Rabu, 23 Oktober 2013

Siklus Belajar : 3 KURBAN (Sacrifices)


K O R B A N (Sacrifices)
Fokus : Yohanes 1:29.

   Sistem upacara korban Perjanjian Lama telah menyediakan sebuah potret/gambaran sebelumnya(awal) dari makna/arti mendalam dari pengorbanan Kristus.  Hal itu juga menandai pengalaman orang-orang Kristen dalam mempersembahkan diri mereka sendiri sebagai suatu “Persembahan yang hidup” (As a living sacrifice). Roma 12:1.

Ilustrasi:  Pengalaman  dari seorang Profesor wanita.

   Ketika pergi ke puncak gunung GERIZIM pada saat Paskah.  Disini beberapa orang Samaria masih mengorbankan domba Paskah.  Sementara anak-anak domba dituntun ke tempat penyembelihan, sang profesor mengalihkan matanya.  Namun pada menit-menit terakhir, ia melihat juga.  Begitu mengerikan kematian anak-anak domba itu.  Ketika ia melihat makhluk-makhluk tak berdosa berjuang terhadap(melawan) pisau, jiwa profesor wanita memberontak terhadap sikap tak berperasaan dari para imam, yang mempersembahkan korban itu.(Termasuk ide keseluruhan sistem upacara korban itu).

   Mengapa binatang-binatang yang tidak berdosa harus mati untuk menunjuk kedepan kepada kematian Yesus? (Why did innocent animals have to die to point forward to the death of Jesus?).  Dalam perjalanan pulang malam itu, ia terus berfikir tentang hal itu.  Akhirnya ia mulai memahami idenya : ----dosa adalah sangat mengerikan yang menuntut nyawa dari Anak Domba Allah yang tak bersalah (Sin is so awful that it cost the life of the innocent Lamb of God).  Kurban ini(this sacrifice) adalah satu-satunya jalan/cara agar Allah dapat membuat manusia dengan hati mereka yang keras---untuk melihat betapa mengerikannya dosa itu, betapa mahalnya keselamatan kita itu.  (The only way that God could get people with their hardened human hearts to see how terrible sin was, how costly our salvation is).

    Pelajaran kita saat ini: Kita akan memeriksa sistem upacara kurban sebagaimana telah diperkenalkan kepada ADAM DAN HAWA, seperti yang telah dilakukan pada periode para Bapa (Zaman Abraham), dan sebagaimana telah ditegaskan dalam buku Hukum-hukum Musa.  Kita akan menyelidiki makna penting sistem lambang ini untuk mengerti: INTI DARI INJIL (The heart of the Gospel).

KOMENTAR ALKITAB :

I. SISTEM UPACARA KURBAN TELAH DIPERKENALKAN DI EDEN (Review Kejadian 3:9-21)

Dalam janji Injil pertama (Kejadian 3:15) ---Korban pengganti dari Benih Mesias sudah digambarkan.
   BAYANGKAN: Her seed, KRISTUS, melepaskan sandal-Nya, seolah-olah, telanjang tumit-Nya, dan melangkah dengan sukarela atas/pada ular berbisa.  Ini adalah satu gambar dari benih perempuan memberikan hidup-Nya dengan sukarela untuk membunuh ular.  Kristus mengajukan diri melangkah dengan sadar diatas kepala dari ular yang paling mematikan di alam semesta, ULAR itu = Setan sendiri, menyadari sepenuhnya bahwa itu akan menuntut dari-Nya nyawanya sendiri.

   Kejadian 3:21—bahwa Allah memakaikan Adam dan Hawa dengan kulit.  Ini melambangkan pengorbanan dari hewan-hewan(the sacrifice of animals).
   Bagaimana kita tahu bahwa pakaian ini menyatakan lebih dari sekadar menutupi ketelanjangan fisik mereka untuk menjaga mereka tetap hangat dari udara dingin, setelah atmosphere kejatuhan?.  Kita tahu karena ayat tersebut menjelaskan bahwa ketelanjangan mereka setelah kejatuhan lebih dari ketelanjangan fisik(physical nudity).  Setelah mereka menutupi diri mereka sendiri dengan daun-daun pohon ara, Adam mengakui kepada Allah bahwa ia masih telanjang.  Baca Kejadian 3:10.
   Dengan demikian, ketelanjangan disini termasuk ketelanjangan jiwa (a nakedness of soul).  Contoh: Rasa bersalah(guilt) – yang perlu ditutupi oleh lebih dari sekadar pakaian fisik.

   SEBAGAI GANTINYA/DARIPADA daun-daun pohon ara hasil pekerjaan mereka tidak mampu menutupi ketelanjangan mereka ---sebagai gantinya Allah menutupi mereka dengan jubah dari Sang Pengganti (the robes of substitute).   Daripada darah mereka sendiri, darah dari seorang korban yang tidak berdosa telah dicurahkan (yang paralel dengan korban penghapus dosa(Sin offering) dalam Imamat 4:29 (Baca).

   Disini mengibaratkan Mesias Sang Kurban pengganti atas nama manusia/kemanusiaan.  Allah sendiri telah menetapkan(instituted) dan menginstruksikan/memerintahkan Adam dan Hawa mengenai sistem upacara kurban.

II. ABRAHAM DAN SISTEM UPACARA KORBAN (Baca Kej.22:1-19)

   Kisah Kejadian Fasal 22 –menjelaskan ujian Ilahi (the divine test) atas Abraham yang mana Allah meminta dia untuk mempersembahkan anaknya Ishak diatas Gunung Moria.  Ujian ini menjadi puncak dari gambaran sebelumnya INJIL PERJANJIAN LAMA, mengungkapkan sejak awal bagaimana keduanya(Bapa dan Anak) telah terlibat didalam penderitaan kurban Pendamaian. (were to be involved in the anguish of the atoning sacrifice).
   Yesus mengatakan dalam Yohanes 8:56 (Baca).
   Disini, kapan Abraham melihat HARI YESUS?
   Rasul Paulus mengutip dari Kejadian 22:18 (“Oleh keturunanmulah semua bangsa dibumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku”.)
   Gal.3:8 (Baca)…Ayat ini dikutip dari Kejadian 22:18.

   Secara khusus menunjukkan bahwa Alkitab/Kitab Suci “telah terlebih dahulu memberitahukan Injil kepada Abraham (announced the gospel in advance to Abraham).
   Didalam bahasa Ibrani : Kejadian 22:18 sebagaimana dalam Kej.3:15, kata untuk ‘BENIH” (Seed = Zera)—pertama digunakan dalam pengertian kolektif merujuk kepada keturunan yang banyak dan kemudian menyempit kepada makna/arti tunggal (marked by singular pronoun) ----untuk fokus kepada satu benih Mesias yang oleh-Nya “SEMUA BANGSA DI BUMI AKAN MENDAPAT BERKAT”. (Kejadian 2:18 –NKJV).
   Dengan demikian pengalaman Ishak di Gn. Moria dengan tegas terkait kepada pengorbanan Mesias yang datang.  Paulus juga menunjukkan semangat pengorbanan dari Bapa, yang “tidak menyayangkan anak-Nya sendiri”. (Roma 8:32)…baca….yang menggunakan bahasa yang sama sebagaimana Allah telah dua kali menggunakannya untuk Abraham diatas Gn.Moria (Kej.22:12,16).
   Catatan: Kej.22 dan Kej.15:6-18 = Injil Pembenaran oleh Iman(Justification by faith).

III. SISTEM UCAPARA KURBAN KEIMAMATAN : PASKAH (Baca Kel.12:21-17).

   Pengorbanan Kristus melalui upacara Paskah.  Renungkanlah hal-hal berikut:
1. Makna Dasar yang penting: “ Paskah menandai permulaan bulan”(Baca Kel.12:2)
2. Fokus pada domba (sebuah lambang dari Yesus): Kel.12:3, Yoh.1:29.
3. Waktu yang tepat (Perfect timing) : Kel.12:6, Yoh.18:28,19:14.  Yesus mati jam 3 petang pada hari ke 14 bulan Nisan, sama seperti anak domba Paskah pertama disembelih.
4. SEMPURNA, korban yang lengkap : Kel.12:5, 46; 1 Petr.1:19; Yoh.19:33,36.
5. Cukup, satu persembahan untuk semua : Kel.12:4; Yoh.3:16; Roma 3:23,24; 5:6,8,18; 1 Tim.4:10.
6. Korban pemberian pribadi : Kel.12:7,8; Yoh.6:53; 1 Yoh.1:7,9).
7. Pendamaian, korban pengganti (Propitiatory).
-Anak domba itu harus “dipanggang dalam api” (Kel.12:8).  Api murka Ilahi, yang dicurahkan keatas Yesus, sebagaimana Dia mengambil bagi diri-Nya sendiri dosa-dosa dunia dan menerima hukuman yang kita layak terima.
   Kata Paskah (Ibrani: Pesach = “melewati atau melompati” (to pass or spring over).  Allah mengumumkan kepada Musa, “Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat(Pasach) daripada kamu; dan tidak akan ada tulah kemusnahan ditengah-tengah kamu apabila Aku menghukum tanah Mesir.” (Kel.12:13 –bandingkan dengan ayat 23). Untuk rincian lebih lanjut dapat di akses  di www.andrews.edu/-davidson/



DAFTAR PUSTAKA:

1. Martin Probstle, BAIT SUCI -Pedoman Pendalaman Alkitab SSD, Indonesia Publishing House, Oktober - Desember 2013.


                   
                        ==00==

Senin, 21 Oktober 2013

MANFAAT DARI PEPAYA

                                 MANFAAT:  PEPAYA
   
                      Buah pepaya kaya akan Vitamin C. 

1.BIJI PEPAYA : dr.Rini Mahendra Spm –
    i.Penting bagi kesehatan mata karena mengandung senyawa Likopen (Bisa ditambah madu supaya tidak terasa getir).
    -Bila dijemur/disangrai –dimakan sebagai snack.
    -Konsumsi 10 butir, 3x sehari. (Sebagai tambahan makanan sehat untuk mata: wortel dan bayam atau 3 porsi buah per-hari.
    ii. Bersihkan racun dari dalam tubuh, khususnya di ginjal dan di hati.  iii. Membantu Pencernaan.
    iv. Menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah dan meningkatkan kadar HDL (Kalau bijinya di jus dengan buahnya).
    v. Sebagai penghitam rambut: Sangrai, tumbuk sampai halus tambah dengan air sehingga menyerupai pasta dan pijatkan ke rambut, biarkan 3 menit, sesudah kering dibilas. 2x dalam seminggu.  Manfaatnya setelah 6 x pemakaian.
        
                    MANFAAT LAINNYA DARI BIJI PEPAYA :

1. Biji Pepaya sebagai antibakteri

Penelitian telah dilakukan dan menemukan kalau biji pepaya ternyata efektif membasmi E. coli, Salmonella, dan infeksi Staph.

