Jumat, 15 November 2013

3. Kemurnian Pernikahan Kristen.

Pelajaran 03 - KEMURNIAN PERNIKAHAN KRISTEN

DAFTAR ISI

KEMURNIAN Ayat Hafalan

    Sebuah Karunia Tuhan
    Pengajaran dari Tuhan Yesus
    Bait Allah
    Rencana Allah untuk Tubuh Kita
    Tubuh Kristus
    Bolehkah seorang Kristen Memunyai Seorang Pacar?
    Murni dalam Pikiran
    Allah itu Setia
    AIDS - Masalah Jaman Sekarang

DOA

KEMURNIAN

Ayat Hafalan:

    "Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan." 1Te 4:3

Pertemuan pertama dari para tua-tua gereja yang diadakan di Yerusalem. Rasul-rasul adalah yang pertama dan mereka bertemu dengan Paulus dan Barnabas untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang penting yang membuat jemaat Kristen mula-mula bingung.

Mereka akhirnya memutuskan hanya ada tiga hal yang perlu dikatakan kepada jemaat Kristen pada masa itu. Bacalah tentang pertemuan ini dalam Kis 15. Salah satu hal yang mereka tulis untuk semua orang Kristen adalah supaya menjauhi percabulan. Sepucuk surat yang juga berisi perintah-perintah ini ditulis oleh para tua-tua untuk dikirimkan ke semua gereja.

1. SEBUAH KARUNIA TUHAN

Seks adalah suatu karunia yang indah, tapi yang sangat sering disalahmengerti dan disalahgunakan. Seks sering hanya diartikan sebagai sesuatu yang dinikmati. Seks adalah salah satu karunia yang paling indah yang Tuhan berikan bagi pria dan wanita dalam konteks pernikahan.

Orang Kristen tidak akan kehilangan pengalaman tersebut. Tuhan tidak pernah menahan sesuatu yang baik bagi para pengikut-Nya. Mereka mengalami sesuatu yang orang lain tidak mampu untuk sepenuhnya menghargai. Dengan roh yang suka memberi, pasangan dalam pernikahan dapat saling memberi dengan cara yang unik. Mereka tidak mencari kepuasan yang singkat untuk diri sendiri, tetapi bertujuan untuk memberikan kebahagiaan kepada yang dikasihinya.

2. PENGAJARAN DARI TUHAN YESUS

Tak seorang pun dapat mempelajari pengajaran-pengajaran dari Yesus dan dalam Perjanjian Baru tanpa memenuhi syarat-syarat yang dikehendaki-Nya yaitu kemurnian dan kebenaran. Percabulan, yaitu hubungan seks antara dua orang yang tidak terikat pernikahan, disebutkan dilarang paling sedikit 18 kali. "Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus." (Efe 5:3). Apakah perintah yang harus diterima oleh orang Kristen?

Perzinahan, yaitu hubungan seks dengan seseorang yang sudah menikah yang bukan istri atau suami sendiri, dilarang paling sedikit 15 kali dalam Alkitab. "Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat" (Mat 15:19). Ayat-ayat ini menyatakan sumber dari dosa-dosa tersebut.

Yesus menceritakan seorang wanita yang jatuh dalam perzinahan. Dia tidak menghukumnya, tetapi mengatakan padanya "Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi." Yesus tahu pasti bahwa wanita itu sudah berdosa. Tapi dengan kasih dia diampuni, dan diperintahkan supaya meninggalkan jalan hidupnya yang berdosa. Bacalah Yoh 8:1-11. Dalam beberapa terjemahan Alkitab Anda akan menemukan ayat-ayat ini sebagai bagian dari suatu perikop; di bagian yang lain mungkin ayat tersebut dicantumkan sebagai catatan kaki.

3. BAIT ALLAH

Kita adalah Bait Allah. "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1Ko 6:19). Jika kita melakukan dosa perzinahan atau percabulan, kita telah melanggar hukum Tuhan. Kebudayaan kita mungkin mengijinkan perbuatan dosa seks, namun dosa tetap merupakan ketidaktaatan kepada Allah. Tidak peduli seberapa besar masyarakat memberikan kelonggaran kepada kita untuk melecehkan karunia seks, dosa seks tetap merupakan dosa. Bagaimana kita tetap bisa menyebut diri kita sebagai orang Kristen sementara kita tidak mematuhi pengajaran dari Tuhan Yesus? "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yoh 14:15). Beberapa orang secara terbuka mengakui bahwa mereka tidak melaksanakan apa yang dikehendaki oleh moral Kristen, tapi beberapa orang Kristen justru menipu diri mereka sendiri dengan mengatakan bahwa mereka menuruti etika moral tersebut. Tuhan Yesus berkata, "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku." (Yoh 14:21).

