Senin, 05 Mei 2014

5. Kristus dan Hari Sabat.

1. Dalam pelajaran ini kita akan diskusikan bagaimana Kristus memelihara hari Sabat dan perkara-perkara yang Ia lakukan yang secara langsung membuat orang Yahudi memiliki misinterpretasi tentang hari Sabat.

2. Mengapa begitu banyak gererja Kristen yang memelihara hari Minggu gantinya hari Sabtu sebagai hari mereka berbakti?.  Banyak bahasa termasuk Prancis dan Spanyol yang dengan jelas menyebutkan bahwa Sabtu itu adalah sebagai hari Sabat.  Dengan penyelidikan Kitab Suci akan membuat jelas bagi kita bahwa hari Sabat itu diberikan kepada kita pada waktu Penciptaan, diperkuat (reinforced) pada zaman Keluaran serta dipromosikan oleh para Nabi Perjanjian Lama.  Hari itu dipelihara Yesus selama hidup-Nya dan oleh para Rasul setelah kematian-Nya.

3. Ratusan tahun kemudiaan saat gereja-gereja Kristen menjadi gereja resmi Kekaisaran Romawi maka hari Minggu telah menjadi hari resmi untuk ibadah.
   Yesaya 65 dan 66 jelas berbicara tentang Bumi Baru.  Yesaya 66:23 memberitahukan kepada kita bahwa di bumi baru kelak, kita kembali beribadah pada hari Sabat.

4. Baca Kel.20:8-11 dan Ul.5:12-15.  Dengan membandingkan kedua bagian ini, banyak saudara-saudara kita Kristen yang menunjukkan bahwa hari Sabat itu hanyalah untuk orang-orang Yahudi.  Apakah Adan dan Hawa orang Yahudi?.  Kepada mereka telah diberikan hari Sabat, jauh sebelum orang Yahudi ada sebagai bangsa, yakni diberikan di Taman Eden.  Dengan membaca Kel.20:8-11, dengan jelas bahwa pada mulanya Sabat itu diberikan untuk memperingati Penciptaan.  Dalam Ulangan 5:12-15, Yesus telah menghubungkan Sabat itu juga dengan kelepasan Bangsa Israel dari Mesir; dan dengan demikian dalam arti kiasan, Ia telah mengaitkannya dengan Keselamatan dan Pemulihan (Salvation & Restoration).

5. Diseluruh Kitab Suci, tidak ada Fasal atau ayat yang anjurkan agar kita harus berbakti pada hari Minggu.  Sebaliknya, hari Sabat disebutkan sebagai hari yang "diberkati" dan dikuduskan" sebagai satu waktu bagi kita untuk merayakan Penciptaan dan Penebusan kita.  Mengapa para pemelihara Sabat mendapatkan berkat khusus?.

6. Kita tidak beoleh lupa, bahwa ketika Yesus disalibkan pada hari Jumat(Paskah), Yesus beristirahan dalam kubur selama hari sabat.  Hal ini menambah makna untuk hari sabat itu.  Jadi Allah telah menghubungkan Sabat dengan setiap peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah manusia.

7. Dalam Kol.1:16-17--menunjukkan bahwa Yesus juga menciptakan "perkara-perkara yang tak terlihat" (created the "invisible things").  Bukankah itu termasuk Sabat Hari Ketujuh?.  Jika Yesus benar-benar bermaksud bagi kita untuk beribadah pada hari Minggu bukan hari Sabtu, tentu Dia bias memberitahukannya kepada kita atau dengan mengumumkannya selama waktu pelayanan-Nya, namun Dia tidak ada melakukan-Nya.

8. Kitab Kejadian menyatakan: Ia "telah berhenti" pada hari Sabat.  Apakah itu menunjukkan bahwa Dia berhenti untuk tidur?.  Bahasa Ibrani : rest adalah: Cessation, stopping, pausing(Jeda).  Jadi artinya "took time out from His constant activity to celebrate what He had accomplished.

9. Apa yang kita bias ketahui tentang kebiasaan2 dari orang2 Kristen yang mula-mula berhubungan dengan hari Sabat.  Baca: Kis.13:14,42,44; 16:13; 17:2;18:4 dan Ibrani 4:9.  Dalam Lukas 4:16 Paulus dengan setia memelihara Sabat seperti yang Yesus lakukan.

10. Bacalah dua bagian dalam: Mrk.2:27-28 dan Yesaya 58:13-14.  Sabbath to be a delightful time of fellowship with family, Christian friends, and especially God. It was never supposed to be a burden and a yoke.  Sudah barang tentu dalam semua aktifitas ini : the Sabbath was to be kept holy.

