Jumat, 07 September 2012

Kehidupan Jemaat (1 Tesalonika 5:12 - 28)


Ayat inti:
   “Dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat, ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tesalonika 5:20,21)

Kalimat kunci:
   “Kepada jemaat di Tesalonika, baik para pemimpin maupun anggota awamnya, Paulus memberikan saran praktis dan nasihat rohani tentang bagaimana berhubungan satu dengan yang lain”.

Pendahuluan:

   Rasul Paulus menyimpulkan suratnya(1 Tesalonika) dengan 17 amaran (1 Tesalonika 5:12-22):
1.   Menghormati mereka yang bekerja keras dan yang memimpin kamu didalam Tuhan.(ay.12)
2.   Menjunjung mereka dalam kasih.(ay.13)
3.   Hidup dalam damai seorang dengan yang lain.
4.   Tegor mereka yang hidup tidak tertib.(14)
5.   Hibur yang tawar hati.
6.   Belalah mereka yang lemah.
7.   Sabar terhadap semua orang.
8.   Jangan membalas jahat dengan yang jahat.(ay.15)
9.   Usahakan senantiasa yang baik.
10.                Bersukacita senantiasa.(ay.16)
11.                Tetaplah berdoa.(ay.17)
12.                Mengucap syukur dalam segala hal.(ay.18)
13.                Jangan padamkan roh.(ay.19)
14.                Jangan anggap rendah nubuat-nubuat.(ay.20)
15.                Ujilah segala sesuatu.(ay.21)
16.                Peganglah yang baik.
17.                Jauhkan diri dari segala jenis kejahatan.(ay.22)
DI IKUTI DENGAN DOA PENUTUP ( 1 Tesalonika 5:23-27).
          SEMOGA –Allah menguduskan kamu.
                         --Roh,jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna pada kedata-
                           ngan Yesus Kristus.  Kasih karunia Yesus Kristus, menyertai
                           kamu.
PEMBAGIAN PELAJARAN DIBAGI KEPADA  3 KELOMPOK :
I.             3(Tiga) nasehat(peringatan) tentang sikap anggota jemaat kepada pemimpinnya (1 Tesalonika 5:12,13).  Butir 1 – 3.

          *Ini berfokus kepada bagaimana tanggapan para murid terhadap pemimpin/pembimbing mereka.  Paulus mengajak agar anggota jemaat :
A. RESPONS PARA ANGGOTA KEPADA PARA PELAYAN(PEMIMPIN) DI GEREJA:
i. Mengenali pemimpinnya.  Arti mengenali adalah: memperhatikan, menghargai dan menerima mereka.
ii.  Menghormati OTORITAS para pemimpin.
iii. Agar semua anggota dapat hidup damai satu sama lain.
II.           6(enam) amaran tentang sikap pemimpin gereja kepada angggota jemaatnya ( 1 Tesalonika 5:14-15).  Butir 4 – 9.

*Bagaimana para pemimpin gereja memperlakukan orang-orang yang berada dalam asuhan mereka (anggota jemaat):
B.RESPONS PARA PEMIMPIN/PELAYAN KEPADA PARA ANGGOTA GEREJA:
          i. Untuk “menegur mereka yang hidup dengan tidak tertib).
                   -Yang tidak mau bekerja memenuhi kehidupan mereka.
                   -Menghadapi mereka yang sulit dihadapi.
          ii.Memberi semangat kepada mereka yang tawar hati=yang cemas akan banyak hal.
          iii. Membela yang lemah= Mereka yang memiliki keterbatasan moral dan spiritual, yang mudah tertipu dan putus asa karena kesulitan, takut akan hal-hal yang asing bagi mereka.
           iv. Sabar terhadap semua orang.
            
