Kamis, 09 Februari 2012

6. Hukum Internasional.


Oleh: Pdt. H.M. Siagian, MPTh.
A. PENDAHULUAN:
   Saudaraku yang kekasih,..slamat berjumpa dalam pelajaran yang ke enam.  Mari kita berdoa sejenak: "Bapa kami di sorga, terpujilah Engkau karena kasih-Mu kepada kami manusia berdosa.  Hapuskanlah dosa-dosa kami agar kami layak menerima berkat-berkat-Mu.  Terimakasih untuk semua sarana yang menopang kehidupan kami selama ini sehingga memungkinkan kami boleh mempelajari firman-Mu saat ini.  Curahkan Rohulkudus-Mu menerangi hati dan pikiran kami untuk mengerti semua firman-Mu.  Kami pinta semuanya didalam nama Yesus, Amen!
   Saudaraku,...banyak orang berpendapat bahwa musuh terbesar bagi masyarakat  beragama bukan golongan  atheis, melainkan mereka yang tidak memperdulikan peraturan-peraturan(hukum).        Setiap pemerintahan atau negara mempunyai hukum yang kegunaannya adalah untuk mengatur tindak-tanduk rakyatnya dalam mengadakan hubungan satu dengan yang lain, dan yang mengatur tata tertib dan kehidupan masyarakat supaya teratur.  Kita berterimakasih karena negara kita mempunyai hukum guna melindungi kita dan hal itu wajiblah di taati.

