Jumat, 24 Agustus 2012

Yang Meninggal Dalam Kristus : 1 Tes.4:13-18.



Ayat inti:
" Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” (1 Tesalonika 4:16).
Kalimat Kunci:
   “Suatu pengharapan  bagi kita untuk masa depan tentang janji kedatangan Kristus yang keduakali”.

Pendahuluan:
   Kematian pastilah salah satu topik yang paling disalah mengerti sekarang ini.  Bagi banyak orang, kematian adalah suatu misteri dan menimbulkan perasaan takut, tidak pasti dan bahkan ketidak berdayaan.  Ada orang yang percaya bahwa kerabat, teman, atau kekasih mereka yang sudah mati sebetulnya tidak mati, tapi tinggal bersama mereka atau di alam lain!.  Pelajaran ini akan memberi informasi kepada kita apa kata Tuhan mengenai mereka yang meninggal dalam Kristus.

I.             SITUASI DI TESALONIKA:
     Ayat –ayat dalam 1 Tesalonika 4:13-18 adalah merupakan reaksi Rasul Paulus terhadap adanya kesalahpahaman teologis dalam jemaat Tesalonika dimana beberapa anggota mengalami kesulitan untuk memahami keadaan umat percaya yang MENINGGAL sebelum Yesus datang kembali dan umat percaya yang MASIH HIDUP pada saat Yesus datang kembali.
   Pada zaman Paulus ada berbagai pandangan tentang akhir zaman dalam ajaran Yudaisme.  Salah satu diantaranya telah masuk ke dalam jemaat yakni pendapat yang menyatakan bahwa hanya mereka yang MASIH HIDUP yang akan dibawa ke surga, sedangkan mereka yang meninggal sebelum kedatangan Yesus akan dibangkitkan dan tetap tinggal di dunia ini.
   Dalam keyakinan seperti ini, akan menjadi suatu kerugian yang besar jika seseorang meninggal sebelum kedatangan Yesus.  Hal itu juga berarti adanya PEMISAHAN di antara mereka yang dibawa ke surga dan mereka yang tinggal di dunia.

II.BERDUKACITA SEOLAH-OLAH TIDAK MEMPUNYAI PENGHARAPAN.
   1 Tesalonika 4:13 “supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan”.
   Mengapa orang Tesalonika berdukacita seolah-olah mereka tidak mempunyai pengharapan?.  Ada 2 faktor yang disebutkan disini, yakni:
a.    Faktor utama : mungkin disebabkan begitu singkatnya kebersamaan jemaat itu dengan Paulus atau tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan penjelasan sehubungan dengan kebangkitan umat percaya.
b.   Faktor selanjutnya ialah karena latar belakang sebagian besar umat percaya yang menerima surat Paulus adalah berasal dari kekafiran, dari penyembah berhala. (1 Tesalonika 1:9), dimana pada umumnya orang kafir tidak memiliki harapan setelah kematian.
   Tujuan Paulus menuliskan hal ini agar mereka tidak bersedih seperti orang-orang yang tidak mempunyai pengharapan dan juga agar kebenaran tentang sifat kedatangan Yesus yang kedua kali akan memberikan pengharapan mulia kepada mereka  agar mereka dapat saling menghibur satu sama lain saat ditinggalkan oleh orang-orang yang mereka kasihi.(1 Tesalonika 4:18).

III.PENGHARAPAN YANG DIMILIKI ORANG YANG MENINGGAL DALAM YESUS: ( 1 Tesalonika 4:14): “akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia”.)
   Ini merupakan solusi kepada masalah dukacita yang tidak berpengharapan.
          Yang berhubungan dengan 1 Tesalonika 4:14 ada 2(dua) masalah:
i.             Dalam bahasa aslinya (KJV) dikatakan: “For if we believe that Jesus died and rose again, even so them also which sleep in Jesus will God bring with him”.
   Dia menggambarkan bahwa umat percaya yang telah meninggal seperti sedang “tidur dalam Kristus” (contoh, dalam 1 Tesalonika 4:14).
ii.           Masalah kedua sehubungan dengan ayat itu adalah gagasan bahwa Allah akan membawa mereka yang telah tidur bersama-Nya.  Beberapa orang memahami frase ini dengan pengertian bahwa: mereka yang sudah mati dalam Kristus(mereka anggap, telah dibawa ke surga pada saat kematian) akan kembali bersama Yesus saat Dia datang.  Namun penafsiran ini BERTENTANGAN dengan ajaran Paulus dalam 1 Tesalonika 4:16, bahwa kebangkitatan umat percaya TERJADI PADA KEDATANGAN YESUS YANG KEDUA KALI, DAN TIDAK TERJADI SEBELUM SAAT ITU.
   Selanjutnya 1 Korintus 15:20-23, 51-58 dapat menolong kita untuk memahami pernyataan yag terdapat dalam 1 Tesalonika 4:14.
   Bagi Paulus, kebangkitan Yesus dari kematian merupakan sebuah jaminan bagi kebangkitan umat percaya pada saat kedatangan-Nya yang kedua.  Jika kita pecaya akan kematian dan kebangkitan Yesus, kita juga harus percaya akan kebangkitan orang-orang yang telah meninggal dalam Yesus.
   Point yang ingin dia sampaikan kepada jemaat Tesalonika ialah:
i.              Bahwa saudara-saudara mereka yang telah meninggal TIDAK AKAN TINGGAL DI DUNIA PADA SAAT UMAT PERCAYA DIANGKAT KE SURGA.  SEMUA AKAN DIANGKAT KE SURGA PADA SAAT YANG SAMA (Baca juga Yohanes 14:1-3).
ii.           ALLAH TIDAK TURUN KE DUNIA BERSAMA ORANG KRISTEN YANG TELAH DIBANGKITKAN PADA SAAT KEDATANGAN-NYA; sebaliknya (seperti yang dilakukan kepada Yesus), Dia akan membangkitkan mereka dari kubur dan, bersama mereka YANG MASIH HIDUP, di bawa ke surge.  Sama seperti kebangkitan Yesus telah terjadi sebelum kenaikan-Nya ke surga, demikialah yang akan terjadi pada pengikut-Nya yang setia.