III.          8(delapan) nasehat selanjutnya :
a.    3(tiga) nasihat MEMPERTAHANKAN SIKAP KRISTEN YANG POSITIF(ayat 16-18): i. Bersukacitalah senantiasa:  Kita harus melakukannya
     lebih sering lagi.  Ini adalah salah satu dari buah roh(Galatia 5:22).Kuncinya ialah bersyukur senantiasa kepada Allah.
                 ii. Tetaplah berdoa tanpa henti.
              iii. Mengucap syukur dalam segala hal. Akar dari bobroknya kekafiran adalah tidak adanya rasa syukur kepada Allah(Rm.1:21).
   Karunia Allah ada di sekitar kita; namun kita lupa untuk bersyukur kepada-Nya atas semua pemberian itu karena kita terlalu terfokus kepada socaan dan pergumulan hidup.
               b. 5(lima) nasehat bagaimana berhubungan dengan terang baru
                   dalam bentuk nubuatan (ayat inti kita dalam ayat 19-22).
                   -Jangan padamkan roh.
                   -Jangan anggap rendah nubuat-nubuat.
                   -Ujilah segala sesuatu.
                   -Peganglah yang baik.
                   -Jauhkan diri dari segala jenis kejahatan.
“Janganlah padamkan roh, dan janganlah anggap rendah nubuat”:
          -Maksudnya disini agar lebih terbuka pada terang baru, menguji hal itu dan memastikan bawa hal itu benar-benar merupakan suatu terang baru(2 Kor.11:14).
          -Ada beberapa cara seseorang telah menganggap rendah nubuat:
i. Dengan memadamkan Roh.  Saat kita mengabaikan/menolak hasil karya dari seorang nabi yang benar.  Boleh diperhatikan bagaimana seseorang menanggapi karunia nubuat yang telah diberikan dalam hidup dan pelayanan Ellen White.

ii. Dengan cara menerima apa yang dikatakan roh nubuat namun menyalah artikan/menyalahgunakan hal itu.  Jadi hal ini perlu kita waspadai.

iii. Dengan memberikan otoritas kenabian kepada beberapa orang atau tulisan-tulisan yang tidak menerima karunia tersebut dari Allah.  Jadi gereja harus tetap waspada,  menguji segala sesuatu agar dapat melihat apakah pekabaran nubuatan itu membangun gereja.

YANG DITEKANKAN DALAM DOA PENUTUP/KATA-KATA TERAKHIR:
          -Rangkuman tema utama surat ini :
 Agar orang percaya di Tesalonika maupun yang ada diluar jemaat:
*Terus bertumbuh dalam kekudusan sampai kedatangan Yesus yang keduakali.(Hidup setiap hari dalam persiapan bagi kedatangan Tuhan).
-Agar umat Tuhan ditemukan tanpa cacat dalam kekudusan pasa saat kedatangan Yesus yang kedua kali.
-Setiap bagian dari pikiran dan tubuh kita harus diserahkan kepada Allah.  Allah harus mengendalikan sepenuhnya pemikiran kita, perasaan dan tindakan kita.
-Agar dapat terus bertumbuh dalam kasihkarunia melalui hubungan yang erat dengan Yesus.

KESIMPULAN :

Pemimpin dan anggota awam di gereja hendaknya melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh kasih dan hormat terhadap satu dengan yang lain saat bekerjasama  untuk memajukaan pekerjaan Tuhan dan sama-sama menghidupkan suatu kehidupan yang saleh di Jemaat.

    Jon Paulien, Pelajaran Alkitab 1 dan 2 Tesalonika.

Sabtu, 01 September 2012

Lenyapnya Kenaifan.


Pendahuluan:
Naif- artinya adalah:
1.   Sangat bersahaja, tidak banyak tingkah, lugu(karena muda dan kurang pengalaman.
2.   Bodoh, tidak masuk akal, polos, terlalu jujur, bersahaja, menyedihkan, kasihan, alamiah, seadanya, sederhana.
3.   Orang yang polos, kekanak-kanakan, dan memandang hidup selalu lurus tanpa kelokan, dan setiap proses hidup selalu bahagia, tanpa derita/bermuram durja.
4.   Menurut kamus umum bahasa Indonesia, susunan W.J.S. Poerwadarminta hlm. 668, kata naïf adalah merupakan bahasa percakapan yang artinya: “sangat bersahaja”.
Pembahasan:
   Sebagai orang tua, anda memiliki kemampuan untuk membantu membentuk anak-anak anda menjadi pribadi yang berkemampuan baik.
   Tentu saja akan ada pergumulan disepanjang jalan.  Ketahuilah bahwa anak anda terbuat dari tanah liat.  Jadi anda dapat membentuk mereka masing-masing berlain-lainan atau menjadi seperti yang dikehendaki oleh Allah.