B. PEMBAHASAN:
   Judul pelajaran kita saat ini ialah: “Hukum Internasional”, yakni Hukum Allah.  Kenapa Hukum Allah disebut sebagai Hukum Internasional?.  Karena itu berlaku secara universal, untuk seluruh dunia dan masih tetap relevan sampai sekarang ini.
   Siapakah pemberi Hukum itu?
1.      Kita membaca Yesaya 33:22 “Sebab Tuhan ialah Hakim kita, Tuhan ialah yang memberi hukum bagi kita, Tuhan ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita”.  Pada waktu Allah menciptakan dunia ini, Dia telah memberikan Hukum untuk memerintah segala sesuatu.  Dan lama sebelum Hukum itu diberikan di Bukit Sinai, Abraham sudah menurut Hukum.
2.      Selanjutnya kita buka Alkitab kita dan membacanya dalam Kejadian 26:5 “Karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku”.   Kemudian Allah sudah menjadikan dunia yang sempurna dan telah menempatkan manusia yang sempurna pula didalamnya.  Allah telah memberikan kepada manusia satu Hukum yang sempurna untuk memimpin mereka kedalam kehidupan yang terbaik penuh perdamaian dan kesenangan.  Semua orang ingin berbahagia, namun kebahagiaan itu telah hilang karena manusia telah melanggar Hukum.  Apakah sebenarnya peyebab mengapa manusia kehilangan Hidup Yang  Terbaik?.
3.      Mari kita buka Yesaya 59:2 “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”.   Tetapi, meskipun manusia telah berdosa, apakah Hukum itu berobah?.
4.      Kita baca dalam Mazmur 19:8 “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.”  Dikatakan disini bahwa Hukum Allah itu adalah sempurna.  Tentu perkara-perkara yang suci dan sempurna itu tidak berubah.
5.      Selanjutnya firman Tuhan berkata dalam Ibrani 13:8 “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya”.  Yesus Kristus tiada berubah.  Hukum itu telah ada sejak Adam sampai kepada Musa, yang disampaikan dari mulut ke mulut.  Kalau Hukum itu sudah ada sebelum Musa, mengapa hal itu perlu diberikan di bukit Sinai?.  Jawabnya ialah, karena diatas Bukit Sinai, Tuhan Allah ingin memilih Bangsa Israel menjadi orang-orang yang memelihara Hukum-hukumNya.  Di bukit Sinai, Hukum itu diberikan kepada mereka dalam bentuk tulisan.
   HUKUM ALLAH TIDAK BERUBAH:
     Kalau manusia membuat hukum/peraturan selalu berubah-ubah.  Ada orang yang beranggapan bahwa Hukum Allah juga telah berubah.  Apakah benar demikian?.
6.      Maleakhi 3:6 “Bahwasanya Aku, Tuhan, tidak berubah, dan kamu bani Yakub, tidak akan lenyap.”  Disini dikatakan bahwa Allah pemberi Hukum itu tidak berubah, jadi Hukum-Nya juga tidak berubah.  Ketika Yesus berada di dunia ini, ada orang yang menyangka bawa Ia telah datang untuk mengubah segala sesuatu termasuk Hukum itu.  Apakah yang Yesus katakan terhadap hal ini?.
7.      Matius 5:17,18 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.  Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi”.  Yakobus 1:17 mengatakan: “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”.
Pernahkah saudara-saudara pikir, apa yang terjadi kepada manusia bilamana Hukum Tuhan itu berubah-ubah?.  Tentulah hal ini akan membingungkan dan menyulitkan.  Jenis dunia apakah yang kita akan miliki sekarang kalau semua orang membuang 10(sepuluh) Hukum Allah itu?.  Maukah saudara-saudara tinggal di tempat yang demikian?.  Jenis dunia yang bagaimana pula yang kita akan miliki sekarang kalau setiap orang memelihara 10 Hukum itu?.  Tentu semua aman.  Tidak perlu pintu di kunci serta tidak perlu lagi penjara dan polisi.  Semua senjata-senjata perang itu, dibuang saja ke laut.  Maukah saudara-saudara tinggal di tempat yang demikan?.  Kita mengetahui bahwa ada 10 Hukum Allah, dan itu terdapat dalam :
8.      Keluaran 20:3-17. Sepuluh Hukum ini dibagi atas 2 azas besar yang terdiri dari: Hukum I-IV, menolong kita untuk mengetahui apa yang harus kita perbuat untuk menunjukkan kasih kita kepada Allah, sedangkan Hukum ke V sampai ke X menunjukkan kewajiban kita terhadap sesama manusia.
      ILUSTRASI:
      Pada suatu hari, seorang anak negro telah membawa sebuah semangka dari suatu tempat dan memperlihatkannya kepada ibunya.  Namun heran, ibunya hanya melihat anak dan semangka itu berganti-ganti.  Kemudian ibunya mengambil rotan dan tanpa banyak bertanya anak itupun dipukulnya.  Anak itu tidak mau menangis karena dia ingin tau apa alasan ibunya memukul dia.  Kemudian ibunya berkata: :”Mengapa kamu mencuri semangka yang mentah!”.  Rupanya ada filsafat disana yang menyatakan bahwa: Boleh mencuri,..asal yang masak/matang.  Namun dalam Hukum Allah yang ke 8 (Keluaran 20:15) mengatakan: “Jangan mencuri”. Tidak dikatakan, “asal yang masak”.  Kalau demikian, manakah yang benar?.  Karena rupanya banyak ajaran yang simpang siur.
9.      Yohanes 17:17 “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran”.   Sekarang ini yang sering mengacaukan bukanlah Firman Allah, melainkan pendapat manusia.   Padahal kita dinasehatkan dalam:
10.  Ulangan 12:8 “Jangan kamu melakukan apapun yang kita lakukan sekarang, yakni masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar”.  Artinya, barang yang benar kepada filsafatnya sendiri.  Tidaklah selamat bila kita bersandar kepada pertimbangan atau angan-angan hati kita.  Kenapa?.
11.  Karena dikatakan dalam Yesaya 55:8,9 “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan.  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu”.   Sekali lagi, mengapa Hukum Allah itu disebut sebagai Hukum Internasional?.  Karena yang membuatnya adalah Raja semesta alam dan Hukum itu berlaku untuk seluruh dunia.
12.  APAKAH FUNGSI HUKUM ITU?.  Jawabnya ialah: Sebagai cermin, pengenalan akan dosa.  Mari kita baca Roma 3:20 “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan dihadapan Allah oleh karena melakukan Hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”  Saudaraku,...Hukum itu tidak dapat berbuat sesuatu untuk keselamatan kita atau kita tidak dapat dibenarkan oleh menurut Hukum Taurat.  Karena kalau kita bisa diselamatkan oleh menurut Hukum, maka Kristus tidak perlu mati di kayu salib.  Jadi Hukum itu adalah untuk menyatakan kasih atau sebagai cermin.  Cermin itu tidak dapat membersihkan wajah kita, tetapi hanya menyatakan kekotoran itu.
13.  Jika demikian, apakah yang menyelamatkan kita?.  Mari kita buka Alkitab kita dalam Roma 3:28 “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”    Jadi jelaslah bagi kita, bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena ia melakukan Hukum Taurat.  Jadi yang menyelamatkan ialah KRISTUS.  Percaya kepada Yesus Kristus!.  Kalau begitu, apakah dengan demikian, kita meniadakan Hukum itu?.
14.  Roma 3:31 “Jika demikian, adakah kami membatalkan Hukum Taurat karena iman?. Samasekali tidak!.  Sebaliknya, kami meneguhkannya.
15.  Jika demikian, apakah yang kita harus lakukan?.  Kita buka 1 Yohanes 5:3 “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya  Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,.”
Kalau kita mempunyai kasih, kita harus menurut Hukum-hukum-Nya.  Yesus juga adalah seorang yang menurut Hukum Allah.
16.  Yohanes 15:10 “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal didalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal didalam kasih-Nya”.  Jadi bagi kita PERLU PENURUTAN.
ILUSTRASI:
     Dapatkah seorang anak berkata kepada ibunya: “Mami, aku cinta mami, kalau ternyata anak itu terus bermain hujan pada waktu hujan turun, padahal telah dilarang?.  Jadi penurutan itu adalah penting.  Mungkin saudara berkata dalam hati: “Jika saya tidak menurut, apakah salahnya?”.
17.  Yakobus 4:17 “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”.   Saudaraku,...Kita menurut oleh karena kita cinta dan cinta itu telah ditanamkan oleh Allah didalam hati kita.  Pada waktu Adam dan Hawa berdosa, ada 3(tiga) perkara yang dapat dilakukan oleh Allah:
a.       Memusnahkan Adam dan menciptakan Adam yang baru.
b.      Allah dapat memaafkan mereka, dan-
c.       Hukum ini dibatalkan supaya mereka(Adam dan Hawa) jangan salah
     Tetapi membatalkan berarti menghapuskan.  Ketiga perkara ini dapat dilakukan Allah.
     Yang manakah yang dilakukan diantara yang tiga ini?.  Jawabnya: TIDAK SATUPUN JUGA!.  Namun, Dia cari jalan keluar, yaitu: Menebus kita dari dalam dosa itu melalui anak-Nya yang tunggal.  Lebih baik anak-Nya yang tunggal itu mati/dikirim daripada Allah harus menghapuskan salah satu daripada Hukum-Nya itu.  Allah mencari jalan yang adil.

