Minggu, 04 Mei 2014

Rahasia Sukses Seumur Hidup (1-3)


RAHASIA SUKSES SEUMUR H

ADA TIGA PILLAR PENTING YANG DAPAT MENJADI  LANDASAN KEHIDUPAN.

      HIKMAT :
Hikmat sejati adalah pemahaman mendalam tentang apa yang benar serta abadi.  Banyak orang paling cerdas di dunia ini sama sekali tidak berhikmat.  Hikmat akan bertambah dengan bertambahnya usia namun terkadang juga tidak.   Walaupun dari luarnya mereka sukses, di dalamnya mereka kacau balau; hubungan-hubungan mereka hancur, dan mereka merasa hampa serta tidak bahagia.

   Sukses luar dan dalam itu, menuai imbalan bukan saja sukses materiil melainkan juga kecukupan diri rohaniah serta kehidupan keluarga yang kaya serta penuh kasih.  Amsal 4:7 “Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian”.
   Perbedaan antara pengetahuan dengan hikmat dapat  kita ketahui melalui kehidupan seseorang, misalnya:

PENGETAHUAN :                                    

1.   Suka berbicara.             
     2.   Mempelajari.                           
     3.   Mengetahui bagaimana caranya memilah-milah.
     4.   Bangga akan segala yang dipelajarinya.

H I K M A T:
1.   Lebih memilih untuk mendengarkan.
2.   Mengamati.
3.   Mengerti bagaimana cara mempersatukan kembali.
4.   Rendah hati dan selalu haus untuk belajar lebih banyak lagi.

TAMBAHAN INFORMASI (1) TENTANG :
APA ITU HIKMAT ?

HIKMAT adalah ‘pola pikir TUHAN’, yaitu tata cara yang maha mulia, yang sangat kudus dan suci; jadi kalau saudara meminta HIKMAT, berarti anda meminta agar cara dan POLA PIKIR  YANG MULIA itu,  masuk ke dalam system berpikir anda. Demikian kita memakai cara-cara ALLAH dalam memahami, memilih, menganalisa dan memutuskan apapun, yaitu seperti cara TUHAN itu sendiri.

Hikmat dapat diartikan cara-cara yang kudus dan suci, jalan-jalan yang maha baik, solusi yang tidak diragukan.

HIKMAT DUNIA:
Hikmat dunia tidak berasal dari POLA PIKIR ALLAH, tetapi berasal dari pikiran manusia yang menimbang-nimbang kebenaran dan kejahatan. Kemudian ia menemukan sebuah rumusan yang menurut dirinya adalah sebuah kebenaran.

Bagaimana membedakan antar hikmat dunia dengan HIKMAT ALLAH?
Berbagai filsafat dunia yang dianut oleh orang-orang dibagian belahan dunia, dipengaruhi oleh cara para ilmuwan berpikir termasuk para penulis-penulis yang sangat terkenal, secara nyata-nyata menentang TUHAN. Mereka memiliki pandangan-pandangan yang bertentangan dengan pola pikir ALLAH. Tuhan Yesus mengecam orang-orang farisi dan orang Yahudi yang menyatakan dirinya beragama, karena agama dipakai sebagai alasan untuk melegitimasi keinginan mereka sendiri, mereka menambahkan kata “kebijaksanaan”. Kata bijak ditempelkan dalam kata hikmat, yang sama sekali tidak sejajar dengan kemuliaan kata ‘HIKMAT” itu sendiri.

Jika anda menutup mata dan berharap agar diri Anda adalah orang yang berhikmat, maka Anda tidak berhubungan dengan manusia. Pandangan kita tertuju kepada kemuliaan TUHAN, kekudusannya, mampu memahami jalan-jalan Tuhan. Agama diatur sedemikian rupa untuk melegalkan keinginan mereka, sehingga ketika berhadapan dengan “POLA PIKIR ALLAH” sangat bertentangan.
HIKMAT yang diminta oleh Raja SALOMO dari TUHAN yaitu pengetahuan, pengertian dan cara ALLAH memandang segala sesuatu. Agar Raja SALOMO mendapatkan HIKMAT TUHAN ia masuk ke dalam areanya TUHAN. DIA yakin bahwa pengetahuan itu ada dalam rumah Bapa di sorga. Demikian juga kita meminta hal yang sama kepada DIA sumber segala sumber HIKMAT di dalam Yesus Kristus. Masuklah ke dalam areanya TUHAN artinya harus mengambil keputusan untuk tinggal dalam TUHAN yaitu melayani DIA sepenuhnya. Apakah saudara ingin melayani DIA juga?