2. Melindungi Ginjal

Penelitian telah menemukan kalau dari ekstrak biji pepaya dapat melindungi ginjal dari racun-diinduksi gagal ginjal.

3. Menghilangkan Parasit di Usus

Ada bukti bahwa biji pepaya membasmi parasit usus. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada anak-anak Nigeria dengan parasit usus, 76,7% dari anak-anak bebas parasit setelah tujuh hari pengobatan dengan biji pepaya dibandingkan dengan hanya 16,7% dari anak-anak yang menerima plasebo.

4. Menetralisir Racun dalam hati

Dalam pengobatan di negeri Cina diyakini kalau sesendok teh biji pepaya dapat membantu detoksifikasi hati. Biji pepaya juga sering direkomendasikan oleh para dokter secara alami dalam pengobatan pada sirosis hati.

5. Mengobati cacingan

Penyakit memalukan ini juga sangat baik dibasmi dengan biji pepaya, bahkan sangat ampuh katanya.

Peringatan: Bagi yang ibu hamil jangan sekali-kali mengkomsumsi biji pepaya sebagai obat karna akan meningkatkan resiko keguguran.    vi. Anti Bakteri.

MANFAAT DAUN PEPAYA :

1. Melunakkan Daging

Jika ingin memasak daging sebaiknya gunakan daun pepaya dagingnya menjadi empuk dan enak saat dikunyah. Caranya, hancurkan daun pepaya yang masih basah dan campurkan ke dalam daging yang telah diiris-iris, tapi jangan terlalu banyak karna rasa pahit dari daun pepaya tersebut bisa membuat daging menjadi tidak enak dimakan.

2. Menambah nafsu makan

Tak sulit membuat ramuan penambah nafsu makan ini, siapkan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir. Semua bahan dicampur, ditumbuk atau diblender, kemudian disaring untuk diambil airnya kemudian diminum. Ramuan ini aman, bahkan untuk anak-anak sekalipun.

3. Mencegah kanker

Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex), yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker, sebagaimana dikutip dari Journal Society of Biology. Getah ini otomatis didapatkan saat kita mengonsumsi daun pepaya, dimasak dengan cara apa pun.

4. Menghilangkan jerawat

Ternyata daun pepaya juga dapat dipakai untuk mengatasi jerawat. Caranya, ambil 2-3 lembar daun pepaya tua. Jemur sebentar kemudian tumbuk sampai halus. Setelah itu, tambahkan satu setengah sendok air. Lalu oleskan ramuan tersebut pada bagian wajah yang terkena jerawat seperti memakai masker. Biarkan beberapa saat, kemudian bilas hingga bersih.

5. Mengontrol tekanan darah

Caranya, ambil lima lembar daun pepaya, rebus dengan setengah liter air. Rebus terus hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis.

6. Mengobati nyeri haid

Bagi Anda para wanita yang mengalami nyeri saat haid, ada baiknya anda mencoba resep tradisional dari daun pepaya ini, caranya ambil 1 lembar daun pepaya, asam jawa dan garam secukupnya. Rebus dengan segelas air hingga masak. Dinginkan sebelum diminum.

7. Mengobati demam berdarah

Bagi penderita demam berdarah, atau yang sedang mengalami gejala demam berdarah sangat disarankan untuk mengonsumsi daun pepaya. Karena daun pepaya memiliki kandungan yang bisa mengobati atau menetralkan gejala demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk.

Caranya, campur lima lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak, kemudian dinginkan sebelum diminum.

8. Melancarkan pencernaan

Memakan daun pepaya yang sudah direbus baik dimakan dengan atau tanpa makanan pendamping lainnya dapat membantu memperlancar pencernaan. Hal ini dikarenakan didalam daun pepaya terdapat zat karpain, yaitu sejenis kandungan kimia yang dapat membunuh mikroorganisme jahat yang mengganggu pencernaan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya makan rutin daun pepaya rebus setiap hari selama beberapa hari.

Manfaat Bunga Pohon Pepaya

Sebenarnya manfaat bunga pepaya sama saja dengan daunnya, tapi yah masih tetap ada bedanya hanya saja belum ketemu jawabannya, makanya saya kasi info resep tumis bunga pepaya saja dulu. Caranya sama dengan menumis sayuran pada umumnya, silahkan dicatat bahannya :

    250 g bunga pepaya, bersihkan
    2 sdm minyak sayur
    5 siung bawang merah, iris tipis
    2 siung bawang putih, iris tipis
    1 batang daun bawang, potong 3 cm
    2 buah cabai merah, iris serong tipis
    2 buah cabai hijau, iris tipis
    4 buah cabai rawit merah, iris serong
    1 lembar daun pandan muda, iris kasar
    50 g teri nasi tawar goreng
    1 buah jagung manis, serut bijinya
    30 lembar daun kemangi
    1/2 sdt merica bubuk
    1 sdt garam (Manfaat Pepaya : Daun, Bunga, Biji, Akar, Getah, dan Kulit Pepaya)


MANFAAT AKAR PEPAYA :

Bagian akar dari pohon pepaya juga memiliki khasiat yang tidak sedikit untuk kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat akar pepaya yang perlu Anda ketahui:

1. Kesehatan Ginjal

Yang banyak dikenal dari manfaat akar pepaya adalah khasiatnya sebagai obat bagi penyakit ginjal, baik yang sudah terkena maupun untuk menghindari penyakit ginjal. Caranya, rebus 3 potong akar pepaya bersama 1 liter air kemudian campur dengan madu untuk meminumnya.

2. Mengobati Cacingan

Selain itu, seperti pada manfaat biji pepaya di atas, akar pepaya juga baik untuk mengobati penyakit cacingan. Caranya ambil satu jari akar pepaya dan satu siung bawang putih, kemudian direbus dalam 100ml air. Setelah mendidih, angkat lalu dinginkan dan diminum 2 kali sehari.

3. Mengatasi gangguan saluran kencing

Caranya ambil 3 potong akar pepaya, rebus dengan 1 liter air hingga mendidih, kemudian saring. Minum ½ gelas, satu kali sehari.

4. Untuk mengobati rematik

Haluskan 30 gram akar pepaya, 20 gram daun jeruk nipis, 15 gram sambiloto segar, 20 gram daun ketepeng cina, 30 gram daun sirih segar, dan 5 buah cabai rawit. Rendam campuran dalam alkohol 75% selama 7 hari, kemudian peras dan saring. Gunakan airnya untuk menggosok dan mengurut bagian yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Hmmh, luar biasa sekali ternyata manfaat dari pepaya ini. Selain buahnya manis dan segar bagian lain dari pohon pepaya ternyata bisa dijadikan obat. So, tanamlah pohon pepaya di dekat rumah kalian supaya kalian juga bisa merasakan manfaatnya.

Phytochemicals, Antioxidants, and Omega-3 Fatty Acids.

Nutrition to reduce cancer risk:

   The scientific community is continually studying the role of diet in the development of cancer. Many results are preliminary and more is being learned every day. Research is discovering that intake of fruits, vegetables, and cereal grains may interfere with the process of developing cancer of the oral cavity, larynx, esophagus, stomach, colon, lung, prostate, and rectum. In addition to reducing the risk of developing cancer, the risk of developing heart disease, hypertension, obesity, diabetes, and other chronic diseases might also be prevented by eating more fruits and vegetables. There is also evidence that total fat intake of greater than 30 percent of total calories can increase the risk of developing some cancers. This is especially true when total fat intake includes saturated fat and possibly polyunsaturated fat. The Food Guide Pyramid, Dietary Guidelines for Americans, and 5 A Day for Better Health Campaign are good sources for nutritional information.
What foods help to prevent cancer?

Although research studies are inconclusive at this time, preliminary evidence suggests that some components of food may play a role in decreasing the risk of developing cancer, including phytochemicals, antioxidants, and omega-3 fatty acids.

What are phytochemicals (or phytonutrients)?

Phytochemicals are chemicals found in plants that protect plants against bacteria, viruses, and fungi. Eating large amounts of brightly colored fruits and vegetables (yellow, orange, red, green, white, blue, purple), whole grains/cereals, and beans containing phytochemicals may decrease the risk of developing certain cancers as well as diabetes, hypertension, and heart disease. The action of phytochemicals varies by color and type of the food. They may act as antioxidants or nutrient protectors, or prevent carcinogens (cancer causing agents) from forming.

What are specific sources of phytochemicals?

The list below is a partial list of phytochemicals found in foods:

    Allicin is found in onions and garlic. Allicin blocks or eliminates certain toxins from bacteria and viruses.

    Anthocyanins are found in red and blue fruits (such as raspberries and blueberries) and vegetables. They help to slow the aging process, protect against heart disease and tumors, prevent blood clots, and fight inflammation and allergies.

    Biflavonoids are found in citrus fruits.

    Carotenoids are found in dark yellow, orange, and deep green fruits and vegetables such as tomatoes, parsley, oranges, pink grapefruit, and spinach.

    Flavonoids are found in fruits, vegetables, wine, green tea, onions, apples, kale, and beans.

    Indoles are found in broccoli, bok choy, cabbage, kale, Brussel sprouts, and turnips (also known as “cruciferous” vegetables). They contain sulfur and activate agents that destroy cancer-causing chemicals.

    Isoflavones are found in soybeans and soybean products.

    Lignins are found in flaxseed and whole grain products.

    Lutein is found in leafy green vegetables. It may prevent macular degeneration and cataracts as well as reduce the risk of heart disease and breast cancer.

    Lycopene is found primarily in tomato products. When cooked, it appears to reduce the risk for cancer and heart attacks.

    Phenolics are found in citrus fruits, fruit juices, cereals, legumes, and oilseeds. It is thought to be extremely powerful, and is studied for a variety of health benefits including slowing the aging process, protecting against heart disease and tumors, and fighting inflammation, allergies, and blood clots.
(Phytochemicals cannot be found in supplements and are only present in food.)

Foods high in phytochemicals include the following:

    -broccoli, beries, soynuts, pears, turnips, celery,carrots, spinach,olives, tomatoes, lentils, cantaloupe,garlic,apricots,onions,seeds, soybeans, green tea, apples, cabbage, Brussels sprouts, bok choy, kale, red wine.

There is no recommended dietary allowance for phytochemicals. Eat a variety of foods, including plenty of fruits and vegetables, to ensure you are getting adequate amounts in your diet.
What are antioxidants?

Antioxidants are substances that inhibit the oxidation process and act as protective agents. They protect the body from the damaging effects of free radicals (by-products of the body’s normal chemical processes). Free radicals attack healthy cells, which changes their DNA, allowing tumors to grow. Research is underway to investigate the role of antioxidants in decreasing the risk of developing cancer.