     ILUSTRASI:
     Pada suatu malam seorang ayah memanggil anaknya dan pergi menuju ke satu kebun jagung kepunyaan tetangganya.  Ketika tiba disuatu tempat yang agak sepi, ayah itu memandang ke kiri dan ke kanan, ke depan dan kebelakang.  Merasa bahwa tidak ada orang yang melihat mereka, anaknya disuruhnya memegang sebuah kantong sementara ayahnya mulai memetik buah jagung dan memasukkannya kedalam katong itu.  Dengan perasaan hormat tetapi disertai hati yang susah atas terjadinya peristiwa itu, anaknya berkata kepada ayahnya: “Ayah,...rupanya ayah lupa memandang kepada satu jurusan!.  Ayahnya bertanya dengan penuh keheranan kepada anaknya: “Apakah maksudmu, nak”?.  Anak itu menjawab, “Ayah,..ayah lupa memandang ke atas.  Allah melihat apa yang kita lakukan ini!.
     Karena digerakkan oleh perasaan dan keyakinan bahwa Tuhan Allah benar-benar memperhatikan perbuatan mereka, sekalipun dalam kegelapan malam, keduanya meninggalkan kebun jagung itu dan kembali kerumah dan tak pernah mencuri lagi.

     Saudaraku,...Sorga selalu memperhatikan kehidupan manusia dan selalu memperhatikan kehidupan kita.  Allah rindu agar kita memiliki Hidup Yang Terbaik di dunia ini dan di dunia yang telah disediakan bagi kita apabila Dia datang saat yang keduakali.

     KONKLUSI:
    
     Tuhan Allah berjanji akan memberikan kuasa kepada kita agar kita dapat menghidupkan suatu kehidupan yang sesuai dengan prinsip/azas surga, yakni: Suatu kehidupan yang menurut Hukum.  Marilah kita menghormati Allah dalam kehidupan kita setiap hari.  Marilah kita membiarkan agar Dia menuliskan sepuluh Hukum-Nya didalam hati kita supaya kita mengetahui akan kehendak-nya.  Bila kita mencintai Yesus, kita tentu akan menurut Hukum-Nya dan inilah jalan menuju kepada Hidup Yang Terbaik.
    Saya mengundang saudara sekarang untuk berjalan masuk melalui pintu kepada kesenangan yang besar.  Serahkanlah hidupmu sepenuhnya kepada Juruselamat dan katakan kepada-Nya keinginanmu untuk menghidupkan suatu kehidupan Kristen yang benar.
    Kiranya Tuhan Allah memberkati kita !. 
    Mari kita tutup dengan doa: "Bapa yang penuh kasih.  Kami selalu memuji dan memuliakan Engkau karena Engkau adalah Pencipta Alam semesta.  Kami selalu memohon pengampunan dari-Mu atas dosa dan pelanggaran kami terhadap hukum-Mu.  Saat ini kami bersyukur karena firman-Mu kembali mengingatkan kami agar kami boleh kembali ke jalan-Mu.  Berikan kuasa kepada kami untuk menurut hukum-hukum Allah berdasarkan kasih kepada-Mu.  Pertemukan kami kembali dalam pelajaran yang berikut. Kami berdoa didalam nama Tuhan Yesus. Amen!.
                                                                        Hms-
           

5. Dimanakah Sorga?

       Oleh: Pdt. H.M Siagian, MPTh.
            A.     PENDAHULUAN.
          