IV. YANG TERJADI SAAT KRISTUS DATANG KEMBALI: 1 Tes.4:15,16.)
   -Kedatangan Yesus yang keduakali adalah suatu peristiwa yang gegap gempita yang disertai dengan sebuah pekikan dari penghulu malaikat dan sangkakala Allah.  Setiap orang akan mendengar dan melihatnya (Wahyu 1:7; Matius 24:31; Yohanes 5:28,29; Kisah 1:9-11).

   Kunci utama bagi Paulus disini ialah: URUTAN PERISTIWA pada waktu kedatangan Yesus yang keduakali :
i.             Umat percaya yang masih hidup tidak akan”mendahului”, atau memiliki keuntungan yang lebih, daripada mereka yang telah beristirahat dalam Yesus.  Mereka yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan terlebih dulu (Wahyu 20:4-6).  Hal ini terjadi sebelum mereka yang hidup diangkat untuk bertemu Yesus diangkasa.
ii.           Orang benar yang telah mati dibangkitkan dan diberi kekekalan bersama dengan mereka yang hidup pada saat Dia kembali.
(Bagian ini tidak mengajarkan bahwa orang yang mati langsung diangkat ke surga pada saat mereka meninggal.)
   Kenyamanan yang diberikan Paulus adalah:  Agar mengetahui bahwa kebangkitan akan mempersatukan mereka dengan semua orang yang mereka kasihi.

   Salah satu kata kunci yang digunakan Paulus dalam bahasa Yunani bagi kedatangan Yesus adalah; PAROUSIA (1 Tes.2:19, 3:13; 4:15; 5:23).  Hal ini berarti “kedatangan”.  Kata ini digunakan untuk kunjungan resmi dari pembesar kerajaan atau kaisar Roma.  Kunjungan seperti ini sangat jarang terjadi, dan kalau hal itu terjadi maka hal itu sering disertai berbagai macam KEMERIAHAN dan selalu memberikan bantuan keuangan serta hak-hak istimewa kepada kota dan penduduknya.  Hal ini untuk memberikan sebuah gambaran tentang KEMEGAHAN YANG TERJADI PADA SAAT YESUS DATANG KEMBALI.

   Tentu saja, bukan suara keras yang membangkitkan orang-orang mati melainkan PERINTAH YESUS lah yag membangkitkan orang mati itu.
   Jadi Rasul Paulus memberikan jaminan kepada jemaat Tesalonika bahwa: orang-orang yang mati dalam Kristus tidak akan kehilangan PAROUSIA.  Orang mati akan dibangkitkan, dan mereka yang masih hidup akan sama-sama “DIANGKAT” (Yunani: harpazo = mengambil,menarik, atau membawa dengan segera).  Hal itu menunjukkan suatu keadaan yang berlangsung dengan sangat cepat disertai kekuatan yang tak tertahankan dari Parousia.  Tetapi perlu di-ingat: bahwa tidak ada hal yang rahasia sehubungan dengan “pengangkatan”.



V. REUNI : ( 1 Tesalonika 4:17,18)

   Ayat-ayat ini mengatakan bahwa umat percaya bertemu dengan Yesus di awan-awan dan bersama dengan Dia selamanya.  Temanya disini adalah suatu tindakan mempersatukan satu dengan yang lainnya dan berjumpa dengan Yesus.  Orang yang mati dalam Yesus akan dibangkitkan terlebih dulu.  Kemudian mereka bersama orang percaya yang masih hidup naik bersama-sama untuk bertemu dengan Tuhan di angkasa.

   Tujuan orang-orang kudus dijelaskan dalam Yohanes 14:1-3.  Ketika Yesus datang kembali, Dia akan membawa murid-muridNya ke tempat dimana Dia berada(surga).  Setelah peristiwa pada masa seribu tahun itu semuanya sudah terjadi(Wahyu 20:4-6),  barulah umat yang setia akan turun ke dunia dan tinggal disana.(2 Petrus 3:13; Wahyu 3:12).

KESIMPULAN:
   Kematian bukanlah bab terakhir dari kehidupan pengikut Tuhan melainkan hanya  pemisah sementara yang memberikan jalan bagi pertemuan yang mulia pada hari kebangkitan.

Jon Paulien, Pelajaran Alkitab,  1 dan 2 Tesalonika.

