Selasa, 20 Maret 2012

Bertekunlah Dalam Membaca


(1 Timotius 4:13)

Dapatkah saudara bayangkan bagaimanakah kehidupan di dunia ini bila tanpa buku-buku, surat kabar, majalah-majalah atau tanpa bahan-bahan cetakan lainnya.?  Apakah yang terjadi dalam sistem pendidikan dan komunikasi?.  Penduduk saat ini banyak yang membaca dibandingkan dengan waktu sebelumnya.  Hal ini memang benar meskipun di lihat secara fakta bahwa hampir setiap rumah diberbagai negara saat ini telah memiliki pesawat TV, dan berjuta penduduk mempunyai radio.  Statistik menyatakan bahwa secara keseluruhan, penjualan-penjualan buku meningkat dari tahun ke tahun khususnya di negara-negara yang baru berkembang.
 Buku-buku dalam bermacam bentuk banyak dikeluarkan oleh percetakan-percetakan dan dengan keinginan yang amat besar telah diterima oleh masyarakat.  Tetapi sangat disesalkan, banyak dari antaranya tidak bersifat menerangkan kebenaran atau meninggikan moral.

Apakah peranan literatur dalam kehidupan seorang Kristen Masehi Advent Hari Ketujuh?.  Sering kita beranggapan bahwa buku-buku terbitan kita hanya sebagai satu alat evangelisasi saja.  Memang hal ini ada kebenarannya, karena literatur kita banyak memberi pengetahuan tentang Yesus Kristus.
Keistimewaan lainnya yang penting dari literatur kita adalah memperkuat orang banyak didalam kebenaran Injil.  Umat Advent yang mula-mula telah menyadari hal ini.  Hampir 20 hari sebelum Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di organisir, para pemimpin seperti Joseph Bates dan James White banyak menulis dan menerbitkan traktat dan surat-surat kabar dan semua itu telah banyak menolong untuk mempersatukan umat percaya. 

Pada tahun 1906, E.G. White telah menekankan hal ini dan menyatakan: “Didalam memberi penjelasan tentang kebenaran dan menguatkan jiwa-jiwa maka terbitan-terbitan akan dapat melakukan satu pekerjaan yang lebih besar daripada yang dapat dilakukan oleh pelayanan kata-kata saja (khotbah)”.  E.G. White, Testimonies Jilid 6, hlm.316.

Para anggota yang membaca Alkitab dan terbitan-terbitan gereja kita secara teratur biasanya  akan tetap kuat didalam iman.  Mereka yang tidak membacanya maka mereka sedang menempatkan diri mereka pada satu posisi dimana mereka lebih mudah ditaklukkan oleh musuh-musuh jiwa.  Rasul Paulus menyatakan bahwa Alkitab adalah sebagai satu senjata di tangan seorang Kristen didalam menghadapi peperangan rohani.  Bacalah Epesus 6:17.  Hal ini diperkuat oleh pena ilham.

“Agar dapat bertahan dari pencobaan didepan mereka, mereka(umat Allah) harus mengerti kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam firman-Nya; mereka dapat menghormati Dia hanya bila mereka memiliki satu konsepsi yang benar tentang tabiat, pemerintahan dan tujuan-tujuannya dan bertindak sesuai dengan firman itu.  Hanya mereka yang membentengi pikiran-pikiran dengan kebenaran-kebenaran Alkitab yang akan tahan berdiri menghadapi pertentangan besar yang terahir.”   E.G. White, The Great Controvercy, hlm.593-594.

Kita pada saat ini sedang hidup pada zaman dimana banyak hal yang berlomba-lomba untuk menarik perhatian kita.  Jadi penting bagi kita untuk menentukan prioritas mana yang terpenting.  Kita yang menawarkan buku-buku kepada orang lain haruslah memperkembang kebiasaan membaca yang baik.  Alkitab, tulisan Ny. Ellen G. White, maupun buku-buku lainnya terbitan Percetakan Advent Indonesia akan mengisi rak-rak buku kita.  Pengalaman telah memberi pelajaran kepada kita bahwa para anggota yang suka membaca adalah anggota yang kuat.  Mereka akan diperlengkapi dengan lebih baik untuk menghadapi percobaan dan kekecewaan yang akan datang.
Sumber kekuatan dan inspirasi kita yang terbesar adalah didalam buku-buku yang baik yang mudah kita peroleh dari Adventist Book Center (Balai Buku Advent) yang tersebar di seluruh dunia.  Nasehat Rasul Paulus kepada Timotius adalah baik bagi kita saat ini, “Bertekunlah dalam membaca.” (1 Timotius 4:13).