           Saudaraku yang kekasih dimanapun Anda saat ini berada!.  Kita kembali datang menghampiri hadirat Allah  memohon hikmat untuk firman-Nya yang akan kita pelajari.  Mari kita berdoa: "Bapa yang kami kasihi dan  yang mengasihi kami yang bertahta dalam kerajaan sorga.
          Kami sampaikan segala puji dan hormat bagi nama-Mu yang kudus.  Ampunilah kami dari segala dosa dan pelanggaran kami agar kami layak disebut sebagai anak-anak-Mu.  Kami bersyukur kembali untuk dapat belajar firman-Mu.  Tuntun kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami dapat mengerti pelajaran ini untuk menguatkan kerohanian kami.  Tuhan,..berkati semua orang yang telah menyempatkan diri untuk mempelajari firman-Mu ini dimanapun mereka berada.  Kami berdoa didalam nama Tuhan Yesus.  Amen!.  Saudaraku,..judul pelajaran kita saat ini adalah: "Dimanakan Sorga?". Sebelum kita memperbincangkan mengenai sorga, kita perlu mengerti lebih dahulu tentang penggunaan istilah atau perkataan SORGA dalam Alkitab.  Marilah kita  membandingkan dua ayat yang sama mengenai “sorga” dalam bahasa Yunani, tetapi didalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan dengan perkataan “langit” dan “sorga”.  Yang pertama dalam 1 Tesalonika 4:16 “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit,..”
     Kata asli dalam bahasa Yunani untuk sorga adalah OURANU.  Ayat kedua dalam 2 Korintus 12:2(Alkitab cetakan tahun 1965): “Bahwa aku kenal seorang yang didalam Kristus, maka empatbelas tahun lalu, orang itu telah terangkat sampai ke langit yang ketiga,(entahkan didalam tubuh tiada kuketahui, entahkan diluar daripada tubuh, tiada kuketahui, Allah juga yang mengetahui”.)  Disini “sorga” itu diterjemahkan sebagai “langit”, namun dalam bahasa Yunani, itu sama dengan “sorga” dalam 1 Tesalonika 4:16 tadi, yaitu OURANU(sorga).  Hal ini menyatakan bahwa penggunaan istilah/perkataan “sorga”dan “langit” adalah sama.  Kalau dalam bahasa Inggeris, perkataan”sorga” dalam ayat pertama(1 Tesalonika 4:16) ialah “langit”, bukan sorga.  Tentu bagi kita agak ganjil bila mengatakan bahwa kita “Yesus akan bawa masuk ke langit”, atau “Pesawat terbang kita turun dari surga”.
     Perkataan lain untuk “langit” dalam bahasa Indonesia artinya: “Tempat kediaman Allah atau “sorga”.  Ada beberapa orang yang bertanya: “Dimanakah sorga itu?”.  Dan ada mungkin yang menjawab: di “awang-awang”, dan sebagainya.
B.     PEMBAHASAN:
     Saat ini marilah kita membaca salah satu ayat yang menjadi dasar untuk perbincangan kita yakni: 2 Korintus 12:2-4 “Aku tahu tentang seorang Kristen; empatbelas tahun yang lampau- entah didalam tubuh, aku tidak tahu, entah diluar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya- orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.”(ayat 2).
     Ayat 3: “Aku juga tahu tentang orang itu,- entah di dalam tubuh, entah diluar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya- ayat 4: “ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia”.
    Ini adalah merupakan khayal Rasul Paulus sendiri, yang dituliskan dalam bentuk orang ketiga.  Bila kita perhatikan ayat 3 mengatakan: “Aku juga tahu tentang orang itu,..”  Ini menyatakan tentang dirinya sendiri.  Namun agar dia jangan menjadi sombong karena mendapat khayal itu, maka ia mengatakan dalam ayat 7 “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu..”  Ayat 2 antara lain menyatakan: “orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga”.
     Jadi Rasul Paulus dibawa ke langit yang ketiga, yakni Firdaus.  Orang-orang Yahudi mempercayai adanya 7(tujuh) langit, sedangkan Alkitab menyebut adanya 3(tiga) langit sbb:



1.      LANGIT PERTAMA:
   Buku Kejadian menerangkan mengenai langit yang pertama.  Kita baca dalam Kejadian 8:20: “Lalu Allah menamai cakrawala itu langit.  Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua”.
   Ayat 20 “Berfirmanlah Allah:”Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala”.  Inilah langit yang pertama.  Langit pertama ialah: Tempat burung-burung terbang(Yeremia 4:25).  Nama lain untuk langit, tempat dimana burung-burung terbang ialah: “udara”(firmament atau atmosfir), didalam bumi yang diciptakan Allah.  Ilmu Bumi menyebut bagian atas dari udara adalah stratosphere. “Langit”, itu bukanlah sesuatu kekosongan melainkan suatu hal yang konkrit.  Dan langit yang pertama inilah yang dikatakan Alkitab akan dibakar pada waktu kedatangan Yesus yang keduakali bersama dengan bumi/planet ini yang kemudian akan diperbaharui.
2.      LANGIT KEDUA:
   Mengenai langit kedua, marilah kita membaca Kitab Mazmur 19:2 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya”.
   Alam bintang-bintang, planet-planet dan gugusan adalah merupakan langit kedua.  Langit inilah yang menceritakan kemuliaan Allah.  Berapa luas dan lebarkah langit kedua ini?.

Newcomb, dalam bukunya berjudul “Astromy for everybody” halaman 8 menyatakan:”Bahwa bumi kita ini(yang sudah kita anggap besar), ternyata hanyalah sebesar biji sesawi//bayam.  Ini adalah secara perbandingan, yakni, sama dengan sebesar titik dalam gambar.  Bulan adalah sebesar ¼ dari titik tersebut dan letaknya kita-kira 2 ½ cm dari bumi.  Dimanakah matahari?.  Besarnya hanya sebesar apple(bola kasti) dan jaraknya dalam perbandingan adalah 13 m dari bumi.  Planet-planet lainnya, ada yang hampir-hampir tak terlihat dalam perbandingan ini, dan ada yang sebesar kacang hijau saja.  Dan jaraknya 5 m dari matahari, dan ada yang ½ km jauhnya dari matahari.  Diluar solar system(Tata surya) ini  terdapatlah suatu tempat kosong(ruang angkasa kosong) yang luasnya lebih luas dari seluruh benua Amerika.  Bintang yang terdekat bernama ALPHACENTAURIS.

