Minggu, 12 Agustus 2012

Kutipan utk direnungkan: Dosa.

 DOSA    (1)  @ Kalau tinggal dlm hati, Yesus tdk bisa tinggal.
  
   “Kalau dosa tinggal dalam hati, Yesus tidak bisa tinggal disana…Hendaklah kita membuka hati kita, agar Yesus masuk dan dosa dapat keluar.”
                   E.G. White, Review & Herald 16 Maret 1886.

DOSA  (2) @ Membuat kita tdk dpt tinggalkan kebiasaan buruk.
 
    “Tidak cukup membuat hati itu kosong; kita harus mengisi kekosongan itu dengan kasih Allah.  Jiwa harus di isi dengan Rahmat Roh Allah.  Kita tidak dapat meninggalkan banyak kebiasaan yang buruk dan tidak benar-benar disucikan, sebab kita tidak mempunyai suatu hubungan dengan Allah.  Kita harus bersatu dengan Kristus.”
                   E.G. White, Review & Herald, 24 Januari, 1893.

DOSA          (3)                         @ Kristus pelepas dari dosa.

   “Mustahil, dengan diri kita sendiri, melarikan diri dari lubang dosa yang didalamnya kita tenggelam.  Hati kita jahat, kita tidak dapat mengubahnya.  Siapa gerangan dapat menerbitkan yang suci daripada yang najis?.  Seorangpun tidak.  Karena pikiran tabiat duniawi itulah maut; tetapi pikiran rohani itulah hidup lagi sentosa.  (Ayub 14:1; Roma 8:7).  Pendidikan, kebudayaan, penguasaan kehendak, usaha manusia, dan semuanya mempunyai kegunaannya masing-masing, tetapi disini itu semua tidak berdaya samasekali.  Semua yang disebutkan diatas mungkin saja menghasilkan tabiat yang amat baik secara lahiriah, namun tiada dapat mengubah hati; tiada dapat membersihkan sumber kehidupan batin itu.  Haruslah ada didalamnya satu kuasa yang bekerja dari dalam, satu kehidupan baru dari atas, sebelum manusia dapat di ubahkan dari dosa kepada kekudusan.  Kuasa itu ialah: Kuasa Kristus.  Hanya anugrah-Nya saja yang dapat menghhidupkan segala kuasa jiwa yang tiada berdaya itu, menariknya kepada Allah, kepada kekudusan.”
                   E.G. White, Kebahagiaan Sejati, hlm 12,13.

DOSA(4)                         @ Perkembangannya seperti rumput.

   “Untuk menanam sayur-sayuran dan pohon buah-buahan, kita harus mempersiapkan tanah dengan mencabuti rumput dan memberi pupuk pada tanah.  Sebelum bibit tumbuh, banyak rumput mulai tumbuh.  Saya harus mencabutinya atau mereka akan membunuh tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan yang saya tanam.
   Dosa seperti rumput-rumput itu, jika dibiarkan, dosa akan berkembang dengan cepat, dan tidak lama akan mencekik buah roh yang baik yang harus kita tumbuhkan”. (Galatia 5:22-26).
                             Bersaks, Penuntun Guru SS. Trw.II/1999 hlm.63.

DOSA(5)                         @ Keangkuhan.

   “Dosa yang hampir tidak ada harapan lagi dan hampir tidak dapat diobati ialah KEANGKUHAN”.  E.G. White, Nasehat Bagi Sidang Jld1, hlm.102.

DOSA(6)               @ Allah mengaruniakan iman mengatasinya.

   “Melalui kelemahan tabiat, setan berusaha menguasai seluruh jiwa kita.  Ia tahu  jika kelemahan ini disayang-sayangi maka ia akan berhasil.  Itu sebabnya ia terus berupaya menyesatkan…sehingga mustahil bagi mereka mengatasinya.  Akan tetapi Yesus membela mereka dengan menunjukkan tangan-Nya yang terluka…dan Ia menyatakan kepada semua orang yang mau mengikut Dia: 2 Korintus 12:9 “Kasih karunia-Ku cukup bagimu”.
   Karena itu, janganlah  seorangpun menganggap  bahwa kekurangannya itu tidak teratasi.  Allah akan mengaruniakan iman dan kasih untuk mengatasinya.  Ingat hari grafirat.  Menyesali dosa—merendahkan diri dihadapan Tuhan supaya mereka tidak dilenyapkan. 
   Berdukacita karena dosanya…bertobat dengan sungguh-sungguh.  Penyelidikan jiwa harus dilakukan dengan jujur dan teliti.  Sikap semberono/anggap enteng harus dilenyapkan”.
                   E.G. White, Christ in His Sanctuary, hlm.125-126.

DOSA(7)                         @ Bila dilalaikan, resiko kehancuran.

   “Seorang wanita di St.Louis memperhatikan beberapa ekor lebah merayap-rayap di langit-langit rumahnya.  Ia tidak mempedulikannya karena hanya sedikit.  Selama musim panas pada saat itu, ia tetap tidak peduli sekalipun melihat beberapa ekor lebah masuk kelangit-langit.  Tetapi seluruh langit-langit itu sudah menjadi sarang lebah raksasa.
   Akhirnya, karena beratnya madu lebah tersebut, langit-langit kamar tidurnya runtuh.
   Kita melalaikan dosa---tetapi resikonya, kita menjadi HANCUR-- karena tekanan dosa harum yang telah bertimbun-timbun”.
                   Penuntun Guru Sekolah Sabat, Trw.IV/1989, hlm.83.

DOSA(8)                         @Betapa besarpun, terima Yesus.

   “Kita tidak mempunyai kebenaran kita sendiri yang dapat memenuhi segala tuntutan Hukum Allah itu.  Tetapi Kristus telah membuat sebuah jalan kelepasan bagi kita.  Dia hidup di dunia ini ditengah-tengah pencobaan dan godaan, sama seperti yang kita hadapi.  Dia menghidupkan satu kehidupan tanpa dosa.  Dia mati untuk kita, dan sekarang Dia mau mengangkat dosa-dosa kita lalu memberikan kebenaran-Nya pada kita.  Jika engkau mau menyerahkan dirimu sendiri pada-Nya lalu menerima Dia sebagai Juruselamatmu maka betapa besarpun dosamu dalam hidupmu di masa lampau, dengan tabiat-Nya itu engkau dianggap benar.  Sifat-sifat Kristus akan menggantikan tempatmu, dan engkau diterima dihadapan Allah seolah-olah seorang yang belum pernah berdosa.  Lebih daripada ini, Kristus mengubah hati itu.  Dia tinggal didalam hatimu karena iman.  Sepatutnya engkau memelihara perhubungan dengan Kristus---melalui iman serta penyerahan kehendakmu secara terus menerus.
   Dan selama engkau melakukan hal seperti ini maka Dia akan bekerja didalam dirimu baik dalam kehendak dan berbuat sesuatu dengan kehendak-Nya”.
   Baca: Galatia 3:13,14 dan Roma 8:1-4.
                                  E.G. White, Kebahagiaan Sejati, hlm.58.

DOSA(9)                         @ Jangan menyimpannya.

