Tampilkan postingan dengan label IMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Pentingnya Kesalehan




Pendahuluan:

   2 Petrus 1:5-6 “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan”.

   Kesalehan(Godliness) sama artinya dengan ibadat.  Manusia biasanya hanya melihat kesalehan dan ibadah Anda dan tidak dapat melihat iman yang ada dalam hati Anda.  Orang hanya melihat tingkah laku, gerak-gerik dan ibadah kita.
   Pepatah Tionghoa menyatakan : “Tingkah laku itu berbicara lebih keras daripada perkataan”.

Pembahasan:

   Ibadah itu penting sekali untuk kehidupan kita.  Mari kita lihat contohnya Ayub.  Apa dikatakan dalam Ayub 1:1 : “Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan”.  Dikatakan disini bahwa Ayub adalah seorang yag saleh dan jujur.
   Bagaimana orang bisa tahu bahwa Ayub adalah seorang yang saleh dan jujur, kalau bukan dari tingkah lakunya dan menjauhkan diri dari kejahatan kalau bukan dari gerak-geriknya?.

   Betapa pentingnya ibadat itu.  Semua tingkah laku Ayub disaksikan oleh manusia yang hidup pada zamannya  bahwa dia adalah seorang yang saleh dan jujur.  Lalu apa perkataan Tuhan tentang Ayub?.  Kita baca Ayub 1:8 “Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub?  Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah da menjauhi kejahatan.”

   Dalam hal ini, apa yang dilihat oleh Allah sama dengan apa yang dilihat oleh manusia.  Tuhan melihat hati, dan manusia melihat dari luarnya saja.

    Konklusi :

   Kita harus selalu ada didalam ibadah kita.  Janganlah menjadi orang Kristen KAPAL SELAM.  Naik atau munculnya hanya pada akhir tahun, yakni pada bulan Desember - Januari saja, dan bulan Pebruari sampai Nopember  menyelam lagi.
                                                            =====

Sabtu, 21 Januari 2012

Iman yang kokoh.


 Pendahuluan:
   Mari kita buka Alkitab kita dan membaca Kitab Kidung Agung 7:6-13.(buka dan baca).
   Mari kita berdoa!.
   Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,  Baru saja kita membaca firman Tuhan ini.  Yang kita baca ini bukan buku roman, atau buku cabul, tapi adalah Firman Allah yang kudus.  Apa yang menjadi kesan saudara dalam hati/pikiran setelah membaca firman Tuhan ini.
   Saudara-saudaraku,
   Allah ingin menyatakan cinta kasihnya kepada umat manusia dengan memakai kisah cinta antara Salomo dengan Ratu Sulami.
   Dikatakan dalam Kidung Agung 7:6 ”Betapa cantik, betapa jelita engkau,....(How fair and pleasant you are...). Ini adalah merupakan satu pujian dari Sulaiman kepada Ratu Sulami, karena kecantikannya, karena kejelitaannya sang kekasihnya.  Dan disini juga kita ketahui bagaimana Allah ingin memuji umatNya.  Gambaran Sulaiman adalah gambaran Allah, gambaran Sulami adalah gambaran jemaat Tuhan.  Dan Allah ingin memuji, betapa cantik dan betapa jelitanya umatKu ini.
   Saudara-saudaraku,
   Allah ingin mempunyai umat yang cantik jelita: dalam tingkah lakunya, dalam kehidupan imannya, dalam kekristenannya menjadi umat yang cantik jelita.  Bagaimana cantik dihadapan Allah?.  Orang yang cantik berarti utuh dari kepalanya dan seluruh tubuhnya.
Ilustrasi : Ada orang, cantiknya bukan main, tetapi hanya kepalanya aja datang.  Saya kira tidak ada orang yang mau. Cantik itu seluruhnya!.  Cantik itu tidak hanya bibirnya saja.  Bagaimana kalau ada, bibir orang saja, yang lain tidak ada, tentu orang semua takut.  Tetapi dikatakan disini cantik itu pada Kidung agung 7:7 ”Sosok tubuhmu seumpama pohon korma....  Sosok tubuhnya seumpama apa?.POHON KORMA /Palm tree.(Panjang dan keanggunan pohon korma)  figure kecantikan wanita.
   Jadi cantik itu dilihat seluruh sosok tubuhnya.
   Menurut pribahasa dunia, sosok tubuh yang cantik adalah : Bagaikan gitar.  Saudara tau bagaikan gitar?.  Itu gitar dimainkan oleh pemain musik dari satu tangan pindah ke tangan yang lain.  Nah,...ada perempuan cantik yang model begini....hanya pindah-pindah tangan dari laki-laki ke laki-laki yang lain---Bahaya sekali ini.  Cantik yang seperti ini tidak dipuji Allah. Kita coba lihat kembali dalam Kidung Agung 7:7 adalah : ”cantik seperti pohon korma”.  Bagaimana seperti pohon korma!.
Sdr2..Kalau di Timur tengah, pohon korma banyak sekali.  Di padang pasir kalau sedang haus, berjalan dari Kairo mau pergi ke Alexandria atau mau pergi ke Aswan atau ke Al-Zaitun, di padang pasir banyak sekali pohon-pohon korma.  Kalau disana tidak ada warung.  Kalau haus, kita boleh mampir dibawah pohon korma.  Lalu caru pohon korma yang berbuah dan beruntai, lalu naik sejenak kesana berteduh, ambil buahnya yang manis, yang segar, menyegarkan.  Lalu disetiap kuncup pelepah yang masih muda,  korma itu menyimpan air.  Dan kita  bisa potong kemudian dapat minum dari situ.  Ini yang dimaksudkan dengan pohon korma. 
   Bagaimana pohon korma itu bisa bertumbuh di padang pasir yang gersang seperti itu dan bagaimana cara menanam pohon korma???.
BENIH POHON KORMA:
·        Kalau kita bongkar pasir, kemudian kita taroh benih korma.  Pasir disana halus sekali, bukan seperti disini padat.  Kalau saudara taroh  benih korma itu disana, tidak berapa lama kena angin, pasirnya sudah lari kesana, lari kesini dan benih kormanya sudah kelihatan, lalu di curi oleh burung. Dimakan dan dibawak pergi, ...TIDAK BERTUMBUH.
Bagaimana caranya?. 
-Cangkul lebih dalam, cangkul, cangkul, cangkul lebih dalam, masukkan lagi barangkali puluhan meter, masukkan itu, mati karena tidak ada udara.