4. RENCANA ALLAH UNTUK TUBUH KITA

Dalam sejarah Alkitab, seseorang yang ditemukan hamil di luar nikah pasti akan dirajam batu sampai mati atau dibunuh dengan cara yang lain. Biasanya dalam masyarakat tradisional, anak-anak laki-laki berkelompok dengan para laki-laki dan anak-anak perempuan berkelompok dengan para wanita. Di sini mereka mendapat pengajaran tentang moral kemasyarakatan. Mereka tahu apa yang masyarakat harapkan dari mereka dan tahu persis apa akibat dari ketidaktaatan. Tradisi itu jarang dilaksanakan lagi. "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rom 12:1-2). Bagaimana kita bisa mengetahui rencana Allah bagi tubuh kita? Apakah Allah bisa berubah? Apakah kita berani untuk melebur Allah kita yang kudus supaya sesuai dengan masyarakat kita yang bisa menerima dosa apa saja yang kita lakukan?

5. TUBUH KRISTUS

Bacalah dengan seksama 1Ko 6:13-20. Tahukah Anda bahwa seorang Kristen adalah anggota dari tubuh Kristus? Apakah Anda ingin mengambil sebagian dari tubuh Kristus itu dan menyatukan diri dengan seorang pelacur hanya untuk menyenangkan diri sendiri? Ayat 1Ko 18 menekankan perbedaan antara makan, minum dan dosa percabulan. Apa yang kita makan dan minum masuk dan keluar tubuh kita, tapi dosa percabulan melibatkan keseluruhan dari seseorang; pikiran, emosi dan tubuh. Melakukan hubungan seks yang salah berarti menyiksa nurani dan menghancurkan pribadi diri sendiri.

6. BOLEHKAH SEORANG KRISTEN MEMPUNYAI SEORANG PACAR?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus bertanya pada diri Anda sendiri dengan sebuah pertanyaan yang lain, yaitu apa yang Anda maksudkan ketika Anda menyebut tentang seorang pacar? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa kita tidak diperbolehkan melakukan hubungan seks dengan siapa pun juga (termasuk pacar atau tunangan) di luar nikah. Kalau mempunyai seorang pacar berarti melakukan hubungan seks, maka orang Kristen tidak perlu mempunyai pacar, karena tidak mungkin kita mentaati hukum-hukum Tuhan sekaligus melanggarnya. Tapi jika mempunyai pacar artinya sedang mencari kehendak Tuhan untuk hidup pernikahan kita dengan menjaga kesucian, maka orang Kristen boleh memiliki pacar. Allah menciptakan masing-masing kita secara berbeda dan dengan karunia yang berbeda. Yang Allah harapkan dari kita adalah kita dapat menggunakan karunia-karunia itu dengan bijaksana.

Jika kita mencari kehendak Tuhan untuk menemukan pasangan hidup kita, maka kita akan mengetahui orang macam apa yang paling cocok sebagai pasangan kita. Satu cara yang baik untuk melakukan hal ini adalah dengan berbicara, mendengarkan, bekerjasama, dan menikmati persahabatan dengan orang lain, antara pria dan wanita. Dengan melihat persahabatan semacam ini, kita bisa belajar hal-hal apa yang sesuai untuk kita. Kita bisa mempelajari dengan cara bekerjasama dan melihat apakah teman kita bekerja dengan menikmati pekerjaannya atau tidak mau melakukan bagiannya. Kita bisa belajar dengan cara pergi ke gereja bersama-sama dan melihat apakah teman kita tertarik untuk melayani Tuhan atau tidak. Kita bisa belajar dengan mengunjungi orang tua mereka dan melihat apakah mereka menghormati dan menghargai orang tua mereka atau tidak. Kita bisa belajar apakah kita dengan teman kita mempunyai kesenangan yang sama dengan mengambil waktu untuk bercakap-cakap. Kita belajar untuk berbelas kasihan kepada orang lain dengan cara saling berbagi masalah dan penderitaan kita. Pernikahan adalah suatu hubungan seumur hidup. Ketika Anda berpikir untuk menikahi seseorang, Anda perlu bertanya pada diri Anda sendiri pertanyaan ini, "Dengan kekuatan yang dari Tuhan, bersediakan saya untuk tetap mencintai orang ini selama 50 tahun mendatang mulai dari sekarang?" Ini adalah ikat janji yang Anda buat ketika Anda menikah.

7. MURNI DALAM PIKIRAN

Pengajaran Tuhan Yesus sangat tegas! Dia mengingatkan kepada orang- orang di atas bukit tentang pengajaran menentang perzinahan. Lalu Dia menjelaskan makna yang lebih lengkap lagi akan pengajaran ini: "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Mat 5:28. Titus menyatakan bahwa "bagi orang najis ... baik akal maupun suara hati mereka adalah najis." (Tit 1:15). Hati dan pikiran kita harus suci. Petrus mendorong kita untuk, "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus" (1Pe 1:13-16). Dalam Efe 4:23-24 Paulus menegur kita "supaya kamu diperbaharui dalam roh dan pikiran ... Yang telah diciptakan menurut kehendak Allah." Dengan memilih apa yang mengisi pikiran kita, berarti juga memilih apa yang hendak kita lakukan. "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Fili 4:8).