Antioxidants include:

    vitamin C (ascorbic acid)
    According to the National Cancer Institute (NCI), vitamin C may protect against cancer of the oral cavity, stomach, and esophagus and may also reduce the risk of developing cancers of the rectum, pancreas, and cervix. Also known as ascorbic acid, vitamin C may provide protection against breast and lung cancer.

    According to the American Dietetic Association and USDA Nutrient Database for Standard Reference, the following foods are good sources of vitamin C:

        one medium orange - 69 mg
    1 cup orange juice – 124 mg.
    1 medium raw green pepper- 106 mg.
    1 cup raw strawberries – 81 mg.
    1 cup cubed papaya – 86 mg.
    1 medium raw red pepper – 226 mg.
    ½ cup cooked broccoli – 58 mg.

    The recommended dietary allowance (RDA) for vitamin C has recently been increased to 75 milligrams per day for women and 90 milligrams per day for men. If you smoke cigarettes, it is recommended to increase your intake of vitamin C to 100 milligrams per day.

    beta carotene
    Beta carotene, also known as provitamin A, may help decrease the risk of developing cancer. According to the American Cancer Society, this nutrient may prevent certain cancers by enhancing the white blood cells in your immune system. White blood cells work to block cell-damaging free radicals.

    Good sources of beta carotene are dark green leafy and yellow-orange fruits and vegetables. In the body, beta carotene is converted to vitamin A. Eating foods rich in beta carotene is recommended to possibly decrease the risk of developing stomach, lung, prostate, breast, and head and neck cancer. However, more research is needed before a definite recommendation on beta carotene consumption can be made. Overdosing on beta carotene is not recommended. Large doses can cause the skin to turn a yellow-orange color, a condition called carotenosis. High intakes of beta carotene in supplement form may actually cause lung cancer in people at risk, such as smokers.

    While there is a recommended dietary allowance for vitamin A, there is not one for beta carotene. Examples of some foods high in beta carotene include the following:

       * Carrots, squash, collards, spinach and sweet potatoes.

    vitamin E
    Vitamin E is essential for our bodies to work properly. Vitamin E helps to build normal and red blood cells, as well as working as an antioxidant. Research is finding evidence that vitamin E may protect against prostate and colorectal cancer. The recommended dietary allowance for vitamin E is 15 milligrams per day. The adult upper limit for vitamin E is 1,000 milligrams per day. Good sources of vitamin E (and the amount each serving contains) include the following:

        1 tablespoon sunflower oil - 6.9 mg
        1 ounce sunflower seeds - 14 mg
        1 ounce almonds - 7.4 mg
        1 ounce hazelnuts - 4.3 mg
        1 ounce peanuts - 2.1 mg
        3/4 cup bran cereal - 5.1 mg
        1 slice whole wheat bread - .23 mg
        1 ounce wheat germ - 5.1 mg

    Since some sources of vitamin E are high in fat. A synthetic form of a vitamin E is available as a supplement. Vitamin E supplementation is probably not needed for most individuals because vitamin E is a fat-soluble vitamin and is stored in our bodies. Very high doses of vitamin E can also interfere with the way other fat-soluble vitamins work. Also, large doses of vitamin E from supplements are not recommended for people taking blood thinners and some other medications, as the vitamin can interfere with the action of the medication. To make sure you are meeting your needs, eat a varied diet that includes whole-wheat breads and cereals.

There is no recommended dietary allowance for antioxidants. Eat a variety of foods, including plenty of fruits and vegetables, to ensure you are getting adequate amounts in your diet.

What are omega-3 fatty acids?

Researchers are studying the effects omega-3 fatty acids have on delaying or reducing tumor development in breast and prostate cancer. Since our bodies cannot make omega-3 fatty acids, we must get them from food or supplements. The omega-3 fatty acids include:

    alpha-linolenic acid
    eicosapentaenoic acid
    docosahexaenoic acid

Sources and recommended servings of foods high in omega-3 fatty acids include:

    seafood, especially cold-water fish like salmon, mackerel, sardines, herring, halibut, stripped bass, tuna, and lake trout (aim for three to four servings of these fish every week)

    flaxseed oil and beans such as kidney, great northern, navy, and soybeans

The American Cancer Society recommends avoiding omega-3 fatty acid supplements in the following situations:

    if you take anticoagulant medications or aspirin, as omega-3 fatty acid supplements may increase the risk of excessive bleeding

    if you have elevated cholesterol levels, as omega-3 fatty acid supplements may continue to increase your cholesterol levels

    if you are pregnant or breastfeeding (Women should talk to their physicians before taking omega-3 supplements or any dietary supplements.)

    if you are menstruating, as omega-3 fatty acid supplements may increase the tendency of developing anemia.

Source:
-Stanford Medicine, Cancer Institute.

Another quotations:
   "Phyto" --Greek: "phuton" meaning "plants" hence the chemical/nutrient found in plants are called pytochemical or phytonutrient.
   * How do we get enough phytochemicals?.  It is recommended total daily at least: 5-9 servings of fruits or vegetables.

Minggu, 20 Oktober 2013

3.Persembahan Kurban Dan Pengorbanan Kita.

"KURBAN"

PENDAHULUAN

    Antara persembahan dan kurban.

   Sebenarnya, kata "persembahan" dan "kurban" (atau "korban") adalah dua hal yang berbeda, tapi dalam Alkitab kedua kata itu sering digunakan secara bergantian. Tetapi terkadang juga digunakan bersama-sama menjadi "persembahan kurban" untuk membedakan antara persembahan biasa dengan persembahan yang disertai "kurban" berupa binatang. Dalam konsep alkitabiah kedua kata ini saling berkaitan, di mana persembahan yang dibawa kepada Tuhan acapkali berupa hasil bumi maupun uang, atau hewan kurban. Secara linguistik, "persembahan" adalah sebuah kata bentukan dari akar kata "sembah" yang berhubungan dengan ibadah, yaitu bagian dari "penyembahan" kepada Tuhan. Sedangkan "kurban" adalah kata serapan dari bahasa Arab, قربن, yang secara harfiah berarti hewan sembelihan.

    Dalam PL, kata "persembahan" (Ibrani: מִנְחָה, minchah, dilafalkan: minhah; Strong, H4503) muncul pertama kali di Kejadian 4:3-4 pada waktu Kain dan Habel menyiapkan suatu persembahan lalu "mempersembahkannya kepada Tuhan" (BIMK). Dalam naskah aslinya tidak ada kata "kurban/korban" seperti pada ayat 4 dalam versi TB. Kata "kurban" (Ibrani: זֶבַח, zebach, dilafalkan: zevach; Strong, H2077) baru muncul pertama kali dalam Kejadian 31:54, yaitu ketika Yakub "menyembelih seekor binatang dan mempersembahkannya di atas bukit itu" (BIMK). Adanya catatan tentang praktik mempersembahkan hewan kurban kepada Allah dalam kitab Kejadian tersebut membuktikan bahwa konsep persembahan berupa hewan kurban sudah menjadi bagian dari peribadatan kepada Allah, jauh sebelum kewajiban mengenai hal itu diturunkan kepada bangsa Israel melalui Musa dalam bentuk hukum upacara keagamaan (Im. 1:1-2).

    Dalam PB, kata "persembahan" berkaitan dengan "pemberian" atau hadiah" (Grika: δῶρον, dōron; Strong, G1435) seperti yang terdapat dalam Matius 2:11 tatkala orang-orang majus dari Timur datang ke Betlehem untuk menjenguk bayi Yesus kemudian "mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur." Setelah Yesus mati di atas salib persembahan dalam bentuk hewan kurban tidak dibutuhkan lagi, yang ditandai dengan fenomena "tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah" (Mat. 27:50-51; Mrk. 15:37-38), karena kematian-Nya itu menggenapi maksud persembahan berupa hewan kurban yang diadakan sebagai "bayangan" (type) atas kematian Yesus yang adalah kurban sesungguhnya (Ibr. 7:27; Ef. 5:2).

PENDAHULUAN:
    "Inti seluruh injil adalah konsep tentang pengorbanan. Dalam bahasa alkitabiah, kata 'kurban' sering menggambarkan ide perihal menghampiri (drawing near) dan tentang membawa sesuatu kepada Allah. Pengertian dasar dari bahasa Ibrani untuk persembahan atau kurban melukiskan tindakan pendekatan(the act of approaching), tindakan membawa sesuatu ke hadapan Allah(the act of bringing something into the presence of God).  Padanan katanya dalam bahasa Grika berarti 'pemberian' (gift) dan menggambarkan penyerahan suatu kurban.  Begitu juga, kata bahasa Inggeris offering  berasal dari kata Latin Offerre,  penyampaian suatu pemberian(the presentation of a gift).  Kata kurban  adalah suatu kombinasi dari bahasa Latin: Sacer (suci) dan facere (membuat) dan merujuk pada tindakan menjadikan sesuatu sakral/suci.  Pekan ini kita akan meninjau beberapa Kurban yang orang percaya telah persembahkan kepada Allah.  Kita akan temukan bahwa Allah telah selamanya meminta kurban-kurban(sacrifices), dan Ia masih melakukan itu sekarang.  Tentu saja, dan yang paling penting, Allah telah menyediakan  kurban mutlak, yaitu Diri-Nya Sendiri dalam diri Yesus Kristus (God provided the ultimate sacrifice, that of Himself in the person of Jesus Christ). (alinea pertama].

I.  HEWAN YANG DIKORBANKAN (Kurban Pertama)

     "Bait Suci" Taman Eden. Seperti telah kita pelajari terdahulu, Bait Suci adalah tempat yang menandakan hadirat Allah (Kel. 25:8; 1Sam. 1:22; Yes. 1:12). Atau, dalam pengertian tertentu, di mana hadirat Allah ada maka tempat itu dapat disetarakan dengan Bait Suci. Dalam pengertian inilah maka rasul Paulus menyamakan tubuh kita sebagai Bait Suci, yaitu apabila Allah berdiam dalam diri kita (1Kor. 3:16; 6:19). Sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dan terusir keluar dari Taman Eden, setiap hari Allah secara pribadi datang ke taman itu untuk bercengkerama dengan mereka, termasuk pada hari ketika mereka baru saja berbuat dosa setelah memakan buah larangan itu (Kej. 3:8).

    "Adam dan Hawa hidup di sebuah dunia yang sempurna, dalam sebuah taman yang seperti Bait Suci, dan Allah menganugerahkan kepada mereka hubungan secara tatap muka dengan Khalik mereka. Dosa mereka yang pertama menguak suatu pelanggaran yang nyaris tak teratasi dalam hubungan mereka dengan Allah. Namun, Allah sudah berencana bagaimana menghadapi pelanggaran kepercayaan seperti itu, dan bahkan sebelum ada sesuatu hukuman atas mereka Ia telah memberi mereka pengharapan akan seorang Juruselamat (Kej. 3:15)" [alinea pertama].