   Dan setelah ruang angkasa luar yang luas dan kosong ini, barulah kita tiba pada bintang terdekat tersebut.  Kalau kita menyalakan lampu di ruangan ini dengan kecepatan cahaya 186 000 mil/detik, maka cahaya itu baru kelihatan di bintang terdekat setelah 4 tahun kemudian.  Perbandingannya lagi, kalau kita naik pesawat Garuda Airways, maka 600 tahun barulah kita tiba dibintang terdekat.
   Bintang –adalah satu benda langit yang mengeluarkan cahayanya sendiri.
   Bumi –tidak mengeluarkan cahaya.  Bintang yang paling terang yang terlihat dengan mata manusia ialah: Dog star(Sirius).  Bintang Sirius ini begitu besar sehingga 63 matahari sebesar matahari kita, dapat dimasukkan kedalamnya.  Inilah yang disebut ‘LANGIT KEDUA” yang Raja Daud katakan “menceritakan kemuliaan Allah”.
   Bintang yang berkumpul banyak seperti susu tercurah, disebut bintang: MILKY WAY(Bimasakti/jalan susu).
   Dengan pesawat teropong bintang yang ada di Palomar(Amerika Serikat) yang 200 inchi, maka telah dapat dilihat bahwa ada 40 billiun matahari dalam Milky Way.  Matahari dikelilingi oleh planetnya.  Kalau rata-rata tiap matahari mempunyai 9 planet, dikali dengan 40 billiun maka hasilnya 360 billiun planet yang ada di Milky Way.  Namun kita perlu ingat bahwa ada 200 juta Milkyway/Bimasakti itu.
   Mari kita baca Mazmur 8:4,5 “Jika aku melihat langitMu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kau tempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?”.
   Dari penjelasan ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa dunia ini adalah kecil, dan kita manusia ini adalah sangat kecil.  Akan tetapi betapapun kecilnya dunia, dan betapapun kecilnya manusia, namun Allah begitu cinta akan dunia ini.(Yohanes 3:16).

   Ada yang menanyakan, apakah Alkitab menyatakan bahwa planet-planet yang berjuta-juta itu didiami oleh makhluk ciptaan-Nya?  Apakah ada penduduknya disana?.  Nabi Yesaya menjawab dalam Yesaya 48:18 “Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit, Dialah Allah- yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami-“ Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain..”.  Namun, kita tidak mengetahui yang manakah dari planet-planet dalam tata surya kita yang dididami(selain dari planet/ bumi kita ini), dan yang manakah yang tidak didiami oleh makhluk seperti kita.

3.      LANGIT YANG KETIGA:
   Kepada Rasul Paulus, Allah telah menunjukkan langit ketiga.  Ia telah diangkat dalam khayal, jauh melewati Bimasakti/Milky Way kita, melalui langit kedua yang mengagumkan itu, lalu tiba di tempat kediaman Allah dan para malaikat-Nya yang suci, yaitu di langit ke tiga(Baca kembali 2 Korintus 12:2-4).
   Langit ke tiga adalah FIRDAUS.  Tetapi mungkin saudara bertanya: “Apakah buktinya bahwa Firdaus itu adalah SORGA?.
1.      Firdaus ialah tempat dimana kita dapati sebuah pohon yang bernama POHON ALHAYAT.  Samakah Firdaus dengan sorga?.  Kita buka Wahyu 2:7 “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada Jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”
2.      Pohon Alhayat(pohon kehidupan) terdapat dekat takhta Allah di sorga, hal ini dikatakan dalam Kitab Wahyu 22:1,2 “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.  Ditengah-tengah jalan kota itu, yaitu diseberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah duabelas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa”.
   Dari perbandingan ini jelaslah bahwa Firdaus itu adalah/dekat takhta Allah atau sorga, karena pohon Alhayat itu ada di dalam Firdaus dan pohon hayat itu ada dekat takhta Allah.
   Jadi Firdaus ialah tempat dimana takhta Allah(sorga) itu berada.
   Langit ke tiga berada diluar bintang-bintang itu.  Namun, kita tidak perlu memikirkan dengan apa kita datang kesana, karena Allah sudah sediakan itu bagi kita.  Rasul Paulus telah melihat dan mengetahui tempat itu dan dia juga telah melhat kemuliaan langit yang ketiga itu.  Dia bahkan sudah melihat juga langit I, II dan ke III.

   Penglihatan inilah yang mendesak Rasul Paulus untuk tetap setia sampai mati meskipun melalui pukulan dan siksaan yang pernah dialaminya semasa hidupnya dahulu.
C.     KONKLUSI:
   Kalau manusia rela mengorbankan apapun asal memperoleh dunia ini, maka Paulus pun rela mengorbankan jiwanya untuk memperoleh hidup yang kekal beserta Allah.  Apakah anda rindu untuk tinggal didalam sorga, di langit ke tiga yang telah disediakan oleh Allah bagi kita semua?.  Saya percaya kita semua rindu kesana!.  Mari kita berdoa: "Ya Allah, ya Tuhan kami.  Kembali kami memuji kebesaran dan kasih sayang-Mu.  Berkenanlah Engkau menerima kami sebagaimana kami adanya serta mengampuni kami dari segala dosa kami agar kami selalu layak menerima berkat-berkat-Mu.  Terimakasih atas firman-Mu.  Kami rindu bersama-sama Tuhan nanti didalam kerajaan sorga yang Tuhan telah sediakan bagi kami.  Kami berdoa didalam nama Yesus, juruselamat kami.  Amen!. Semoga Roh Tuhan membuka mata rohani kita agar dapat melihat kemuliaan tempat yang telah disediakan untuk orang-orang yang percaya kepada Allah, melalui Yesus sebagai Juruselamat.  Sampai jumpa dalam pelajaran selanjutnya  yakni pelajaran yang ke enam dengan judul : "Hukum Internasional".  Tuhan Allah memberkati kita!.