Jumat, 17 Agustus 2012

Hidup Dalam Kekudusan:1 Tes.4:1-12.

Pendahuluan:
          “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus”. (1 Tesalonika 4:7).

   Kekudusan (Yunani: hagiasmos)  haruslah menandai setiap aspek kehidupan orang-orang Kristen.

I.DOA RASUL PAULUS (1 Tes.4:1,2):
          -Agar lebih bersungguh-sungguh : hidup supaya berkenan kepada Allah.
          -Mengajak jemaat Tesalonika untuk bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih kepada saudara seiman dan kasih kepada setiap orang.  Agar mereka terus bertumbuh dalam kebenaran yang sudah mereka terima dari Paulus, yang Paulus sendiri telah terima dari Kristus sendiri.
          Tujuan untuk hidup berkenan kepada Allah adalah: untuk memperoleh persetujuan Allah atas perilaku mereka( should be to gain God’s approval of their conduct.)  Rasul Paulus mengajarkan jemaat Tesalonika agar mereka hidup, bukan seperti orang Yahudi pada umumnya yang tidak berkenan kepada Allah dan prinsip Injil sehingga tidak memiliki persetujuan Ilahi secara terus menerus.

II.KEHENDAK ALLAH (1 Tes.4:3)
          -Bagi setiap orang percaya di Tesalonika adalah: “kekudusan” atau “pengudusan”. Definisi Kekudusan: “diasingkan untuk suatu maksud khusus”.
    Artinya ialah agar setiap umat percaya diharapkan “menjauhi percabulan” atau menghindarkan diri dari hubungan seksual yang tidak bermoral atau yang menyimpang(Yunani: “porneia”, yang mencakup: pornografi,prostitusi, dan hubungan seksual diluar pernikahan). 
    Perhatian yang utama dalam pelajaran kita saat ini( dalam 1 Tes.4:1-12) adalah berhubungan dengan penyimpangan seks.
   Karunia seksualitas adalah bukti kasih Allah bagi kita.  Namun, karunia ini sudah disalahgunakan beberapa orang, dan telah mengakibatkan kutuk, berbagai kesedihan dan penderitaan.
   Seksualitas manusia merupakan salah satu kekuatan yang paling indah, kuat namun misterius di alam semesta, dapat mengikat pria dan wanita menjadi satu, menciptakan ikatan kasih dan keintiman dan dapat bertahan seumur hidup.  Namun sebaliknya, hal itu juga dapat menimbulkan rasa sakit dan penderitaan seumur hidup, ketika hal itu dijadikan menjadi sebuah sarana untuk mengeksploitasi orang lain demi memuaskan hawa nafsu seksualnya.  Artinya bahwa hubungan seks itu begitu indah dan sangat berkuasa jika dilakukan dengan benar namun sangat merusak jika disalahgunakan.
   Untuk hal ini kita harus mencari bimbingan dari Alkitab, bukan kepada majalah, dari internet atau mencari nasehat dari teman.
III.SOLUSI/PETUNJUK TERHADAP PENYIMPANGAN SEKS:( 1 Tes.4:4,5).
  
   Salah satu tantangan yang dihadapi Paulus saat dia melayani masyarakat yang bukan Yahudi (orang-orang yang tidak mengenal Allah ) adalah masalah amoralitas seksual ( Yunani: Porneia – perilaku penyimpangan seksual yang bertentangan dengan kehendak Allah, termasuk seks pra-nikah, perzinahan,pelacuran, pornografi, dst)  dalam dunia kuno.
   Seorang pria dalam dunia kafir, dapat memiliki wanita simpanan (hetaera) atau menurut Cicero (Orator ulung) : “hampir tidak ada pantangan terhadap hubungan seks”.
   Solusi yang Paulus berikan untuk masalah akibat penyimpangan seksual ialah agar setiap orang harus “memiliki bejananya” sendiri (1 Tes.4:4). Kata bejana disini memiliki arti ganda. Pertama, kebanyakan terjemahan modern memahami bahwa kata “bejana” menyatakan kiasan untuk menyatakan “manusia” (Kisah 9:15; 2 Kor.4:7; 1 Petr.3:7). Kedua, kata Yunani untuk”memiliki”  menyatakan proses untuk mendapatkan seorang isteri (Rut 4:10). Dalam hal ini, frase bahwa setiap orang harus “memiliki bejananya sendiri” haruslah diartikan dengan “menguasai dirinya sendiri”.
   Dalam terjemahan King James Version(KJV): “That every one of you should know how to possess his vessel in sanctification and honour”. Kata memiliki = mendapatkan.  Jika bejana yang dimaksudkan Paulus disini adalah isteri, maka kata “bejana” merupakan ekspresi umum untuk wanita.  Sehingga dalam 1 Tes.4:4 dikatakan: “supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan”.
   Dia mengatakan bahwa setiap orang harus mengusahakan pernikahan yang terhormat untuk menghindari pergaulan seks bebas. Mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. (1 Kor.7:2).