   Perlu di ingat bahwa tidak pernah ada istilah terlalu dini atau terlalu lambat untuk mulai membantu anak-anak anda menjadi seperti yang dikehendaki Allah ketika mereka diciptakan.
   Tujuan pelajaran ini adalah untuk membantu anda mengurangi “faktor-faktor risiko” dan menjauhkan anak-anak serta keluarga anda dari krisis, karena ada banyak saat ini keluarga yang tengah mengalami krisis.
   Kita percaya bahwa orang tua dapat belajar melalui kesalahan dan keberhasilan mereka sendiri maupun dari orang lain.

   Berbicara tentang membesarkan anak-anak, ada satu prinsip yang mendasari segalanya.  Kasih saja tidak selalu cukup, akan tetapi KASIH adalah merupakan suatu PERMULAAN dan kasih ini pulalah yang mendorong kita mau mempelajari pelajaran ini.

   Adalah penting bagi kita memahami mengapa anak-anak kita telah memasuki suatu generasi yang mengalami krisis.  Ironinya, ada kelompok-kelompok orang tua yang berpendidikan terbaik sepanjang sejarah, namun berbuat paling sedikit bagi anak-anak mereka sendiri.
  Permasalahan dengan anak-anak timbul ketika kenaifan ditinggalkan terlalu dini dan digantikan dengan atmosfir yang lebih keras.
   Gambaran tentang anak-anak Amerika dan masalah yang mereka hadapi bukanlah sesuatu yang enak untuk didengar karena statistik telah menggambarkan keadaan mereka sbb:
SETIAP 30 MENIT TERJADI :
*29 anak yang bunuh diri.
*57 remaja meninggalkan rumah.
*14 remaja yang melahirkan di luar nikah.
*22 anak perempuan melakukan aborsi.
*686 anak-anak menggunakan salah satu obat bius, dan
*188 yang menyalah gunakan minuman keras.

   Tentu statistik diatas tidak berarti apa-apa atau tidak berpengaruh, sebelum anak anda sendiri yang mengalaminya.  Namun semua angka ini perlu mendapat perhatian sebagai perbandingan. 
   Statistik ini dengan jelas menggambarkan bahwa dunia anak-anak kita jauh berbeda dibandingkan dengan dunia anak-anak yang kita kenal dulu.

   Tatkala kita remaja, kita naïf.  Tetapi, pada banyak anak dewasa ini, perasaan naïf sudah lama tidak ada lagi.
   Mari kita amati sumber-sumber yang telah mematikan kenaifan anak muda kita, antara lain:
I.             MASS MEDIA:
Saudaraku,..ribuan sajian gambar tidak bermoral telah banyak ditayangkan di bioskop/teather, video atau TV, dan sementara itu berbagai acara komedi yang mematikan hati nurani anak-anak.
          Dalam suatu survey yang dibuat pada tahun 1994 tentang perilaku berisiko tinggi yang dilakukan oleh anak muda, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for disease and Prevention) menemukan bahwa:
a.    40 % dari remaja yang diwawancarai melakukan hubungan sex pada saat mereka duduk di kelas 3 SMP.
b.   Diantara anak laki-laki, 86 % nya mulai melakukan hubungan sex pada usia 19 tahun.
Anak-anak terus menerus dicekoki suguhan yang mengandung unsur sex melalui berbagai sumber media.

II.           OKULTISME :
Sumber berikut yang telah mematikan kenaifan anak muda kita adalah OKULTISME.  Ini khusus terjadi dikalangan pengikut Kristianitas Fundamentalis.  Adanya ritual yang disertai dengan hubungan sex yang dilakukan oleh pemuja-pemuja setan.
   Seorang bernama SHAWN SELLERS—terdakwa dengan ancaman hukuman mati karena membunuh kedua orang tuanya.  Ia melaksanakan ritual pemujaan itu mula-mula dengan melumuri badannya dengan darah yang kadang-kadang dicampur dengan arak dan air seni, untuk kemudian disusul dengan menenggak minuman keras.