Takut akan ALLAH adalah sumber pengetahuan. Amsal 1:7
Takut akan ALLAH, artinya konsisten memuaskan hati ALLAH. Kalau anda takut akan ALLAH berarti anda tetap setia sampai mati, tidak mau menyakiti hatiNya dengan berpaling kepada kesenangan dunia. Berhala dunia modern yaitu cinta UANG merupakan kekejian dimata ALLAH, resikonya anda akan dikenai hukuman berupa kutuk. Namun, jika anda melakukan segala sesuatu dengan berpedoman pada keinginan hati BAPA, maka anda akan memperoleh hikmat baru, pengetahuan demi pengetahuan memenuhi hidup saudara.

 
TAMBAHAN INFORMASI  TENTANG :

Arti Hikmat

Dalam Alkitab hikmat diartikan sebagai: pengertian, pengetahuan dan kebijaksanaan. Orang berhikmat memahami segala perkara dengan baik.
Daniel 1:17. Allah memberikan kepada keempat pemuda itu hikmat dan keahlian dalam kesusasteraan dan ilmu. Selain itu kepada Daniel diberikan-Nya juga kepandaian untuk menerangkan penglihatan dan mimpi.


Amsal 8 :12. Akulah hikmat; padaku ada pengertian, kebijaksanaan dan pengetahuan.

Pengkhotbah 8:1. Alangkah senangnya orang bijaksana. Ia tahu jawaban atas segala perkara. Hikmat membuat dia tersenyum gembira, sehingga wajahnya cerah senantiasa.

Sumber Hikmat

Sumber hikmat dapat berasal dari Allah, manusia lain, atau dari alam. Namun sumber hikmat yang paling besar dan paling benar adalah dari Allah. Semua hikmat sebenarnya berasal dari Allah. Allah menciptakan segala sesuatu menurut hikmatNya. Karena itu takut akan Allah, menyembah kepada Dia dan bersandar kepada Dia merupakan jalan satu-satunya memiliki hikmat yang benar.
Amsal 1:7. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. 1:20. Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, 14:33. Hikmat selalu ada di dalam pikiran orang berbudi; tapi tertindas dalam pikiran orang bodoh. 19:20. Jika engkau suka belajar dan mendengar nasihat, kelak engkau menjadi orang yang berhikmat.


Daniel 1:17. Allah memberikan kepada keempat pemuda itu hikmat dan keahlian dalam kesusasteraan dan ilmu. Selain itu kepada Daniel diberikan-Nya juga kepandaian untuk menerangkan penglihatan dan mimpi.

Pengkhotbah 2:26 Allah memberikan hikmat, pengetahuan dan kebahagiaan kepada orang yang menyenangkan hati-Nya.

I Raja Raja 4:29. Allah memberikan kepada Salomo hikmat, dan pengetahuan yang luar biasa, serta pengertian yang amat dalam.

Mazmur 19:7. Hukum TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa. Perintah TUHAN dapat dipercaya, memberi hikmat kepada orang sederhana. 51:6 Engkau menuntut ketulusan hati; penuhilah batinku dengan hikmat-Mu. 119:66 Berilah aku hikmat dan pengetahuan, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.

Yeremia 10:12 TUHAN menciptakan bumi dengan kuasa-Nya, membentuk dunia dengan hikmat-Nya, dan membentangkan langit dengan akal budi-Nya. 51:15 TUHAN menciptakan bumi dengan kuasa-Nya, membentuk dunia dengan hikmat-Nya, dan membentangkan langit dengan akal budi-Nya.

Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Roma 11:33. O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 16:27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Kegunaan Hikmat

Hikmat jauh lebih besar dari kekayaan dan kehormatan. Hikmat juga memberikan umur panjang. Karena hikmat menjauhkan kita dari malapetaka dan memberikan rasa aman. Orang berhikmat tak mudah jatuh dalam jebakan. Orang berhikmat akan menarik orang datang kepadanya untuk meminta nasihat atau petunjuk.

Amsal 3:16 Hikmat memberikan kepadamu umur panjang, kekayaan dan kehormatan. 3:19 Dengan hikmat, TUHAN menciptakan bumi; dengan akal budi-Nya Ia membentangkan langit di tempat-Nya. 4:6 Hargailah hikmat, maka hikmat akan melindungimu; cintailah dia maka ia akan menjaga engkau agar tetap aman. 7:5 Hikmat akan menjauhkan engkau dari perempuan nakal, dari wanita yang memikat dengan kata-kata yang manis. 8:1. Dengar! Kebijaksanaan berseru-seru, hikmat mengangkat suara. 8:11 Akulah hikmat, lebih berharga dari berlian; tak dapat dibandingkan dengan apa pun yang kauidamkan. 8:12. Akulah hikmat; padaku ada pengertian, kebijaksanaan dan pengetahuan. 9:11 Hikmat akan memberikan kepadamu umur panjang. 9:12 Apabila hikmat kaumiliki, engkau sendiri yang beruntung. Tetapi jika hikmat kautolak, engkau sendiri pula yang dirugikan. 16:16. Mendapat hikmat jauh lebih baik daripada mendapat emas; mendapat pengetahuan lebih berharga daripada mendapat perak. 24:14 begitu pula hikmat baik untuk jiwamu. Jika engkau bijaksana, cerahlah masa depanmu.

Pengkhotbah 7:11. Orang hidup seharusnya berhikmat; nilai hikmat sama dengan warisan; 7:12 sama pula dengan uang pemberi rasa aman. Apalagi pengetahuan tentang hikmat! Siapa memilikinya akan selamat. 7:19 Hikmat membuat pemiliknya lebih perkasa daripada sepuluh penguasa di sebuah kota.

Apa yang butuh kita lakukan untuk berhikmat

Pertama, meminta hikmat dari Tuhan sendiri. Kita hanya bisa mendapat hikmat dari Tuhan kalau kita harus bersandar kepada Tuhan, dan kalau hidup tulus dihadapan Tuhan.
Kedua, menjaga hikmat kita. Kalau hikmat itu tidak dijaga maka ia akan hilang. Hikmat adalah bagian dari cara hidup kita. Ketika cara hidup kita serong, maka pudarlah hikmat yang ada pada kita.


Amsal 3:21. Sebab itu, berpeganglah pada hikmat dan pada pertimbangan yang matang, anakku! Jangan sekali-kali melepaskannya, 4:8 Junjunglah hikmat, maka engkau akan ditinggikan olehnya. Rangkullah dia, maka ia akan mendatangkan kehormatan kepadamu. 4:11 Aku sudah mengajarkan hikmat kepadamu dan menunjukkan cara hidup yang benar. 7:4 Anggaplah hikmat sebagai saudaramu dan pengetahuan sebagai sahabat karibmu. 10:23. Orang bodoh senang berbuat salah; orang bijaksana gemar mencari hikmat. 11:9. Percakapan orang jahat membinasakan; hikmat orang baik menyelamatkan. 23:23 Ajaran yang benar, hikmat, didikan, dan pengertian--semuanya itu patut dibeli, tetapi terlalu berharga untuk dijual. 17:16. Percuma orang bodoh menghabiskan uang mencari hikmat, sebab ia tidak mempunyai pikiran yang sehat. 17:24. Tujuan orang yang berpengertian ialah untuk mendapat hikmat, tetapi tujuan orang bodoh tidak menentu. 24:3. Rumah tangga dibangun dengan hikmat dan pengertian. 24:7. Orang bodoh tidak dapat menyelami hikmat. Ia tidak dapat berkata apa-apa kalau orang sedang membicarakan hal-hal penting. 26:16. Si pemalas menganggap dirinya lebih berhikmat daripada tujuh orang yang memberi jawaban yang tepat.

