
                   E.G. White, Patriachs and Prophets, hlm.530.

PENATALAYANAN (3)               *Jangan memberikan apa yang sisa.

   “Jangan kita memberikan kepada-Nya apa yang sisa dari penghasilannya/kita, setelah seluruh kebutuhan kita yang utama dan kedua di puaskan: tetapi selagi utuh, kita harus mengasingkannya yang utama yang khusus menjadi milik-Nya.  Banyak orang memenuhi dulu segala kebutuhannya yang kurang penting kemudian meninggalkan bagi Allah yang sisa, kalau masih ada.  Jika tidak pekerjaan-Nya terpaksa menunggu sampai saat lain yang lebih baik.” E.G. White, Review & Herald, 16 Mei 1882.

PENATALAYANAN(4)                *Segala sesuatu terbuka dihadapan Allah.

   Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan bekenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

   Ilustrasi: Di Winnipeg Canada, pernah seorang polisi menangkap seorang yang bernama Benjamin Monette karena dia mengemudi sebuah mobil yang remnya , speedo meternya, lampu-lampunya rusak dan koplingnya pun telah di ikat dengan karet. Ketika polisi menanyakan apa pekerjaannya, ia menjawab: “SAYA MONTIR MOBIL”. 
   Kalau hidup kita dimana kita mengaku sebagai umat Kristen ini diperiksa hari ini, sesuaikah itu dengan pengakuan kita sebagai orang Kristen?.  Biarlah kita mengetahui sekarang bahwa kita pun memang sudah diperiksa setiap hari.  Siapakah yang sudah memeriksa/menyelidiki kita?.  Kristuslah yang menyelidiki hati.  Segala sesuatu adalah telanjang dan terbuka dihadapan mata Dia yang harus kita hadapi itu kelak dan tidak ada makhluk manapun yang tidak nyata dihadapan pandangan mata-Nya.
   Pada zaman bangsa Israel dahulu kala, korban-korban yang dibawa kepada imam besar dipotong dan di bedah sampai ke tulang punggungnya untuk melihat apakah jantung korban itu sehat dan kuat.
   Demikianlah korban-korban yang kita bawa pada zaman ini terletak dalam keadaan terbuka juga dihadapan mata yang tajam dari Imam Besar kita yang agung itu.”  Pelajaran Sekolah Sabat, Trw.IV thn.1983.

PENATALAYANAN (5)      *Tuhan akan tetap mengisi saluran-saluran itu.

   Kalau manusia mau menjadi saluran-saluran melalui siapa berkat-berkat sorga dapat mengalir kepada orang-orang lain, niscaya Tuhan akan tetap mengisi saluran-saluran itu.” E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.36.

PENATALAYANAN (6)      *Kemakmuran yang berbahaya.

   “Bukanlah piala kosong yang sulit kita bawa melainkan piala yang penuh hingga ke pinggirnya yang harus dengan hati-hati dibawa dengan seimbang….dan kemakmuranlah yang berbahaya bagi kehidupan rohani.”
                             E.G. White, Counsels on Stewardship hlm.141.

PENATALAYANAN (7)      *Kuasa kita.

   “Kuasa kita bukanlah dalam bakat, pendidikan atau dalam uang kita, ataupun dalam populeritas kita; melainkan dalam pengorbanan diri kita sendiri, dalam penurutan kita kepada Yesus Kristus…”
                             E.G. White, Sons and Daughters of God, hlm.236.

PENATALAYANAN (8)      *Cara memberi dengan teratur harus dijelaskan.

   “…Semua harus diajar untuk melakukan apa yang dapat mereka lakukan bagi Tuhan; untuk memberikan kepadanya kembali sesuai dengan apa yang telah diberikan-Nya…. Mekipun gereja itu terdiri dari hanya orang-orang miskin, pokok-pokok dari cara memberi dengan teratur harus dijelaskan dengan sebaik-baiknya, dan supaya rencana ini dapat diterima baik.”
                             E.G. White, Evagelism hlm.250,251.