   Anak-anak muda terlibat dalam Okultisme karena mereka kurang pengarahan.  Mereka menghabiskan waktu untuk mencari suatu kekuatan, sesuatu yang bisa memuaskan EGO dan memenuhi dorongan nafsu mereka.  Mereka mengabaikan kuasa yang bisa diperoleh dari Sang Pencipta, dan menggatikannnya dengan tindakan yang membuka peluang untuk masuknya roh pendusta itu.

III.          KRIMINAL:
   Ini juga merupakan sumber yang telah mematikan kenaifan anak muda kita.
   Menurut statistik yang pernah dicatat bahwa setiap tahun, 6 000 000 tindakan kekerasan dialami anak-anak berusia 12 dan 19 tahun.
   Sebagai contoh: Michael Thomas, berusia 15 tahun. 
   Pada suatu kali dia berangkat ke sekolah dengan mengenakan sepatu basket Air Jordan seharga $ 100.  Esok harinya—dia telah ditemukan tergeletak tidak bernyawa disuatu lapangan dekat sekolah.  Rupanya dia telah dibunuh oleh seseorang yang mempunyai motif iri pada gaya berpakaian orang lain di sekolah tersebut.  Seorang petugas kepolisian berkata: “Obsesi pada gaya berpakaian disulut oleh media dan iklan visual, dikipasi oleh sikap orang tua yang selalu menuruti kemauan anak-anaknya, dikobarkan oleh tekanan teman sebaya dan oleh keinginan yang tidak terkendali untuk bisa diterima lingkungan”.  Inilah penyebabnya.

IV.         OBAT BIUS DAN MINUMAN KERAS:

   Krisis penggunaan obat bius ini di U.S.A telah merembes ke kalangan anak-anak yang masih kecil.
   Saudaraku,…Hampir 40 % dari semua anak kelas 6 (ini di Amerika), mengkonsumsi alkohol sebagai akibat iklan yang menjamur, yang mempromosikan anggur sebagai penyejuk dahaga.
   Dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh Koran Wall Street Journal, seorang pelajar pria dari Brainbridge High School mengatakan bahwa:
   “Jumlah obat bius yang tersedia sama banyaknya dengan kripik kentang yang di jual di kota ini”.
   Itulah sebabnya saudaraku, dikatakan bahwa keadaan akan makin buruk apabila sekolah tidak kembali menerapkan nilai-nilai KRISTIANITAS.

V.           INTELEKTUAL MENGGANTIKAN MORALITAS:

   Orang telah beralih ke konsep intelektualisme.  Apakah itu kosep intelektualisme?.
1.   Mempercayai bahwa manusia dapat sedemikian cerdasnya sehingga intelek mereka mampu mengabaikan imoralitas.
2.   Tidak mengajarkan sesuatu agar kondisi moral seseorang menjadi lebih baik—malah sebaliknya meremehkan arti moral dan menyebutnya sebagai “AGAMA KUNO”.
   Moralitas tidak pernah menjadi bagian dari intelektualisme.  Bagaimanapun cerdasnya seseorang, mungkin saja ia tidak bermoral.  Sering terjadi, orang-orang yang sangat cerdas juga merasa tidak memerlukan Allah.

VI.         AGAMA LIBERAL:
   Liberalisme membuat anak-anak kita tidak lagi berpotensi.  Faham ini tidak mengajarkan adanya kuasa adikodrati Allah yang hidup dan Yesus melalui pengorbanan-Nya yang kudus.

   Mereka menafsirkan agama menurut versi mereka sendiri, menciptakan filosofi mereka sendiri dan Yesus ditinggalkan jauh dibelakang.

VII.        GERAKAN ZAMAN BARU:
   Ini seperti konsep SHIRLEY MACLAINE:
     “Bahwa tubuh jasmani mereka akan ditinggalkan sewaktu wujud mereka berubah menjadi ilah-ilah –yang sesuai dengan angan-angan mereka”.  Dan anda mampu menciptakan perubahan.