 Kurban pertama.

   Kehadiran Allah di taman itu adalah sebuah alasan mengapa Taman Eden dapat disebut sebagai "Bait Suci," tetapi alasan yang terutama ialah karena di tempat itulah telah terjadi kurban pertama ketika seekor hewan harus mati demi kepentingan manusia. Akibat langsung dari dosa manusia ternyata bukan kematian yang menimpa mereka, melainkan kehilangan pakaian kemuliaan yang menyebabkan pasangan nenek moyang pertama umat manusia itu menjadi sangat malu (Kej. 3:10). Menyadari keadaan itu maka dalam kepanikan mereka berikhtiar untuk menutupi ketelanjangan dengan menyemat daun pohon ara sebagai cawat (ay. 7). Tetapi "Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka" (ay. 31). Kematian pertama akibat dosa manusia adalah binatang yang tidak berdosa.

    "Tuhan menunjukkan kepada mereka dasar utama dari kemenangan itu ketika Ia, segera sesudah kata-kata penghakiman-Nya, membuat untuk mereka pakaian dari kulit untuk menutup ketelanjangan dan rasa malu mereka. Meskipun tidak disebutkan, adalah wajar untuk memperkirakan bahwa seekor hewan yang tidak bersalah sudah mati untuk ini, bahkan mungkin bahwa hal itu dianggap sebagai semacam kurban (Kej. 3:21)" [alinea ketiga].

    Kurban simbolik.

    Alkitab tidak menyebutkan jenis hewan apa yang harus mati untuk diambil kulitnya, tapi bisa diperkirakan itu bukanlah jenis binatang yang seukuran domba seperti yang kita kenal sekarang. Meskipun tidak ada catatan yang pasti perihal ukuran tinggi badan Adam dan Hawa, sangat masuk akal untuk menyimpulkan bahwa mereka lebih tinggi dari manusia yang hidup sesudah mereka. Menurut tulisan Roh Nubuat, Adam "dua kali lebih tinggi dari orang-orang yang sekarang hidup di atas bumi" (Ellen G. White, Spiritual Gifts, jld. 3, hlm. 34). Dalam sejarah kedokteran manusia tertinggi yang pernah dicatat ialah Robert Wadlow (1918-1940) dari kota Alton, Illinois, AS yang memiliki tinggi badan 272 cm; menurut Guiness Book of Record adalah Sultan Kosen dari Ankara, Turki (lahir Desember 1982) yang tingginya 246.5 cm. Kalau ukuran tinggi badan Adam dan Hawa lebih dari mereka tentu saja perlu hewan dengan ukuran cukup besar, atau lebih dari satu ekor, untuk diambil kulitnya menjadi pakaian pasangan manusia pertama itu. Terkecuali, tentu saja, kalau Tuhan melakukan mujizat!

     "Penyediaan pakaian oleh Allah bagi kedua pelaku kejahatan itu menjadi sebuah tindakan simbolik. Sama seperti kurban-kurban di Bait Suci di padang gurun itu menjamin hubungan istimewa antara Allah dengan umat-Nya, demikianlah pakaian di Taman itu memastikan orang yang bersalah itu akan kebaikan Allah yang tidak berubah terhadap mereka" [alinea keempat].

    Apa yang kita pelajari tentang kurban pertama di "Bait Suci" Taman Eden?
   1. Hadirat Allah di Taman Eden menjadikan taman itu menjadi seperti "Bait Suci" di tengah manusia. Gereja, bahkan tubuh anda dan saya, dapat menjadi semacam "Bait Suci" juga apabila Allah hadir di dalamnya. Tetapi bukan seperti paham panteisme yang mengajarkan kehadiran Allah pada benda alam apa saja, hadirat Allah di dunia ini hanyalah di antara manusia.

2. Meskipun vonis atas dosa adalah kematian bagi si pelaku (Kej. 2:17; Rm. 6:23), akibat langsung dari dosa Adam dan Hawa adalah kematian hewan yang tidak bersalah. Ini adalah kehendak Allah berdasarkan kekuasaan-Nya yang mutlak, dan karena ada suatu pembelajaran di balik kematian binatang itu.

3. Ikhtiar Adam dan Hawa untuk menutupi tubuh mereka yang telanjang dengan anyaman daun arah adalah usaha yang bersifat darurat, sebagai "agama daun ara" yang tidak layak di hadapan Allah. Dosa mengakibatkan manusia kehilangan pakaian kemuliaan dan menjadi telanjang, maka hewan menjadi tumbal untuk menggantikan pakaian yang hilang itu.

II. PERSEMBAHAN SEBAGAI TUNTUTAN (Jenis-jenis Persembahan Kurban)

 Persembahan yang dikehendaki.

    Persembahan tidak sama dengan sejajen. Persembahan adalah pemberian yang dituntut oleh Allah yang benar di surga, sesajen adalah ikhtiar manusia untuk menyenangkan hati para dewa yang cuma ada di angan-angan. Dalam PL, manusia diwajibkan membawa persembahan-persembahan yang ditentukan oleh Allah sendiri supaya persembahannya berterima, bukan persembahan atas kemauan sendiri. Itulah sebabnya Allah berkenan dengan persembahan Habel (kej. 4:4), tetapi menolak persembahan Kain sekalipun mungkin dia mempersembahkannya dengan tulus (ay. 5). Peristiwa ini kemudian berujung pada tragedi pertama dalam keluarga manusia berdosa, yaitu tindak pembunuhan oleh Kain terhadap Habel. Meski hanya satu orang yang mati, tetapi kematian itu meliputi seperempat penduduk bumi pada waktu itu.

 "Di zaman Perjanjian Lama, umat percaya dapat membawa persembahan pada kesempatan-kesempatan berbeda dan dalam keadaan-keadaan pribadi yang berbeda...Kurban binatang merupakan unsur tertua dalam upacara di Bait Suci, dan bersama-sama dengan pelayanan keimamatan hal itu menjadi inti dari peribadatan bangsa Israel. Tak dapat dibayangkan kehidupan beragama tanpa pengorbanan" [alinea pertama: kalimat pertama dan dua kalimat terakhir].

 Dalam kasus penolakan persembahan Kain dan diterimanya persembahan Habel, kita menemukan penjelasannya dalam PB: "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah kurban yang lebih baik dari pada kurban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati" (Ibr. 11:4; huruf miring ditambahkan). Kita melihat di sini hubungan antara iman dengan persembahan kurban yang dipersembahkan oleh Habel sehingga Allah berkenan padanya. Tanda perkenan Allah itu ialah dengan menurunkan api yang melahap persembahan kurban itu, seperti yang terjadi dalam upacara penahbisan Bait Suci yang dibangun Musa (Im. 9:24) dan juga Salomo (2Taw. 7:1), serta kurban yang dipersembahkan oleh nabi Elia di bukit Karmel (1Raj. 18:38). Habel sudah mati, tetapi keteladanannya dalam hal iman sebagai dasar untuk membawa persembahan kepada Tuhan itu "masih berbicara" hingga seterusnya bahkan sampai kini.

 Persembahan wajib dan sukarela.

   Khusus kepada bangsa Israel sebagai umat pilihan, Allah mewajibkan mereka untuk menyediakan berbagai persembahan yang bersifat wajib. Dalam kitab Imamat kita menemukan 5 jenis persembahan yang dituntut Allah, yaitu: persembahan sajian (pasal 2), persembahan kurban pendamaian dan keselamatan (pasal 3), persembahan kurban penghapus dosa (pasal 4), persembahan kurban penebus salah (pasal 5), dan persembahan atas sumpah palsu (pasal 6). Dari kelima persembahan kurban itu hanya satu jenis persembahan yang berbentuk hasil bumi, yakni persembahan kurban sajian (pasal 2), sedangkan empat jenis persembahan lainnya dalam bentuk hewan. Untuk persembahan kurban bakaran berupa binatang ada tiga jenis yang ditentukan, yaitu lembu, kambing atau domba, dan unggas (pasal 1). Sebenarnya Imamat pasal 1 bukan berbicara tentang salah satu dari jenis persembahan kurban yang dituntut Allah, tapi isinya adalah "petunjuk ritual" tentang persembahan berupa binatang. Tradisi Kristenlah yang menganggap Imamat pasal 1 itu sebagai salah satu jenis persembahan tersendiri, sebagaimana pada pelajaran hari ini.

     Dalam tradisi Yahudi persembahan kurban (Ibrani: Qorbanot) tersebut masih dijalankan hingga sekarang, seperti persembahan pendamaian (Zebach Sh'lamim), persembahan penebus dosa (Khatat), dan persembahan penebus kesalahan (Asham). Tetapi persembahan kurban berupa hewan (Olah) tidak dilaksanakan lagi sejak lama. Alasannya, kurban bakaran dari binatang hanya boleh diadakan pada mezbah yang ditahbiskan Allah dan tidak boleh di sembarang tempat (Ul. 12:13-14; Yos. 22:16-19, 29), sedangkan mezbah terakhir telah hancur bersama Kaabah Salomo dalam serbuan tentara Romawi ke kota Yerusalem pada tahun 70 TM dan sejak itu tidak ada lagi Kaabah dan mezbah resmi yang dibangun dan ditahbiskan oleh Allah. Menurut catatan, upacara persembahan kurban bakaran sempat dijalankan selama Perang Yahudi tahun 132-135 TM, namun kemudian ditiadakan lagi setelah berakhirnya peperangan tersebut dengan kekalahan di pihak kaum Yahudi. (Sumber: Judaism 101).

    "Persembahan bakaran melambangkan penyerahan sepenuhnya dari orang yang memberi persembahan itu. Persembahan sajian melambangkan penyerahan dari harta benda kita kepada Allah, apakah itu berupa makanan, binatang ternak, atau lainnya. Persembahan keselamatan adalah satu-satunya persembahan di mana si pemberi menerima satu bagian dari persembahan itu untuk konsumsi pribadi" [alinea ketiga: tiga kalimat terakhir].

    Selain persembahan wajib, tradisi Yahudi juga mengenal persembahan sukarela atau nazar (Im. 7:16; 22:18). Persembahan sukarela mulai diperkenalkan berkaitan dengan perintah Allah agar Musa membangun Bait Suci atau Kemah Pertemuan, disebut sebagai persembahan khusus (Kel. 35:4-9). Rakyat merespon dengan membawa barang-barang yang diperlukan itu sebagai persembahan khusus kepada Tuhan, begitu banyaknya sampai Musa harus memerintahkan mereka untuk berhenti membawa persembahan (Kel. 36:6-7). Dari mana bangsa Israel purba memperoleh barang-barang berharga itu, padahal selama ratusan tahun mereka bekerja sebagai budak di Mesir? Beberapa hari sebelum meninggalkan negeri perhambaan itu, atas petunjuk Allah melalui Musa, rakyat itu "meminta perhiasan emas dan perak serta pakaian dari orang Mesir. Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati kepada orang Israel, sehingga mereka memberikan segala yang diminta orang Israel. Dengan cara itu orang Israel membawa kekayaan orang Mesir keluar dari negeri itu" (Kel. 12:35-36, BIMK).