8. ALLAH ITU SETIA

Kristus mengampuni dosa dengan sungguh-sungguh, tapi Dia juga ingin pertobatan yang sungguh-sungguh. Ketika ada seseorang yang telah melakukan dosa percabulan datang kepada Dia dan berkata, "Tuhan ampuni aku atas apa yang telah kulakukan," Tuhan Yesus siap untuk mengampuni. Kristus dapat membuat "sesuatu yang indah" dalam hidup Anda, jika Anda memberi-Nya kesempatan. Kasih sayang Allah sungguh luar biasa! Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan- pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 1Ko 10:13. Carilah janji Tuhan bagi kita. Memang pencobaan akan datang kepada kita seperti juga kepada setiap orang atau "seperti sesuatu yang biasa bagi manusia" tapi Allah akan menyediakan jalan keluar. Janji yang penting adalah, "Allah adalah setia."

9. AIDS - MASALAH ZAMAN SEKARANG

    Apakah AIDS Itu?

    AIDS adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh suatu virus yang menghancurkan kemampuan tubuh untuk menanggulangi penyakit yang lain. Seseorang yang terkena AIDS mungkin akan terkena diare, batuk atau demam yang terus berlanjut selama beberapa hari meskipun sudah dirawat. Beberapa orang menyebut AIDS sebagai "peramping" karena menyebabkan seseorang kehilangan berat tubuhnya dan menjadi sangat kurus. Gejala yang lain adalah pembengkakan kelenjar limpa, demam dan berkeringat pada malam hari, radang mulut dan kulit yang kasar atau membengkak. Setelah mengalami sakit selama beberapa bulan atau tahun, pasien tersebut pasti meninggal. Meskipun pengobatan sudah dilakukan dengan berbagai macam obat, belum ada pengobatan yang ditemukan untuk AIDS. AIDS dapat diketahui melalui tes darah khusus untuk AIDS.

    Bagaimana Bisa Terkena AIDS?

    Penularan AIDS terutama disebabkan oleh hubungan seks. Mirip dengan sipilis atau gonorhea. Namun, seseorang yang terkena AIDS mungkin tidak menampakkan gejala penyakit dan akan terus menular kepada orang lain melalui hubungan seks. Seseorang dapat membawa virus AIDS dalam tubuh selama lima sampai sepuluh tahun, menyebarkannya kepada pasangan hubungan seksnya meskipun ia terlihat sangat sehat. AIDS dapat juga tersebar melalui darah. Seseorang terkena AIDS karena menggunakan jarum suntik yang telah dipakai orang lain. AIDS dapat juga tersebar melalui pisau atau pisau cukur yang digunakan untuk bercukur, khitan/sunat, atau memotong bagian lain dari tubuh. Seorang ibu yang terkena AIDS dapat menularkan penyakit tersebut pada anaknya yang belum lahir. AIDS tidak ditularkan melalui jabat tangan, kontak tubuh yang normal, makan bersama, makanan, minuman, pakaian, dan udara atau nyamuk.

    Bagaimana Anda Menjaga Supaya Tidak Terkena AIDS?

    Cara yang paling utama untuk mencegah tersebarnya AIDS adalah dengan hanya berhubungan badan dengan satu orang dan orang tersebut juga hanya berhubungan dengan Anda. Allah memerintahkan supaya kita hanya berhubungan badan dengan orang yang kita nikahi. Seseorang yang menaati Allah dalam kehidupan seksnya, dapat menjadi cara pencegahan yang paling umum untuk penularan AIDS.

    Bagaimana Mungkin Mengendalikan Kehidupan Seks Anda?

    Ini bukanlah suatu hal yang mudah dan banyak orang yang berpikir ini tidak mungkin. Tuhan ingin menuntun hidup kita dan menolong kita untuk menaati hukum-hukumnya tentang nafsu seks. Pertama harus mengakui sesuai Firman Allah bahwa Anda seorang berdosa dan layak untuk mendapatkan hukuman Allah. Anda harus berbalik dari dosa-dosa Anda dan mengakui bahwa Yesus telah membayar dosa-dosa Anda ketika Dia mati di kayu salib. Allah membangkitkan Dia tiga hari kemudian yang menunjukkan bahwa Allah telah menerima kematian Yesus sebagai penebusan atas dosa-dosa Anda. Anda harus menerima Yesus dalam hidup Anda sebagai Tuhan dan Penguasa. Jika Anda melaksanakan hal ini, Yesus akan datang dan tinggal tetap dalam Anda. Dia akan mengubah hidup Anda. Tubuh Anda akan menjadi Bait Roh Kudus. Ketika Yesus hidup di dalam Anda, Anda akan bisa mengatakan "TIDAK!" terhadap segala kecemaran seks dan menikmati hidup yang bebas dari rasa takut akan AIDS.
    Akhir Pelajaran (PKS-P03)

