Sabtu, 01 Juni 2013

3. S P I R I T I S M E



Oleh: Pdt. H.M. Siagian MPTh.

Pendahuluan:
   Sejak zaman Adam sampai kepada zaman kita ini, musuh besar kita telah menggunakan kuasanya untuk menindas dan membinasakan.  Tetapi kita masih menghadapi musuh itu sampai sekarang ini !.  Siapakah musuh kita itu?.  Epesus 6:12 “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”.   Ini jelas adalah IBLIS. Kita baca lagi dalam ayat 11: “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis”.  Jadi jelas disini, kita berperang melawan Iblis.
    Saudaraku,… Bila Iblis itu adalah roh, maka kita melawan dia dengan roh pula.  Iblis menipu kita sebagaimana dia menipu Adam dan Hawa.
    Salah satu alat yang digunakan setan untuk menipu manusia adalah melalui SPIRITISME.

    Pembahasan:

   Judul pembahasan kita saat ini adalah: SPIRITISME.  Apakah spiritisme ?

   Arti Spiritisme menurut kamus Webster memberi penjelasan sebagai berikut: Berasal dari kata Spiritualisme “the belief that the dead can communicate with the living” (Satu kepercayaan bahwa orang-orang yang sudah mati dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang masih hidup).  Bahwa dunia orang-orang yang sudah mati itu tidak mati, itu sebabnya mereka itu dapat mengadakan hubungan, kegiatan dan nasihat serta petunjuk-petunjuk kepada manusia yang masih hidup.  Hal ini dipinjam dari falsafah kekafiran, dan didalam kegelapan kemurtadan besar dimasukkan ke dalam kepercayaan Kristen, dan telah mendesak kebenaran yang diajarkan dengan jelas dalam Alkitab bahwa “orang mati tidak tau apa-apa( Pengkhotbah 9:5)..  Itulah kepercayaan orang-orang yang disebut SPIRITISME.  Inilah suatu saluran yang dianggap suci, melalui mana SETAN bekerja untuk mencapai tujuan-tujuannya.

   Saudaraku,…pertama sekali spiritisme ini muncul adalah di Taman Eden.  Setan telah menanamkan kepercayaan itu kepada Adam dan Hawa.  Setelah mereka percaya maka mereka pun di jatuhkan.  Bagaimana caranya?.  Kita baca Kejadian 3:4 “Sekali-kali kamu tidak akan mati,….Inilah dasar spiritisme.  Bahwa jiwa itu adalah kekal.  Jiwa itu tidak seluruhnya mati. Percayalah Adam dan Hawa –maka jatuhlah mereka.   Disini ular merupakan medium.  Melambangkan apakah ular itu?.
   Wahyu 12:9 “Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.”  Ular itu melambangkan Iblis (lambang daripada iblis).   Iblis adalah suatu kuasa yang tidak mudah dimengerti.
   APAKAH TUJUAN SPIRITISME?
   Wahyu 16:13,14 (Baca)..ada disebut disini tentang  “tiga roh najis yang menyerupai katak yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib/melakukan tanda ajaib”.  Tetapi apa maksudnya?
   Kita kembali kedalam Wahyu 12:9 bahwa naga besar si ular tua/Iblis atau Satan itu dilemparkan ke bumi.  Tujuannya adalah untuk menyesatkan kita dari Allah.
   Permulaan Spiritisme di Amerika Serikat dimulai oleh keluarga Fox.
   Catherine, Leah dan Margareth Fox, telah memainkan peran penting dalam penciptaan spiritualisme.  Mereka adalah sebagai warga Hydesville, di New York.  Pada tahun 1848 keluarga Fox mulai mendengar suara-suara ketokan yang tak dapat dijelaskan.  Setiap malam mereka diganggu karena mendengar ketokan.  Putri mereka berkata: “Papy, ada tamu!.  Tetapi mereka periksa ternyata tamu tidak ada.  Kemudian Kate dan Margareth melakukan upaya untuk menghubungi entitas spiritual yang dianggap menimbulkan suara ketokan itu.  Anak perempuan keluarga Fox ini menanyakan kode kepada setan-setan itu.  Katanya: “Kalau kau benar-benar ada maka berilah kode”.  Kemudian putri tuan Fox pun terhubung dengan roh seorang penjual toko kelontong yang diduga dibunuh dan dikubur dibawah rumah mereka.  Kemudian digalilah tanah dibawah rumah itu dan benarlah ditemukan tulang tengkorak dari pedagang kelontong itu. Sejak itu peristiwa tersebut tumbuh cepat menjadi sebuah gerakan keagamaan yang disebut Spritualisme.