   “Kristus mengasihi jemaat-Nya.  Ia akan memberi segala pertolongan yang diperlukan kepada mereka yang meminta kuat kuasa guna mengembangkan tabiat Kristus didalam diri mereka.  Akan tetapi kasih-Nya itu bukanlah kelemahan.  Ia tidak akan melayani orang-orang yang menyimpan dosanya, dan tidak akan mengaruniakan kemakmuran  kepada orang-orang yang terus melakukan yang salah.  Hanya dengan pertobatan karena iman maka dosa-dosa mereka akan diampuni; karena Allah tidak akan menutupi kejahatan dengan jubah kebenaran-Nya”.          E.G. White, Signs of the times IV, 13 Nopember 1901, hlm. 208.

DOSA(10)                       @ Nyata pada pemandangan Ilahi.

   “Dosa dapat saja disembunyikan, disangkal, dan ditutup-tutupi dihadapan ayah, isteri, anak-anak dan teman-teman; tak seorangpun kecuali orang yang bersalah itu yang menyimpan rasa curiga karena kesalahan tersebut; akan tetapi pada pemandangan Ilahi semuanya nyata dengan jelas.  Ia (Allah) tidak akan tertipu oleh muslihat peribadatan..Manusia mungkin saja tertipu oleh kejahatan hati orang, akan tetapi mata Allah menembus segala topeng dan membaca sampai ke lubuk hati orang”.  E.G. White, The Great Controvercy, hlm.486.

DOSA(11)                       @ Masalah dosa tersembunyi.

   “Satu hal yang menarik terjadi di pangkalan militer di Alabama.  Seorang kolonel sedang memeriksa pasukannya, lalu tiba kepada seorang prajurit yang tidak diterima. “Kancingkan kantongmu, hai prajurit”, katanya.  Dengan rasa takut dan gemetar dijawab:”Sekarang juga, pak?. “Tentu saja sekarang”, kata kolonel.  Dengan hati-hati prajurit itu mengulurkan tangannya lalu mengancingkan kantong kemeja kolonel.  Kelihatannya selalu lebih mudah melihat kantong kemeja orang yang tidak terkancing dari kita punya sendiri.
   Mungkin,..masalah kita terbesar dalam masalah dosa yang tersembunyi, kita sering tidak dapat melihat diri kita sendiri seperti yang dilihat orang lain”.
   Baca: 1 Korintus 4:5 –Allah akan soroti perkara-perkara tersembunyi (Pengkhotbah 12:14; Matius 12:36,37; Yesaya 65:6,7).
                   Penuntun Guru Sekolah Sabat, Trw IV/1989 hlm.81.

DOSA(12)                           @ Terhadap Roh Suci.

   “Tidak perlu seseorangpun memandang dosa terhadap Roh Suci itu seperti sesuatu yang misterius atau tidak terjelaskan.  Dosa terhadap Roh Suci ialah penolakan yang terus menerus untuk memberi respons terhadap undangan untuk bertobat”.
                   E.G. White, The Great Controvercy, hlm.597.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kutipan utk direnungkan: Peraturan Jemaat.

 PERATURAN JEMAAT (1) @ Mempersatukan jemaat.

   “Firman Allah tidak memberikan kepada seseorang untuk menetapkan pertimbangannya yang bertentangan dengan pertimbangan sidang(jemaat), dan juga ia tidak boleh mendesakkan pendapatnya terhadap pendapat sidang(jemaat).
   Kalau tidak ada disiplin dan peraturan jemaat, sudah tentu jemaat akan pecah; jemaat itu tidak dapat bersatu padu sebagai suatu badan”.
                   E.G. White, Nasehat Bagi Sidang, Jld.2, hlm.25.

PERATURAN JEMAAT(2)     @ Manusia dapat hidup dengan peraturan sorga.

   “Meningkatnya ketegangan-ketegangan di negara-negara lain di dunia.  Kita hampir dapat mengatakan bahwa kita hidup di suatu dunia yang tidak ada peraturan.  Kita harus menghentikan pertempuran yang dilancarkan setan dengan tak henti-hentinya melawan Allah yang Mahatinggi.  Tujuan pemberontakannya di sorga adalah untuk mendirikan pemerintahan yang tidak ada peraturan.
   Syukurlah gagal.  Sekarangpun tidak akan berhasil.  Dalam penjelmaan, Allah membuktikan kepada manusia bahwa peraturan itu PERLU, bahwa manusia dapat hidup dengan peraturan sorga, bahwa mereka yang menerima Kristus sebagai Juruselamat, diberi kuasa dari sorga untuk berbuat demikian.”
                   H.M. Siagian, Kutipan untuk direnungkan: Agustus 05, 2012

PERATURAN JEMAAT (3)        @ Menjadi hukum umat Allah diatas dunia.

   “Malaikat-malaikat bekerja dengan teratur.  Peraturan itulah hukum surga, maka peraturan haruslah juga menjadi hukum umat Allah diatas dunia ini”.
   Baca : Ulangan 12:13,14 ; Maleakhi 3:10,8. Ulangan 14:28.
                   E.G. White, Testimonies to Minister, hlm.26,28.

PERATURAN JEMAAT(4)                            @ Memelihata kesucian.

   “Kewajiban(tanggung jawab) dari umat Allah supaya memelihara kesucian, ketulusan hati, dan semangat kerohanian dalam jemaat.
   Jika anggota-anggota menjadi dingin dan bersifat masa bodoh, maka jemaat harus berusaha membangunkan mereka.  Jika ada orang yang hanyut dari kebenaran, maka hendaklah diadakan usaha untuk membawa mereka kembali ke jalan yang sempit itu”.
                             Peraturan Jemaat, Revisi 2005 Edisi ke 17, hlm.187





PERATURAN JEMAAT (5)                  @ Mengurus anggota yang salah.

   “Dalam mengurus anggota-anggota jemaat yang bersalah, umat Allah harus dengan teliti mengikuti nasihat yang diberikan oleh Juruselamat dalam buku Matius fasal 18:15-18.
                   E.G. White, Testimonies Jld.7 hlm.260
                   Peraturan Jemaat, Revisi 2005 Edisi ke 17, hlm.187.

PERATURAN JEMAAT (6)        @ Jangan biarkan dosa, tetapi jangan beberkan.

   “Apabila saudaramu berbuat dosa, kata Kristus, “tegurlah dia dibawah empat mata”.(Matius 18:15) (Go and tell him his fault between thee and him alone).  Jangan beberkan kesalahan-kesalahan itu kepada orang lain.  Mula-mula diceritakan kepada seorang lalu kepada seseorang yang lain kemudian terus kepada orang lain lagi, maka kabar itupun terus berjalan dan kejahatan itu bertambah, sampai akhirnya seluruh jemaat menderita.
   Bereskanlah perkara itu diantara anda dan dia sendiri(dibawah empat mata).  Janganlah biarkan dosa saudaramu; tetapi jangan beberkan dosanya itu.  Perbaikilah dia dengan cara yang telah digariskan dalam firman Allah”.
                   Testimonies, Jld.7 hlm.260,261.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005,Edisi ke 17, hlm.188.)