   Karena dikatakan selanjutnya dalam 1 Tes.4:5 “bukan didalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah”(bangsa-bangsa lain)
   Artinya agar orang-orang Kristen janganlah berperilaku seperti orang yang tidak beragama.  Norma yang diterima oleh masyarakat luas tidaklah serta merta menjadi norma yang dapat kita terima.  Seks itu suci, dikuduskan untuk pernikahan seorang pria dan seorang wanita.
   Paulus mengatakan dalam 1 Tes.4:4,5 bahwa konteks yang benar untuk hubungan seks adalah dalam pernikahan, bahkan dalam pernikahan itupun, hubungan seks harus dilakukan dibawah pengendalian diri dan “rasa hormat”.
   Poin utama disini adalah bahwa seks itu hanya untuk mereka yang sudah dipersatukan dalam pernikahan dan meskipun dalam pernikahan, perilaku seks harus dinyatakan dalam kekudusan dan rasa hormat.
   Pernikahan merupakan ikatan yang suci di mana seorang pria dan seorang wanita datang bersama-sama dalam keintiman seksual yang dapt memuliakan Allah dan juga bertujuan untuk saling membangun satu sama lain.

IV.MENURUTI RENCANA ALLAH(1 Tes.4:6-8)
          Larangan Alkitab tentang hal ini adalah untuk melindungi kita dari kerusakan fisik dan emosi yang timbul akibat amoralitas seksual.
          Melakukan hal itu adalah dosa terhadap orang itu tetapi juga terhadap Allah (Kejadian 39:9).  Mereka yang mengabaikan ajaran Alkitab mengenai hal ini bukan saja menolak ajarannya, namun juga menolak PANGGILAN ALLAH bahkan ALLAH itu sendiri (1 Tes.4:8).
          Sebaliknya, pada saat kita mengikuti rencana .Allah, seks menjadi ilustrasi yang indah tentang kasih yang rela berkorban seperti yang Allah telah nyatakan pada kita dalam Kristus.  Itu adalah pemberian Allah dan, dinikmati sesuai dengan kehendak Allah bagi kita, itu dapat menyatakan kasih yang Allah miliki untuk  manusia dan menggambarkan kedekatan yang Dia inginkan dengan umat-Nya.

V.NASEHAT UTK MENGUATKAN IMAN ORANG LAIN:(1 Tes.4:9-12)    
          Rasul Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika tentang apa yang mereka telah ketahui dari hal kasih persaudaraan (Philos- ayat 9).  Phileo = Cinta untuk saudara sedarah, dan gereja memperluas artinya mencakup kasih bagi sesama saudara seiman.

          Juga nasehat sehubungaan dengan bisnis dan pekerjaan didalam konteks perkotaan.  Karena di jemaat Tesalonika ada sekelompok orang yang malas dan suka mengganggu orang lain.  Oleh karena semangat akan kedatangan Yesus yang keduakali menyebabkan beberapa anggota jemaat meninggalkan pekerjaannya dan bergantung  pada tetangga yang bukan Yahudi (Menjadi beban bagi orang lain atau malas bekerja.).
   Solusi yang ditawarkan Rsl. Paulus adalah dalam 1 Tes.4:11 -  mendorong mereka untuk hidup tenang yang mencakup: mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangannya (tidak malas).  Artinya zaman sekarang; “Carilah nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan diri sendiri sambil menabung sedikit untuk menolong mereka yang membutuhkan”.

          Kesimpulan:
          Dalam dunia yang sudah diserang  wabah nafsu dan penyimpangan seksual yang tidak terkendali, Allah rindu agar para pengikutNya menghidupkan suatu kehidupan yang suci secara seksual dan dapat menguatkan iman kerohanian orang lain.

      Jon Paulien, Pelajaran Alkitab: 1 dan 2 Tesalonika.
==============================================================


Minggu, 12 Agustus 2012

Kutipan utk direnungkan: Dosa.

 DOSA    (1)  @ Kalau tinggal dlm hati, Yesus tdk bisa tinggal.
  
   “Kalau dosa tinggal dalam hati, Yesus tidak bisa tinggal disana…Hendaklah kita membuka hati kita, agar Yesus masuk dan dosa dapat keluar.”
                   E.G. White, Review & Herald 16 Maret 1886.

DOSA  (2) @ Membuat kita tdk dpt tinggalkan kebiasaan buruk.
 
    “Tidak cukup membuat hati itu kosong; kita harus mengisi kekosongan itu dengan kasih Allah.  Jiwa harus di isi dengan Rahmat Roh Allah.  Kita tidak dapat meninggalkan banyak kebiasaan yang buruk dan tidak benar-benar disucikan, sebab kita tidak mempunyai suatu hubungan dengan Allah.  Kita harus bersatu dengan Kristus.”
                   E.G. White, Review & Herald, 24 Januari, 1893.

DOSA          (3)                         @ Kristus pelepas dari dosa.