Jumat, 03 Februari 2012

Pentingnya Ulang Tahun


Pendahuluan :
   Mungkin Crystle yang mau memperingati hari ulang tahunnya,         susah tidur tadi malam
   Apa penyebabnya?. Mungkin karena tidak sabar & ingin cepat-cepat merayakan ULTA nya  (tiup lilin, potong kue....dll.).
   Banyak orang dewasa juga susah tidur kalau besok ulang tahun.
   Tetapi penyebabnya bagi orang dewasa seperti pada oppung kalau memperingati ulang tahun,  berbeda.  Bukan karena ingin cepat-cepat ulang tahun, melainkan sebaliknya, yaitu: HERAN mengapa ulang tahun kita begitu cepat datangnya.  Rasanya belum begitu lama kita berulang tahun, kok sekarang sudah berulang tahun lagi?.  Mengapa waktu berjalan begitu cepat?. Usia kita sudah bertambah satu tahun lagi. 
   Aduh,... sebagai orang dewasa mungkin kita berkata:  “kita cepat tua”.  Akibat perasaan tua itu, banyak orang dewasa kurang  senang merayakan ulang tahun.
   ULANG TAHUN memang menyangkut UMUR. Apa yang sebenarnya terjadi dengan umur kita pada hari ulang tahun?. Apa umur kita diperpanjang ataukah di perpendek satu tahun?.  Ada yang merasa umurnya bertambah satu tahun.  Sebaliknya, ada yang merasa berkurang satu tahun.  MANA YANG BENAR?.  Pertanyaan ini sama seperti soal tentang gelas air yang berisi setengah.  Apa gelas itu setengah isi atau setengah kosong?.  Pandangan optimis melihat gelas itu sebagai setengah isi, sedangkan mata yang pesimis melihat itu sebagai SETENGAH KOSONG.  Dua-duanya betul, tergantung cara memandangnya.  APA YANG TERJADI PADA HARI ULANG TAHUN ADALAH KEDUA-DUANYA :
  1. Umur kita bertambah satu tahun.  Artinya,...bila hidup kita ibarat sebuah garis panjang, maka dilihat dari ujung awal, ulang tahun berarti hidup kita bertambah satu tahun.
  2. Namun bila dilihat dari ujung akhir, ulang tahun berarti hidup kita berkurang satu tahun.  Sebab itu bagi orang dewasa ulang tahun dapat menimbulkan 2 perasaan, yakni :
i.                    GIRANG,..BAHWA UMUR KITA BERTAMBAH SATU TAHUN, ....
ii.                  Namun kita juga menjadi WASPADA bahwa masa hidup kita berkurang satu tahun.
    Saudara-saudaraku didalam Tuhan Yesus,
    Perasaan bertambah dan berkurang satu tahun itu menjadikan kita sadar bahwa tahun-tahun hidup kita sungguh berharga.  Tiap tahun, bahkan tiap hari itu, sungguh berharga karena jumlahnya terbatas.  Kita tidak bisa menambah.  Tahun-tahun dan hari-hari itu adalah pemberian Tuhan.  Kita tidak dapat membuatnya atau membelinya dengan harga berapapun.  Sebab itu kita patut menghargai tiap hari dan tiap tahun yang diberikan itu dengan sebijaksana mungkin.
    Itulah sebabnya Pemazmur menulis dalam Mazmur 90: 12 “AJARLAH KAMI MENGHITUNG HARI-HARI KAMI SEDEMIKIAN, HINGGA KAMI BEROLEH HATI YANG BIJAKSANA”.
Saudara-saudaraku,...
Sebuah ULTA memang bisa menjadi SEBUAH PERHITUNGAN.
    Tuhan memberikan kepada kita sekian tahun sebagai MASA HIDUP KITA. Diantaranya sudah kita lalui, sebagian lagi belum.
    Apa yang telah kita perbuat dengan tahun-tahun yang sudah lewat, dan apa yang AKAN kita perbuat dengan tahun-tahun MENDATANG?.
  1. ULTA adalah sebuah TONGGAK antara MASA LAMPAU, MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG.
  2. ILUSTRASI : PELUKIS TITIAN.
  • Pelukis abad ke 16 dari VENISIA – melukis  orang yang BEKEPALA TIGA.
i.                    Kepala yang I – adalah wajah Pemuda yang MENATAP JAUH KE DEPAN.
ii.                  Kepala ke II – adalah wajah orang DEWASA yang memperhatikan MASA KINI, dan...
iii.                Kepala yang ke III adalah wajah ORANG LANJUT USIA yang MENENGOK KE MASA LAMPAU.
Di gambar/lukisan itu, ada terdapat tulisan :
“DARI PENGALAMAN MASA LALU, ORANG MENJALANI MASA KINI DENGAN BIJAKSANA SUPAYA TIDAK MERUSAK MASA DEPAN”.
ULTA ADALAH : Perhitungan dengan MASA LAMPAU, MASA KINI DAN MASA DEPAN KITA. 
    Kalau perjalanan hidup kita terdiri dari sekian puluh TONGGAK, MAKA TONGGAK YANG ADA PADA HARI ULTA INI TIDAK AKAN KITA PEROLEH LAGI.