 Apa yang kita pelajari tentang jenis-jenis persembahan kurban di zaman PL?

1. Persembahan kurban adalah kehendak Allah, sudah dimulai dalam keluarga Adam dan Hawa. Persembahan kurban yang berkenan kepada Allah ialah seekor binatang yang melambangkan Yesus Kristus yang mati sebagai Kurban penebusan dosa manusia (Rm. 3:24; Ef. 1:7).

2. Persembahan adalah bagian dari peribadatan, dan itu harus dilakukan dengan benar supaya berkenan kepada Allah. Persembahan "yang lebih baik" harus didasarkan pada iman seperti Habel, bukan dengan niat untuk memamerkan persembahan itu seperti Kain yang membawa hasil usaha pertaniannya sendiri.

3. Bangsa Israel purba membawa persembahan berlimpah-limpah sampai harus ditolak. Kita ragu kalau ada sebuah gereja sekarang ini yang akan menolak persembahan jemaat meski sudah menerima berlimpah-limpah. Persembahan yang tulus adalah tanda ikatan manusia dengan Tuhan, jangan salah dimanfaatkan.

III. PERSEMBAHAN BERARTI PENGORBANAN (Persembahan Kurban di Moria)

 Persembahan ujian.

   Salah satu hikayat paling mencengangkan dalam Kitabsuci adalah tentang Allah yang meminta Abraham agar mempersembahkan Ishak sebagai persembahan kurban. Alkitab mencatat bahwa "Allah mencoba Abraham" dengan menyuruh orangtua itu mempersembahkan putra tunggalnya "sebagai kurban bakaran" (Kej. 22:1-2). Dalam bahasa asli PL kata "mencoba" di sini adalah נָסָה, nacah (dilafalkan: nasa'), sebuah kata kerja yang juga dapat berarti "menguji" atau "membuktikan" (BIMK: "Allah menguji kesetiaan Abraham"). Secara fisik ini sebuah tuntutan yang tidak ringan bagi seorang yang waktu itu sudah berusia sekitar 115 tahun (Ishak lahir pada waktu Abraham berumur 100 tahun; Kej. 21:5), di mana dia harus menempuh perjalanan sejauh kurang-lebih 80 Km menunggang keledai selama tiga hari dan terakhir mendaki salah satu bukit di tanah Moria itu.

    Tetapi tentu saja yang paling berat bagi Abraham adalah ujian batin mengingat bahwa Ishak adalah "anak perjanjian" yang lahir setelah istrinya, Sara, sudah berumur 90 tahun (Kej. 17:17). Berdasarkan cara berpikir manusia yang normal, mempersembahkan anak semata wayang sebagai kurban bakaran itu sangat tidak masuk akal, sebab selain karena mengurbankan anak sendiri sangat mengerikan, hal itu juga bertentangan dengan janji Allah sendiri kepada Abraham yang akan membuat dia "menjadi bangsa yang besar" (Kej. 12:2). Sekarang Abraham harus membedakan antara percaya kepada janji itu, atau percaya kepada Dia yang telah berjanji. Abraham memilih untuk percaya kepada Allah yang telah berjanji. Abraham percaya bahwa kalau Allah yang sudah berjanji itu meminta Ishak untuk dikorbankan, tentu Dia mempunyai suatu rencana dan cara untuk menepati janji-Nya itu.

     "Abraham mempersembahkan kurban, tapi itu selalu berkaitan dengan sesuatu perjanjian. Namun dalam situasi pada Kejadian pasal 22, Abraham tidak memperoleh janji ilahi apapun; sebaliknya, dia disuruh untuk mempersembahkan perjanjian yang hidup, yakni putranya. Melaksanakan perintah Allah, Abraham menunjukkan bahwa Allah itu lebih penting bagi dia ketimbang apapun yang lain" [alinea pertama: tiga kalimat terakhir].

 Dua prinsip penting. Dalam konsep PL, persembahan kurban bakaran selalu merujuk kepada Anak Domba Allah sebagai Kurban yang sesungguhnya; hewan kurban hanyalah gambaran yang membayangkan kurban yang asli, yaitu Kurban yang disediakan oleh Allah sendiri. Digantikannya Ishak dengan seekor anak domba untuk dipersembahkan sebagai kurban bakaran--anak domba yang entah dari mana datangnya tiba-tiba sudah berada di belakangnya--semakin meyakinkan Abraham akan persediaan Allah. Itulah sebabnya dia kemudian menamakan tempat itu "Jehovah-jireh" yang artinya "Tuhan akan sediakan."

 "Mengenai persembahan kurban, Abraham memahami dua prinsip penting. Pertama, tak seorang pun kecuali Allah sendiri yang dapat membawa persembahan kurban sejati dan sarana keselamatan...Kedua, persembahan kurban yang sesungguhnya adalah bersifat pengganti, yaitu kurban yang menyelamatkan nyawa Ishak. Domba jantan itu dipersembahkan 'sebagai kurban bakaran pengganti' Ishak (Kej. 22:13). Binatang yang Allah sediakan itu memberi gambaran tentang Anak Domba Allah, Yesus Kristus, pada siapa 'Tuhan telah menimpakan...kesalahan kita sekalian' (Yes. 53:6, 7; Kis. 8:32)" [alinea ketiga: dua kalimat pertama dan tiga kalimat terakhir].

    Pena inspirasi menulis: "Setiap langkah yang Abraham ambil menuju Bukit Moria, Tuhan beserta dengan dia. Segenap kesedihan dan derita yang Abraham jalani selama tiga hari ujiannya yang kelam dan mengerikan, itu dibebankan kepadanya untuk memberi kepada kita satu pelajaran dalam iman dan penurutan yang sempurna, dan agar kita boleh mengerti dengan lebih baik alangkah nyata besarnya pengorbanan Bapa yang tidak mementingkan diri dan tak terhingga itu dalam memberikan Putra satu-satunya untuk mati secara memalukan demi umat manusia yang bersalah. Tidak ada cobaan lain, tidak ada penderitaan dan ujian lain, yang bisa dibebankan pada Abraham yang telah menyebabkan penderitaan batin seperti itu, siksaan jiwa yang sedemikian rupa, seperti menuruti Allah dengan mempersembahkan anaknya" (Ellen G. White, Signs of the Times, 3 April 1879).

 Apa yang kita pelajari tentang pengalaman Abraham ketika hendak mengorbankan Ishak?

1. Tidak ada persembahan yang lebih besar daripada mempersembahkan anak sendiri. Tetapi persembahan memang sama dengan pengorbanan. Dalam memberi persembahan kepada Tuhan, seseorang belum benar-benar mempersembahkan sesuatu kalau dalam pemberian itu tidak ada perasaan berkorban.

2. Pengalaman Abraham ketika hendak mempersembahkan Ishak, anak perjanjian satu-satunya, adalah gambaran sempurna tentang pengorbanan Allah yang "mempersembahkan" Yesus, Putra tunggal-Nya, sebagai Penebus dosa manusia. Pemberian Allah bagi manusia berdosa itu adalah sebuah bentuk "persembahan" kepada sifat keadilan Allah sendiri.

3. Melalui pengalaman untuk mempersembahkan Ishak itu Abraham belajar tentang dua prinsip dari kurban bakaran: (a) persembahan kurban bakaran adalah melambangkan pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba Allah, dan (b) pengorbanan Yesus itu adalah untuk menggantikan kita manusia.

IV. "NYAWA GANTI NYAWA" (Kehidupan Ganti Kehidupan)

 Darah adalah nyawa.

   Darah merupakan unsur penting dalam kehidupan. Darah dalam tubuh manusia memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai pengangkut oksigen ke seluruh sel-sel tubuh, pembawa nutrisi ke seluruh jaringan tubuh, dan juga untuk mengangkut "sampah-sampah" hasil metabolisme untuk dibuang (melalui paru-paru dalam bentuk karbon dioksida, dan melalui ginjal dalam bentuk air seni). Darah terdiri dari 45% korpuskula yang merupakan sel darah merah, dan 55% plasma darah yang berwarna kekuningan. Komposisi dari korpuskula adalah 99% sel darah merah (entrosit), dan sekitar 1% terdiri atas keping-keping darah (trombosit) dan sel darah putih (leukosit).

    Darah manusia berwarna merah karena adanya hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen, di mana warna darah yang merah terang menandakan kandungan oksigen yang tinggi dan warna darah yang merah gelap pertanda kurangnya kandungan oksigen. Darah beredar ke seluruh tubuh melalui jantung yang memompakan darah melalui batang nadi (aorta) dan diteruskan ke urat-urat nadi yang lebih kecil sampai ke pembuluh darah terkecil dan halus (kapiler). Secara teoretis volume darah manusia berbeda menurut jenis kelamin dan berat badan. Rumusnya: (pria) berat badan/kg x 70 ml; (wanita) berat badan/kg x 65 ml. Jadi, seorang pria dengan bobot 80 Kg volume darahnya adalah 80x70ml=5600 ml (5,6 liter); seorang wanita dengan bobot 60 Kg volumenya adalah 60x65ml=3900 ml (3,9 liter). Kehabisan darah dapat berakibat kematian oleh sebab terhentinya suplai zat-zat kehidupan yang dibutuhkan tubuh, khususnya oksigen, sehingga dapat dikatakan bahwa darah adalah nyawa.

 Allah melarang keras manusia memakan darah apa saja, termasuk darah binatang halal sekalipun. Firman-Nya: "Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apa pun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya" (Im. 17:10). Mengapa? "Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa" (ay. 11; huruf miring ditambahkan). Perhatikan dua alasan, moral dan sakral, mengapa Allah melarang manusia mengonsumsi darah: "nyawa makhluk ada di dalam darahnya" sedangkan nyawa atau kehidupan adalah hak Allah (alasan moral), dan "karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa" (alasan sakral). Larangan makan darah adalah karena darah menjadi "lambang kehidupan" dan "lambang penebusan."

    "Pada bagian dalam Alkitab di mana Allah memerintahkan bangsa Israel supaya jangan memakan darah apapun, Ia memberi suatu alasan menarik untuk larangan ini: darah melambangkan kehidupan, dan Allah telah menjadikan darah kurban sebuah tebusan bagi kehidupan manusia. Satu nyawa, yang dilambangkan dengan darah, menebus nyawa yang lainnya" [alinea pertama: dua kalimat pertama].

 Upacara kurban bukan segalanya.