Pengkhotbah 9:18 Hikmat lebih berguna daripada senjata, tetapi nila setitik merusak susu sebelanga. 10:1. Bangkai lalat membusukkan sebotol minyak wangi, sedikit kebodohan menghilangkan hikmat yang tinggi.

 TAMBAHAN INFORMASI  TENTANG :

 PENGETAHUAN :

 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, pengetahuan berarti segala sesuatu yg diketahui; kepandaian: atau segala sesuatu yg diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Adapun pengetahuan menurut beberapa ahli adalah:

  1. Menurut Pudjawidjana (1983), pengetahuan adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh alam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera dan pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan sebuah objek tertentu.
  2. Menurut Ngatimin (1990), pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai.
  3. Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
   Dari beberapa pengertian pengetahuan di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui yang diperoleh dari persentuhan panca indera terhadap objek tertentu. Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan, dan berfikir yang menjadi dasar manusia dan bersikap dan bertindak. Partanto Pius dalam kamus bahasa indonesia (2001) pengetahuan dikaitkan dengan segala sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses belajar.

Referensi:

Depdiknas. (2008). KBBI Daring. Dipetik Februari 07, 2012, dari Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional: http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

 Suriasumantri, J. S. (2001). Ilmu Dalam Perspektif. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

 Wikipedia. Pengetahuan. Dipetik Februari 19, 2012, dari Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan.

B.   NILAI-NILAI.
“Kita letakkan nilai-nilai kita pada hal-hal keliru, dan itu mengakibatkan hidup kita penuh kekecewaan”- Mitch Albom.

“Jika nilai-nilai Anda jelas, mengambil keputusan akan lebih mudah”.-Roy Disney.  Seseorang bisa bersikap percaya diri dan mudah mengambil keputusan karena dia sangat menguasai nilai-nilainya.  Keputusan-keputusan yang diambilnya tunduk kepada prinsip-prinsipnya.  Dalam segala situasi, ia tahu apa yang harus diperbuatnya karena nilai-nilai serta prinsip-prinsipnya mantap dan jelas.
   Menurut Vance Havner, penghotbah besar: “Bangsa Amerika mengetahui harga dari segala hal namun tidak mengetahui nilainya”.   Seseorang pernah berkata: “Anda dapat mengetahui nilai-nilai yang dianut seseorag dari caranya memperlakukan isteri serta anak-anaknya, dari caranya memperlakukan bawahannya, dan dari caranya memperlakukan seseorang yang tak dapat berbuat apa-apa baginya”.

C.   K E L A S.

“Kelas” adalah suatu kualitas tak berwujud dan membangkitkan ketimbang menuntut sikap hormat orang lain”- John Wooden.  “Kelas” artinya martabat, keluwesan, tatakrama serta keanggunan.  Berkelas artinya percaya diri dalam segala situasi sosial.  Artinya mudah bergaul dengan semua orang, mulai dari raja dan ratu hingga pekerja kasar.  Seseorang yang berkelas bisa saja membuat kekeliruan, namun tidak pernah cari-cari alasan.  Seseorang yang berkelas tidak pernah membangun dirinya dengan menjatuhkan orang lain.  Seseorang yang berkelas begitu nyaman dengan dirinya sendiri sehingga membuat orang-orang di sekelilingnya kerasan.

   Kelas sejati tidak ada hubungannya dengan “kelas sosial”.  Seorang bangsawan bisa saja tidak berkelas sementara seseorang yang bukan siapa-siapa bisa saja menjadi orang yang paling berkelas”.

 Mr. Littlejohn, Rahasia Sukses Seumur Hidup, hal.13-16

             CATATANKU TENTANG RAHASIA SUKSES SEUMUR HIDUP(2)
I.     JUALLAH DIRI ANDA.

   “Menjual itu adalah soal kepercayaan.  Soal membangun hubungan.  Kita jadi kenal dengan para pelanggan kita dan mereka jadi kenal dengan kita.  Dan setelah mereka kenal kita, mereka percaya kepada kita.  Setelah mereka percaya kepada kita, mereka akan membeli dari kita.  Kita mendapatkan nafkah dari pesanan ulang serta persahabatan yang kita bina.  Kita tidak menjual produknya.  Kita menjual diri kita –dan setelah para pelanggan percaya kepada kita, otomatis mereka membeli dari kita ketimbang dari yang lainnya”.