    DOA

        "Tuhan, ajar kami untuk menjaga kekudusan tubuh kami masing-masing hanya untuk orang yang sudah menjadi suami atau istri kami. Biarlah kami dapat menghargai karunia seks sebagaimana yang Engkau kehendaki. Amin"

    [Catatan: Tugas pertanyaan ada di lembar terpisah.]

Materi Pelajaran | Pelajaran 03 | Referensi 03a | Referensi 03b

Nama Kursus     :     Pernikahan Kristen Sejati (PKS)
Nama Pelajaran     :     Kemurnian
Kode Pertanyaan     :     PKS-T03

Pelajaran 03 - KEMURNIAN

INSTRUKSI

Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.:

    Bacalah Bahan Pelajaran dan semua Referensi Pelajaran dengan teliti.
    Bacalah Pertanyaan (A) dan (B) di bawah ini, kemudian jawablah dengan jelas dan tepat.
    Apabila Anda mendapatkan kesulitan sehubungan dengan isi Bahan Pelajaran, silakan menghubungi Moderator di:
    < yulia(at)in-christ.net > atau < kusuma(at)in-christ.net >

Perhatian:

Setelah lembar jawaban di bawah ini diisi, mohon dikirim kembali dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:
< kusuma(at)in-christ.net > dan di cc ke:
< staf-pesta(at)sabda.org >

***Catatan: Ganti (at) dengan @

Selamat mengerjakan!

PERTANYAAN A:

    Dalam konteks apakah seks diberikan Tuhan sebagai karunia?
    Apakah yang disebut sebagai dosa "percabulan"?
    Apakah yang disebut sebagai dosa "perzinahan"?
    Sebutkan ayat-ayat Alkitab yang melarang orang Kristen melakukan dosa percabulan dan perzinahan?
    Apa yang harus dilakukan oleh seorang Kristen yang melakukan dosa percabulan atau perzinahan?
    Jika masyarakat menghalalkan dosa seks sedangkan kekristenan melarangnya, apa yang harus kita lakukan?
    Mengapa dosa seks sangat dibenci oleh Tuhan?
    Apa yang kita sebaiknya kita lakukan dengan pacar kita ketika kita sedang berpacaran?
    Bagaimana penyakit AIDS ditularkan kepada orang lain?
    Bagaimana orang Kristen dapat menghindarkan diri dari kejatuhan dalam dosa seks?

PERTANYAAN B:

    Apakah masturbasi/onani merupakan dosa? Mengapa?
    Berikan beberapa contoh praktis bagaimana orang Kristen yang sudah menikah dapat menjaga kehidupan seksnya dengan kudus!

Materi Pelajaran | Pelajaran 03 | Pertanyaan 03

Nama Kursus     :     Pernikahan Kristen (PKS)
Nama Pelajaran     :     Kemurnian
Kode Pelajaran     :     PKS-R03a

Referensi PKS-R03a diambil dari:

Judul Buku     :     Keluarga Bahagia
Judul Artikel     :     Mengapa Kita Harus Penuh Hormat Terhadap Pernikahan
Pengarang     :     Stephen Tong
Penerbit     :     Lembaga Reformed Injili Indonesia, Jakarta, 1995
Halaman     :     57 -- 64

REFERENSI PELAJARAN 03a - KEMURNIAN

MENGAPA KITA HARUS PENUH HORMAT TERHADAP PERNIKAHAN?

    PENETAPAN TUHAN

    Pernikahan pertama dijodohkan oleh Tuhan sendiri. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan sesuai dengan peta dan teladan-Nya sendiri. Tuhan menciptakan laki-laki untuk perempuan dan menciptakan perempuan untuk laki-laki. Tuhan, Pencipta yang telah menetapkan sistem pernikahan ini, adalah Allah sendiri. Itu alasan pertama mengapa kita harus menghormati sepenuhnya akan pernikahan. Kita sebagai orang Kristen harus melihat segala sesuatu dari sudut Tuhan terlebih dahulu. Psikologi tidak pernah memberikan dasar yang kuat, karena mereka hanya melihat manusia dari pandangan manusia juga. Tetapi Kitab Suci mengajar kita untuk melihat segala sesuatu dari As/Poros, dan as itu adalah Tuhan. Maka dengan demikian kita melihat segala sesuatu dengan jelas dan tidak salah lihat akan segala sesuatu yang rumit di dunia ini. Karena pernikahan ditetapkan oleh Tuhan, dan orang-orang yang berpotensi untuk menikah diciptakan oleh Tuhan, maka pernikahan pertama dijodohkan oleh Tuhan sendiri, sehingga kita perlu penuh hormat dengan pernikahan itu sendiri.