PENATALAYANAN(9)                *Uang untuk memajukan pekerjaan Kristus.

   “Uang mempunyai nilai yang besar, oleh sebab uang itu dapat berbuat banyak kebaikan.  Didalam tangan anak-anak Allah adalah ia itu makanan bagi orang yang kelaparan, minuman kepada orang yang berdahaga, dan pakaian bagi orang yang bertelanjang.  Suatu perlindungan kepada orang yang diperas, suatu cara pertolongan kepada orang yang sakit.
   Tetapi uang itu tidak lebih berharga daripada pasir, hanyalah jikalau itu digunakan untuk menyediakan keperluan hidup, untuk menolong orang lain, dan untuk memajukan pekerjaan Kristus.”
                   E.G. White, Christ Object Lessons, hlm.351.


PENATALAYANAN (10)    * Milik pribadi hanyalah dipercayakan.

   “Betapapun besar atau betapapun kecilnya milik pribadi seseorang, biarlah dia selalu ingat bahwa hal tersebut hanyalah dipercayakan saja kepadanya untuk dimiliki.  Karena untuk segala kekuatan, waktu, talenta, kesempatan dan hartanya, dia harus memberikan perhitungannya kepada Allah.”
                   E.G. White, Counsels on Stewardship, hlm.22.

PENATALAYANAN (11)             @ Bukanlah dosa untuk mencari kekayaan.

   “Allahlah yang memberikan kuasa kepada manusia untuk beroleh kekayaaan, dan Ia telah mengaruniakan kesanggupan ini, bukan suatu jalan untuk memuaskan diri, melainkan sebagai jalan untuk mengembalikan kepada Allah milik-Nya.  Dengan tujuan ini bukanlah dosa untuk mencari kekayaan… Kitab suci tidak menyalahkan orang apabila ia menjadi kaya, jikalau ia telah beroleh kekayaan itu secara jujur.  Adalah ia itu loba akan uang dan digunakan salah yang menjadi akar segala kejahatan.”
                   E.G. White, Testimonies Jld.6, hlm.452,453.

Baca ayat-ayat firman Tuhan:
-Ulangan 8:17,18 –Allah yang memberikan kekuatan memperoleh kekayaan.
-Amsal 3:9, 10 – Muliakan Tuhan dengan hartamu.
-Amsal 23:4 – Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya.
-Amsal 21:6- Amaran cara yang dipakai mengumpulka kekayaan, jangan dengan lidah dusta.
-Mazmur 37:6 – Lebih baik yang sedikit pada orang benar.

PENATALAYANAN(12)              *Memberi dengan tidak rela, mengolok Allah.

   “Adalah lebih baik tidak memberi sama sekali daripada memberi dengan persungutan, sebab kalau kita berikan uang kita, padahal roh kita tidak rela, itu berarti mengolok Allah.”
                   E.G. White, Counsels on Stewarship hlm.199.

PENATALAYANAN (13)             *Bernilai kekal.

   Ilustrasi: “Pernah diadakan riset mengenai penggunaan uang sebesar U.S.$1:  Kalau uang sebesar $ 1 digunakan untuk :
1.   MAKAN – maka akan habis khasiatnya dalam waktu 5 jam.
2.   MEMBELI DASI – akan ketinggalan jaman setelah dipakai dalam waktu 5 minggu.
3.   MEMBELI TOPI – akan ketinggalan mode setelah dipakai dalam waktu 5 bulan.
4.   PERALATAN MOBIL – akan tahan hanya untuk waktu 5 tahun.
5.   MEMBANGUN JALAN – akan tahan untuk waktu 50 tahun.
Namun demikian kalau uang sebesar $1—digunakan untuk Kerajaan Allah –akan bernilai kekal.”
                   110 Ilustrasi Khotbah, Pdt.H. Soekandar, B.Th hlm.82.
                   (Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, Jatim).