KONKLUSI :
    Pada Hari Ulang Tahun MASA KINI berubah menjadi MASA LAMPAU dan MASA DEPAN BERUBAH MENJADI MASA KINI.
    Jadi saudara-saudaraku, ULTA itu adalah penting.
    Memang, kita tidak perlu meniup lilin dan memotong kue, tetapi MARI KITA MENSYUKURINYA.
   Kami mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun untuk Danielle Eudora Crystle Rampen, yang ke 12 yang lahir 03 Pebruari 2000 bertepatan dengan tanggal kelahiran oppung doli yang ke 67 (03 Pebruari 1945).  Itulah sebabnya oppung berikan kamu nama dengan EUDORA yang artinya: “The beautiful gift from God”.  Kiranya Tuhan Allah senantiasa memberkatimu dan kamu benar-benar merupakan karunia yang indah dari Allah bagi keluarga, gereja, dan bagi nusa dan bangsa,  Jangan lupa pesan oppung: “Melalui pengalaman masa lalu, jalanilah masa kini dengan bijaksana supaya tidak merusak masa depan”.  Doakan juga oppung doli dan oppung boru, agar dalam masa purnabakti seperti saat ini kami masih boleh terus melihat kamu bertumbuh menjadi anak-anak yang setia dalam kebenaran.

HAPPY BIRTH DAY  CRYSTLE DAN OPPUNG DOLI:
03 PEBRUARI 2012.  GOD BLESS YOU IN HIM !

Kamis, 02 Februari 2012

The Bible and its value.

 

THE BIBLE, ITS ORIGIN, ITS CENTRAL THEME, AND ITS VALUE TO MANKIND

1.     The Bible stands out singularly as the book of books.  Its claim to divine inspiration is attested to,by many infallible proofs.
        To the careful reader, the Bible is the inexhaustible arsenal of truth and power.
        As we prayerfully read the sacred thruths on every page of the Bible, we can not help but exclaim as written in Roman 11:33 :

2.“Oh, the depth of the riches both of the wisdom and knowledge of God!.  How unsearchable are His judgments and His paths beyond tracing out!. (KJV: His ways past finding out!).

3. It is prayerful reverence that I have chosen the Bible, its origin, its central theme, and its value to mankind, as my subject at this time.

        THE ORIGIN OF THE BIBLE.
    During the first twenty-two centuries of human history, the knowledge of God was transmitted orally by the heads of God-fearing families, but when sin made the memory of men untrustworthy, the Lord chose the written word to preserve truth, and that is the way we got our Bible.
        The word Bible comes from the Greek word “biblia” meaning books.
        The Bible is made up of sixty-six books, thirty nine in the O.T, twenty seven in the N.T.
        It was written by kings, priest, prophet, physicians, shepherds, and humble fishermen, during about sixteen hundred years.

        God, the great Architect of the universe, claim to be the Author of the Bible.  Thus we read in Hosea 8:12 “I have written for him the great things of My law”.
        In Isaiah 34:16 we read: “Search from the book of the Lord, and read:
        Not one of these shall fail; Not one shall lack her mate.  For my mouth has commanded it, and His spirit has gathered them”.

        Paul, one of the writers of the Bible assures us in 2 Timothy 3:16, that : “All scripture is given by inspiration of God,…
        In 2 Peter 1:21 –“for prophecy never came by the will of man, but holy men of God spoke as they were moved by the Holy spirit”.
       
        How could it be otherwise?.
       Think of the instruments God used to write His word.  They came from all walks of life.  Yet, they have the same message and their writings form a complete unit.
        Sinful, mortal men have sought by all devise to tear the books of the Bible apart.
        Have they succeded?.  They have failed miserably! The Bible still stands as a unit—and why?. Because God is its Author!.
        The Bible contains proof in itself that God is its Author.  I shall mention but a few irrefutable examples in support of my position.
1.     Its fulfilled predictions put the stamp of divinity upon its pages.
   
Read Isaiah 53:1-12...If we read these verses, it is mention about the experiences of our Saviour on Calvary and we will be overwhelmed by the fact that Isaiah relates the experience of the cross, speaking of it as in the past, although it actually took place about 800 years after Isaiah wrote about it. 

    Who, but God, could give us a detailed description of the death of His son 800 years before the time!.
    Therefore, many other Bible predictions made centuries before they actually happened.  Bible prophecy is, in thruth, the seal of divine inspiration of the Book of Books.

2.     The story of Creation as found in the first two chapters in the Bible has been assailed by the enemies of the Holy Scriptures over and over.
   
    Many volumes have been written to disprove the Bible story.  Have they succeded?. Never!.
    Many scientists have come to the conclusion that the Bible story is unassailable.  It is incomparable in simplicity
and truth,  and the more one studies the first two chapters in Genesis, the more that report of creation becomes divine—which in truth it is.