Bagaimana cara menanamnya?.
   Benih korma di padang pasir ditaroh, lalu ditindih batu besar. Pada waktu dia ditindih batu besar, dia tidak dapat dicuri oleh binatang-binatang lain dan benih korma ini mulai bertumbuh.  Kalau dia bertumbuh, --berakar. Akarnya terus kedalam, sampai ratusan meter, sampai menemukan air yang ada di tanah itu, akar itu baru berhenti.  Dia akan berakar terus sampai menemukan air itu.  Setelah dia berakar, kokoh, mulai berpohon.  Pada waktu berpohon ini sudah kokoh, dengan sendirinya batu yang menindihnya tadi tumbang, dan dia akan berpohon, mulai dia akan berbunga, akan berdaun, berbuah dan menyimpan air.
   Cantik sekali seperti pohon korma!. Apa maksudnya??.
   Kita seringkali supaya menjadi cantik dihadapan Tuhan, Tuhan didik kita dengan kesulitan, kesukaran, poncobaan didalam hidup kita seperti batu besar yang menindih iman kita, maksudnya supaya IMAN KITA berakar terus sampai menemukan Air hidup itu, yaitu: Firman Allah.  Setelah kita berakar terus kebawah, kokoh dan kita akan berpohon dengan sendirinya saya percaya segala pencobaan, kesulitan, kesukaran yang menjadi batu menindih saudara akan terbongkar keluar, dia akan teguling, asal kita sudah kokoh.

   Mungkin kita berpikir, kenapa ya Tuhan, kesulitan yang saya hadapi kok belum ada jalan keluar, malahan terasa berat.  MENGAPA???.
   *Supaya kita berakar dulu...sampai menemukan air hidup itu.  Itulah pohon korma!.
   Kalau akarnya sudah dalam, biar angin badai di padang gurun, pohon korma tetap kokoh, berdiri teguh. Tidak tumbang.  Saudara tidak mau di tindih?.
   Kalau benih imanmu tidak mau ditindih, itu namanya KECAMBAH.  Ya,..cukup sedikit aja, udah bertumbuh!  Tetapi apa artinya kecambah?.  Dinaiki oleh 10 semut aja, sudah runtuh itu kecambah, saudara.
   Oleh sebab itu, Allah tidak katakan:  engkau cantik seperti pohon kecambah.  Allah mengambil contoh dengan mengatakan: engkau cantik seperti pohon korma.
   Dihadapan Allah, cantik jelita, kokoh kekristenan kita seperti POHON KORMA.
   Kita baca Kidung Agung 7: 8 :Nafas hidungmu seperti buah appel!. Appel  harum, bisa memikat kupu-kupu (Tangkap kupu-kupu di Vietnam).
   Nafas harum = motivasimu mengikuti Tuhan (Melayani Tuhan).  Harum (Tulus, murni).
  