PERATURAN JEMAAT (7)                          @ Jangan dendam.

   “Janganlah biarkan kebencian masak menjadi dendam.  Jangan biarkan luka itu bernanah lalu pecah dalam bentuk kata-kata yang beracun, yang mencemarkan pikiran orang-orang yang mendengarnya.
   Jangan biarkan pikiran-pikiran yang pahit terus menerus mengisi pikiranmu dan pikirannya.  Pergilah kepada saudaramu, dan dalam roh kerendahan hati dan ketulusan bicarakanlah hal itu dengan dia.  Ingatlah Yakobus 5:20”.
                   Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.188.

PERATURAN JEMAAT (8)        @ Jika tidak mendengar engkau dan jemaat.

1.   Bawalah seorang atau dua orang lagi (Matius 18:16).  Bawalah sertamu orang-orang yang ber-iman dan berbicaralah dengan orang yang bersalah itu tentang kesalahannya.  Mudah-mudahan ia akan tunduk pada ajakan saudara-saudara itu.
2.   Jika ia tidak mau mendengarkan mereka sampaikanlah soalnya kepada jemaat (ayat 17).  Biarlah jemaat mengambil tindakan terhadap anggota-anggotanya.
3.   Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah (as a heathen man) atau seorang pemungut cukai (Matius 18:17).

Jika ia tidak mau mengindahkan suara jemaat, jika ia menolak segala usaha untuk menyelamatkan dia, maka jemaat wajib/bertanggung jawab mengeluarkan dia dari persekutuan jemaat.  Setelah itu namanya harus dikeluarkan dari buku jemaat”.
          E.G. White, Testimonies Jld.7 hlm.262.
          (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi- Ke 17 hlm.189.}

PERATURAN JEMAAT (9)                  @ Mengurus masalah dosa.

   “Allah memandang umat-Nya sebagai satu tubuh, bertanggung jawab atas dosa-dosa yang terdapat diantara mereka.  Jika para pemimpin jemaat lalai mencari dengan rajin dosa-dosa yang mendatangkan murka Allah atas tubuh itu, maka mereka bertanggung jawab atas dosa-dosa itu.  Bila umat-Nya kedapatan berdosa, haruslah mereka dengan lekas mengambil tindakan-tindakan yang tegas (they should at once take decided measures to put that sin from them,…), untuk mengeluarkan dosa itu dari antara mereka, supaya murka-Nya jangan turun atas mereka semua. 
   Seseorang yang berdosa dapat mendatangkan kegelapan yang akan menutup terang Allah dari segenap perhimpunan itu”.
                   E.G. White, Testimonies Jld.3, hlm.269, 266.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi Ke 17, hlm.191)

PERATURAN JEMAAT (10)                @ Undang-undang & peraturan itu perlu.

   “Hai saudara-saudara, janganlah sekali-kali (never allow) biarkan pikiran (ide) orang-orang/seseorang menggoncangkan imanmu tentang tata tertiba (order) dan kerukunan (harmony) yang harus terdapat di dalam jemaat…Allah yang di surga adalah Allah yang berperaturan, dan Ia menghendaki semua pengikut-Nya mempunyai undang-undang, dan memelihara tata tertib.”
   (The God of heaven is a God of order, and He requires all His followers to have rules and regulations, and to preserve order”.)
                   E. G. White, Testimonies, Jld.5 hlm.274.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.192.)

PERATURAN JEMAAT(11)         @ Menjaga persatuan jemaat.

   “Jika masalah-masalah yang sukar antara saudara-saudara tidak dipaparkan dihadapan orang lain melainkan dibicarakan secara terus terang diantara mereka dalam roh kasih kekristenan, berapa banyak kejahatan yang dapat dicegah!.  Berapa banyak akar kepahitan yang banyak menodai orang akan dapat dibinasakan, dan betapa dekat dan lemah lembut para pengikut Kristus dapat dipersatukan dalam kasih-Nya”.
                   E,G, White, Khotbah diatas bukit, hlm.69,70.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.193.


PERATURAN JEMAAT(12)                 @ Pertikaian adalah cela bagi kebenaran.

   “Segala usaha harus dibuat untuk menyelesaikan masalah diantara anggota jemaat dan menyimpan pertentangan itu sedapat mungkin didalam lingkup yang terkecil.  Pertikaian, konflik, dan perkara hukum antara saudara se-iman adalah cela bagi kebenaran.  Mereka yang melakukan hal ini membuka jemaat terhadap cercaan musuh-musuhnya dan menyebabkan kuasa kegelapan menang.  Mereka menusuk kembali luka Kristus dan mempermalukan Dia secara terbuka”.
                   E.G. White, Testimonies Jld.5 hlm.242,243.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.193,194.)

PERATURAN JEMAAT(13)       @ Bila ada masalah, jangan ke pengadilan.

   “Sekalipun dalam dunia modern terdapat peristiwa-peristiwa yang mencari keputusan pengadilan sipil, namun orang Kristen harus memilih cara penyelesaian di dalam wewenang jemaat,… Keinginan Allah bagi anggota jemaat adalah agar mereka harus “hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”. (Roma 12:18).
   Anggota jemaat yang menunjukkan ketidak sabaran dan sifat mementingkan diri melalui ke-engganan mereka untuk  menunggu dan menerima rekomendasi jemaat dalam penyelesaian masalah terhadap anggota jemaat lainnya, dapat dikenakan disiplin jemaat karena pengaruh kekacauan pada jemaat dan penolakan mereka untuk mengakui wewenang jemaat yang dibentuk secara tepat”.
                   E.G. White, Testimonies Jld.9 hlm.216-218.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.194,195.)

PERATURAN JEMAAT(14)       @ Menunjukkan dosa.

   “Dosa dan orang-orang berdosa dalam jemaat hendaklah di urus dengan segera, agar orang-orang lain tidak terjangkit (,..that others may not be contaminated). Kebenaran dan kesucian menuntut supaya kita bekerja lebih cermat dalam usaha membersihkan perkemahan itu dari orang-orang seperti Akhan.  Janganlah orang-orang yang memangku jabatan yang utama dalam jemaat membiarkan dosa dalam diri seorang saudara.
   Tunjukkan kepadanya bahwa ia harus meninggalkan dosa-dosanya, atau ia harus diceraikan dari jemaat”. (Show him that he must either put away his sins or be separated from the church).
                   E.G. White, Testimonies Jld.5 hlm.147
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.196.)

PERATURAN JEMAAT(15)                 @ Dua macam tindakan disiplin.

   “Bila dosa-dosa yang berat dilakukan maka tindakan-tindakan disiplin harus dilaksanakan.  Ada 2 macam tindakan disiplin yang dapat dilakukan:
1.   Memungut suara untuk mencela (by a vote of censure).
2.   Memungut suara untuk memecat (by a vote to disfellowship).
  
   Mungkin timbul kejadian dimana pelanggaran yang dilakukan itu dianggap oleh jemaat tidak terlalu berat (is not considered by the church to be so serious) dan tidak perlu sampai diambil tindakan pemecatan…namun pelanggaran itu cukup serius juga sehingga jemaat perlu menyatakan sikapnya bahwa jemaat tidak berkenan akan perbuatannya itu.  Tindakan tidak menyetujui perbuatan itu dinyatakan dengan suara mencela”.
                   Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.196.