   “Mustahil, dengan diri kita sendiri, melarikan diri dari lubang dosa yang didalamnya kita tenggelam.  Hati kita jahat, kita tidak dapat mengubahnya.  Siapa gerangan dapat menerbitkan yang suci daripada yang najis?.  Seorangpun tidak.  Karena pikiran tabiat duniawi itulah maut; tetapi pikiran rohani itulah hidup lagi sentosa.  (Ayub 14:1; Roma 8:7).  Pendidikan, kebudayaan, penguasaan kehendak, usaha manusia, dan semuanya mempunyai kegunaannya masing-masing, tetapi disini itu semua tidak berdaya samasekali.  Semua yang disebutkan diatas mungkin saja menghasilkan tabiat yang amat baik secara lahiriah, namun tiada dapat mengubah hati; tiada dapat membersihkan sumber kehidupan batin itu.  Haruslah ada didalamnya satu kuasa yang bekerja dari dalam, satu kehidupan baru dari atas, sebelum manusia dapat di ubahkan dari dosa kepada kekudusan.  Kuasa itu ialah: Kuasa Kristus.  Hanya anugrah-Nya saja yang dapat menghhidupkan segala kuasa jiwa yang tiada berdaya itu, menariknya kepada Allah, kepada kekudusan.”
                   E.G. White, Kebahagiaan Sejati, hlm 12,13.

DOSA(4)                         @ Perkembangannya seperti rumput.

   “Untuk menanam sayur-sayuran dan pohon buah-buahan, kita harus mempersiapkan tanah dengan mencabuti rumput dan memberi pupuk pada tanah.  Sebelum bibit tumbuh, banyak rumput mulai tumbuh.  Saya harus mencabutinya atau mereka akan membunuh tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan yang saya tanam.
   Dosa seperti rumput-rumput itu, jika dibiarkan, dosa akan berkembang dengan cepat, dan tidak lama akan mencekik buah roh yang baik yang harus kita tumbuhkan”. (Galatia 5:22-26).
                             Bersaks, Penuntun Guru SS. Trw.II/1999 hlm.63.

DOSA(5)                         @ Keangkuhan.

   “Dosa yang hampir tidak ada harapan lagi dan hampir tidak dapat diobati ialah KEANGKUHAN”.  E.G. White, Nasehat Bagi Sidang Jld1, hlm.102.

DOSA(6)               @ Allah mengaruniakan iman mengatasinya.

   “Melalui kelemahan tabiat, setan berusaha menguasai seluruh jiwa kita.  Ia tahu  jika kelemahan ini disayang-sayangi maka ia akan berhasil.  Itu sebabnya ia terus berupaya menyesatkan…sehingga mustahil bagi mereka mengatasinya.  Akan tetapi Yesus membela mereka dengan menunjukkan tangan-Nya yang terluka…dan Ia menyatakan kepada semua orang yang mau mengikut Dia: 2 Korintus 12:9 “Kasih karunia-Ku cukup bagimu”.
   Karena itu, janganlah  seorangpun menganggap  bahwa kekurangannya itu tidak teratasi.  Allah akan mengaruniakan iman dan kasih untuk mengatasinya.  Ingat hari grafirat.  Menyesali dosa—merendahkan diri dihadapan Tuhan supaya mereka tidak dilenyapkan. 
   Berdukacita karena dosanya…bertobat dengan sungguh-sungguh.  Penyelidikan jiwa harus dilakukan dengan jujur dan teliti.  Sikap semberono/anggap enteng harus dilenyapkan”.
                   E.G. White, Christ in His Sanctuary, hlm.125-126.

DOSA(7)                         @ Bila dilalaikan, resiko kehancuran.

   “Seorang wanita di St.Louis memperhatikan beberapa ekor lebah merayap-rayap di langit-langit rumahnya.  Ia tidak mempedulikannya karena hanya sedikit.  Selama musim panas pada saat itu, ia tetap tidak peduli sekalipun melihat beberapa ekor lebah masuk kelangit-langit.  Tetapi seluruh langit-langit itu sudah menjadi sarang lebah raksasa.
   Akhirnya, karena beratnya madu lebah tersebut, langit-langit kamar tidurnya runtuh.
   Kita melalaikan dosa---tetapi resikonya, kita menjadi HANCUR-- karena tekanan dosa harum yang telah bertimbun-timbun”.
                   Penuntun Guru Sekolah Sabat, Trw.IV/1989, hlm.83.

DOSA(8)                         @Betapa besarpun, terima Yesus.

   “Kita tidak mempunyai kebenaran kita sendiri yang dapat memenuhi segala tuntutan Hukum Allah itu.  Tetapi Kristus telah membuat sebuah jalan kelepasan bagi kita.  Dia hidup di dunia ini ditengah-tengah pencobaan dan godaan, sama seperti yang kita hadapi.  Dia menghidupkan satu kehidupan tanpa dosa.  Dia mati untuk kita, dan sekarang Dia mau mengangkat dosa-dosa kita lalu memberikan kebenaran-Nya pada kita.  Jika engkau mau menyerahkan dirimu sendiri pada-Nya lalu menerima Dia sebagai Juruselamatmu maka betapa besarpun dosamu dalam hidupmu di masa lampau, dengan tabiat-Nya itu engkau dianggap benar.  Sifat-sifat Kristus akan menggantikan tempatmu, dan engkau diterima dihadapan Allah seolah-olah seorang yang belum pernah berdosa.  Lebih daripada ini, Kristus mengubah hati itu.  Dia tinggal didalam hatimu karena iman.  Sepatutnya engkau memelihara perhubungan dengan Kristus---melalui iman serta penyerahan kehendakmu secara terus menerus.
   Dan selama engkau melakukan hal seperti ini maka Dia akan bekerja didalam dirimu baik dalam kehendak dan berbuat sesuatu dengan kehendak-Nya”.
   Baca: Galatia 3:13,14 dan Roma 8:1-4.
                                  E.G. White, Kebahagiaan Sejati, hlm.58.