    Demikianlah setan pintar untuk membuat supaya manusia itu sesat dari Tuhan.  Saudaraku,…roh orang mati itu tidak ada samasekali!—Ini adalah merupakan penipuan setan sendiri.  Kalau dahulu spiritisme adalah musuh kekristenan tetapi spiritisme ini sudah merupakan sekte tertentu, sudah merupakan suatu agama sekarang ini.
   Apakah nasehat Alkitab mengenai hal itu?.  Mari kita buka Alkitab kita dalam 1 Yohanes 4:1,2 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi  ke seluruh dunia.  Demikianlah kita mengenal Roh Allah”: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah”.

   Dalam ajaran Spritisme, mereka tidak percaya bahwa Yesus sebagai Juruselamat.  Malah mereka mengatakan bahwa spiritisme akan menghapus segenap dunia ini.  Jadi segala macam cara yang Iblis buat untuk menipu supaya umat Tuhan tersesat.
   Ulangan 18:10-12 “Di antaramu janganlah didapati seorang pun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati”.
  
   Disini Allah mengatakan jangan !.  Kalau Allah katakan ‘jangan’, tetapi ternyata kita lakukan maka kita akan binasa, dan itu adalah dosa.  Kepada Adam dan Hawa juga dikatakan “jangan”, tetapi mereka melakukannya.
   Saudaraku,..banyak orang yang mengambil jalan pendek dan pergi kepada petenung meminta kesembuhan karena ia sakit.  Tetapi beda dengan orang yag percaya kepada Tuhan, ia lebih baik mati ditangan Tuhan daripada mati di tangan setan.  Kalau Allah mau menyembuhkan maka kita akan sembuh.
   Apakah kita salah pergi kepada petenung?.
   1 Tawarikh 10:13,14—“Demikianah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman Tuhan, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, dan tidak meminta petunjuk Tuhan.  Sebab itu Tuhan membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai”.
   Kesalahan raja Saul hingga mati dibunuh Tuhan karena bertanya kepada dukun di Endor.

KONKLUSI :  1 Timotius 4:1 “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan”.

   Mengapa kita pergi kepada Iblis untuk mencapai keselamatan.?
   Firman Allah pada saat ini menyatakan kepada kita dalam Matius 7:13, 14 “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

   Saudaraku,..jalan manakah yang Anda pilih???.

 KETERANGAN TAMBAHAN:


ARTI  SPIRITISME DAN LATAR BELAKANGNYA.