PERATURAN JEMAAT(16)                @ Arti mengeluarkan keanggotaan.

   “Mengeluarkan seorang dari keanggotaan jemaat, yaitu tubuh Kristus, adalah satu masalah yang serius.  Inilah disiplin yang terberat yang dapat dilakukan oleh jemaat; inilah tindakan yang paling berat yang dapat dijatuhkan oleh jemaat.  Hanya setelah petunjuk yang diberikan dalam pasal ini dijalankan, dan setelah segala usaha yang mungkin dikerjakan sudah dilakukan untuk mengembalikan anggota yang  bersalah itu balik daripada segala kejahatannya, disiplin seperti ini boleh dijalankan.  Perlulah kiranya meminta nasihat dari pendeta jemaat, atau jika ia ada, dari ketua konferens/daerah/wilayah, sebelum jemaat mengambil keputusan, bila langkah demikian dikehendaki”.
                   Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.197.

Kamis, 26 Juli 2012

15. I'd Rather Have Jesus.

I’d rather have Jesus than silver or gold;
I’d rather be His than have riches untold;
I’d rather have Jesus than houses or lands,
I’d rather be led by His nail pierced hand.

Than to be a king of a vast domain
Or be held in sin’s dread sway,
I’d rather have Jesus than anything
This world affords today.


I’d rather have Jesus than men’s applause;
I’d rather be faithful to His dear cause;
I’d rather have Jesus than world-wide fame,
I’d rather be true to His holy name.

He’s fairer than lilies of rarest bloom;
He’s sweeter than honey from out of the comb;
He’s all that my hungering spirit needs,
I’d rather have Jesus and let Him lead.
Terjemahan ke Bahasa Indonesia:
1.    Saya lebih suka memiliki Yesus daripada perak atau emas.
Saya lebih suka dimiliki oleh-Nya daripada memiliki kekayaan.
Saya lebih suka memiliki Yesus daripada rumah atau tanah.
Saya lebih suka dipimpin oleh tangan yang berlubang paku itu.
Refrain:  Kemudian akan menjadi raja yang memiliki daerah yang luas.
              Dan dituntun menghadapi dosa yang menakutkan.
              Saya lebih suka memiliki Yesus dari segala sesuatu.
              Dunia ini tersedia saat ini.
2.    Saya lebih suka memiliki Yesus daripada tepuk tangan manusia.
Saya lebih suka setia karena alasan kasih-Nya.
Saya lebih suka memiliki Yesus daripada nama yang tenar.
Saya lebih suka jujur pada nama-Nya yang kudus.
3.    Dia lebih indah dari bunga bakung di musim bunga.
Dia lebih manis dari madu yang keluar dari sarangnya.
Dialah segalanya yang diperlukan oleh jiwaku yang lapar.
Saya lebih suka memiliki Yesus dan biarkan Dia yang memimpin.
Latar Belakang Pengarang:  Pengarang : GEORGE BEVERLY SHEA.
          -Dilahirkan dari sebuah keluarga Kristen yang baik di Winchester, Ontario, Kanada pada 01 Pebruari 1909.  Ayahnya adalah seorang pendeta injil yang setia di gereja Metodist Wesleyan dan ibunya adalah mempunyai pengaruh kerohanian dan musik yang kuat dalam kehidupannya.
   George tumbuh di rumah pendeta di New York dan New Yersey.  Teman-teman dan keluargaya menjadi sangat menyadari bakat/talenta dan suara yang bagus yang dimilikinya.  Dia mulai bernyanyi secara teratur di gereja ayahnya dan juga untuk layanan gereja-gereja setempat lainnya.  Setelah SMA, George memasuki Houghton College di New York selama 1928-1929, tetapi keuangan keluarga menyebabkan dia meninggalkannya setelah satu tahun dan mengambil pekerjaan sebagai pegawai di sebuah kantor Asuransi di kota New York.  Selama waktu ini, ia tinggal bersama orang tuanya, sementara ayahnya melayani di kota Jersey.  Dalam bukunya yang berjudul: “Songs that touch the heart”, Bev Shea menceritakan kisah ini:
  
   Ibu saya adalah sebagai penuntun saya dan ia adalah seorang kolektor.  Dia suka sekali membagikan puisi dan selalu memiliki beberapa ayat di tangannya yang disalin dari buku atau dipotong dari majalah.  Ia biasa meninggalkannya diatas rak musik pianonya, yang menyebabkan saya menulis : “SAYA LEBIH SUKA YESUS”, ketika saya berumur 20 tahun. 
   Tanpa inspirasi lirik ibu saya, tidak ada lagu itu.  Selama bertahun-tahun, saya sudah tidak menyanyikan lagu apapun selain dari : “I’d rather have Jesus”.  Selama hampir 9 tahun Shea bekerja di perusahaan Asuransi Jiwa di New York, kemudian ia melanjutkan pelatihan Vocal dan bernyanyi melalui siaran-siaran gereje Kristen.  Pada suatu hari seorang Direktur sebuah stasiun radio mendengar dia bernyanyi dan mengatur agar ia tampil dalam sebuah program nasional dengan para penyanyi Lyn Murray.  Setelah lulus tes audisi, Bev Shea ditawarkan untuk pekerjaan sekuler agar mendapat uang yang banyak.  Tetapi dia menolak, dimana kalau ada tawaran yang demikian banyak orang-orang muda yang terus meloncat menerimanya.

   Tanggal 16 Juni 1934 Bev menikah dengan gadis remaja Eram Scharfe dan memiliki anak 2 orang.  Keluarga itu pindah ke Chicago, disana sebagai staff stasiun radio WMBI.  Pada bulan Juni 1944, Bev Shea menyadari ambisinya untuk menyanyikan Injil pada program radio nasional yang bernama “Club Time”.  Sebuah perusahaan aluminium terkenal yang dipimpin oleh seorang pengusaha Kristen yang setia, Herbert J. Taylor, program yang di sponsori Shea untuk beberapa tahun mendatang, program yang didengar oleh ribuan pendengar setiap minggu.

   Kemudian pada tahun 1940 dan 50 an, Shea aktif bernyanyi di kumpulan Pemuda di seluruh Amerika dan Kanada.  Untuk 3 dekade, Bev Shea telah melayani dengan Tim Billy Graham Evangelistic, diseluruh dunia di radio dan TV tahun 1956, George Beverly Shea diberi gelar doktor kehormatan dari Houghton College karena pelayanannya yang efektif.
   Kuasa lagu ini telah mempengaruhi dan mengubah kehidupan bagi Allah yang sepenuhnya akan di evaluasi hanya dalam kekekalan.  Ada banyak kesaksian yang tak terhitung dari setiap individu yang hidupnya telah di ubah oleh nyanyian pujian ini.
   Filipi 1:21 “Bagi saya hidup adalah Kristus……

                                      =====00=====

Jumat, 20 Juli 2012

Kutipan utk direnungkan: Penatalayanan


 PENATALAYANAN (1)                 *Hindarilah  hutang.
   