DOSA(9)                         @ Jangan menyimpannya.

   “Kristus mengasihi jemaat-Nya.  Ia akan memberi segala pertolongan yang diperlukan kepada mereka yang meminta kuat kuasa guna mengembangkan tabiat Kristus didalam diri mereka.  Akan tetapi kasih-Nya itu bukanlah kelemahan.  Ia tidak akan melayani orang-orang yang menyimpan dosanya, dan tidak akan mengaruniakan kemakmuran  kepada orang-orang yang terus melakukan yang salah.  Hanya dengan pertobatan karena iman maka dosa-dosa mereka akan diampuni; karena Allah tidak akan menutupi kejahatan dengan jubah kebenaran-Nya”.          E.G. White, Signs of the times IV, 13 Nopember 1901, hlm. 208.

DOSA(10)                       @ Nyata pada pemandangan Ilahi.

   “Dosa dapat saja disembunyikan, disangkal, dan ditutup-tutupi dihadapan ayah, isteri, anak-anak dan teman-teman; tak seorangpun kecuali orang yang bersalah itu yang menyimpan rasa curiga karena kesalahan tersebut; akan tetapi pada pemandangan Ilahi semuanya nyata dengan jelas.  Ia (Allah) tidak akan tertipu oleh muslihat peribadatan..Manusia mungkin saja tertipu oleh kejahatan hati orang, akan tetapi mata Allah menembus segala topeng dan membaca sampai ke lubuk hati orang”.  E.G. White, The Great Controvercy, hlm.486.

DOSA(11)                       @ Masalah dosa tersembunyi.

   “Satu hal yang menarik terjadi di pangkalan militer di Alabama.  Seorang kolonel sedang memeriksa pasukannya, lalu tiba kepada seorang prajurit yang tidak diterima. “Kancingkan kantongmu, hai prajurit”, katanya.  Dengan rasa takut dan gemetar dijawab:”Sekarang juga, pak?. “Tentu saja sekarang”, kata kolonel.  Dengan hati-hati prajurit itu mengulurkan tangannya lalu mengancingkan kantong kemeja kolonel.  Kelihatannya selalu lebih mudah melihat kantong kemeja orang yang tidak terkancing dari kita punya sendiri.
   Mungkin,..masalah kita terbesar dalam masalah dosa yang tersembunyi, kita sering tidak dapat melihat diri kita sendiri seperti yang dilihat orang lain”.
   Baca: 1 Korintus 4:5 –Allah akan soroti perkara-perkara tersembunyi (Pengkhotbah 12:14; Matius 12:36,37; Yesaya 65:6,7).
                   Penuntun Guru Sekolah Sabat, Trw IV/1989 hlm.81.

DOSA(12)                           @ Terhadap Roh Suci.

   “Tidak perlu seseorangpun memandang dosa terhadap Roh Suci itu seperti sesuatu yang misterius atau tidak terjelaskan.  Dosa terhadap Roh Suci ialah penolakan yang terus menerus untuk memberi respons terhadap undangan untuk bertobat”.
                   E.G. White, The Great Controvercy, hlm.597.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kutipan utk direnungkan: Peraturan Jemaat.

 PERATURAN JEMAAT (1) @ Mempersatukan jemaat.

   “Firman Allah tidak memberikan kepada seseorang untuk menetapkan pertimbangannya yang bertentangan dengan pertimbangan sidang(jemaat), dan juga ia tidak boleh mendesakkan pendapatnya terhadap pendapat sidang(jemaat).
   Kalau tidak ada disiplin dan peraturan jemaat, sudah tentu jemaat akan pecah; jemaat itu tidak dapat bersatu padu sebagai suatu badan”.
                   E.G. White, Nasehat Bagi Sidang, Jld.2, hlm.25.

PERATURAN JEMAAT(2)     @ Manusia dapat hidup dengan peraturan sorga.

   “Meningkatnya ketegangan-ketegangan di negara-negara lain di dunia.  Kita hampir dapat mengatakan bahwa kita hidup di suatu dunia yang tidak ada peraturan.  Kita harus menghentikan pertempuran yang dilancarkan setan dengan tak henti-hentinya melawan Allah yang Mahatinggi.  Tujuan pemberontakannya di sorga adalah untuk mendirikan pemerintahan yang tidak ada peraturan.
   Syukurlah gagal.  Sekarangpun tidak akan berhasil.  Dalam penjelmaan, Allah membuktikan kepada manusia bahwa peraturan itu PERLU, bahwa manusia dapat hidup dengan peraturan sorga, bahwa mereka yang menerima Kristus sebagai Juruselamat, diberi kuasa dari sorga untuk berbuat demikian.”
                   H.M. Siagian, Kutipan untuk direnungkan: Agustus 05, 2012

PERATURAN JEMAAT (3)        @ Menjadi hukum umat Allah diatas dunia.

   “Malaikat-malaikat bekerja dengan teratur.  Peraturan itulah hukum surga, maka peraturan haruslah juga menjadi hukum umat Allah diatas dunia ini”.
   Baca : Ulangan 12:13,14 ; Maleakhi 3:10,8. Ulangan 14:28.
                   E.G. White, Testimonies to Minister, hlm.26,28.