Kidung Agung 7:9 ”Kata-katamu manis bagaikan anggur : MENGUATKAN, MENYEHATKAN. Bukan kata-kata busuk.
   Apakah kata-kata yang kita ucapkan menguatkan  atau menghancurkan orang lain (dengan gossip). 
   Kidung Agung 7:10 ”Kepunyaan kekasihku Aku,....
   Kalau kita berjalan dengan kekasih hati kita....tidak ada yang kita rasa kesulitan.
   Ilustrasi:
   Tahun 1953 ada seorang bangsawan bernama : Thomas Palmer.  Ketika ia mau di eksekusi---dibawak ke menara.  Besoknya ketika dia dibawak ke tiang gantungan, dia katakan: ”Saya tidak takut”.  Biasa kalau ke tiang gantungan-SUSAH.
   Pada saat pertanyaan diajukan kepadanya: ”Mengapa engkau begitu gembira?.  Jawabnya: ”Saya sudah terlalu banyak melihat kesusahan, kemiskinan, penderitaan, tetapi sebentar lagi saya akan melihat Allah.  Makanya orang percaya tidak takut.  Saudara melihat banyak mobil dan uang, kita sakit hati karena tidak punya.  ITU KALAU DI DUNIA!.  Kalau di SORGA –kita melihat kemuliaan Allah.  Allah katakan kepada kita nanti: Itu milikmu!.

   Tahun 1900 di Tiongkok terjadi:
   Pemberontakan kepada agama Kristen yang di sponsori oleh kelompok BOXER.  Banyak rumah-rumah missionary dibakar, dibangun lagi.  Tadinya satu tingkat, dibangun lagi 2 tingkat. Kemudian ada yang memperingatkan: Jangan dibakar lagi.  Kenapa?
   Yang tadinya 1(satu) tingkat, dibakar ,....2 tingkat lagi.  Saudara-saudaraku,... Kalau kita digagalkan orang,......jadi 0 (nol) - jadi 00, 000  sampai 6 nolnya.  Kalau 6 nolnya, ditaroh angka satu di depannya, itu 1000 000,-  Baru satu nolnya---- sudah kecewa.  Yang penting satu di depannya.  Ini semua tujuannya supaya kita CANTIK JELITA.
   Kidung Agung 7:13 ”Semerbak bau buah dudaim;..
   Buah dudaim---seperti buah blewa—yang harum sekali, seperti buah labu.
   Orang Kristen itu HARUM kalau berbuah.  Mungkin anda baru berkuncup, kemudian akan berbunga.  Harus juga berbuah.  Jangan hanya terus berbunga saja.(Ilustrasi :Mangga yang lama tidak berbuah—mau di tebang, tapi syukur dia berbuah juga pada akhirnya). Yang penting, kita semua berbuah.

   KONKLUSI:
   Maukah kita menjadi kekasih Allah, cantik jelita dihadapan Allah, menjadi anak Allah karena mempunyai IMAN YANG KOKOH seperti  Pohon Korma.  Mari kita jadikan firman Allah menjadi pegangan untuk selama-lamanya sehingga dari bibir-bibir kita keluar kata-kata manis, kata-kata yang menyehatkan, menguatkan.  Kalau kita belum bertobat dari kata-kata ini, sekarang waktunya kita bertobat.
  
   Kalau ada tantangan dalam hidup kita, itu tujuannya adalah untuk mendidik kita supaya menjadi anak-anak Allah.
   Dan tentu, kita juga mau berkuncup, berbunga dan berbuah dalam hidup kita, dalam mengasihi orang lain, dalam melayani pekerjaan Tuhan.

   Kiranya Firman Allah yang kudus akan dimeteraikan oleh Roh Kudus didalam hati kita.

   Doa penutup/penyerahan.