  “Bertekadlah untuk tidak pernah membuat hutang lain.  Sangkallah dirimu akan ribuan barang, daripada harus berhutang. Hindarilah utang itu seperti anda menghindari penyakit cacar.”
                   E.G. White, Christian Service hlm.257.

PENATALAYANAN (2)                         *Perpuluhan kedua.

   “Perpuluhan kedua untuk meningkatkan jumlah pengunjung kumpulan acara perbaktian dan juga untuk mengadakan dana bagi fakir miskin perpuluhan kedua dari semua keuntungan dituntut.”
                   E.G. White, Patriachs and Prophets, hlm.530.

PENATALAYANAN (3)               *Jangan memberikan apa yang sisa.

   “Jangan kita memberikan kepada-Nya apa yang sisa dari penghasilannya/kita, setelah seluruh kebutuhan kita yang utama dan kedua di puaskan: tetapi selagi utuh, kita harus mengasingkannya yang utama yang khusus menjadi milik-Nya.  Banyak orang memenuhi dulu segala kebutuhannya yang kurang penting kemudian meninggalkan bagi Allah yang sisa, kalau masih ada.  Jika tidak pekerjaan-Nya terpaksa menunggu sampai saat lain yang lebih baik.” E.G. White, Review & Herald, 16 Mei 1882.

PENATALAYANAN(4)                *Segala sesuatu terbuka dihadapan Allah.

   Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan bekenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

   Ilustrasi: Di Winnipeg Canada, pernah seorang polisi menangkap seorang yang bernama Benjamin Monette karena dia mengemudi sebuah mobil yang remnya , speedo meternya, lampu-lampunya rusak dan koplingnya pun telah di ikat dengan karet. Ketika polisi menanyakan apa pekerjaannya, ia menjawab: “SAYA MONTIR MOBIL”. 
   Kalau hidup kita dimana kita mengaku sebagai umat Kristen ini diperiksa hari ini, sesuaikah itu dengan pengakuan kita sebagai orang Kristen?.  Biarlah kita mengetahui sekarang bahwa kita pun memang sudah diperiksa setiap hari.  Siapakah yang sudah memeriksa/menyelidiki kita?.  Kristuslah yang menyelidiki hati.  Segala sesuatu adalah telanjang dan terbuka dihadapan mata Dia yang harus kita hadapi itu kelak dan tidak ada makhluk manapun yang tidak nyata dihadapan pandangan mata-Nya.
   Pada zaman bangsa Israel dahulu kala, korban-korban yang dibawa kepada imam besar dipotong dan di bedah sampai ke tulang punggungnya untuk melihat apakah jantung korban itu sehat dan kuat.
   Demikianlah korban-korban yang kita bawa pada zaman ini terletak dalam keadaan terbuka juga dihadapan mata yang tajam dari Imam Besar kita yang agung itu.”  Pelajaran Sekolah Sabat, Trw.IV thn.1983.

PENATALAYANAN (5)      *Tuhan akan tetap mengisi saluran-saluran itu.

   Kalau manusia mau menjadi saluran-saluran melalui siapa berkat-berkat sorga dapat mengalir kepada orang-orang lain, niscaya Tuhan akan tetap mengisi saluran-saluran itu.” E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.36.

PENATALAYANAN (6)      *Kemakmuran yang berbahaya.

   “Bukanlah piala kosong yang sulit kita bawa melainkan piala yang penuh hingga ke pinggirnya yang harus dengan hati-hati dibawa dengan seimbang….dan kemakmuranlah yang berbahaya bagi kehidupan rohani.”
                             E.G. White, Counsels on Stewardship hlm.141.

PENATALAYANAN (7)      *Kuasa kita.

   “Kuasa kita bukanlah dalam bakat, pendidikan atau dalam uang kita, ataupun dalam populeritas kita; melainkan dalam pengorbanan diri kita sendiri, dalam penurutan kita kepada Yesus Kristus…”
                             E.G. White, Sons and Daughters of God, hlm.236.

PENATALAYANAN (8)      *Cara memberi dengan teratur harus dijelaskan.

   “…Semua harus diajar untuk melakukan apa yang dapat mereka lakukan bagi Tuhan; untuk memberikan kepadanya kembali sesuai dengan apa yang telah diberikan-Nya…. Mekipun gereja itu terdiri dari hanya orang-orang miskin, pokok-pokok dari cara memberi dengan teratur harus dijelaskan dengan sebaik-baiknya, dan supaya rencana ini dapat diterima baik.”
                             E.G. White, Evagelism hlm.250,251.

PENATALAYANAN(9)                *Uang untuk memajukan pekerjaan Kristus.

   “Uang mempunyai nilai yang besar, oleh sebab uang itu dapat berbuat banyak kebaikan.  Didalam tangan anak-anak Allah adalah ia itu makanan bagi orang yang kelaparan, minuman kepada orang yang berdahaga, dan pakaian bagi orang yang bertelanjang.  Suatu perlindungan kepada orang yang diperas, suatu cara pertolongan kepada orang yang sakit.
   Tetapi uang itu tidak lebih berharga daripada pasir, hanyalah jikalau itu digunakan untuk menyediakan keperluan hidup, untuk menolong orang lain, dan untuk memajukan pekerjaan Kristus.”
                   E.G. White, Christ Object Lessons, hlm.351.


PENATALAYANAN (10)    * Milik pribadi hanyalah dipercayakan.

   “Betapapun besar atau betapapun kecilnya milik pribadi seseorang, biarlah dia selalu ingat bahwa hal tersebut hanyalah dipercayakan saja kepadanya untuk dimiliki.  Karena untuk segala kekuatan, waktu, talenta, kesempatan dan hartanya, dia harus memberikan perhitungannya kepada Allah.”
                   E.G. White, Counsels on Stewardship, hlm.22.

PENATALAYANAN (11)             @ Bukanlah dosa untuk mencari kekayaan.

   “Allahlah yang memberikan kuasa kepada manusia untuk beroleh kekayaaan, dan Ia telah mengaruniakan kesanggupan ini, bukan suatu jalan untuk memuaskan diri, melainkan sebagai jalan untuk mengembalikan kepada Allah milik-Nya.  Dengan tujuan ini bukanlah dosa untuk mencari kekayaan… Kitab suci tidak menyalahkan orang apabila ia menjadi kaya, jikalau ia telah beroleh kekayaan itu secara jujur.  Adalah ia itu loba akan uang dan digunakan salah yang menjadi akar segala kejahatan.”
                   E.G. White, Testimonies Jld.6, hlm.452,453.

Baca ayat-ayat firman Tuhan:
-Ulangan 8:17,18 –Allah yang memberikan kekuatan memperoleh kekayaan.
-Amsal 3:9, 10 – Muliakan Tuhan dengan hartamu.
-Amsal 23:4 – Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya.
-Amsal 21:6- Amaran cara yang dipakai mengumpulka kekayaan, jangan dengan lidah dusta.
-Mazmur 37:6 – Lebih baik yang sedikit pada orang benar.

PENATALAYANAN(12)              *Memberi dengan tidak rela, mengolok Allah.