PENATALAYANAN (14)             @ Penggunaan uang.
   Bukanlah banyaknya uang yang ada pada kita yang wajib dipertimbangkan tapi bagaimana kita memakainya.  Lukas 12:21; Amsal 13:7; Lukas 12:16-21 –segala yang dia timbun itu tidak ada faedahnya.  Kisah 10:1-6 –Kornelius, seorang yang berbakti juga dermawan.  Yusak 7:1 –Perkara Akhan oleh lobanya telah membawa bencana bagi segenap bangsa Israel.  Yohanes 6:9-11 –Seorang muda dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan kecil yang diberikan kepada Yesus dan diberkati-Nya dan dibahagi diantara 5000 orang.  Lukas 19:8 –Zakheus –ia membuka hatinya kepada Tuhan, memberitahukan bagaimana ia menggunakan kebendaharaannya atas harta miliknya.
  
   “Uang kita tidak diberikan kepada kita supaya kita menghormati dan bermegah-megah tentang diri kita.  Sebagai bendahara yang setiawan kita harus gunakan itu untuk menghormati dan memuliakan Allah.  Beberapa orang berpikir bahwa hanya sebahagian dari keuangan mereka adalah milik Tuhan.  Apabila mereka telah asingkan sebahagian untuk maksud-maksud agama dan derma, mereka menganggap sisanya adalah sebagai milik mereka, untuk dipakai sebagaimana mereka pikir baik.  Tetapi dalam hal ini mereka bersalah.  Segala yang kita miliki ialah Tuhan  punya, dan kita harus memberi kira-kira kepada-Nya bagaimana kita memakai uang itu.”
                   E.G. White, Christ Object Lesson hlm.351.

PENATALAYANAN(15)              @ Menerima untuk kemudian memberi.

   “Dengan memandang kepada Yesus, kita dapat melihat bahwa memberi itu adalah kemuliaan Allah kita…. Segala sesuatu diterima Kristus dari Allah tetapi menerima untuk kemudian memberi”.
                   E.G. White, Kerinduan Segala Zaman Jld.1, hlm.17.

PENATALAYANAN(16)              @ Tujuan Persepuluhan.

BUKAN UNTUK KAS MISKIN:
   “Persepuluhan itu telah disendirikan untuk penggunaan khusus.  Jangan itu dianggap sebagai kas miskin”.
          E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.103.
BUKAN UNTUK ONGKOS GEREJA:
   “Umat-Nya sekarang ini harus mengetahui bahwa rumah kebaktian adalah milik Tuhan, dan bahwa itu harus dipelihara dengan teliti.  Tetapi mengerjakan ini bukanlah dari persepuluhan”.
                   E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.102
BUKAN UNTUK MEMPERBAIKI BANGUNAN:
   “Mereka yang bertanggung jawab atas bangunan-bangunan gereja harus diberi ongkos-ongkos yang perlu untuk menjaga bangunan ini tetap baik.  Tetapi uang ini bukan dari persepuluhan”.
                   E.G. White, Manuscript 82, 1904.

PENATALAYANAN(17)                       @ Pengingat akan kepemilikan-Nya.

   “Allah menyediakan pohon pengetahuan baik dan jahat sebagai suatu pengingat akan kepemilikan-Nya atas segala sesuatu.  Demikian juga tuntutan Allah terhadap kita.  Ia menempatkan harta-Nya di tangan manusia, tetapi meminta agar sepersepuluh harus dengan setia dikesampingkan untuk pekerjaan-Nya...Apabila kita setia menurut tuntutan ini, maka kita mengakui bahwa segala sesuatu adalah milik Allah.”
                             E.G. White, Testimonies Jld.6, hlm.386.

PENATALAYANAN(18)                       @ Gagasan memberi secara sitematis.
   “Gagasan memberi secara sistematis telah diciptakan Allah demi kebaikan manusia yang cendrung untuk mementingkan diri sendiri…”.
   “Tanpa sistematis ini, maka kita gagal dalam mencapai standar yang telah dianjurkan oleh rasul-rasul’.
          E.G. White, Testimonies Jld.3 hlm.393, 411.

PENATALAYAAN(19)          @ Aturan mengumpulkan uang bagi Tuhan.