    Sementara persembahan kurban bakaran di satu sisi merupakan upacara paling penting dan pokok dalam peribadatan umat Tuhan di zaman Perjanjian Lama, di sisi yang lain Allah tidak menjadikan upacara kurban bakaran itu sebagai segala-galanya. Memang, ibadah adalah suatu cara yang dikehendaki dan diperkenan Allah di mana kita manusia menunjukkan penghormatan dan pemujaan kepada-Nya, tetapi upacara ibadah secara lahiriah itu tidak dapat menggantikan esensi utama dari peribadatan yang benar, yaitu penurutan kepada Allah dan perubahan tabiat yang memantulkan tabiat-Nya sendiri.

 Seperti kata nabi Samuel, "Taat kepada Tuhan lebih baik daripada mempersembahkan kurban. Patuh lebih baik daripada lemak domba" (1Sam. 15:22, BIMK). Dan nabi Mikha menambahkan, "Apakah Tuhan akan senang kalau kita membawa kepada-Nya beribu-ribu domba atau berlimpah-limpah minyak zaitun? Haruskah kita mempersembahkan kepada-Nya anak sulung kita sebagai tebusan atas dosa-dosa kita? Tidak! Tuhan telah menyatakan kepada kita apa yang baik. Yang dituntut-Nya dari kita ialah supaya kita berlaku adil, selalu mengamalkan cinta kasih, dan dengan rendah hati hidup bersatu dengan Allah kita" (Mi. 6:7-8, BIMK).

   "Allah tidak pernah maksudkan upacara kurban menjadi pengganti sikap hati; sebaliknya, persembahan kurban adalah untuk membuka hati orang percaya kepada Tuhan. Jika kita kehilangan pandangan akan fakta bahwa persembahan kurban mengekspresikan suatu hubungan rohani antara Allah dengan kita, dan bahwa semua itu menunjuk kepada satu persembahan kurban yang jauh lebih besar, yaitu Yesus Kristus, kita dapat dengan mudah keliru menganggap upacara kurban itu sebagai alat yang secara otomatis mengadakan pendamaian. Selain persembahan kurban, Allah sesungguhnya ingin agar hati kita berdamai dengan Dia (Mzm. 51:16-17)" [alinea terakhir: tiga kalimat pertama].

 Apa yang kita pelajari tentang persembahan kurban melambangkan ide "nyawa ganti nyawa"?

1. Allah melarang keras manusia memakan darah sebab darah itu sama dengan nyawa (Im. 17:14), dan oleh karena dengan darah maka manusia telah ditebus (1Ptr. 1:18-19). Larangan mengonsumsi darah telah berlaku jauh sebelum ada bangsa Israel, yaitu ketika Allah mengizinkan manusia untuk makan daging hewan (Kej. 9:1-4).

2. Di zaman PL, kurban bakaran adalah inti dari setiap upacara ibadah, tetapi itu bukan esensi utama dari peribadatan. Ibadah yang paling diperkenan Allah ialah "jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk" (Mzm. 51:18-19), dan ibadah yang sejati ialah "mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah" (Rm. 12:1).

3. Banyak orang yang tidak memakan darah binatang tetapi menghisap darah sesamanya melalui penindasan secara moril dan emosi atas orang lain yang tidak berdaya di bawah kekuasaan mereka. Demikian juga, banyak orang yang tidak mempersembahkan kurban bakaran sendiri, tetapi menjadikan orang lain sebagai korban demi kepentingan diri sendiri.

V. MEMPERSEMBAHKAN DIRI (Kurban Masa Kini/Kurban yang Hidup)

 Persembahan kurban masa kini.

   Beribadah kepada Allah selalu harus disertai dengan persembahan, sebab seseorang tidak bisa "menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa" (Ul. 16:16). Dan seperti telah dibahas dalam pelajaran yang lalu, Allah telah menetapkan berbagai jenis persembahan yang berkenan kepada-Nya, dengan persembahan kurban bakaran sebagai "primadona" dari segala jenis persembahan. Kurban bakaran di zaman PL dipersembahkan untuk membayangkan kematian Yesus Kristus sebagai "kurban pengganti" demi umat manusia yang berdosa; persembahan kurban itu membayangkan kematian Yesus Kristus sebagai kurban yang sesungguhnya. Meskipun Yesus sudah menggenapi persembahan kurban bayangan itu dalam kematian-Nya di salib Golgota, tidak berarti bahwa tuntutan Allah agar umat-Nya mempersembahkan sesuatu kepada-Nya telah dihapuskan sama sekali.

    Rasul Paulus menulis tentang sebuah bentuk persembahan yang bernuansa pengorbanan, dan dengan demikian memiliki ciri-ciri sebagai sebuah persembahan kurban: "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" (Rm. 12:1-2; huruf miring ditambahkan). Sang rasul juga menerima persembahan dari jemaat dalam bentuk bantuan finansial demi pekerjaan penginjilan, "Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya...suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah" (Flp. 4:17-18). Bagi banyak orang, sungguh-sungguh berubah dalam budi atau tabiat merupakan sebuah pergumulan dan pengorbanan, bukan?

     "Peristilahan dari sistem kurban sangat cocok dalam menggambarkan konsep awal dari Kekristenan mengenai apa artinya mengamalkan suatu kehidupan yang sepenuhnya diabdikan kepada Allah. Bahkan, ketika Paulus berpikir tentang mati syahidnya, dia menggambarkan dirinya sebagai suatu persembahan kurban (Flp. 2:17, 2Tim. 4:6)" [alinea kedua].

 Menjadi "kurban yang hidup." Umat Allah pada zaman Perjanjian Lama diwajibkan untuk membawa persembahan kurban bakaran, yaitu kurban berupa binatang yang sebelumnya harus disembelih oleh orang yang hendak diampuni dosanya kemudian kurban itu diserahkan kepada imam untuk dibakar di atas mezbah. Umat Tuhan pada zaman Perjanjian Baru juga dituntut untuk membawa persembahan kurban, tetapi bukan dalam bentuk binatang yang harus disembelih dan mati, melainkan dirinya sendiri yang masih hidup. Ini perbedaan mendasar dari persembahan masa kini dengan zaman dulu, ialah bahwa persembahan yang dituntut Allah dari umat-Nya sekarang ini adalah "kurban yang hidup" dan bukan lagi kurban yang mati.

 "Suatu 'kurban yang hidup' artinya bahwa keseluruhan diri diberikan kepada Allah. Itu termasuk mempersembahkan tubuh (Rm. 12:1) dan juga perubahan batin (ay. 2). Kita harus diasingkan ('kudus') bagi satu-satunya maksud melayani Tuhan. Orang Kristen akan mempersembahkan diri mereka sepenuhnya kepada Tuhan karena 'kemurahan Allah' sebagaimana diterangkan dalam Roma 12:1-11, yang mempersembahkan Kristus sebagai persembahan kurban kita, sarana dari keselamatan kita" [alinea ketiga].

    Pena inspirasi menulis: "Kita sedang berada dalam satu dunia yang melawan kebenaran dan kemurnian tabiat, dan menentang pertumbuhan dalam sifat keanggunan. Ke mana pun kita memandang kita melihat korupsi dan kecemaran, kemerosotan dan dosa. Dan apakah pekerjaan yang harus kita lakukan di sini sebelum menerima kekekalan? Yaitu memelihara agar tubuh kita suci, rohani kita murni, supaya kita bisa tampil tak bercela di tengah penyelewengan-penyelewengan yang mengelilingi kita pada zaman akhir ini" (Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 2, hlm. 356).

 Apa yang kita pelajari tentang "persembahan kurban" masa kini?

1. Dalam PL, persembahan kurban bakaran merupakan "primadona" dari semua jenis persembahan; dalam PB, "primadona" dari segala bentuk persembahan yang dapat kita berikan kepada Tuhan adalah mempersembahkan diri kita sendiri melalui perubahan tabiat. Berubah, benar-benar berubah, seringkali merupakan pengorbanan yang tidak ringan bagi banyak umat Tuhan.

2. Persembahan terbesar yang dapat kita berikan kepada Tuhan adalah diri kita. Seseorang bisa saja menyerahkan sebagian bahkan seluruh hartanya kepada Tuhan, atau bekerja keras dalam pekerjaan Tuhan, tetapi sebelum dia menyerahkan seluruh hidupnya untuk Tuhan semua persembahan dan pengabdian itu akan kehilangan makna.

3. Mempersembahkan diri kita sebagai "kurban yang hidup" berarti juga penyangkalan diri, mengesamping segala keinginan untuk hidup yang nyaman lalu memusatkan pikiran dan hati kepada kekudusan dan kemurnian diri. Persembahan yang sesungguhnya adalah pengorbanan diri.

PENUTUP

 Kurban pengganti diperagakan.

    Dari semua kitabsuci yang dikenal oleh manusia, hanya Alkitab yang mengandung teologi tentang "kurban pengganti" dalam kematian Yesus Kristus untuk "menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat. 20:28; Mrk. 10:45), bahkan "sebagai tebusan bagi semua manusia" (1Tim. 2:6). Tidak heran kalau hanya orang Kristen yang dapat memahami arti sesungguhnya dari kematian Yesus Kristus di atas salib Golgota, sebuah doktrin tentang keselamatan yang tidak diajarkan oleh agama lain manapun. Inilah rahasia Allah yang barangkali tidak diungkapkan kepada banyak orang lain.

    "Adalah sukar, sekalipun bagi malaikat-malaikat, untuk memahami rahasia penebusan--untuk mengerti bahwa Panglima surga, Anak Allah, harus mati demi manusia berdosa...Ketika terhadap pertanyaan Ishak 'Di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?' lalu Abraham menjawab 'Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya;' dan bilamana tangan sang ayah ditahan saat dia hendak membunuh anaknya, dan domba jantan yang Allah sudah sediakan dipersembahkan ganti Ishak--maka cahaya menerangi rahasia penebusan itu, dan malaikat-malaikat pun mengerti lebih jelas persediaan ajaib yang Allah telah adakan bagi keselamatan manusia" [kalimat pertama dan kalimat terakhir].

    Sesungguhnya, perintah Allah kepada Abraham supaya mempersembahkan Ishak sebagai persembahan kurban secara khusus adalah untuk menguji iman Abraham, dan secara umum adalah untuk memperagakan makna dari "kurban pengganti" dalam skenario Allah demi keselamatan manusia berdosa. Peragaan itu perlu untuk meyakinkan para malaikat di surga, dan juga perlu untuk mengajar kita manusia tentang makna kematian Yesus Kristus. Pertanyaannya sekarang, kalau anda dan saya memang sudah mengerti akan maksud dari kematian Yesus itu, apakah respon kita?

    "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah" (Ef. 5:1-2).

DAFTAR PUSTAKA:

1. Martin Probstle, BAIT SUCI -Pedoman Pendalaman Alkitab, Indonesia Publishing House, Oktober - Desember 2013.
2. Loddy Lintong, California, U.S.A-Face Book.