    PERTEMUAN ANTAR PRIBADI YANG PALING INTIM DAN RESMI.

    Tidak ada hubungan lain yang mungkin lebih erat, lebih resmi dan lebih panjang artinya dan lebih indah daripada perkawinan. Ini merupakan suatu "I-Thou" Relationship. Pada permulaan abad ke-20, ada seorang profesor besar bangsa Yahudi dari University of Hebrew, yang bernama Martin Bubber (1878-1965), telah menulis satu buku yang tidak terlalu tebal, tetapi kalimatnya begitu kental, sehingga orang biasa perlu berjam-jam untuk memikirkan satu kalimatnya. Ia menulis buku itu dengan judul "I and Thou" ("Aku dengan Engkau"). Di dalam istilah ini, ia sudah mempunyai satu kerangka filsafat pikiran yang menganggap bahwa relasi menjadi rusak karena pertemuan oknum dengan oknum sudah dirusakkan oleh presupposisi/praanggapan yang tidak benar. Hubungan saya dengan kacamata saya, gelas, materi lainnya, bukanlah "I and Thou" tetapi "I and it". Tetapi hubungan saya dengan orang lain haruslah demikian intimnya, begitu saling menghargai, sehingga hubungan itu menjadi "I and Thou". Dari "I and it" menuju kepada "I and Thou" di situ perlu kesadaran yang luar biasa. Sayangnya, dan celakanya, begitu banyak orang yang menghadapi orang lain seperti menghadapi benda. Manusia lain dipermainkan seperti barang di dalam tangan. Manusia kalau dipersamakan dengan materi, bukankah kita akan melihat manipulasi dan kepura-puraan terjadi di masyarakat? Maka tidak mungkin tercapainya keadilan di antara manusia dengan manusia. Pada waktu manusia memperlakukan manusia lain sebagai binatang dan materi, maka yang diinginkan di dalam motivasi yang tidak beres itu adalah keuntungan melalui memperalat manusia. Kalau manusianya dijadikan satu alat untuk mencapai keuntungan manusia yang lain dengan ambisi yang tidak menghargai manusia sesamanya, maka dunia belum pernah mungkin mencapai perdamaian. Tidak mungkin tercapai keadilan dan kemakmuran, sehingga itu hanya merupakan slogan yang kosong belaka. Jikalau Saudara diperlakukan sebagai alat, Saudara akan merasa diri dan kehormatan Saudara sudah diinjak-injak kaki orang lain. Jikalau pacar Saudara mempermainkan Saudara untuk memuaskan dirinya saja, Saudara akan merasa hidup sangat tidak berarti, karena diri kita adalah seorang yang beroknum. Pada waktu pernikahan itu terjadi, berarti oknum dan oknum itu bertemu dan berjanji bersatu. Ini merupakan hal yang begitu besar, sehingga kalimat ini tidak salah: penuh hormat terhadap pernikahan. Ini adalah ajaran Alkitab yang jauh lebih baik daripada segala buku pedoman tentang seks, perkawinan dan keluarga yang ditulis hanya dengan pikiran otak manusia. Setiap orang yang mau menikah haruslah mengerti bahwa ini pertemuan oknum dan oknum dengan perjanjian yang selamanya. Ini bukan permainan. Menikah bukan seperti membeli barang. Menikah dengan seseorang bukan seperti memilih benda- benda yang kita senangi. Menikah adalah suatu kehormatan yang Tuhan berikan kepada manusia, di mana oknum tertarik dengan oknum, di mana kedua oknum berjanji untuk hidup bersama selama-lamanya di dalam dunia ini.

    MENYANGKUT DASAR DAN TANGGUNG JAWAB KELUARGA.