   “Tidak perlu dengan imbauan yang fasih lidah untuk menggugah simpati”.
                                      E.G. White, Testimonies Jld.3, hlm.413.
   “Berbahaya…kalau memberi bila perasaan tergugah, menahan kalau perasaan tidak tergugah”. E.G. White, Cousel on Stewardship, hlm.25.
   “Asingkan tiap minggu atau tiap bulan untuk Tuhan”.
                                      E.G. White, Testimonies, Jld.9 hlm.55.
   “Memberi dengan teratur janganlah dibuat menjadi paksaan yang teratur.  Hanya persembahan sukarelah-lah yang diperkenankan Tuhan”.
                                      E.G. White, Testimonies, Jld.3 hlm.396.
   “Soal memberi ini bukanlah terserah pada perasaan yang timbul secara tiba-tiba saja, Allah telah memberi kita perintah tertentu mengenai hal itu…Ia ingin supaya kita memberi secara tetap dan sistematis(teratur)”.
                                      E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.80,81.

  PENTALAYANAN(20)              @ Persembahan sistematis berasal dari Allah.

    Kita perlu sadar bahwa tidak ada rencana atau cara yang lain dalam pengumpulan uang yang kita perlukan selain kembali kepada dasar Alkitab dan Roh Nubuat.  “Persembahan yang sistematis(teratur) menurut penilayanmu seolah-olah tidak perlu.  Engkau melupakan satu fakta bahwa hal itu berasal daripada Allah yang kebijaksanaan-Nya tak pernah salah.  Rencana ini telah ditahbiskan untuk melenyapkan kekacauan membasmi roh ketamakan dan mementingkan diri dan menyembah berhala”.
                                      E.G. White, Testimonies, Jld1 hlm.545.
   Renungan ayat : Yesaya 1:11, 13; Maleakhi 1:13.
   Bila bangsa Israel dahulu membawa persembahan yang banyak kepada Tuhan dan…Tuhan tidak berkenan dan tidak senang untuk menerimanya, apakah mungkin kita sekarang ini juga dapat mengalami hal yang sama?.  Hal inilah yang perlu kita sadari dan inilah tujuan dari program penatalayanan agar semua umat Tuhan sudah dengan tepat dan benar dalam membawa persembahan-persembahannya kepada Tuhan dan umat Tuhan pun akan menerima berkat-berkat yang indah dari Tuhan pemilik semesta alam ini.
   Dasar memberi ialah Kasih.  Ini diungkapkan dalam Yohanes 3:16.

PENATALAYANAN(21)                       @ Persembahan/Memberi.

   “Persembahan adalah merupakan tanda bahwa kita mencintai Allah”.
                             E.G. White, Nasehat Penatalayanan, hlm.17.
   “Tanpa kasih yang murni, maka persembahan yang paling mahal sekalipun menjadi sangat tidak bernilai bagi Allah”.
                             E.G. White, Testimonies Jld.2 hlm.653.
   “Lebih baik tidak memberikan daripada memberi dengan bersungut-sungut.  Karena hal demikian itu kita mengolok-olok Tuhan”.
                             E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.199.
   “Dengan terus memberi maka peta Ilahi dipulihkan kembali”.
                             E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.14.
   “Allah merancang sistim memberi supaya manusia dapat menjadi seperti khaliknya, dermawan dan tidak cinta diri(tamak) – akhirnya memperoleh pahala kekal”.    E.G. White, Nasihat Penatalayanan, hlm.15.

PENATALAYANAN(22)                       @ Ketamakan >< Kesempurnaan tabiat.

   “Ketamakan adalah satu dosa yang paling biasa dan terkenal pada akhir zaman dan mempunyai pengaruh melumpuhkan jiwa”.
                             E.G. White, Testimonies, Jld.3, hlm.547
   “Dosa terbesar yang ada di dalam jemaat dewasa ini adalah ketamakan”.
                             E.G. White, Testimonies, Jld1 hlm.194.
   “Kesempurnaan tabiat tidak mungkin dicapai tanpa pengorbanan diri”.
                             E.G. White, Testimonies, Jld.9 hlm.53.