   “Adalah lebih baik tidak memberi sama sekali daripada memberi dengan persungutan, sebab kalau kita berikan uang kita, padahal roh kita tidak rela, itu berarti mengolok Allah.”
                   E.G. White, Counsels on Stewarship hlm.199.

PENATALAYANAN (13)             *Bernilai kekal.

   Ilustrasi: “Pernah diadakan riset mengenai penggunaan uang sebesar U.S.$1:  Kalau uang sebesar $ 1 digunakan untuk :
1.   MAKAN – maka akan habis khasiatnya dalam waktu 5 jam.
2.   MEMBELI DASI – akan ketinggalan jaman setelah dipakai dalam waktu 5 minggu.
3.   MEMBELI TOPI – akan ketinggalan mode setelah dipakai dalam waktu 5 bulan.
4.   PERALATAN MOBIL – akan tahan hanya untuk waktu 5 tahun.
5.   MEMBANGUN JALAN – akan tahan untuk waktu 50 tahun.
Namun demikian kalau uang sebesar $1—digunakan untuk Kerajaan Allah –akan bernilai kekal.”
                   110 Ilustrasi Khotbah, Pdt.H. Soekandar, B.Th hlm.82.
                   (Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, Jatim).

PENATALAYANAN (14)             @ Penggunaan uang.
   Bukanlah banyaknya uang yang ada pada kita yang wajib dipertimbangkan tapi bagaimana kita memakainya.  Lukas 12:21; Amsal 13:7; Lukas 12:16-21 –segala yang dia timbun itu tidak ada faedahnya.  Kisah 10:1-6 –Kornelius, seorang yang berbakti juga dermawan.  Yusak 7:1 –Perkara Akhan oleh lobanya telah membawa bencana bagi segenap bangsa Israel.  Yohanes 6:9-11 –Seorang muda dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan kecil yang diberikan kepada Yesus dan diberkati-Nya dan dibahagi diantara 5000 orang.  Lukas 19:8 –Zakheus –ia membuka hatinya kepada Tuhan, memberitahukan bagaimana ia menggunakan kebendaharaannya atas harta miliknya.
  
   “Uang kita tidak diberikan kepada kita supaya kita menghormati dan bermegah-megah tentang diri kita.  Sebagai bendahara yang setiawan kita harus gunakan itu untuk menghormati dan memuliakan Allah.  Beberapa orang berpikir bahwa hanya sebahagian dari keuangan mereka adalah milik Tuhan.  Apabila mereka telah asingkan sebahagian untuk maksud-maksud agama dan derma, mereka menganggap sisanya adalah sebagai milik mereka, untuk dipakai sebagaimana mereka pikir baik.  Tetapi dalam hal ini mereka bersalah.  Segala yang kita miliki ialah Tuhan  punya, dan kita harus memberi kira-kira kepada-Nya bagaimana kita memakai uang itu.”
                   E.G. White, Christ Object Lesson hlm.351.

PENATALAYANAN(15)              @ Menerima untuk kemudian memberi.

   “Dengan memandang kepada Yesus, kita dapat melihat bahwa memberi itu adalah kemuliaan Allah kita…. Segala sesuatu diterima Kristus dari Allah tetapi menerima untuk kemudian memberi”.
                   E.G. White, Kerinduan Segala Zaman Jld.1, hlm.17.

PENATALAYANAN(16)              @ Tujuan Persepuluhan.

BUKAN UNTUK KAS MISKIN:
   “Persepuluhan itu telah disendirikan untuk penggunaan khusus.  Jangan itu dianggap sebagai kas miskin”.
          E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.103.
BUKAN UNTUK ONGKOS GEREJA:
   “Umat-Nya sekarang ini harus mengetahui bahwa rumah kebaktian adalah milik Tuhan, dan bahwa itu harus dipelihara dengan teliti.  Tetapi mengerjakan ini bukanlah dari persepuluhan”.
                   E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.102
BUKAN UNTUK MEMPERBAIKI BANGUNAN:
   “Mereka yang bertanggung jawab atas bangunan-bangunan gereja harus diberi ongkos-ongkos yang perlu untuk menjaga bangunan ini tetap baik.  Tetapi uang ini bukan dari persepuluhan”.
                   E.G. White, Manuscript 82, 1904.

PENATALAYANAN(17)                       @ Pengingat akan kepemilikan-Nya.

   “Allah menyediakan pohon pengetahuan baik dan jahat sebagai suatu pengingat akan kepemilikan-Nya atas segala sesuatu.  Demikian juga tuntutan Allah terhadap kita.  Ia menempatkan harta-Nya di tangan manusia, tetapi meminta agar sepersepuluh harus dengan setia dikesampingkan untuk pekerjaan-Nya...Apabila kita setia menurut tuntutan ini, maka kita mengakui bahwa segala sesuatu adalah milik Allah.”
                             E.G. White, Testimonies Jld.6, hlm.386.

PENATALAYANAN(18)                       @ Gagasan memberi secara sitematis.
   “Gagasan memberi secara sistematis telah diciptakan Allah demi kebaikan manusia yang cendrung untuk mementingkan diri sendiri…”.
   “Tanpa sistematis ini, maka kita gagal dalam mencapai standar yang telah dianjurkan oleh rasul-rasul’.
          E.G. White, Testimonies Jld.3 hlm.393, 411.

PENATALAYAAN(19)          @ Aturan mengumpulkan uang bagi Tuhan.

   “Tidak perlu dengan imbauan yang fasih lidah untuk menggugah simpati”.
                                      E.G. White, Testimonies Jld.3, hlm.413.
   “Berbahaya…kalau memberi bila perasaan tergugah, menahan kalau perasaan tidak tergugah”. E.G. White, Cousel on Stewardship, hlm.25.
   “Asingkan tiap minggu atau tiap bulan untuk Tuhan”.
                                      E.G. White, Testimonies, Jld.9 hlm.55.
   “Memberi dengan teratur janganlah dibuat menjadi paksaan yang teratur.  Hanya persembahan sukarelah-lah yang diperkenankan Tuhan”.
                                      E.G. White, Testimonies, Jld.3 hlm.396.
   “Soal memberi ini bukanlah terserah pada perasaan yang timbul secara tiba-tiba saja, Allah telah memberi kita perintah tertentu mengenai hal itu…Ia ingin supaya kita memberi secara tetap dan sistematis(teratur)”.
                                      E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.80,81.

  PENTALAYANAN(20)              @ Persembahan sistematis berasal dari Allah.