    Kita harus menghormati pernikahan karena pernikahan menjadi dasar keluarga, dan memberikan pengaruh dan tanggung jawab yang paling panjang di dalam diri, dan hidup kita. Mungkin kita berkawan dengan orang lain, tetapi kalau ia mau pergi meninggalkan kita, kita tidak berhak melarang, tetapi pernikahan tidak demikian. Pernikahan mengandung suatu unsur kemauan yang kekal untuk pertemuan dengan oknum yang lain. Antara kasih dan kekekalan ada satu kaitan yang khusus dan sangat bersifat rahasia. Itu sebab para psikolog mengakui, bahwa jika seseorang mengasihi orang lain dalam kaitan pernikahan, maka kita akan mengkonsentrasikan kasih kita pada orang itu. Tidak mungkin kita bercabang ke banyak orang. Jika kita mencintai seseorang, kita tidak mungkin lagi mencintai secara sama kepada orang lain. Jikalau seseorang ayah mencintai 5 anak, itu bisa sama rata dan adil, tetapi jika mencintai seseorang dalam tujuan pernikahan, tidak mungkin orang mencintai dengan cinta yang sama terhadap seseorang dibanding dengan orang yang lain. Maksudnya, jika kita mencintai seseorang, cinta itu begitu mutlak, dan menuntut keseluruhan, tidak mungkin dicabangkan sehingga disamaratakan dengan obyek cinta yang lain. Maka ini menuntut kita harus menghargai pernikahan. Bukan hanya itu, cinta tidak hanya berkait dengan keutuhan, tetapi juga dengan kekekalan. Kita pernah mendengar pemuda-pemudi yang belum tahu banyak tetapi bisa bicara seperti seorang filsuf. Pada waktu mereka jatuh cinta, merea mengatakan: "Bagaimanapun aku mencintai engau, sampai mati pun aku akan tetap mencintaimu", padahal belum pernah mati. Sepertinya mereka sudah tahu apa artinya hidup dan mati, bahkan ada yang mengatakan: "Biarlah sampai bulan jatuh, gunuing rontok, air laut Pasifik kering, cintaku tidak berubah." Saya belum pernah melihat bagaimana gunung rontok, air itu kering, mana mungkin secara riil kita mengatakan kalimat-kalimat seperti itu. Itu berarti ia ingin mencetuskan sesuatu, yaitu: Cinta dan kekekalan (Immortal) dipersatukan (secara instinktif). Cinta yang sejati membutuhkan laitan antara cinta dengan keutuhan dan cinta dengan kekekalan. Allah itu kekal, dan Allah itu kasih, itu sebabnya, kekekalan adalah hakekat cinta dan cinta menuntut tanggung jawab yang kekal. Di sini kita harus menghargai pernikahan, karena cinta yang ada di dalam pernikahan itu perlu berkait dengan Allah baru Saudara mungkin mengerti tanggung jawab yang sesungguhnya.

    SUMBER PROKREASI TERUS MENERUS

    Pernikahan bukan sekedar mengisi waktu yang belum sampai, atau mengasihi seseorang, tetapi merupakan sesuatu yang akan menghasilkan keturunan yang terus menerus. Jadi pada saat Saudara memilih, itu bukan memilih gelas atau mobil, tetapi seseorang yang akan menjadi nenek moyang keturunan Saudara. Maka tidak boleh sembarangan. Kita perlu penuh hormat dengan pernikahan. Selain memilih dia, bagaimana memupuk, dan menyempurnakan pernikahan, karena oknum yang Saudara nikahi, bersama Saudara akan menghasilkan keturunan yang turun- temurun. Maka "hendaklah kamu penuh hormat terhadap pernikahan" adalah prinsip-prnsip yang betul-betul kita hargai. Bukan saja demikian, melalui pernikahan kita haruslah menjadi contoh teladan di dalam keluarga kita. Perkataan, pengajaran terhadap anak-anak tidak lebih kuat dibanding dengan hidup, teladan dan prinsip sehari-hari yang Saudara jalankan di dalam kehidupan sehari-hari.

    Hidup pernikahan dari seorang laki-laki dan perempuan mengakibatkan mereka boleh menjadi wakil Tuhan di dalam rumah dan teladan yang memancarkan sinar cahaya Pencipta kepada anak-anak yang dicipta dalam keluarga mereka. Dalam konsep Barat dikatakan, "A son is born into my family" (seorang anak telah dilahirkan di dalam keluarga), sehingga konsep anugerah itu jelas, bahwa anak-anak yang dilahirkan di dalam keluarga kita melalui pernikahan, berarti Tuhan memercayakan anak- anak ciptaan-Nya kepada kita. Kalau anak-anak itu dilahirkan di dalam keluarga kita, kita harus sadar bahwa bukan saya yang melahirkan, menciptakan dan memproduksi itu, tetapi kepercayaan Tuhan, sehingga hidup-hidup yang masih kecil itu boleh diasuh oleh saya. Di sini perasaan tanggung jawab harus mendahului tindakan pernikahan. Pengertian semacam ini menjamin kita bisa hidup baik-baik untuk bisa menjadi wakil Tuhan di dalam keluarga.