11. Pada waktu para pemimpin agama Yahudi membaca Hukum ke 4--mereka menyatakan bahwa ada satu problem.  Apa itu?.  Dikatakan bahwa Yesus tidak menyebut secara detail/terperinci, pekerjaan apakah yang dilarang pada hari Sabat.  Jadi, mereka telah mengembangkan 39 jenis pekerjaan yang dilarang dan yang 39 ini diperkembang lagi menjadi 613 specific Sabbath commands.
   Kelas-kelas utama kerja ada 40, Save 1 antara lain :
   Menabur, membajak, menuai, mengikat berkas gandum, mengirik, menampi, membersihkan tanaman, menggiling, mengayak, meremas, baking, sheering wol, mencuci, atau pemukulan, pencelupan wol, memutar, menenun, membuat 2 loop, tenun 2 benang, memisahkan 2 benang, mengikat simpul, melonggarkan simpul, menjahit 2 jahitan, berburu rusa, pemotongan, atau menguliti, pengasinan atau menyembuhkan kulitnya, menggores atau memotong, menulis 2 surat, menghapus untuk menulis 2 surat, membangun, merobohkan, memadamkan api, menyalakan api, mencolok dengan palu, atau dari satu domain ke yang lain.
                                                  Mishnah, Ozford University Press.

Keterangan :
1. Baca Mrk.2:23-28, Jenis kerja yang mana yang sedang dilakukan murid2 Yesus, yang mereka telah larang pada hari Sabat?. (Menurut Hukum Musa dalam Ulangan 23:25 dan Keluaran 34:21--itu di izinkan.

2. Aktifitas hari Sabat--bukan untuk dijadikan suatu object ibadah tetapi itu adalah merupakan kesempatan untuk ibadah (an opportunity for worship).  Jadi kalau demikian, hal-hal apa yang Anda dapat lakukan?.  Hari Sabat haruslah memberikan kepada kita kesempatan :
-Untuk pergi ke Sekolah Sabat dan ke gereja.
-Untuk kesempatan  merayakannya dengan keluarga dan teman-teman dan untuk melakukan pekerjaan misionaris, mengambil waktu ekstra untuk mempelajari Alkitab dan berdoa baik sendirian atau dengan teman-teman, dan untuk mengunjungi orang-orang sakit, dll.  Yesus mengetahui darimana larangan/batasan2 itu datangnya.

3. Baca Mrk.3:1-6; Lks.13:10-17 dan Yoh.5:1-9; 9:1-14.  Dalam kasus2 ini, Yesus melakukan hal-hal tertentu/specific pada hari sabat.  Yesus berbuat baik, menyembuhkan, melepaskan orang dari beban mereka namun sayangnya Dia juga sengaja melanggar hukum2 ceremonial orang2 Yahudi yang tidak ada tempatnya dalam rencana Allah.

4. Yesus dengan sengaja melakukan mujijat2 untuk menimbulkan pertanyaan2 tentang SIAPA yang memiliki Kewenangan untuk mengatakan apa yang harus dilakukan pada hari Sabat.  Yesus tau darimana larangan2/batasan2 Sabat berasal.  Dia sengaja melanggar peraturan sabat mereka.
   Dengan fakta ini, Yesus memiliki tujuan tertentu.  "Dia datang untuk membebaskan Sabat dari persyaratan yang memberatkan yang telah membuat kutukan dan bukan suatu berkat".
    Ellen G. White, Desire of Ages, p.206.1.
   Untuk alasan ini, Dia telah memilih hari Sabat untuk penyembuhan di kolam Bethesda.  Dia bisa menyembuhkan orang yang sakit pada hari yang lain/menyembuhkan tanpa menawarkan kepadanya untuk mengangkat tempat tidurnya.  Namun ini tidak akan memberikan kepada-Nya the opportunity He desired.(Kesempatan yang di rindukan-Nya). Membawa tempat tidurnya melalui kota untuk mempublikasikan pekerjaan besar yang telah diberikan baginya.  Hal ini akan menimbulkan pertanyaan, apakah itu syah untuk dilakukan pada hari Sabat, dan akan membuka jalan bagi-Nya untuk mengecam pembatasan2/larangan2 dari orang2 Yahudi berhubungan dengan hari Tuhan, dan menyatakan tradisi mereka batal (E.G. White, Desire of Ages p.206.2).

   Dalam zaman kita, apakah mudah untuk membedakan diantara aturan2 Allah dan tambahan manusia?.