PENATALAYAN(23)                  @ Emas dan perak milik Tuhan.

   “Emas dan perak adalah milik Tuhan dan Ia dapat mencurahkan dari sorga jika Ia kehendaki”. E.G.  White, Nasihat Penatalayanan, hlm.15.

PENATALAYANAN(24)              @ Persepuluhan kedua.

   “Untuk menyokong perkumpulan mereka dalam melakukan upacara-upacara agama, sama halnya menolong orang-orang miskin maka persepuluhan kedua dari penghasilan mereka dituntut”.
                             E.G. White, Patriachs & prophets. hlm.530.
   “Untuk sebagian orang, Tuhan menuntut 20% dari penghasilan mereka, tetapi ada pula yang dituntut 33% dari penghasilannya”.
                             E.G. White, Testimonies Jld.3, hlm.395.
   “Pekerjaan Injil semakin meluas, menuntut perlengkapan yang lebih besar untuk menyokong lebih daripada apa yang sudah dituntut dari orang-orang dahulu kala”.   E.G. White, Patriachs & prophets, hlm.529.

PENATALAYANAN(25)              @ Persembahan dana pembangunan.

   “Beside all these systematic and regular donations there were special objects calling for free-will offerings, such as the tabernacle built in the wilderness, and the temple erected at Jerusalem”.  E.G. White, Testimonies jld.4, hlm.468.
   Keluaran 35:4,5,21…
   “Berikanlah persembahan yang paling baik kepada rumah yang dibangun untuk Tuhan.  Biarlah yang terbaik yang anda miliki, tunjukkanlah perhatian untuk membuatnya menyenangkan dan memuaskan”.
                                                E.G. White, Testimonies, Jld1, hlm.190.
   “Bila rencana dibuat untuk mendirikan bangunan di satu tempat pikirkanlah dengan sebaiknya tempat lain yang juga sama sangat membutuhkan uang untuk membangun bangunan  yang dibutuhkan”.                                                                   E.G. White, Testimonies, Jld.7, hlm.284.

PENATALAYANAN(26)              @ Gereja lain menolong pembangunan.

   “Namun demikian ada hal tertentu dimana jemaat baru tidak sanggup dengan segera memikirkan seluruh beban untuk mendirikan RUMAH PERBAKTIAN.  Dalam hal ini biarlah saudara-saudara di jemaat lain menolong mereka”.                                   E.G. White, Testimonies, Jld.6 hlm.101.

PENATALAYANAN(27)              @ Membuat gereja murah hati.

   “Gereja yang paling sistematis dan murah hati dalam membiayai pekerjaan Allah adalah gereja yang dalam arti rohani paling makmur”.
                                                E.G. White, Tetimonies, Jld.3 hlm.405.

PENATALAYANAN(28)              @ Tugas para pendeta.

   “Pendeta-pendeta haruslah menggalakkan serta membina roh kedermawanan dalam hati anggota-anggota jemaatnya”.
E.G. White, Testimonies Jld.2 hlm.518.
   “Ini adalah pekerjaan pendeta-pendeta namun sudah dilalaikan dengan begitu menyedihkan, umat Tuhan sudah merampok Allah dan kesalahan ini sudah diderita umat Tuhan karena pendeta-pendeta tidak mau menggusarkan hati saudara-saudaranya”. E.G. White, Evangelism, hlm.252.

PENATALAYANAN(29)              @ Kesetiaan syarat kemakmuran.

   “Sumbangan yang dituntut dari orang Ibrani untuk maksud-maksud rohani dan kebajikan berjumlah SEPEREMPAT dari pendapatan mereka.  Begitu berat pajak yang dibebankan pada sumber dana bangsa itu sehingga bisa membuat mereka menjadi melarat; tetapi sebaliknya, kesetiaan menurut akan peraturan ini adalah salah satu syarat kemakmuran”.
                                      E.G. White, Patriachs and Prophets, hlm.527.