Untuk memahami dengan jelas arti dari “spiritisme” kamus Webster memberi penjelasan sebagai berikut: spiritisme berasal dari kata spiritualisme: the belief that the dead can communicate with the living (satu kepercayaan bahwa orang-orang yang sudah mati dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang masih hidup).
Bahwa dunia orang-orang yang sudah mati ada dalam keadaan roh, dan roh-roh orang mati itu tidak mati, itusebabnya mereka itu dapat mengadakan hubungan, kegiatan dan nasihat serta petunjuk-petunjuk kepada manusia yang masih hidup. Itulah kepercayaan orang-orang yang disebut: “Spiritisme”.
Kalau kita mempelajari keberadaan kepercayaan ini, maka sejak  zaman dahulu kepercayaan itu sudah ada.  Pada zaman nabi Musa sudah dituliskan larangan untuk mengadakan hubungan dengan roh-roh yang sudah mati.
Alkitab buku Ulangan 18:10, 11; “Diantaramu janganlah didapati seorang pun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api atau pun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera atau pun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.”
Oleh karena adanya praktek memohon petunjuk kepada arwah-arwah dan roh-roh orang yang sudah mati, maka dikeluarkanlah larangan yang keras untuk praktek seperti itu dan hukuman yang paling berat dijatuhi kepada orang yang melakukan praktek seperti itu sebagaimana disebut dalam Alkitab buku Imamat 20:27“Apabilaseorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”
Hal yang sedemikian itu perlu kita pelajari dengan cermat mengapa dan apa serta bagaimana hal itu bisa terjadi dan apa yang sedang dan akan terjadi tentang praktek seperti itu.
Kalau kita menyelidiki bagaimana gereja-gereja atau kepercayaan yang dianut oleh umat manusia tentang keberadaan roh-roh yang sudah mati itu maka kita dapati pada umumnya manusia mempercayai bahwa arwah orang yang sudah mati itu tidaklah mati, melainkan dapat memberi petunjuk-petunjuk kepada manusia yang masih hidup.
Tradisi mengenai orang mati di berbagai bangsa
 Pada waktu orang Indian mati, di sebelah mayatnya ditaruh anak panah dan bejana tanah liat.  Di mulut mayat orang Yunani biasanya ditaruh uang perak untuk membayar ongkos perjalanan kepada Charon.
Di dekat mayat orang Mesir biasanya ditaruh “Buku Kematian”, suatu gulungan papyrus berisi doa yang ia persembahkan dan sebuah peta perjalanannya menuju dunia yang tidak kelihatan.
Orang-orang Galia tidak ragu-ragu meminjamkan uang kepada orang yang hampir mati, karena yakin bahwa hutang orang tersebut akan dilunasi dalam kubur. 
Orang Laplander menguburkan batu api dan kawul untuk memberikan perlengkapan terang bagi perjalanan yang gelap di dunia orang mati.
Orang Normandia menguburkan kuda dan pakaian perang dalam makam pahlawan yang mati. 
Orang-orang China membakar rumah-rumahan dari kertas, uang kertas dan mobil sedan mainan untuk orang mati sebagai perlengkapan kehidupan didalam alam maut.
Orang Greenland menguburkan bersama orang mati seekor anak anjing untuk membimbing dia dalam perjalanan didunia orang mati.
Dalam kenyataankebudayaan bangsa-bangsa ini, dapat diketahui bahwa pada dasarnya manusia yakin bahwa ada kehidupan di seberang kematian, maka mereka mempersiapkan perlengkapan untuk perjalanan menuju dunia,seberang kubur….1)
1) ”Satanisme dalam Pelayanan Pastoral,” Pdt. Sukahar BTh, Gandum Mas, Malang.







SPIRITISME MODERN
Seperti yang kita telah ketahui bahwa sejak di Taman Eden, iblis sudah
mengumumkan bahwa manusia tidak akan mati, walaupun sudah melanggar hukum  Allah.
 Maka kepercayaan akan arwah-arwah orang mati itu sudah dipraktekkan
sejak zaman dahulu (spiritisme primitif).  Orang mencari hubungan dengan
arwah-arwah orang mati dan pergi ke kubur-kubur, tempat-tempat yang dianggap  keramat, pohon-pohon besar, gua-gua, batu-batu besar, gunung batu dan mata air.
Juga ada yang mempunyai kesanggupan memangil arwah-arwah dan dirasuk  
oleh arwah orang mati dan ia dapat berbicara atas nama arwah tersebut.  Dan  
ada yang membuat penyembahan khusus bagi arwah-arwah leluhur dengan
acara yang besar bahkan upacara kerajaan.
Seperti kepercayaan orang Mesir, bila raja mereka mati,  maka dibuatlah
kuburan yang besar agar rohnya mudah menuju sorga.  Itulah yang dikenal
sekarang dengan piramida-piramida.  Piramida itu adalah kuburan raja-raja
Firaun dan di dalam petinya ditaruh benda-benda kesukaan Firaun semasih hidup atau pada dinding dari peti jenazah itu diukir makanan kesukaan Firaun supaya roh Firaun itu jangan kelaparan bahkan dapat makan makanan kesukaan dalam kubur.  Itulah maksud ukiran makanan Firaun tadi.
Dalam praktek memanggil akan arwah-arwah maka sering dibuat acara tertentu, umpamanya dibuat sesajen, mempersembahkan makanan, minuman atau dengan musik-musik dan tarian.
 Dan bila arwah itu datang atau merasuk seseorang maka ia diberi makan, minum atau apa kesukaannya, barulah ia berbicara dan memberi petunjuk atau amaran.
Akan tetapi terjadi perobahan dalam mengadakan komunikasi dengan arwah
orang-orang mati pada zaman modern ini.  Itulah yang kita sebut Spiritisme
Modern.
Setan dapat membuat tanda-tanda ajaib dengan maksud untuk menipu manusia agar dapat disesatkan.  
Sehingga tanda ajaib yang dibuat oleh Setan itu akan diterima manusia sebagai tanda kuasa dari Allah.  Cara penipuan Setan pada abad modern ini akan berlainan daripada yang pernah ia buat pada masa dahulu kala, sehingga semua umat manusia akan tertipu, kecuali mereka yang bersandar sepenuhnya pada Alkitab.