 “Setiap interaksi pada dasarnya adalah suatu transaksi penjualan”—Mark McCormack(Agen Olah raga terkenal)

 ADA LIMA PRINSIP DALAM MENJUAL
         1.DAPATKANLAH PERHATIAN PELANGGAN ANDA.

    “Mendapatkan perhatian pelanggan Anda dimulai dengan diri Anda sendiri.  Seorang pramuniaga yang hebat membuat kesan pertama yang hebat.
    Ingat pepatah lama: “Anda takkan pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk memberikan kesan pertama.  BERPENAMBILANLAH RAPI.  Kepribadian harus tulus, menyenangkan, mudah diajak bicara, pendengar yang baik, seseorang yang dapat membuat orang lain merasa nyaman.  Dan, jika Anda ingin menarik perhatian, tak ada salahnya menggunakan taktik.
    Kunci untuk mendapatkan perhatian pelanggan Anda adalah: Membuka sesuatu yang sudah menjadi MINAT PELANGGAN---mis: dirinya, kebutuhannya, keuangannya, keluarganya.  Nyatakanlah bahwa Anda memiliki sesuatu yang sangat dibutuhkan atau diinginkan pelanggan.
    TELADAN SEMPURNA DARI KEPRAMUNIAGAAN YESUS KRISTUS DALAM YOHANES 14 :  Ia sedang duduk dekat sumur ketika seorang wanita Samaria datang untuk mengambil air, dan Ia menawarkan kepada wanita itu apa yang disebutNya “air kehidupan”.  “Barangsiapa minum air yang Kubrikan kepadanya”, kata-Nya, “takkan pernah haus lagi”.  Nah, itu pasti menarik perhatian wanita itu!,  “Tuan”, jawab wanita itu dengan penuh semangat, “berikanlah kepadaku air itu”.  Dan itulah pembukaan yang Ia butuhkan untuk menyampaikan pesan-Nya tentang kehidupan kekal kepada wanita itu—dan demikianlah caranya Ia menarik perhatian wanita itu.  Dia akhiri kisah tersebut, Ia berhasil “menjual” dan mengubah hidup wanita itu.  Jadi, apakah yang ingin Anda jual ? PESAN?, Gagasan? Calon? Produk.  Semuanya dimulai dengan diri Anda sendiri.  ANDA HARUS MENJUAL DIRI ANDA.  Anda harus memberikan kesan pertama yang baik dan menarik perhatian orang lain.

1.   UBAHLAH PERHATIAN MENJADI MINAT.
    Cara terbaik : Dengan cara memfokuskan perhatian pada sang pelanggan serta berbagai kebutuhannya.  Dalam hal ini menyenangkan para pelanggan.
    Perlihatkanlah kepada sang pelanggan bahwa ia akan memetik MANFAAT dengan mendengarkan apa yang ingin Anda sampaikan.  Buatlah mereka merasa penting.  Fokuskan perhatian pada pelanggan, dengarkanlah dia, jadikanlah dia pusat perhatian Anda.  Usahakanlah agar ia membicarakan tentang dirinya—kebutuhan, keinginan, serta sasarannya.  Maka Anda akan siap memperlihatkan kepada pelanggan Anda bagaimana produk Anda, jasa Anda, atau gagasan Anda akan memenuhi kebutuhan, keinginan, serta sasaran tersebut.

       2.   UBAHLAH MINAT MENJADI KEYAKINAN.
   
    Yang benar-benar sulit adalah mendapatkan kepercayaan sang pelanggan.
   
    Jika Anda ingin mendapatkan kepercayaan pelanggan, maka –diatas segalanya—PERLAKUKANLAH SANG PELANGGAN DENGAN HORMAT, jagan pernah memperlakukannya sebagai “orang tolong”.  Zig Ziglar, guru dalam bidang penjualan yang sudah melegenda, mengatakan: “MENJUAL ITU INTINYA ADALAH ‘MENGALIHKAN PERASAAN’.