    Kita perlu sadar bahwa tidak ada rencana atau cara yang lain dalam pengumpulan uang yang kita perlukan selain kembali kepada dasar Alkitab dan Roh Nubuat.  “Persembahan yang sistematis(teratur) menurut penilayanmu seolah-olah tidak perlu.  Engkau melupakan satu fakta bahwa hal itu berasal daripada Allah yang kebijaksanaan-Nya tak pernah salah.  Rencana ini telah ditahbiskan untuk melenyapkan kekacauan membasmi roh ketamakan dan mementingkan diri dan menyembah berhala”.
                                      E.G. White, Testimonies, Jld1 hlm.545.
   Renungan ayat : Yesaya 1:11, 13; Maleakhi 1:13.
   Bila bangsa Israel dahulu membawa persembahan yang banyak kepada Tuhan dan…Tuhan tidak berkenan dan tidak senang untuk menerimanya, apakah mungkin kita sekarang ini juga dapat mengalami hal yang sama?.  Hal inilah yang perlu kita sadari dan inilah tujuan dari program penatalayanan agar semua umat Tuhan sudah dengan tepat dan benar dalam membawa persembahan-persembahannya kepada Tuhan dan umat Tuhan pun akan menerima berkat-berkat yang indah dari Tuhan pemilik semesta alam ini.
   Dasar memberi ialah Kasih.  Ini diungkapkan dalam Yohanes 3:16.

PENATALAYANAN(21)                       @ Persembahan/Memberi.

   “Persembahan adalah merupakan tanda bahwa kita mencintai Allah”.
                             E.G. White, Nasehat Penatalayanan, hlm.17.
   “Tanpa kasih yang murni, maka persembahan yang paling mahal sekalipun menjadi sangat tidak bernilai bagi Allah”.
                             E.G. White, Testimonies Jld.2 hlm.653.
   “Lebih baik tidak memberikan daripada memberi dengan bersungut-sungut.  Karena hal demikian itu kita mengolok-olok Tuhan”.
                             E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.199.
   “Dengan terus memberi maka peta Ilahi dipulihkan kembali”.
                             E.G. White, Counsel on Stewardship, hlm.14.
   “Allah merancang sistim memberi supaya manusia dapat menjadi seperti khaliknya, dermawan dan tidak cinta diri(tamak) – akhirnya memperoleh pahala kekal”.    E.G. White, Nasihat Penatalayanan, hlm.15.

PENATALAYANAN(22)                       @ Ketamakan >< Kesempurnaan tabiat.

   “Ketamakan adalah satu dosa yang paling biasa dan terkenal pada akhir zaman dan mempunyai pengaruh melumpuhkan jiwa”.
                             E.G. White, Testimonies, Jld.3, hlm.547
   “Dosa terbesar yang ada di dalam jemaat dewasa ini adalah ketamakan”.
                             E.G. White, Testimonies, Jld1 hlm.194.
   “Kesempurnaan tabiat tidak mungkin dicapai tanpa pengorbanan diri”.
                             E.G. White, Testimonies, Jld.9 hlm.53.

PENATALAYAN(23)                  @ Emas dan perak milik Tuhan.

   “Emas dan perak adalah milik Tuhan dan Ia dapat mencurahkan dari sorga jika Ia kehendaki”. E.G.  White, Nasihat Penatalayanan, hlm.15.

PENATALAYANAN(24)              @ Persepuluhan kedua.

   “Untuk menyokong perkumpulan mereka dalam melakukan upacara-upacara agama, sama halnya menolong orang-orang miskin maka persepuluhan kedua dari penghasilan mereka dituntut”.
                             E.G. White, Patriachs & prophets. hlm.530.
   “Untuk sebagian orang, Tuhan menuntut 20% dari penghasilan mereka, tetapi ada pula yang dituntut 33% dari penghasilannya”.
                             E.G. White, Testimonies Jld.3, hlm.395.
   “Pekerjaan Injil semakin meluas, menuntut perlengkapan yang lebih besar untuk menyokong lebih daripada apa yang sudah dituntut dari orang-orang dahulu kala”.   E.G. White, Patriachs & prophets, hlm.529.

PENATALAYANAN(25)              @ Persembahan dana pembangunan.

   “Beside all these systematic and regular donations there were special objects calling for free-will offerings, such as the tabernacle built in the wilderness, and the temple erected at Jerusalem”.  E.G. White, Testimonies jld.4, hlm.468.
   Keluaran 35:4,5,21…
   “Berikanlah persembahan yang paling baik kepada rumah yang dibangun untuk Tuhan.  Biarlah yang terbaik yang anda miliki, tunjukkanlah perhatian untuk membuatnya menyenangkan dan memuaskan”.
                                                E.G. White, Testimonies, Jld1, hlm.190.
   “Bila rencana dibuat untuk mendirikan bangunan di satu tempat pikirkanlah dengan sebaiknya tempat lain yang juga sama sangat membutuhkan uang untuk membangun bangunan  yang dibutuhkan”.                                                                   E.G. White, Testimonies, Jld.7, hlm.284.

PENATALAYANAN(26)              @ Gereja lain menolong pembangunan.

   “Namun demikian ada hal tertentu dimana jemaat baru tidak sanggup dengan segera memikirkan seluruh beban untuk mendirikan RUMAH PERBAKTIAN.  Dalam hal ini biarlah saudara-saudara di jemaat lain menolong mereka”.                                   E.G. White, Testimonies, Jld.6 hlm.101.

PENATALAYANAN(27)              @ Membuat gereja murah hati.

   “Gereja yang paling sistematis dan murah hati dalam membiayai pekerjaan Allah adalah gereja yang dalam arti rohani paling makmur”.
                                                E.G. White, Tetimonies, Jld.3 hlm.405.

PENATALAYANAN(28)              @ Tugas para pendeta.

   “Pendeta-pendeta haruslah menggalakkan serta membina roh kedermawanan dalam hati anggota-anggota jemaatnya”.
E.G. White, Testimonies Jld.2 hlm.518.
   “Ini adalah pekerjaan pendeta-pendeta namun sudah dilalaikan dengan begitu menyedihkan, umat Tuhan sudah merampok Allah dan kesalahan ini sudah diderita umat Tuhan karena pendeta-pendeta tidak mau menggusarkan hati saudara-saudaranya”. E.G. White, Evangelism, hlm.252.

PENATALAYANAN(29)              @ Kesetiaan syarat kemakmuran.

   “Sumbangan yang dituntut dari orang Ibrani untuk maksud-maksud rohani dan kebajikan berjumlah SEPEREMPAT dari pendapatan mereka.  Begitu berat pajak yang dibebankan pada sumber dana bangsa itu sehingga bisa membuat mereka menjadi melarat; tetapi sebaliknya, kesetiaan menurut akan peraturan ini adalah salah satu syarat kemakmuran”.
                                      E.G. White, Patriachs and Prophets, hlm.527.

PENATALAYANAN(30)              @ Private judgement be surrendered

   “When the judgement of the General Conference which is the highest authority that God has upon the earth is exercised, private independence and private judgement must not maintained but be surrendered”.
                                      E.G. White, Testimonies, Jld.3 hlm.492.
( “Bila pendapat/pertimbangan dari General Conference yang mana wewenang tertinggi yang Allah telah berikan kepadanya diatas bumi dijalankan, kebebasan pribadi dan pertimbangan/pendapat pribadi seharusnya jangan dipertahankan melainkan dilepaskan”.)

   “The tithe is turned into the local conference mission through the local church, where the member regularly attends or worship”.
                                      General Conference Working Policy V-12054.
   (“Persepuluhan dikembalikan ke Daerah/Conference setempat melalui gereja setempat, dimana anggota itu hadir secara teratur atau berbakti secara teratur”.)
    Ulangan 12:8 “Jangan kamu melakukan apapun yakni masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar”.