Jumat, 30 Desember 2011

Hadirat Allah yang menuntun


Pendahuluan:
Hari ini adalah hari yang terakhir untuk tahun 2011.  Bila kita menoleh kembali akan pengalaman kita dimasa lalu, maka bagi kita akan lebih jelas  dapat melihat dan merasa betapa besar pimpinan Tuhan yang telah berlaku dalam kehidupan kita masing-masing.  Hal ini pula mengingatkan kita akan umat Tuhan pada zaman dulu  yang selalu dituntun oleh-Nya dalam perjalanan keluar dari tanah perhambaan menuju tanah kanaan.

Pembahasan:

Saya senang membahas pelajaran firman Tuhan pada Sabat yang kudus ini tentang bagaimana HADIRAT ALLAH  MENUNTUN umat Tuhan dahulu kala dan dengan cara yang sama menuntun kita juga pada masa yang lalu hingga pada saat ini dalam kehidupan kita masing-masng.  Kita buka Alkitab kita dalam Keluaran 13:21, 22:
    
“Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka dijalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam didepan bangsa itu.”

AWAN – adalah merupakan lambang hadirat Allah, yang setiap hari menyertai mereka.  Padang gurun di Timur tengah pada siang hari, panasnya bisa mencapai antara 40 – 45 derajad celcius.  Jadi disaat itu tiang awan lah yang menaungi umat Tuhan dari terik sinar matahari.

     Saudara-saudaraku yang kekasih didalam Tuhan,
    
Hadirat Allah menuntun umat-Nya:
1.   -JELAS terlihat.
2.   -BISA dirasakan, dan
3.   -TERASA terus menerus.
     Namun, itu bukan berarti:
1.   Tidak ada lagi gangguan-gangguan yang datang kepada umat-Nya.

Gangguan-gangguan yang datang kepada bangsa Israel :

Keluaran 14:8
“Demikianlah Tuhan mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel.  Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.”

*Jadi berada dalam lindungan Tuhan bukan berarti tidak ada gangguan-gangguan.

2.   Bukan berarti tidak ada kekecewaan-kekecewaan(tidak menghapuskan kekecewaan-kekecewaan/kesukaran-kesukaran).

Keluaran 15:23,24 –Sesampainya mereka di Mara –mereka menghadapi
kekecewaan, dimana tidak ada air minum, karena air disana   pahit rasanya.

Keluaran 17:1 – 7 –Pengalaman mereka juga waktu tiba di Rafidim, tidak ada air untuk di minum. Mereka memberikan nama kepada tempat itu dengan Masa dan Meriba karena: orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai Tuhan dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?”
    Jadi berada dalam perlindungan Tuhan, itu tidak berarti menghapuskan kesukaran-kesukaran. 

Ilustrasi: Saudara-saudaraku,.. bila tidak ada air minum, hal ini bisa mendatangkan problem yang besar.  Kami pernah mengalami listrik yang padam selama satu hari, sedangkan kami bergantung kepada pompa air yang dikendalikan oleh listrik, sehingga kami mengalami kesulitan dalam kebutuhan akan air.  Apalagi kalau yang memerlukannya banyak seperti bangsa Israel yang keluar dari Mesir.
     Berapa orang yang keluar dari Mesir ketika itu?.  Menurut Keluaran 12:37,38 yang tercatat: laki-laki 600 000 orang, belum termasuk anak-anak dan perempuan serta ternak.  Jadi semua berjumlah, kira-kita 2,5 juta jiwa.

3.   Berada dalam perlindungan Allah, itu tidak berarti bahwa kita tidak perlu membuat keputusan-keputusan.
Keluaran 16:14 – 30 –Mengenai Manna yang diberikan untuk makanan mereka di padang belantara. Perintah Tuhan ketika itu, supaya Manna tersebut dipungut oleh tiap-tiap orang menurut keperluannya (1 orang –segomer = 3,6 liter).  Seorangpun tidak boleh meninggalkan daripadanya/menyisakannya sampai pagi. 
Keputusan harus dibuat : MAU DISISAKAN ATAU TIDAK!

Kalau sisa sampai pagi –maka manna itu akan berulat dan berbau busuk.  Tuhan sudah mengatakan bahwa pada hari Jumat(hari ke 6), mereka memungut roti itu 2x lipat banyaknya (2 gomer tiap orang).
Sedangkan roti itu tidak ada pada hari Sabat.  Namun masih ada orang yang keras kepala –mencoba-coba cari rejeki pada hari Sabat.
Ada juga dari bangsa itu yang keluar memungutnya, namun mereka tidak mendapatnya.