PENATALAYANAN(30)              @ Private judgement be surrendered

   “When the judgement of the General Conference which is the highest authority that God has upon the earth is exercised, private independence and private judgement must not maintained but be surrendered”.
                                      E.G. White, Testimonies, Jld.3 hlm.492.
( “Bila pendapat/pertimbangan dari General Conference yang mana wewenang tertinggi yang Allah telah berikan kepadanya diatas bumi dijalankan, kebebasan pribadi dan pertimbangan/pendapat pribadi seharusnya jangan dipertahankan melainkan dilepaskan”.)

   “The tithe is turned into the local conference mission through the local church, where the member regularly attends or worship”.
                                      General Conference Working Policy V-12054.
   (“Persepuluhan dikembalikan ke Daerah/Conference setempat melalui gereja setempat, dimana anggota itu hadir secara teratur atau berbakti secara teratur”.)
    Ulangan 12:8 “Jangan kamu melakukan apapun yakni masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar”.

PENATALAYANAN(31)              @ Allah pemilik.

·         Allah pemilik (Mazmur 24:1); Manusia pengurus (Kejadian 2:15).
Kita adalah PENGURUS artinya PENGELOLA = Pengatur=pengawas=Manajer atau penatalayan.
           Mazmur 24:1; Hagai 2:9.
·         Kita adalah PENATALAYAN, bukan PEMILIK : 1 Petrus 4:10.
·         Apakah arti berkat?  Ibrani : Barak = membagi.  Amsal 11:25.
·         2 Korintus 9:5 –Eulogian = A gift.  Benevolence = Memberi tanpa mengharapkan balasan.
                H.M. Siagian, Kutipan utk direnungkan, 19 Juli 2012.
PENATALAYANAN(32)                       @ Janji Allah mencurahkan berkat.
“…Membuka pintu surga.
“…Mencurahkan berkat.
“…Menghardik belalang.
“…Memberkati tanahmu!” (Maleakhi 3:10-12).
“…Makan roti dengan limpah.
“…Tidak akan kekurangan.
                             Ulangan 8:9.

   “Jika kebajikan sistimatis diterima secara menyeluruh sesuai dengan rencana Allah, maka tidak akan ada perbendaharaan yang kekurangan atau jemaat yang murtad”.  E.G. White, Testimonies, Jld.3 hlm.409.

   “Persembahan sukarela dan persepuluhan merupakan pendapatan Injil”.
                                      E.G. White, Testimonies Jld5 hlm.149.

   1 Korintus 6:19,20 Kamu bukan milikmu sendiri.  Kamu telah dibeli, telah lunas dibayar oleh darah Yesus.  1 Petrus 1:19.

PENATALAYANAN(33)              @ Tanda bahwa Allah pencipta.

   “Persepuluhan dan persembahan untuk Tuhan Allah adalah sebagai tanda pengakuan kita bahwa Dialah pencipta kita dan juga telah menebus kita kembali dari kuasa dosa”.  E.G. White, Testimonies, Jld.6 hlm.479.

   “Ia meminta kita untuk mengakui-Nya sebagai pemberi segala sesuatu dan atas dasar ini Ia berkata: “dari segala kepunyaanmu asingkan = 1/10(Persepuluhan) bagi-Ku….” E.G. White, Nasihat Penatalayanan, hlm.44.

PENATALAYANAN(34)              @ Kebajikan yang sesungguhnya.

   Ayat firman Tuhan: Matius 25:40; Yakobus 1:27.
   “Tidak ada yang dapat melakukan kebajikan yang sesungguhnya(real benevolence) tanpa penyangkalan diri(self denial).  Hanya dengan kehidupan yang sederhana, penyangkalan diri, dan penghematan yang ketat(close economy) memungkinkan kita sebagai wakil-wakil Tuhan.  Dalam segala pekerjaan kita prinsip tidak mementingkan diri yang dinyatakan dalam hidup Yesus harus dijalankan.  Pada dinding rumah kita, pada lukisan-lukisan, pada perabotan rumah tangga, kita harus membaca, “Bawalah kerumahmu orang miskin yang tak punya rumah”.  “Pada lemari pakaian kita haruslah terbaca tulisan, seakan ditulis oleh tangan Allah, “Beri pakaian kepada yang telanjang.  Diruang makan, diatas meja makan yang berlimpah makanan, kita harus melihat goresan, “supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar? (We should see traced, “is it not to deal thy bread to the hungry”.)
   Yesaya 58:7.                E.G. White, Ministry of Healing, hlm.206.
PENATALAYANAN(35)                       @ Menguji seseorang.