PENATALAYANAN(31)              @ Allah pemilik.

·         Allah pemilik (Mazmur 24:1); Manusia pengurus (Kejadian 2:15).
Kita adalah PENGURUS artinya PENGELOLA = Pengatur=pengawas=Manajer atau penatalayan.
           Mazmur 24:1; Hagai 2:9.
·         Kita adalah PENATALAYAN, bukan PEMILIK : 1 Petrus 4:10.
·         Apakah arti berkat?  Ibrani : Barak = membagi.  Amsal 11:25.
·         2 Korintus 9:5 –Eulogian = A gift.  Benevolence = Memberi tanpa mengharapkan balasan.
                H.M. Siagian, Kutipan utk direnungkan, 19 Juli 2012.
PENATALAYANAN(32)                       @ Janji Allah mencurahkan berkat.
“…Membuka pintu surga.
“…Mencurahkan berkat.
“…Menghardik belalang.
“…Memberkati tanahmu!” (Maleakhi 3:10-12).
“…Makan roti dengan limpah.
“…Tidak akan kekurangan.
                             Ulangan 8:9.

   “Jika kebajikan sistimatis diterima secara menyeluruh sesuai dengan rencana Allah, maka tidak akan ada perbendaharaan yang kekurangan atau jemaat yang murtad”.  E.G. White, Testimonies, Jld.3 hlm.409.

   “Persembahan sukarela dan persepuluhan merupakan pendapatan Injil”.
                                      E.G. White, Testimonies Jld5 hlm.149.

   1 Korintus 6:19,20 Kamu bukan milikmu sendiri.  Kamu telah dibeli, telah lunas dibayar oleh darah Yesus.  1 Petrus 1:19.

PENATALAYANAN(33)              @ Tanda bahwa Allah pencipta.

   “Persepuluhan dan persembahan untuk Tuhan Allah adalah sebagai tanda pengakuan kita bahwa Dialah pencipta kita dan juga telah menebus kita kembali dari kuasa dosa”.  E.G. White, Testimonies, Jld.6 hlm.479.

   “Ia meminta kita untuk mengakui-Nya sebagai pemberi segala sesuatu dan atas dasar ini Ia berkata: “dari segala kepunyaanmu asingkan = 1/10(Persepuluhan) bagi-Ku….” E.G. White, Nasihat Penatalayanan, hlm.44.

PENATALAYANAN(34)              @ Kebajikan yang sesungguhnya.

   Ayat firman Tuhan: Matius 25:40; Yakobus 1:27.
   “Tidak ada yang dapat melakukan kebajikan yang sesungguhnya(real benevolence) tanpa penyangkalan diri(self denial).  Hanya dengan kehidupan yang sederhana, penyangkalan diri, dan penghematan yang ketat(close economy) memungkinkan kita sebagai wakil-wakil Tuhan.  Dalam segala pekerjaan kita prinsip tidak mementingkan diri yang dinyatakan dalam hidup Yesus harus dijalankan.  Pada dinding rumah kita, pada lukisan-lukisan, pada perabotan rumah tangga, kita harus membaca, “Bawalah kerumahmu orang miskin yang tak punya rumah”.  “Pada lemari pakaian kita haruslah terbaca tulisan, seakan ditulis oleh tangan Allah, “Beri pakaian kepada yang telanjang.  Diruang makan, diatas meja makan yang berlimpah makanan, kita harus melihat goresan, “supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar? (We should see traced, “is it not to deal thy bread to the hungry”.)
   Yesaya 58:7.                E.G. White, Ministry of Healing, hlm.206.
PENATALAYANAN(35)                       @ Menguji seseorang.

   “Tangan Allah dapat memakmurkan atau menahan berkat-berkat dan sering Ia menahan berkat-berkat dari seseorang sedangkan tampaknya memakmurkan seseorang lain.  Semua ini adalah untuk menguji orang serta untuk mengoreksi isi hati”.  E.G. White, Testimonies Jld.3, hlm.547.

PENATALAYANAN(36)                       @ Prinsip-prinsip Alkitab yang penting.

   Galatia 6:7- Ada hubungan sebab-akibat. “Apa yang ditabur…
   Prinsip I: ALLAH SUMBER SEGALA-GALANYA:
          -Mazmur 50:10 –Punya-Ku segala binatang (Hagai 2:9 – perak).
          -Pilipi 4:19 – Allah memenuhi keperluanmu.
          -Markus 10:27- Segala sesuatu mungkin bagi Allah.
   Prinsip II: ALLAH MENGHARAPKAN KITA MEMBERI DAHULU, BARULAH MENERIMA (Lukas 6:38; Kisah 20:35; Lukas 12:31).
   Prinsip III: ALLAH AKAN MENYEDIAKAN: Ibrani 6:14
          Lukas 11:9- Minta –akan diberi.     1 Korintus 3:6.
                             Pdt.H.M. Siagian, Kutipan utk direnungkan,18 Juli 2012.

PENATALAYANAN(37)                       @ Jangan menahan persepuluhan.

   “Janganlah seorang merasa bebas untuk menahan perpuluhannya, menggunakan sesuai dengan kemampuannya sendiri, janganlah mereka menggunakan itu bagi dirinya dalam keadaan mendesak sekalipun atau menggunakannya dimana mereka rasa tepat, meskipun mereka merasa itu adalah pekerjaan Tuhan”.
                             E.G. White, Testimonies, Jld.9 hlm.247-248.

PENATALAYANAN(38)                       @ Mencegah sifat mementingkan diri.
   “Sifat mementingkan diri Nabal itu bukan hanya membutakan matanya terhadap apa yang paling baik bagi kebahagiaannya, juga membawa dirinya kepada kematian yang sebenarnya belum saatnya.  Sifat mementingkan diri adalah demikian: ia merusak, mencederai dan membunuh.
   Penyakit ini membunuh lebih banyak manusia daripada yang pernah dibunuh oleh obat-obat terlarang, perang atau racun manapun juga”,
                             Penuntun Pelajaran Sekolah Sabat, Trw II/1983 hlm.77.
   Bacaam : 1 Samuel 25:38.

PENATALAYANAN(39)              @ Tidak membuat miskin.

   “Bukan karena mengebalikan kepada Tuhan milik-Nya itu yang membuat manusia miskin, tetapi karena menahannya itulah yang menyebabkan kemiskinan”.  E.G. White, Review & Herald, December 24, 1903.
PENATALAYANAN(40)                       @ Menyingkirkan pemanjaan diri.

   “Allah tidak dapat mencurahkan Roh-Nya, bila sifat mementingkan diri dan memanjakan diri masih jelas tampak”.
                   E.G. White, Counsels on Stewardship, hlm.52.

PENATALAYANAN(41)              @  Supaya jangan merampok Allah.

   “Sebagian orang tidak puas dan berkata, “saya tidak mau lagi menyerahkan persepuluhaku, karena saya tidak percaya dengan cara penggunaannya”.
   Tetapi jangalah merampok Allah karena orang lain anda anggap tidak tepat menggunakannya”.  E.G. White, Gospel Workers, hlm.227.