Saudara-saudaraku yang kekasih,
Yang paling bagus—cari Tuhan pada hari Sabat.  Jadi keputusan harus dibuat ---Mau ikut Tuhan atau tidak!.
4.   Berada dalam lindungan Tuhan, selalu ada juga ketidaknyamanan.
a.    (Itu bukan berarti tidak ada bahaya).
-Keluaran 17:8-16 –Orang Amalek menyerbu orang Israel di Rafidim.  Oleh sebab itu orang Amalek harus ditumpas.  Musa berdiri di puncak bukit sambil memegang tongkat Allah.  Bila Musa mengangkat tangannya –maka orang Israel yang menang.  HARUN  dan HUR –menopang tangan Musa dan orang Amalek ditumpas karena adanya kerjasama dan saling tolong menolong.

b.   Itu tidak menghapus kelambatan-kelambatan:
Keluaran 19:1 – 3 –Bulan ke 3 bangsa Israel baru tiba di bukit Sinai.  Mereka terlambat masuk ke tanah perjanjian.  Namun Tuhan memeliharakan mereka.
     BAGAIMANA TUHAN MEMELIHARA ISRAEL?
          Keluaran 8:22 – ADA PEMISAHAN POTENSIAL:
          -Waktu tanah Mesir dilanda oleh pikat, orang Israel diasingkan di
          tanah Gosyen –dimana tidak ada pikat, ditanah orang Israel tidak
          ada pikat.
         
          Keluaran 10:23 – Di Mesir gelap gulita, tetapi pada semua orang
          Israel ada terang.

          Keluaran11:7 –Anak sulung Mesir akan mati, tetapi bagi bangsa
          Israel, seekor anjing pun tidak berani menggonggong.  Tuhan
          membuat perbedaan antara orang Mesir dan Israel.
          Supaya nyata antara umat Allah dan Non Umat Allah.

          Keluaran 14:19,20 TUHAN MEMBUAT PEMISAHAN POSISI:
          -Tiang api pindah ke belakang orang Israel (berdiri di antara tentara
         orang Mesir dan tentara orang Israel), sehingga terang untuk
          umat Tuhan dan kegelapan untuk yang tidak umat Tuhan.

          Keluaran 14:22-28 TUHAN MEMBUAT PEMISAHAN YANG PRAKTIS:
          -Laut Teberau –terbelah dan orang Israel berjalan ditengah-tengah 
          laut di tempat kering.  Orang Mesir mengejar dibelakang sampai ke
          tengah-tengah laut.
          -Kemudian Musa disuruh Allah mengulurkan tangannya keatas laut
          untuk memalu kembali.  Tetapi tidak seluruh air laut yang tertutup,
          Hanya bagi orang Mesir.  Jadi hanya separuh, sedangkan yang sete-
          ngah lagi –tempat umat Allah berjalan ditempat yang kering.

          Keluaran 14:30; 15:1 ---Saudara-saudaraku,...Selama 430 tahun di
          Mesir mereka tidak pernah menyanyi, tetapi sekarang mereka menya-
          nyi memuji Tuhan.

         
          KONKLUSI:

          Berada dalam lindungan Tuhan, itu tidak berarti:
          1.Tidak ada gangguan.
          2.Tidak ada kekecewaan-kekecewaan.
          3. Kita tidak lagi membuat keputusan-keputusan, tidak ada lagi
              bahaya, tidak ada lagi kelambatan-kelambatan.

     Tetapi ingat—Hadirat Allah tetap menuntun.  Allah biarkan kita untuk
     dimatangkan dan kita berterimakasih untuk kelepasan atas kekecewaan
     -kekecewaan dimasa yang lalu dalam kehidupan kita, karena ini adalah  
     pertanda bahwa HADIRAT ALLAH YANG MENUNTUN KITA dalam kehi-
     dupan selanjutnya.
 
     Inilah doa dan pengharapan kita didalam Yesus Kristus.

     Amen!.

                             Ayat Inti      : Keluaran 13:21.
                             Bacaan        : Keluaran 17:1 – 7.
                             Lagu Buka  : L.S. 38
                             Lagu Tutup : L.S. 17.