PERATURAN JEMAAT(4)                            @ Memelihata kesucian.

   “Kewajiban(tanggung jawab) dari umat Allah supaya memelihara kesucian, ketulusan hati, dan semangat kerohanian dalam jemaat.
   Jika anggota-anggota menjadi dingin dan bersifat masa bodoh, maka jemaat harus berusaha membangunkan mereka.  Jika ada orang yang hanyut dari kebenaran, maka hendaklah diadakan usaha untuk membawa mereka kembali ke jalan yang sempit itu”.
                             Peraturan Jemaat, Revisi 2005 Edisi ke 17, hlm.187





PERATURAN JEMAAT (5)                  @ Mengurus anggota yang salah.

   “Dalam mengurus anggota-anggota jemaat yang bersalah, umat Allah harus dengan teliti mengikuti nasihat yang diberikan oleh Juruselamat dalam buku Matius fasal 18:15-18.
                   E.G. White, Testimonies Jld.7 hlm.260
                   Peraturan Jemaat, Revisi 2005 Edisi ke 17, hlm.187.

PERATURAN JEMAAT (6)        @ Jangan biarkan dosa, tetapi jangan beberkan.

   “Apabila saudaramu berbuat dosa, kata Kristus, “tegurlah dia dibawah empat mata”.(Matius 18:15) (Go and tell him his fault between thee and him alone).  Jangan beberkan kesalahan-kesalahan itu kepada orang lain.  Mula-mula diceritakan kepada seorang lalu kepada seseorang yang lain kemudian terus kepada orang lain lagi, maka kabar itupun terus berjalan dan kejahatan itu bertambah, sampai akhirnya seluruh jemaat menderita.
   Bereskanlah perkara itu diantara anda dan dia sendiri(dibawah empat mata).  Janganlah biarkan dosa saudaramu; tetapi jangan beberkan dosanya itu.  Perbaikilah dia dengan cara yang telah digariskan dalam firman Allah”.
                   Testimonies, Jld.7 hlm.260,261.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005,Edisi ke 17, hlm.188.)

PERATURAN JEMAAT (7)                          @ Jangan dendam.

   “Janganlah biarkan kebencian masak menjadi dendam.  Jangan biarkan luka itu bernanah lalu pecah dalam bentuk kata-kata yang beracun, yang mencemarkan pikiran orang-orang yang mendengarnya.
   Jangan biarkan pikiran-pikiran yang pahit terus menerus mengisi pikiranmu dan pikirannya.  Pergilah kepada saudaramu, dan dalam roh kerendahan hati dan ketulusan bicarakanlah hal itu dengan dia.  Ingatlah Yakobus 5:20”.
                   Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.188.

PERATURAN JEMAAT (8)        @ Jika tidak mendengar engkau dan jemaat.

1.   Bawalah seorang atau dua orang lagi (Matius 18:16).  Bawalah sertamu orang-orang yang ber-iman dan berbicaralah dengan orang yang bersalah itu tentang kesalahannya.  Mudah-mudahan ia akan tunduk pada ajakan saudara-saudara itu.
2.   Jika ia tidak mau mendengarkan mereka sampaikanlah soalnya kepada jemaat (ayat 17).  Biarlah jemaat mengambil tindakan terhadap anggota-anggotanya.
3.   Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah (as a heathen man) atau seorang pemungut cukai (Matius 18:17).

Jika ia tidak mau mengindahkan suara jemaat, jika ia menolak segala usaha untuk menyelamatkan dia, maka jemaat wajib/bertanggung jawab mengeluarkan dia dari persekutuan jemaat.  Setelah itu namanya harus dikeluarkan dari buku jemaat”.
          E.G. White, Testimonies Jld.7 hlm.262.
          (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi- Ke 17 hlm.189.}

PERATURAN JEMAAT (9)                  @ Mengurus masalah dosa.

   “Allah memandang umat-Nya sebagai satu tubuh, bertanggung jawab atas dosa-dosa yang terdapat diantara mereka.  Jika para pemimpin jemaat lalai mencari dengan rajin dosa-dosa yang mendatangkan murka Allah atas tubuh itu, maka mereka bertanggung jawab atas dosa-dosa itu.  Bila umat-Nya kedapatan berdosa, haruslah mereka dengan lekas mengambil tindakan-tindakan yang tegas (they should at once take decided measures to put that sin from them,…), untuk mengeluarkan dosa itu dari antara mereka, supaya murka-Nya jangan turun atas mereka semua. 
   Seseorang yang berdosa dapat mendatangkan kegelapan yang akan menutup terang Allah dari segenap perhimpunan itu”.
                   E.G. White, Testimonies Jld.3, hlm.269, 266.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi Ke 17, hlm.191)

PERATURAN JEMAAT (10)                @ Undang-undang & peraturan itu perlu.

   “Hai saudara-saudara, janganlah sekali-kali (never allow) biarkan pikiran (ide) orang-orang/seseorang menggoncangkan imanmu tentang tata tertiba (order) dan kerukunan (harmony) yang harus terdapat di dalam jemaat…Allah yang di surga adalah Allah yang berperaturan, dan Ia menghendaki semua pengikut-Nya mempunyai undang-undang, dan memelihara tata tertib.”
   (The God of heaven is a God of order, and He requires all His followers to have rules and regulations, and to preserve order”.)
                   E. G. White, Testimonies, Jld.5 hlm.274.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.192.)