    UNIT MASYARAKAT YANG MENJADI SAKSI

    Pernikahan akan menghasilkan satu unit masyarakat yang harus menjadi saksi Kristus. Setiap keluarga Kristen ada1ah satu unit masyarakat. Di mana pun Saudara berada, keluarga Saudara menjadi wakil dan saksi Tuhan. Biarlah keluarga kita boleh memancarkan cahaya Tuhan di dunia ini bagaikan mercu suar yang memberikan cahaya terang bagi kapal yang sedang berada di tengah ombak yang besar. Keluarga yang baik, indah dan bahagia memberika suatu ketukan kepada hati-hati yang tidak beres, hati nurani yang sudah menyeleweng, sehingga mereka melihat keadaan keluarga Kristen dan memanggil mereka untuk bertobat sebelum kita membuka mulut untuk menginjili mereka. Begitu banyak orang Kristen menginjil dengan mulut, tetapi hidup keluarga mereka tidak menunjang, karena hidup mereka di lingkung mereka demikian mempermalukan nama Tuhan, mengakibatkan daerah sekitar itu sulit diinjili. Pernikahan perlu dihormati dengan pengertian semacam ini, dengan demikian kita melihat bahwa pernikahan perlu sepenuhnya dihormati.

    PERNIKAHAN LAMBANG KRISTUS DENGAN GEREJA-NYA

    Di butir yang penting ini, kalau pada butir yang pertama pernikahan ditetapkan oleh Allah, maka pada butir yang terakhir, pernikahan melambangkan lambang yang paling rahasia, yaitu Kristus dan gereja- Nya. Seperti Kristus demikian mengasihi gereja-Nya sampai Ia mengorbankan diri-Nya untuk gereja-Nya, suami atau kepala keluarga harus belajar seperti Kristus, berarti ia sebagai kepala bertanggung jawab mengambil segala resiko dalam mencintai keluarganya, berkorban sehingga seluruh keluarganya disempurnakan.

    Kita telah membahas tentang definisi cinta. Cinta adalah mengorbankan diri demi menyempurnakan yang lain. Di mana ada pengorbanan, di situ ada tanda tindakan cinta. Di mana ada cinta kasih yang sesungguhnya, disana ada kerelaan untuk mengorbankan diri. Bagaimana Kristus menyerahkan diri untuk gereja-Nya, demikian juga suami rela mengorbankan diri untuk keluarganya. Demikianlah keluarga didirikan.

Materi Pelajaran | Pelajaran 03 | Pertanyaan 03

Nama Kursus     :     Pernikahan Kristen (PKS)
Nama Pelajaran     :     Kemurnian
Kode Pelajaran     :     PKS-R03b

Referensi PKS-R03b diambil dari:

Judul Buku     :     Hanya Maut yang Memisahkan Kita
Judul Artikel     :     Romantisme dalam Pernikahan
Pengarang     :     Pdt. Roby Setiawan, Th.D.
Penerbit     :     Setiawan Literature Ministry, 2007
Halaman     :     50 -- 54

REFERENSI PELAJARAN 03b - KEMURNIAN

ROMANTISME DALAM PERNIKAHAN

Setiap pernikahan dapat berubah suasananya sejalan dengan pergerakan waktu. Romantisme yang pernah ada pada waktu berpacaran pun bisa berubah. Memang hal ini bergantung pada pasangan itu. Pada sebagian pasangan, romantisme dapat hilang begitu saja; namun pada pasangan lainnya romantisme diekspresikan dengan cara yang selalu baru dan lebih kreatif.

Setiap orang memang mempunyai pemahaman yang berbeda tentang romantisme. Perbedaan yang belum dipahami itu sering menimbulkan ketegangan dan kekecewaan dalam hubungan suami-istri. Romantisme yang sehat adalah apabila terdapat keseimbangan antara unsur perasaan dan pikiran.

Kebencian adalah perintang romantisme besar. Kebencian merugikan kedua belah pihak. Kebencian menimbulkan sakit hati pada si pembuat masalah juga tentunya pada diri orang yang disakiti. Memang, dalam pernikahan selalu ditemukan unsur kekecewaan, luka hati karena kebutuhan dan harapan yang tak terpenuhi. Ingatlah, bahwa Anda menikah dengan orang yang tidak sempurna sama seperti diri Anda juga demikian.

Bersediakah Anda menerima pasangan Anda apa adanya? Tentunya ini sesuai dengan firman Tuhan yang berkata, "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah" (Rom 15:7).

Tuhan Yesus menerima kita tanpa mempersoalkan lebih dahulu kejahatan kita waktu lalu; dan tanpa menuntut kita agar suci dahulu. Ia rela menerima kita sebagaimana adanya, baru setelah itu Ia menolong kita untuk memperbaiki diri.

Penerimaan berarti pengampunan perbuatan akan masa lampau. Jika seseorang diterima apa adanya, maka ia akan merasa bebas untuk: mengembangkan dan memperbaiki diri, menjalani kehidupan, sharing secara terbuka dan bebas mengasihi diri sendiri serta pasangannya secara sehat. Berikut ini ada beberapa "bahasa kasih" dari suami/istri kepada pasangannya.