"Spiritisme sekarang ini sudah mengubah bentuknya dan menutupi sebagian
daripadanya dengan lebih tertentu bentuknya, yaitu dengan memakai samaran kekristenan.
 Sementara dahulu mencela terang-terangan Kristus dan Alkitab, tetapi sekarang ini menerima keduanya”. E.G. White, The Great Controversy, hal.557,558.

Penipuan Setan bukan lagi dengan cara dahulu kala, tetapi sekarang ini
melalui badan-badan agama, dan mengakui Kristus dan Alkitab.  Setan telah
menggunakan kuasa penipuannya dalam mengembangkan faham spiritisme ini.
"Setan telah lama mempersiapkan diri untuk usaha yang terakhir dalam menipu dunia ini…sedikit demi sedikit ia mempersiapkan jalan bagi penipuan yang paling jitu dalam mengembangkan faham spritisme ini…”. E.G. White, The Great Controversy, hal.561.
Makin dekat masa kesudahan dunia ini makin besarlah peranan dari spiritisme ini dalam mempengaruhi kehidupan manusia karena Setan telah meningkatkan usahanya dalam menipu manusia melalui arwah-arwah orang mati.

Permulaan dari spiritisme modern itu dicatat pada waktu terjadi
ketukan-ketukan yang aneh di New York pada tahun 1848.
"Ketukan-ketukan yang aneh dengan spiritisme modern dimulai, bukanlah
sebagai hasil daripada penipuan atau muslihat manusia, tetapi langsung
pekerjaan malaikat-malaikat jahat."  E.G. White, Early Writing, hal.43, 86.
Di desa Hydenville, di New York dalam satu keluarga yang bernama Fox, ada
dua putrinya yang bernama Margareth dan Kate yang masing-masing berumur 9 dan 12 tahun.  Anak-anak ini mendengar ketukan-ketukan yang aneh di dalam rumahnya.
Mereka berpendapat bahwa ketukan-ketukan itu adalah pekerjaan
dari roh-roh.  Kemudian mereka membuat perjanjian dengan roh-roh itu sebagai berikut :
-           Kalau ketukan hanya 1 kali artinya "tidak"
-           Kalau ketukan hanya 2 kali artinya "tidak pasti"
-           Kalau ketukan hanya 3 kali artinya "ya"
Maka berdasarkan ketukan-ketukan itu mereka mendapat kesimpulan bahwa
ketukan-ketukan tersebut berasal dari roh orang mati yang terbunuh dan
dikuburkan di bawah rumah mereka.  Kemudian digali dan ternyata benar
ditemukan ada kerangka tulang belulang manusia.
Peristiwa itulah yang merupakan satu titik loncatan luar biasa timbulnya
praktek-praktek spiritisme.  Dibuatlah promosi-promosi besar-besaran akan
adanya roh-roh orang mati dan dapat mengadakan komunikasi dengan orang-orang yang masih hidup.
Akhirnya timbullah Spiritisme Church, di Amerika,
Internationale Spirits, di Perancis dan menyebar di seluruh Amerika dan
Eropa dengan nama Neo-Spiritisme.  Bahkan di Inggris timbul sekolah-sekolah
yang melatih orang-orang agar dapat menjadi agen atau medium untuk
mangadakan hubungan dengan roh-roh orang mati tersebut.  Di Paris timbul
organisasi seperti Spiritualist, Church and International Spirits.

Demikian sekilas pintas tentang latar belakang dari Spitisme!.