PERATURAN JEMAAT(11)         @ Menjaga persatuan jemaat.

   “Jika masalah-masalah yang sukar antara saudara-saudara tidak dipaparkan dihadapan orang lain melainkan dibicarakan secara terus terang diantara mereka dalam roh kasih kekristenan, berapa banyak kejahatan yang dapat dicegah!.  Berapa banyak akar kepahitan yang banyak menodai orang akan dapat dibinasakan, dan betapa dekat dan lemah lembut para pengikut Kristus dapat dipersatukan dalam kasih-Nya”.
                   E,G, White, Khotbah diatas bukit, hlm.69,70.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.193.


PERATURAN JEMAAT(12)                 @ Pertikaian adalah cela bagi kebenaran.

   “Segala usaha harus dibuat untuk menyelesaikan masalah diantara anggota jemaat dan menyimpan pertentangan itu sedapat mungkin didalam lingkup yang terkecil.  Pertikaian, konflik, dan perkara hukum antara saudara se-iman adalah cela bagi kebenaran.  Mereka yang melakukan hal ini membuka jemaat terhadap cercaan musuh-musuhnya dan menyebabkan kuasa kegelapan menang.  Mereka menusuk kembali luka Kristus dan mempermalukan Dia secara terbuka”.
                   E.G. White, Testimonies Jld.5 hlm.242,243.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.193,194.)

PERATURAN JEMAAT(13)       @ Bila ada masalah, jangan ke pengadilan.

   “Sekalipun dalam dunia modern terdapat peristiwa-peristiwa yang mencari keputusan pengadilan sipil, namun orang Kristen harus memilih cara penyelesaian di dalam wewenang jemaat,… Keinginan Allah bagi anggota jemaat adalah agar mereka harus “hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”. (Roma 12:18).
   Anggota jemaat yang menunjukkan ketidak sabaran dan sifat mementingkan diri melalui ke-engganan mereka untuk  menunggu dan menerima rekomendasi jemaat dalam penyelesaian masalah terhadap anggota jemaat lainnya, dapat dikenakan disiplin jemaat karena pengaruh kekacauan pada jemaat dan penolakan mereka untuk mengakui wewenang jemaat yang dibentuk secara tepat”.
                   E.G. White, Testimonies Jld.9 hlm.216-218.
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.194,195.)

PERATURAN JEMAAT(14)       @ Menunjukkan dosa.

   “Dosa dan orang-orang berdosa dalam jemaat hendaklah di urus dengan segera, agar orang-orang lain tidak terjangkit (,..that others may not be contaminated). Kebenaran dan kesucian menuntut supaya kita bekerja lebih cermat dalam usaha membersihkan perkemahan itu dari orang-orang seperti Akhan.  Janganlah orang-orang yang memangku jabatan yang utama dalam jemaat membiarkan dosa dalam diri seorang saudara.
   Tunjukkan kepadanya bahwa ia harus meninggalkan dosa-dosanya, atau ia harus diceraikan dari jemaat”. (Show him that he must either put away his sins or be separated from the church).
                   E.G. White, Testimonies Jld.5 hlm.147
                   (Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.196.)

PERATURAN JEMAAT(15)                 @ Dua macam tindakan disiplin.

   “Bila dosa-dosa yang berat dilakukan maka tindakan-tindakan disiplin harus dilaksanakan.  Ada 2 macam tindakan disiplin yang dapat dilakukan:
1.   Memungut suara untuk mencela (by a vote of censure).
2.   Memungut suara untuk memecat (by a vote to disfellowship).
  
   Mungkin timbul kejadian dimana pelanggaran yang dilakukan itu dianggap oleh jemaat tidak terlalu berat (is not considered by the church to be so serious) dan tidak perlu sampai diambil tindakan pemecatan…namun pelanggaran itu cukup serius juga sehingga jemaat perlu menyatakan sikapnya bahwa jemaat tidak berkenan akan perbuatannya itu.  Tindakan tidak menyetujui perbuatan itu dinyatakan dengan suara mencela”.
                   Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.196.

PERATURAN JEMAAT(16)                @ Arti mengeluarkan keanggotaan.

   “Mengeluarkan seorang dari keanggotaan jemaat, yaitu tubuh Kristus, adalah satu masalah yang serius.  Inilah disiplin yang terberat yang dapat dilakukan oleh jemaat; inilah tindakan yang paling berat yang dapat dijatuhkan oleh jemaat.  Hanya setelah petunjuk yang diberikan dalam pasal ini dijalankan, dan setelah segala usaha yang mungkin dikerjakan sudah dilakukan untuk mengembalikan anggota yang  bersalah itu balik daripada segala kejahatannya, disiplin seperti ini boleh dijalankan.  Perlulah kiranya meminta nasihat dari pendeta jemaat, atau jika ia ada, dari ketua konferens/daerah/wilayah, sebelum jemaat mengambil keputusan, bila langkah demikian dikehendaki”.
                   Peraturan Jemaat, Revisi 2005, Edisi ke 17, hlm.197.