   Jika Anda dapat membuat si prospek merasakan tentang produk itu seperti Anda merasakannya, Anda pasti berhasil menjual kepadanya.
   Jika perasaan itu didasarkan pada informasi factual, Anda akan membangun basis pelanggan untuk masa depan.  Anda harus menjual diri Anda, Anda harus membangun kepercayaan kepada diri sendiri agar mampu menjual.

         3.   UBAHLAH KEYAKINAN MENJADI HASRAT.
   Bantulah sang pelanggan membayangkan dirinya menikmati manfaat dari produk Anda.  Gunakanlah bahasa perlambang untuk membantu pelanggan Anda membayangkan sekilas masa depan yang lebih bahagia, lebih sukses, bila menggunakan produk Anda, apapun itu.  Ingatlah, menjual itu lebih dari sekedar menawarkan sebah produk.  Menjual itu mengusik impian—dan membantu orang membayangkan dirinya menikmati impian itu.

4.   RANGKUMKANLAH DENGAN TRANSAKSI.
    Jangan bicara panjang lebar lagi.  Mintalah tandatangan pelanggan Anda pada kolom yang tersedia, ucapkanlah selamat kepada pelanggan Anda karena telah mengambil keputusan yang demikian bijaksana, lalu carilah jalan keluar dan pindahlah ke pelanggan berikutnya.  Sebagai contoh, diakhir presentasi, Anda boleh bertanya kepada sang pelanggan : “Ke mana Anda ingin kami atarkan bukunya?” (Kalau memang Anda sedang menjual produk buku).

     Merangkum dengan transaksi sungguh penting dalam segala bentuk penjualan.
                  Mr.Littlejohn, Rahasia Sukses Seumur Hidup, hal.21-36.

      CATATANKU TENTANG RAHASIA SUKES SEUMUR HIDUP(3)
II. KERJA KERASLAH.

     Semua kerja keras yang dilakukan tentu tidaklah percuma.

   Jika Anda menginginkan sukses seumur hidup, Anda harus bekerja keras.
     NILAI-NILAI KERJA KERAS :

     Dr.Martin Luther King Jr. juga mengetahui nilai-nilai kerja keras : “Jika seseorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan”, katanya, “ia harus menyapu jalanan seperti halnya Michelangelo melukis, atau Beethoven memainkan musik, atau Shakespeare menulis sajak.  Ia harus menyapu jalanan dengan begitu baiknya sehingga seluruh malaikat sorga dan bumi berhenti sejenak untuk mengatakan, ‘NIH DIA TUKANG SAPU JALANAN HEBAT YANG MELAKSANAKAN TUGASNYA DENGAN BAIK”.

    Menurut Charles Kingsley, nilai kerja keras adalah membangun karakter:

    “Syukur kepada Allah bahwa setiap pagi ketika Anda bangun ada yang harus Anda kerjakan hari itu, suka atau tidak suka.  Keharusan bekerja, dan keharusan mengerahkan seluruh kemampuan Anda akan melahirkan temperamen serta penguasaan diri, kerajinan serta kamuan kuat, keceriaan serta kecukupan diri, dan seratus kebajikan yang tidak pernah dikenal orang yang menganggur”.


    BAGAIMANA TENTANG KECANDUAN KERJA?

    Ini bukanlah berarti bahwa kita harus bekerja secara obsesif.  Bekerja keras, namun bukan seorang pecandu kerja.  Kecanduan kerja adalah kecanduan yang tidak sehat, yang membuat orang menelantarkan pernikahannya, anak-anaknya, hubungannya dengan Allah, dan kesehatan mental, emosional, serta jasmani mereka sendiri.  Kita harus tahu bagaimana dan kapan harus santai.
    Seperti pernyataan Vance Havner: “Jika Anda tidak istirahat, Anda akan hancur”.  Maka beristirahatlah dari pekerjaan Anda sesekali, agar Anda tidak hancur.  Bekerja keraslah –namun dengan RILEKS.  Hidup ini bukanlah lari seratus meter.  Hidup ini adalah maraton –dan sebagai seseorang yang pernah mengikuti beberapa lomba maraton, dapat saya katakan bahwa satu-satunya cara untuk menempuh jarak yang sedemikan jauh adalah dengan RILEKS.”
    Pekerjaan kita haruslah memiliki maksud/tujuan yang mulia.  Hikmat dalam Perjanjian Baru, Kolose 3:23-24  “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.  Kristus adalah tuan dan kamu adalah hamba-Nya”.  Itulah sasaran pekerjaan kita.
                       Mr.Littlejohn, Rahasia Sukses Seumur Hidup, hal.37,43,47-48.