A. BAHASA KASIH YANG DIEKSPRESIKAN OLEH SANG SUAMI KEPADA ISTRINYA.

"Istriku akan senang sekali apabila..."

    Aku memeluknya dari belakang secara tiba-tiba.
    Ketika makan bersama kakiku mencari-cari kakinya.
    Aku mengusap-ngusap mukanya dan mencium matanya pada waktu ia berbaring di tempat tidur.
    Aku menyiapkan bekal untuk anak-anak untuk sekolah ketika tekanan darahnya anjlok.
    Aku mensharingkan rencana masa depan kami, visi dari Tuhan dan apa yang bisa kami lakukan bersama anak-anak untuk mencapai visi itu.
    Kami ke kamar anak-anak menjelang mereka tidur untuk bernyanyi dan berdoa bersama-sama.
    Aku memujinya di depan anak-anak.
    Ia berbaring dan bersandar di lengan kiriku sambil mendengarkan bunyi detak jantungku yang teratur dan tegas.
    Waktu pulang dari luar kota, aku membawakannya bakso, karena itulah makanan favoritnya.
    Aku melakukan "warming-up" (persiapan) yang cukup sebelum menikmati hubungan intim.

B. BAHASA KASIH YANG DIEKSPRESIKAN OLEH SANG ISTRI KEPADA SUAMINYA

"Suamiku akan merasa bahagia apabila...."

    Aku mendengarkan sharingnya dengan sungguh-sungguh sambil mengarahkan pandanganku kepadanya.
    Aku memijat-mijat kepala, punggung, dan badannya ketika ia sedang stres.
    Aku menemaninya untuk menonton film dan program-program kesukaannya di layar TV.
    Aku membacakan artikel-artikel khusus yang ia minta, sehingga pada waktu diskusi rasanya nyambung dan enak.
    Pada waktu ia pulang malam dan capek sekali, aku menyiapkan makanan kesukaannya.
    Aku menepuk pundaknya dan mendoakannya pada waktu ia akan menjalani tugas yang besar.
    Aku "berteriak-teriak" - sewaktu ia menggosok-gosokkan jenggot yang baru tumbuh di lenganku.
    Aku memakai body lotion yang wanginya ia sukai.
    Aku merawat tubuhku agar tetap fit dan langsing.
    Aku memakai baju tidur yang rendah belahan lehernya dan seolah- olah berkata, "welcome".

C. BEBERAPA SARAN UNTUK MENYULUT CINTA ROMANTIS:

    Romantika dalam pernikahan tidaklah didapat secara otomatis, tetapi harus diusahakan, sehingga membutuhkan waktu dan pengorbanan dari suami dan istri.

    Jadilah pribadi yang menarik walaupun tidak rupawan. Christian Dior pernah berkata, "Wanita yang jelek itu tidak ada. Yang ada ialah wanita yang tidak tahu membuat dirinya menarik." Untuk menjadi pribadi yang menarik dibutuhkan adanya keelokan batin.

    Tidak selalu benar bahwa seorang wanita kehilangan daya pikatnya ketika bentuk-bentuk lahiriahnya mulai memudar. Pengetahuan dan pengalaman seorang yang sudah senior apabila digunakan dengan baik bisa menyaingi gadis-gadis muda. Berikut ini adalah contoh orang- orang yang terkenal: Balzac pada usia 23 tergila-gila dan menikah dengan seorang wanita yang berusia 40. Goethe pada usia 26 menikah dengan wanita berusia 33. Rousseau pada usia 21 menikah dengan wanita berusia 34. Lou Tellegen (31 th) terpikat dengan Sarah Bernhardt yang berusia 35 tahun lebih tua darinya.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa ciri-ciri fisik seorang wanita memang menarik pada awal perjumpaan; namun selanjutnya dibutuhkan kemampuan jiwa untuk membuat sang partner terus-menerus tertarik padanya. Justru ironis sekali melihat fakta bahwa perceraian lebih banyak menimpa orang-orang yang rupawan. Salah satu sebabnya adalah karena mereka lebih mudah memikat orang lain, atau mereka mempunyai sifat narcistik (memuja diri) dan egocentric (berpusat pada diri sendiri saja). Dengan demikian, kecantikan dan ketampanan dapat berubah menjadi\'racun\'.

    Memiliki rasa percaya diri yang sehat. Ini tidak identik dengan sifat sombong. Rasa percaya diri didasarkan pada keyakinan bahwa anugerah Allah cukup bagi setiap orang. Setiap orang perlu merasa dirinya baik dan diberikan potensi serta karunia yang unik oleh Tuhan, sehingga ia tidak perlu iri hati terhadap orang lain. Rasa percaya diri dapat terpancar lewat caranya berdandan, berbicara dan membawa diri.