KONKLUSI:
   Untuk meniadakan pengaruh gelombang yang sedang melanda ini dibutuhkan orang tua yang sadar dan berkomitmen tinggi, orang tua yang bersedia mendampingi anak-anak agar mereka tidak menjadi sama seperti dunia.  Hal ini tentu dimulai dari KELUARGA, kemudian MASYARAKAT, akhirnya SUATU GENERASI DI MASYARAKAT.

   Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan kepada anak-anak kita.  Manakala kita melaksanakannya, anak-anak kita akan memiliki PENGHARAPAN.

   Mazmur 22:31 “Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang”.

   Saudaraku,..bagi kita belum terlambat untuk menghentikan kondisi yang bisa membawa anak-anak kita menuju kehancuran.

Jumat, 31 Agustus 2012

Berbagai Peristiwa Akhir zaman(1 Tes.5:1-11)


Ayat inti:
   “Tetapi kita yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan”.
   Kalimat kunci:
   Realitas kedatangan Kristus mengajak kita untuk selalu bersedia.

Pendahuluan:
   Pelajaran kita sabat ini berbicara tentang: betapa pentingnya untuk selalu bersedia bagi kedatangan Yesus dan masa penghakiman yang sedang berlangsung.  Dan pertanyaannya ialah, bagaimana kita mempersiapkan diri untuk hal-hal itu.  Masalah yang terjadi di jemaat Tesalonika saat itu ialah adanya satu ajaran teologi yang menggabungkan “ damai dan keamanan”, dan ada beberapa anggota yang mencoba MENGHITUNG saat kedatangan Yesus yang kedua kali, dimana melalui nubuatan, mereka berharap dapat memprediksi saat peristiwa akhir itu tiba, dan agar mengetahui KAPAN WAKTU untuk mulai bersedia.
   Sebagai akibatnya ada beberapa orang yang hidup tanpa merasakan PENTINGNYA persiapan bagi kedatangan Tuhan.
   Itulah sebabnya kita perlu memperhatikan pelajaran ini supaya kita menyadari pentingnya mengadakan persiapan bagi kedatangan Yesus yang kedua kali.

I.Kedatangan Tuhan merupakan suatu hari : PENGHAKIMAN:
   Orang-orang yang baru bertobat di Tesalonika terganggu dengan kedatangan Kristus karena 2 alasan:
1.   Mereka khawatir tentang nasib teman-teman mereka yang telah meninggal tidak turut diangkat ke atas awan-awan pada saat kedatangan Yesus.
2.   Mereka prihatin terhadap penghakiman yang akan datang.
   Untuk point yang pertama, Rsl. Paulus telah menjelaskan tentang kebangkitan dalam 1 Tesalonika 4:13-18 yang memberikan berita yang menghibur bagi jemaat Tesalonika sekaligus menolong mereka untuk “saling menguatkan (1 Tes.4:18).
   Untuk point yang kedua, dalam pelajaran kita saat ini (1 Tesalonika 5:1-11), Rsl.Paulus menjawab keprihatinan mereka tentang masalah PENGHAKIMAN, dengan kabar baik yang juga bertujuan agar mereka “saling menguatkan satu sama lain (1 Tes.5:11) sehubungan dengan PENGHAKIMAN yang akan datang.