 RAHASIA SUKSES SEUMUR HIDUP:
   III. PELIHARALAH JALUR KOMUNIKASI YANG TERBUKA.

    Komunikasi yang buruk merupakan penyebab utama kegagalan dalam hidup kita; komunikasi yang efektif merupakan kunci dalam meraih sukses.  Apapun yang kamu lakukan, entah dalam bisnis atau olahraga atau bicara kepada isteri dan anak-anak, kamu harus mempertahankan komunikasi yang terbuka.  Kamu harus mempertahankan adanya saling pengertian.  Jangan pernah meremehkanna sedemikian rupa sehingga kamu menyangka bahwa lawan bicaramu memahami apa maksud ucapanmu.

   Ada dua sisi dalam setiap dialog—seorang pembicara dengan seorang pendengar.  Keduanya bertanggung jawab atas proses komunikasinya.   Sang pembicara bertanggung jawab  untuk menyampaikan pesannya sejelas mungkin agar dipahami, dan sang pendengar bertanggung jawab untuk mendeteksi nuansa, keprihatinan, emosi, serta maknanya.  Dan akibat dari kegagalan berkomunikasi bisa sangat fatal.
    CARA BERPIKIR DAN BERKOMUNIKASI

    Komunikasi bukanlah hanya proses menyampaikan informasi dari seseorang kepada orang lainnya tetapi Komunikasi adalah proses dengan mana kita bina hubungan serta kepercayaan, berbagi makna, nilai-nilai, serta perasaan, dan melampaui kesendirian kita sebagai pribadi yang unik.  Komunikasi bukanlah penyampaian data semata-mata.  Komunikasi melibatkan HUBUNGAN.

    Komunikasi, bagi seorang pria, sering kali difokuskan pada persaingan, status, kekuasaan, dan posisi dalam urutannya.  Bagi seorang wanita, komunikasi adalah soal kerjasama, hubungan, perasaan, dan memberikan dukungan kepada orang lain.  Pria cendrung lebih konkrit dan berorientasi pada fakta; wanita cenderung lebih abstrak dan berorientasi pada perasaan.
    Wanita cenderung hati-hati walaupun sudah pasti; pria cenderung lancang walaupun ragu-ragu.  Pria berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah dan mencapai sasaran; wanita berkomunikasi untuk menjalin hubungan.   Pria cenderung bertanya, “Bagaimana menurut Anda tentang hal ini?”. Wanita cenderung bertanya, “Bagaimana perasaan Anda tentang hal itu?.  Pria cenderung mengutamakan nama atas prestasi-prestasinya, sementara wanita cenderung mengutamakan citra yang tidak terlalu sombong, nge-bos, atau memaksa.

    Jika seorang wanita berbicara kepada seorang pria tentang suatu persoalan, rasanya yang ia inginkan hanyalah dukungan emosional serta kepedulian.  Namun jika seorang pria mendengar seorang wanita mengungkapkan persoalannya, ia cenderung mengasumsikannya sebagai permintaan bantuan—maka bukannya memberikan dukungan serta kepedulian, sang pria malah memberikan nasihat bagaimana menyelesaikan persoalan itu, yang sama sekali bukan yang diinginkan yang wanita.  Jika, sebaliknya, seorang wanita memberikan  nasihat kepada seorang pria, ia mungkin memandangnya sebagai tanda dukungan serta kepedulian terhadap pria itu  Namun dari perspektif sang pria yang kompetitif, berorientasi pada status, nasihat sang wanita itu bisa dipandang sebagai kritikan, yang secara tidak langsung mengatakan bahwa menurut sang wanita sang pria tidak mampu menyelesaikan persoalannya sendiri—dan akibatnya sering kali adalah konflik, salah pengertian, dan miskomunikasi.