3.Think of the Bible story of the flood.
    Many so called scientists made sport of that Bible record until excavations convinced the skeptics and modern science made contact with the earth’s stored oil and gases.  The geologist and the mineralogist have become the defenders of the Bible, and assertions by so-called scientists opposing the Bible have backfired and made fools out of the enemies of God’s word.

3.     Finally, think of the moral character of the Bible—its moral sublimity is irrefutable proof of its divinity.
            Read the Ten commandments. Ex.20:1-17. Meditate on the golden rule as found in Matthew 7:12 : “Therefore, whatever you want men to do to you, do also to them, for this is the Law and the Prophets.

    Who, but God, can demand such high ideals!. Read Philippians 4:8 and think of the standard the gospel set before the believers.  Who can match it?.
    Surely the Bible is God’s Book, revealing His love, wisdom, and power!.
 THE CENTRAL THEME OF THE BIBLE
    Jesus Christ, our blessed Saviour, is the great and central theme of the Bible.  It speaks of Him as the Workmaster of creation.

    My dear friend, do you read your Bible to discover the Christ of the Bible?.  Since Christ is the central theme of the Bible, the written word is the gospel of Jesus Christ and, unless  we know the Bible, we shall not have the true concept of the plan of redemption.
    Friends,..do you make the Word of God your daily source of information to know and do God’s will?. Or is your vision dimmed by the tradition of men?  In all the 66 books of the Bible, God says in Matthew 17:5 …”This is my beloved Son, in whom I am well pleased. Hear Him!”.

    Unless we see Christ when reading our Bible, we fail to get the true meaning of God’s word.
   THE VALUE OF THE BIBLE

    As an educating power, the Bible has no equal.  Nothing else so broadens the vision, strengthens the mind, elevates the thoughts, and ennobles the affections as does the Bible.
    The customs of men change, yet the Bible meets the requirements of every ages, race and clime. Nothing can satisfy the needs of the soul as does the Bible.  In it we find help for every need---in sickness, in sorrow, in trial.
          Without the Bible the world would perish in hopeless darkness.(2 Peter 1:19; Isa 60:1-3.)

        Brethren,…What the Bible mean to you?.  Do you let dust gather on its covers?. Do you make it your daily counselor?. How much time do you devote to God’s Book?.   Do not say: “I am too preoccupied with my daily duties to spend much time with the Bible.”
        Think prayerfully.  What the Bible mean to you?.  How does it affect your thoughts, words, and actions. 
       
        Will you be in the kingdom because the Bible was your guide?.  Surely, these are not idle questions, and we shall do well if we can answer them  in affirmative, because we have studied our Bibles.

        In conclusion, I want to give a few simple rules for reading the Bible with spiritual benefit:

1.  Open your Bible with the prayer found in Psalms 119:18 “Open my eyes, that I may see Wandrous things from your Law”.

The Scriptures are spiritual and one needs spiritual eyes to see the glorious truths in God’s word.  Too often we approach the Bible with unsanctified minds and fail to hear God speaking to us.  Too many of us read the Bible in the light of church creeds, and we seek to fit the word of God into our way of reasoning, and thus confusion results.

2.  Approach the Bible with reverence and awe, as we find it in Psalms 119:161, “Princes persecute me without a cause, But my heart stands in awe of Your word.”  Let none of us be guilty of irreverence toward the holy Sriptures.
3.  Read the context carefully, for that is the only way you can get the true meaning of the Scriptures!
4.  Compare Scripture wit Scripture, for in so doing you will find that one text will illuminate the other.
5.  Read your Bible to benefit your own soul.  In Matthew 4:4 Jesus says: “Man shall not live by bread alone, but by every word that proceeds from the mouth of God”.
Too many professed Christians feed on the husks produced by the human mind.  How damnable is the filthy literature on which many feed!.
    What can be the outcome of such a life!.
    Crimes of all description are committed by modern youth simply because they feed on  the poisonous weeds of ungodly authors.

6.  Concentrate while you read the Word and do not let your mind wander. God’s word says in Psalms 119:15 “I will meditate on Your precepts, And contemplate Your ways”.
7.  Read your Bible when your mind is rested, preferably in the morning.  When the daily burdens and the cares of life press heavily, our minds become tired, and we have difficulty in retaining hat we read.

8.  Live up to the light you get from God’s word.
    God’s word says in :
    James 1:22 “But  be doers of the word, and not hearers only, deceiving yourselves”.

CONCLUSION :
    My friends, I have set before you a few reasons why I believe that the Bible is God’s Book, and why it will meet every need of every believing soul.
    I have shown that when we prayerfully follow God’s word, it will become life and strength to us.
    Will you not resolve to study the Bible regularly and with an open mind?.

    Why not say as the Psalmist did , in Psalm 119:105
“Your word is a lamp to my feet and a light to my path”.

    May God’s word be to each of us all God intended it to be, is my humble prayer.
                            ======


BENEDICTION :
Number 6:24
    “The Lord bless you and keep you,
The Lord make his face shine upon you
and be gracious to you;
The Lord turn his face toward you
and give you peace.

2 Kor 13:14” May the grace of the Lord Jesu Christ;
                 and the love of God,
                 and the fellowship of the H.S.
                 be with you all.”
         
Key Text : Ps.119:105. 
Bible Reading : Isa 53:1-5.

Songs : L.S.  146; 135.