   Oleh karena mereka tidak dapat menyampaikan kekhawatiran mereka kepada Paulus maka para petobat baru itu menyimpulkan bahwa cara terbaik untuk mengatasi rasa takut mereka tentang penghakiman ialah dengan cara mengetahui “KAPAN” hal itu terjadi.  Itulah sebabnya dikatakan dengan mengetahui ‘ZAMAN DAN MASA” (1 Tes.5:1) maka itu akan menolong mereka  mengetahui berapa lama mereka harus mempersiapkan diri untuk menghadapi PENGHAKIMAN ALLAH.
   Rasul Paulus mengatakan bahwa rencana seperti itu TIDAK DAPAT BERHASIL dan benar-benar merupakan suatu KESALAHAN. Dikatakan bahwa upaya-upaya itu secara rohani merugikan, karena hal itu menyebabkan kekecewaan bila tanggal yang telah ditentukan akhirnya berlalu atau PENUNDAAN untuk melakukan persiapan ketika waktu yang diharapkan masih terlalu jauh di masa yang akan datang.
   Selanjutnya Rsl.Paulus mengingatkan tidak ada gunanya untuk mencoba menghitung tanggal kedatangan Yesus karena hal itu akan terjadi dengan tidak terduga dan secara tiba-tiba seperti kedatangan seorang pencuri(1 Tes.5:2; Mat.24:43, 44; Luk.12:39,40) dan rasa sakit yang datang tiba-tiba pada seorang wanita pada akhir masa kehamilannya (1 Tes.5:3; Yes.13:6-8; Yer.4:31). 
   Kombinasi pencuri di malam hari, rasa sakit pada saat melahirkan—semuanya menggambarkan maksud yang sama yaitu bahwa Kedatangan Yesus yang kedua kali akan terjadi secara tiba-tiba, tidak diduga, dan tidak dapat dielakkan oleh orang fasik.  Dan waktu itu pasti datang.
   Paulus memberi jaminan bahwa mereka tidak perlu takut, sebab Allah tidak datang dengan “murka” (1 Tes..5:9).  Dialah yang mengambil inisiatif dalam menyelamatkan mereka dengan mengutus Yesus untuk mati bagi dosa-dosa dunia (Yoh.3:16; Rm.5:6-10).  Penghakiman yang terjadi pada hari Tuhan merupakan suatu PENGADILAN YANG POSITIF untuk membela umat Allah(Yer.30:8,9).  Satu-satunya yang perlu takut pada hari itu adalah MUSUH ALLAH dan musuh umat-Nya.
   Banyak orang pada saat ini tidak nyaman dengan tema penghakiman.  Mengapa?.  Karena mereka tidak menyukai implikasi negatif dan ancaman.
   Kejadian 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan”…hal ini menyatakan satu PENGHAKIMAN atas si ular tua yakni SETAN dan sebuah nubuatan tentang kedatangan seorang PELEPAS/penebus.
   Kita perlu ketahui bahwa Rsl.Paulus menyatakan bahwa penghakiman Allah tidak terbatas pada apa yang terjadi di surga pada akhir zaman nanti namun juga memiliki konsekuensi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

   Namun konsep Alkitab tentang penghakiman lebih luas dari sekadar ancaman, kecaman atau eksekusi(sisi negatif dari penghakiman).  Tetapi ada juga sisi positif dari penghakiman.  Kita harus mengingat bahwa setiap tindakan rahmat dan kebaikan setiap hari tidak berlalu begitu saja tanpa mendapat perhatian dan upah. (Lihat  Matius 10:42).  Allah melihat semua yang kita lakukan, apakah itu positif atau negatif dan semuanya itu memiliki makna dalam skema akhir dari segala sesuatu.

   Pada permulaan kisah Alkitab ada 2 sisi sifat penghakiman.  Di Taman Eden, Allah menghakimi dosa Adam dan Hawa secara negatif .  Akibat dosa telah dirasakan sehubungan dengan kesakitan melahirkan anak, susah payahnya mencari rejeki, dll.  Pada saat yang sama Allah menghakimi mereka secara positif.  Dia mengadakan permusuhan antara mereka dengan setan dan dengan penuh rahmat mengenakan pakaian kulit binatang pada mereka agar mereka tidak terlalu menderita dalam lingkungan yang telah berubah( Baca Kejadian 3:15-24).

   Contoh yang berikutnya ialah dalam Kejadian 4, Allah menghakimi Kain secara negatif dengan mengirim dia ke pengasingan.  Namun dia juga menerima penghakiman positif dengan memberikan suatu tanda padanya supaya tidak ada orang yang membunuhnya.  Yang berikut, pada zaman air bah, Allah menghakimi manusia secara negatif, dengan membinasakan bumi dengan air bah namun juga secara positif dengan menyediakan BAHTERA sebagai sarana untuk meluputkan diri dari bencana itu (Kejadian 6-9:17).  Selanjutnya dalam Kejadian 11, Allah mengacaukan bahasa manusia dan menceraiberaikan mereka di seluruh bumi (Penghakiman negatif).  Sisi positifnya ialah dalam panggilan Abraham untuk menjadi berkat bagi segala bangsa di dunia(Kejadian 12:3), yaitu bagi orang yang sama yang telah dicerai beraikan dari Babel pada tahun-tahun sebelumnya(Kejadian 11:9).