Cara-cara Memelihara Cinta.







    Sisi baik memiliki hubungan cinta yang telah berjalan lama adalah rasa aman karena yakin memiliki hubungan yang dapat diAndalkan. Sayangnya, semakin lama hubungan berlangsung, kita kerap jadi melupakan karunia cinta yang sudah dimiliki. Mari kita ikuti cara-cara memelihara cinta lewat cara saling menghargai.

1. MENSYUKURI HAL KECIL
Mungkin Anda selalu mengatakan terima kasih bila pasangan Anda melakukan sesuatu yang besar, seperti menyelamatkan dokumen di komputer atau membereskan gudang. Dengan berjalannya waktu, kita tidak lagi memperhatikan hal-hal kecil yang diberikan oleh pasangan kita. Hal-hal rutin yang dilakukannya kita anggap biasa dan sudah seharusnya dikerjakan olehnya. Misalnya, membetulkan genteng bocor atau mencuci piring kotor, sehingga kita merasa tidak perlu mengatakan terima kasih.

Padahal ucapan terimakasih membuat pasangan merasa dihargai dan selalu berusaha melakukan hal-hal yang membuat kita senang. Dia juga akan mengatakan terima kasih terhadap hal-hal kecil yang kita lakukan untuknya.

2. LEWATKAN RUTINITAS
Sering Anda berdua terlalu sibuk dengan rutinitas urusan rumah tangga sehingga membuat lupa bahwa Anda berdua pun memerlukan waktu santai, bercanda, dan bersenang-senang.

Solusinya, luangkan waktu untuk berdua. Artinya, seandainya sepulang kantor Anda masih harus memasak untuk makan malam, manjakan diri Anda berdua dengan makan malam di luar. Atau bila biasanya sepulang kantor Anda masih harus mencuci mobil, bawalah mobil Anda ke tempat cuci mobil otomatis dan sambil santai di dalam mobil manfaatkan waktu yang sedikit tadi untuk saling menceritakan kejadian yang dialami seharian.

3. KATAKAN: SAYA SAYANG KAMU
Sisihkan dua menit dari kesibukan rutinitas Anda untuk mengatakan ‘Saya sayang kamu’. Ucapkan dengan mesra dan di saat yang tidak terduga, seperti misalnya pada saat pasangan Anda sedang membaca koran atau sibuk mengajarkan pekerjaan rumah kepada anak-anak.


4. MENJAGA KEBERSIHAN & KERAPIAN
Bila sudah merasa nyaman terhadap suatu hubungan, sering membuat kita tidak lagi memperdulikan kecantikan diri sendiri. Begitu berada di rumah, kita lebih suka pakai daster yang tidak akan pernah kita kenakan di depan orang banyak, atau membiarkan rambut tergerai tanpa disisir. Parahnya, pasangan kita pun tidak mempedulikan kebiasaan buruk kita tadi. Mereka tidak mengomel ataupun tidak memberikan pujian pada saat kita berdandan rapi.

Tidak bisa dipungkiri, memiliki pasangan yang selalu setuju dengan apa yang kita lakukan merupakan pemberian yang luar biasa. Tetapi tanpa kita sadari lambat laun membuat kita dapat dengan mudah menyalahgunakan sikapnya yang selalu menuruti kehendak kita. Tampil rapi bukan berarti Anda harus selalu tampil dengan tatanan rambut sempurna selama di rumah. Tetapi paling tidak, sisirlah rambut dengan rapi. Kerapian tidak hanya Anda lakukan untuk pasangan Anda, tetapi juga untuk diri Anda. Percayalah, dengan penampilan yang rapi dan bersih, Anda akan merasakan sensualitas tubuh Anda dan hal ini dapat membantu kedekatan dan romantisme Anda dan membuat cinta menjadi menyenangkan.

5. TATAPAN MATA
Tataplah mata pasangan dengan pandangan yang lembut, agar hubungan tetap terjaga. Tatapan mata yang lembut dapat mengandung efek magis. Apa yang menjadi pusat perhatian Anda, kembangkan. Bila Anda memutuskan, ‘Saya akan melihat sisi baiknya’, maka pasti akan ada jalannya.

Hal ini tidak berarti Anda tidak boleh jenuh, kesal atau kecewa. Menghargai hubungan Anda bukan mengenai romantika cinta yang tidak realistk yang sering kita baca di dalam novel percintaan tetapi menyadari bahwa walaupun ada saat-saat di mana Anda berdua sedang bertengkar, kehadiran Anda berdua tetap tidak tergantikan oleh siapapun.

6. LAKUKAN HAL KECIL BERSAMA
Ada pasangan yang sangat romantis yang selalu ingin membuat kejutan bagi pasangannya. Tetapi bila Anda bukan jenis yang terlalu romantis, cukup lakukan hal-hal kecil yang berarti setiap harinya. Melakukan hal-hal kecil yang berarti satu sama lain merupakan cara untuk saling memperhatikan dan menghargai. Hal-hal kecil seperti ini seringkali lebih berarti daripada sesuatu yang besar, karena Anda menggunakan pengetahuan dari dalam diri Anda untuk membuat dia mengerti dan mencintai Anda. Misalnya bila suami Anda pulang larut malam karena harus lembur, tuliskan “Sayang, saya cinta kamu” di tempat gantungan kunci mobil. Dia pasti akan membacanya.

7. MENCINTAINYA SETIAP SAAT
Tunjukkan cinta Anda setiap saat, seakan-akan besok dunia akan kiamat. Jangan tunggu sampai sesuatu yang buruk terjadi untuk menghargai hubungan Anda. Mendapatkan hubungan yang solid, di mana lebih banyak yang benar daripada yang salah, merupakan karunia yang luar biasa. Hargai dan jaga baik-baik apa yang telah Anda miliki.

8. BERI SENTUHAN
Bila Anda ingin memperlihatkan kepada pasangan Anda betapa Anda menghargainya, berikan sentuhan mesra kepadanya. Sentuhan membuat seorang pria merasa dicintai lebih dari kata-kata. Mengapa? Pria cenderung mengekspresikan cintanya melalui tindakan lebih daripada kata-kata, oleh karena itu bila Anda merangkul tubuhnya, Anda menggunakan bahasa yang sama dengannya. Tentu saja tidak berarti dia tidak menyukai kata-kata manis yang Anda ucapkan, tetapi elusan tangan Anda di dadanya sungguh-sungguh membuatnya merasa dikagumi. Jangan biarkan satu hari berlalu tanpa pelukan manja, ciuman mesra ataupun elusan lembut bila dia melakukan sesuatu yang menyenangkan.

CARA MENGHARGAI PASANGAN ANDA :

Ada 14 “Anda harus” yang perlu diperhatikan dibawah ini :