   “Tangan Allah dapat memakmurkan atau menahan berkat-berkat dan sering Ia menahan berkat-berkat dari seseorang sedangkan tampaknya memakmurkan seseorang lain.  Semua ini adalah untuk menguji orang serta untuk mengoreksi isi hati”.  E.G. White, Testimonies Jld.3, hlm.547.

PENATALAYANAN(36)                       @ Prinsip-prinsip Alkitab yang penting.

   Galatia 6:7- Ada hubungan sebab-akibat. “Apa yang ditabur…
   Prinsip I: ALLAH SUMBER SEGALA-GALANYA:
          -Mazmur 50:10 –Punya-Ku segala binatang (Hagai 2:9 – perak).
          -Pilipi 4:19 – Allah memenuhi keperluanmu.
          -Markus 10:27- Segala sesuatu mungkin bagi Allah.
   Prinsip II: ALLAH MENGHARAPKAN KITA MEMBERI DAHULU, BARULAH MENERIMA (Lukas 6:38; Kisah 20:35; Lukas 12:31).
   Prinsip III: ALLAH AKAN MENYEDIAKAN: Ibrani 6:14
          Lukas 11:9- Minta –akan diberi.     1 Korintus 3:6.
                             Pdt.H.M. Siagian, Kutipan utk direnungkan,18 Juli 2012.

PENATALAYANAN(37)                       @ Jangan menahan persepuluhan.

   “Janganlah seorang merasa bebas untuk menahan perpuluhannya, menggunakan sesuai dengan kemampuannya sendiri, janganlah mereka menggunakan itu bagi dirinya dalam keadaan mendesak sekalipun atau menggunakannya dimana mereka rasa tepat, meskipun mereka merasa itu adalah pekerjaan Tuhan”.
                             E.G. White, Testimonies, Jld.9 hlm.247-248.

PENATALAYANAN(38)                       @ Mencegah sifat mementingkan diri.
   “Sifat mementingkan diri Nabal itu bukan hanya membutakan matanya terhadap apa yang paling baik bagi kebahagiaannya, juga membawa dirinya kepada kematian yang sebenarnya belum saatnya.  Sifat mementingkan diri adalah demikian: ia merusak, mencederai dan membunuh.
   Penyakit ini membunuh lebih banyak manusia daripada yang pernah dibunuh oleh obat-obat terlarang, perang atau racun manapun juga”,
                             Penuntun Pelajaran Sekolah Sabat, Trw II/1983 hlm.77.
   Bacaam : 1 Samuel 25:38.

PENATALAYANAN(39)              @ Tidak membuat miskin.

   “Bukan karena mengebalikan kepada Tuhan milik-Nya itu yang membuat manusia miskin, tetapi karena menahannya itulah yang menyebabkan kemiskinan”.  E.G. White, Review & Herald, December 24, 1903.
PENATALAYANAN(40)                       @ Menyingkirkan pemanjaan diri.

   “Allah tidak dapat mencurahkan Roh-Nya, bila sifat mementingkan diri dan memanjakan diri masih jelas tampak”.
                   E.G. White, Counsels on Stewardship, hlm.52.

PENATALAYANAN(41)              @  Supaya jangan merampok Allah.

   “Sebagian orang tidak puas dan berkata, “saya tidak mau lagi menyerahkan persepuluhaku, karena saya tidak percaya dengan cara penggunaannya”.
   Tetapi jangalah merampok Allah karena orang lain anda anggap tidak tepat menggunakannya”.  E.G. White, Gospel Workers, hlm.227.