II. CARA YANG BENAR UNTUK BERSEDIA:
   Jemaat Tesalonika bukan tidak mau mempersiapkan diri bagi penghakiman; namun CARA MEREKA untuk mempersiapkan diri bagi hari itu sangatlah salah.  Bagaimanakah cara yang benar untuk mempersiapkan diri bagi hari Tuhan?.  Ada 2 jawaban yang diberikan :
I.             Jemaat Tesalonika jangan percaya kepada kampanye dunia tentang “damai dan aman”.  Yang menyatakan bahwa dunia ini akan aman-aman saja.(Ini disebut juga dengan rasa aman yang palsu). Kita harus mengetahui bahwa dunia ini pasti mengalami kehancuran, dan kebanyakan orang tidak menyadari apa yang akan terjadi pada masa mendatang.  Jadi tidak ada yang aman di dunia ini.  Segalanya berlalu.
II.           Tetap terjaga dan hidup seolah-olah kita meyakini bahwa dunia yang sekarang segera berakhir dan dunia yang baru segera akan datang.
Rsl. Paulus melakukan ini dengan memanggil mereka untuk :

1 Tes.5:5 – menjadi anak-anak terang dan anak-anak siang bukan orang-orang kegelapan.  Pengawal harus tetap waspada di setiap waktu, siang dan malam.  Jadi seorang tentara perlu melebihi norma yang ada dalam hal berjaga-jaga.  Demikian juga umat Kristen diharapkan untuk melebihi standar yang biasa pada saat melakukan persiapan untuk kedatangan Yesus yang kedua kali.
   Umat yang tidak percaya akan terkejut oleh perisiwa-peristiwa akhir zaman, namun umat percaya tidak akan terkejut.  Mengapa.  Sebab mereka hidup dalam terang.

1 Tes.5:6- tetap berjaga-jaga dan bersedia gantinya tertidur. Tidur disini merupakan kiasan untuk kemalasan rohani atau tidak adanya minat.  Mereka semua sudah bangun namun diberikan nasehat lagi untuk tetap berjaga-jaga dan lebih bersedia lagi dari waktu ke waktu.

1 Tes.5:6-8 – sadar dan tidak mabuk. Artinya agar tetap memiliki pikiran yang sehat dan agar menjadi bijak dan berhati-hati dalam penalaran tentang Kitab suci karena beberapa orang menggunakan Alkitab untuk menentukan tanggal dan spekulasi.  Paulus mengingatkan umat percaya untuk lebih fokus, dalam penerapan Kitab Suci untuk mempunyai persiapan rohani mereka secara pribadi.

1 Tes.5:8 – memiliki persenjataan lengkap gantinya tidak memiiki senjata.  (Inilah ayat inti kita).  Alkitab adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105).
   Bagaikan seorang prajurit, umat Kristen harus mengenakan seluruh peralatan yang ada sebelum bertugas di pos jaga mereka.
  
   Persiapan bagi kedatangan Yesus mencakup meluangkan waktu yang banyak untuk mempelajari Firman Allah.   Ajakan Paulus diberikan kepada kita melalui koridor waktu.  Ada banyak gangguan dalam dunia saat ini, mulai dari pekerjaan sampai email, hiburan dan berbagai hal yang dapat mempengaruhi suasana hati kita. Mari kita singkirkan semua hal yang mengganggu.  Tempatkan Firman Allah menjadi hal yang utama dalam kehidupan Anda, maka Anda tidak akan dikejutkan oleh peristiwa itu, tidak peduli betapa mendadaknya kedatangan Yesus yang kedua kali pada akhir zaman nanti. 
Kesimpulan :
   Masa penutupan bukanlah waktu untuk mempersiapkan diri bagi akhir zaman.  Sekaranglah waktu untuk persiapan itu.

                                 Jon Paulien, Pelajaran Alkitab : 1 dan 2 Tesalonika.

                                      ================