1. Anda harus… Mengungkapkan penghargaan anda dengan kata-kata.
Mungkin anda sering berkata dalam hati, “aku memang menghargainya”. Yah, mungkin ia mengetahuinya, tapi mungkin juga tidak. Maka alangkah baiknya jika anda memastikan bahwa ia mengetahuinya dengan mengatakannya.
2. Anda harus…Mencintai Dia sebagaimana dirinya sebenarnya.
Seorang pria tidak perlu mempunyai tubuh seorang atlit atau berwajah seperti Brad Pitt, atau berdompet konglomerat untuk menjadi romantis. Dan seorang wanita tidak perlu bersikap seperti Miss Universe untuk menginginkan keromantisan. Ia tidak perlu menjadi manajer yang sukses untuk memperoleh hormat, penghargaan dan pujian. Ia anggun sebagaimana dirinya. Biarkan ia mengetahui hal itu. Doronglah kekuatannya. Rayakan keberhahasilannya. Hargailah dirinya yang sebenarnya.
3. Anda harus…Menghargai apa yang dilakukannya.
Entah dia bekerja sepanjang hari di kantor ataupun mengurus rumah, ia banyak melakukan hal tanpa mendapat komentar dan penghargaan. Janganlah meremehkan apapun. Perhatikan apa yang dilakukannya dan beritahukan kepadanya mengenai keberhasilannya. Mungkin dia berhasil melobi suatu kontrak bisnis, mengurus laporan keuangan, atau berhasil membuat kue sederhana. Bila ia berhasil melakukan sesuatu, baik untuk pertama kalinya ataupun yang sudah dilakukannya selama bertahun-tahun, entah itu hal sepele atau istimewa, pujilah dia.
4. Anda harus…Mengakui kecantikannya.
Playboy, majalah sensual Amerika, telah menetapkan standar kecantikan dan keseksian yang hanya dapat diraih oleh sedikir wanita untuk bisa tampil di majalah tersebut. Walaupun pasangan anda tidak dapat diukur oleh standar itu, ia memiliki banyak kualifikasi fisik yang anda cintai. Biarkan dia mengetahui bahwa bagi anda, ia adalah wanita tercantik di dunia.
5. Anda harus…Menyediakan waktu.
Ketika anda jatuh cinta, anda akan mengalami banyak waktu dengan wanita tersayang itu. Anda mendengarkan semua pikirannya, harapannya dan perasaannya. Dan anda mungkin sudah lama menahan perasaan anda. Anda mencoba mengetahui apa yang menjadi keinginannya dan anda menerimanya. Anda akan selalu berusahan untuk mengerti pasangan anda. Tetapi setelah memasuki kehidupan setelah perkawinan, semua berubah. Begitu anda memperoleh perhatian pasangannya, ia tidak lagi merasa perlu untuk berusaha keras menyenangkannya. Bila sekarang anda tidak lagi meluangkan waktu dengannya, bila anda tidak lagi berbagi, mendengarkan dan bermimpi bersama wanita yang anda cintai, artinya anda perlu membuat rencana lagi untuk menjadi orang yang romantis seperti dulu. Dan bila anda ingat bagaimana menyenangkannya hari-hari itu, anda tahu anda akan menikmati pengalaman yang baru ini
juga.
6. Anda harus…Menjadikan dia prioritas anda.
Wanita yang anda cintai ingin merasa bahwa ia adalah prioritas pertama, seperti juga diri anda bagi dirinya. Di dalam pikiran anda, tanpa diragukan lagi, ia sudah menjadi prioritas pertama. Tetapi ia tidak dapat membaca pikiran anda. Dan hanya dengan memberitahukannya tidaklah cukup. Tunjukkan kepadanya.
Ketika anda membuat rencana lainnya, pastikan anda sudah memikirkan kebutuhan pasangan anda. Jika anda ingin bermain tennis di Minggu sore, pastikan bahwa hal itu tidak menomorduakan rencana dan harapan dari pasangan anda.
7. Anda harus…membuat waktu untuk “kita”.
Menghabiskan waktu berdua, jauh dari gangguan yang lain, sangatlah penting untuk menjaga keromantisan suatu hubungan.
8. Anda harus…Tetap mengingatnya.
Pasangan anda ingin mengetahui bahwa anda mengingatnya ketika anda berpisah jauh. Anda bisa menghubunginya secara teratur setiap hari jika anda berada di luar kota. Atau jika anda sedang menjalin hubungan jarak jauh anda bisa menghubunginya dengan surat atau telpon setiap minggu, jika anda memiliki HP, kirim pesan-pesan romantis setiap hari. Anda bisa menelponnya sebelum anda pulang kerja untuk memberitahunya bahwa anda akan segera pulang ke rumah.
9. Anda harus…Tetap berdekatan dengannya.
Sentuhan di bawah meja, pelukan yang tidak diduga, ciuman tiba-tiba – itu adalah ciri-ciri sikap romantis. Tentu saja sangatlah penting bahwa anda menyentuh, memeluk dan mencium pasangan anda sebelum, ketika dan setelah berhubungan intim. Tetapi juga sangatlah penting
baginya untuk mengetahui bahwa anda menyukai kedekatan itu setiap saat dengan cara menyentuh, memeluk dan menciumnya tanpa maksud sensual di saat-saat anda tidak merencanakan untuk bersetubuh. Genggamlah tangannya pada waktu menyeberang jalan atau berikan pelukan ketika anda hendak berangkat kerja.
10. Anda harus…Membantu dia menjadi dirinya yang terbaik.
Berikan dukungan kepada pasangan anda untuk mengembangkan kemampuannya sepenuhnya. Temukanlah kesenangannya dan tanyakan kepadanya tentang mimpi-mimpinya. Semakin besar nilai diri yang diperolehnya, semakin gembira hidupnya. Dan semakin gembira pula diri anda bisa berada di sampingnya.
11. Anda harus…Membuktikan cinta anda.
Bagaikan ksatria berani yang mengusir naga untuk sang putri, anda bisa menunjukkan kepada pasangan anda bahwa ia adalah cinta anda yang sebenarnya. Seorang wanita ingin agar prianya melakukan hal-hal yang selama ini tidak pernah dilakukan prianya untuk orang lain. Ini bisa
berarti membuatkan sebuah rak buku, mencuci piring kotor setelah makan malam, memasang popok bayi anda, atau merajang bawang di dapur.
12. Anda harus…Mengulurkan tangan.
Di jaman modern ini, dogma yang sudah terlanjur dianut oleh masyarakat adalah, “sang pria bekerja seharian di kantor, si wanita di rumah menyiapkan makan malam yang lezat”. Sekalipun wanita telah berhasil mendobrak apa yang selama ini menjadi dominasi para pria seperti
dunia usaha, keuangan bahkan peperangan, wanita masih tetap memegang tanggung jawab utama dalam memasak, berbelanja, membersihkan rumah dan cucian. Hancurkan dogma itu! Mulailah dengan melakukan beberapa tugas. Anda bisa menawarkannya untuk memperbaiki perangkat stereonya, membetulkan pompa air, atau mengganti oli mobil.
13. Anda harus…Menunjukkan rasa hormat.
Wanita yang anda cintai menginginkan anda menjadi pahlawannya. Tidak peduli betapa berhasilnya dia dalam kehidupan kariernya, ia masih memerlukan seorang pria yang dapat diandalkan. Tunjukkan padanya bahwa anda pantas mendapatkan cintanya. Berbagai tindakan kasar kepadanya akan membuatnya menjauhi anda. Ketahuilah pasangan anda, ketahuilah toleransinya. Perhatikan hal-hal yang menakutkannya, memalukannya atau membuatnya marah. Dan janganlah anda pernah melakukan itu.
14. Anda harus…Membiarkan dia membantu.
Seorang wanita yang ,mencintai ingin membantu pasangannya. Bila anda mempunya kesulitan di dalam pekerjaan, memikirkan tentang teman atau keluarga, suatu situasi menyakitkan yang membuat anda ingin melarikan diri, berbagilah tentang semua itu dengan wanita yang
anda cintai. Ia akan merasa sangat istimewa bila anda membiarkan diri anda sendiri terbuka kepada dirinya. Bahkan bila ia tidak mempunyai jawabannya sekalipun, ia akan memberikan dukungan, kenyamanan dan bantuan.

   Dengan menerapkan ke 14 “Anda harus” ini, kiranya setiap pasangan akan menjadi suami-istri yang berbahagia.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Apa Itu Makanan Junk Food?


   Kita sering sekali mendengar Istilah Junk Food, ketika makan di tempat-tempat seperti Kentucky Fried Chicken (KFC) , Mc Donald’s , Pizza Hut dan lain-lain. Tetapi sebenarnya Apa sih Makanan Junk Food itu ? Menurut Wikipedia, itu adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Suatu Makanan yang mengandung jumlah lemak yang besar

Apa sih Makanan Junk Food

Makanan cepat saji biasa disebut sebagai makanan Junk Food.  Junk Food sendiri apabila diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti makanan Sampah.  Yang utama dari makanan ini adalah kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya.  Tidak semua makanan siap saji memiliki komposisi nutrisi yang buruk, ada juga yang baik.  Maka dari itu istilah Junk Food ini diperuntukan bagi makanan yang memiliki kadar nutrisi buruk. Disini kami akan mencoba membahas lebih lanjut mengenai Apakah Makanan Junk Food itu serta yang termasuk kedalamnya

Sebagai contoh, misalnya sebuah apel dan makanan junk food  yang sama-sama mengandung kalori sebesar 50 kalori. Meski sama-sama mempunyai kandungan 50 kalori, sebutir apel juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan sebagainya. Sementara makanan junk food yang sama-sama mengandung 50 kalori, tidak mempunyai kandungan gizi lain . Contoh lain yaitu gula. Satu sendok gula mempunyai kandungan kalori yang sama dengan satu buah apel. Tetapi, gula hanya mengandung kalori, tidak mengandung yang lain-lain, ini tentu tidak sehat

Contoh Yang kedua, makanan Junk Food, adalah makanan yang sebetulnya mempunyai kandungan nutrisi, tetapi apabila dikonsumsi secara terus-menerus  dalam jangka waktu lama akan menjadi tidak sehat. Contohnya makanan burger , french fries (kentang goreng) dan sebagainya. Di dalam makanan-makanan tersebut terkandung karbohidrat, protein, lemak, dan sebagainya, tetapi kalau setiap hari kita konsumsi, jadinya tidak sehat. Misalnya, karena mengandung lemak tidak baik atau lemak jenuh (saturated fat ), mengandung terlalu banyak garam, atau selalu disertai banyak gula. Atau dari minuman dalam bentuk soft drink , teh botol, dan sebagainya. Yang juga termasuk makanan junk food  adalah makanan olah siap saji, seperti chicken nugget .
   Kemudian selain itu disebut junk food juga karena cara pengolahannya. Cara pengolahan tentu berpengaruh. Junk food  biasanya diolah dengan cara digoreng, terutama cara menggoreng deep fried.

CARA MENGHINDARKAN ANAK-ANAK DARI MAKANAN JUNK FOOD:

   Untuk menghindarkan anak-anak dari junk food , ketika kecil sebaiknya anak-anak dikenalkan dengan makanan sehat. Misalnya, membiasakan anak makan sayur dan buah. Yang pasti makanan yang sehat adalah makanan dengan gizi seimbang, seperti yang terdapat dalam piramida makanan. Di dalamnya tercakup antara lain karbohidrat, bisa dari nasi, kentang, ubi, mi, dan sebagainya

Nah untuk lebih memahami Apa sih Makanan Junk Food, Menurut World Health Organization (WHO), badan kesehatan internasional dibawah naungan PBB mengkategorikan 10 golongan yang disebut makanan Junk Food.  Apa saja sih yang termasuk kategori makanan Junk Food ? berikut ini kategori dan golongannya :

1. Makanan gorengan
Golongan makanan ini pada umumnya kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam prosese menggoreng sering terjadi banyak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

2. Makanan kalengan
 Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas dari bahan asalnya. Terlebih dari itu kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pancreas. Bersamaan dengan tingginya kandungan kalori, juga dapat menyebabkan obesitas.

3. Makanan asinan
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal. Bagi pengkonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dihasilkan. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir pada lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinyu mengkonsumsi makanan asin dapat menyebabkan radang lambung dan usus.

4. Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)
   Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet/pewarna dll yang memberatkan beban hati / lever. Dalam ham dsb kadar natriumnya tinggi, mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.

5. Makanan dari daging berlemak dan jerohan
Walaupun makan ini mengandung kadar protein yang baik serta vitamin dan mineral, tapi dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dll.

6. Olahan Keju
Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula darah meninggi. Mengkonsumsi cake/kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.

7. Mi Instant
    Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin, mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

8. Makanan yang dipanggang/dibakar
Mengandung zat penyebab kanker.

9. Sajian manis beku.
Termasuk golongan ini ice cream, cake beku dll. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperature rendah sehingga mempengaruhi usus.

10. Manisan kering
Mengandung garam nitrat. Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esen segai tambahan yang merusak fungsi hati dan organ lain, mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal.
Setidaknya kita dapat menganalisa makanan dengan tepat, himbauan WHO atas daftar makanan diatas bukan berarti kita dilarang mengkonsumsinya. Jadi, paling tidak pola hidup sehat juga didukung oleh pola makanan sehat.

Tetapi bukan berarti kita tidak boleh memakan makanan Junk Food.  Ada beberapa cara mengkonsumsi makanan Junk Food secara aman yag didapat dari salah satu blog, yaitu :

1.  Memilih Menu Nasi untuk makanan Pokok

Ketika teman-teman datang ke restoran siap saji (fast food), cobalah pilih nasi jangan kentang goreng.  Karena dalam kentang goreng lebih banyak lemak dan natrium.

 2. Kurangi porsi

Ketika membeli di tempat siap saji, belilah porsi makanan yang secukupnya, hal ini agar mengurangi asupan gizi yang berlebih khususnya lemak yang dapat menimbulkan kegemukan bagi anda.

 3. Minumlah Air Putih atau Jus Buah

Ketika memilih minuman, pilihlah Air putih atau Jus Buah dibandingkan minuman Soft Drink.  hal ini dikarenakan air putih dan jus buah memiliki kandungan vitamin yang lebih dibanding Soft Drink

 4. Jangan mengkomsumsi kulit ayam

Ketika kita memakan Ayam di restoran siap saji, kulit ayam pasti merupakan salah satu makanan favorit kita.  Karena rasa dan bumbunya yang sedap.  Tetapi ternyata dibalik itu kulit ayam adalah sumber lemak jenuh dan kolesterol.

 5. Mintalah salad sebagai tambahan asupan sayuran

Salad dapat berfungsi sebagai pengganti sayuran yang memilik banyak vitamin dan serat.

 6. Kurangi kadar saus dan mayonnaise

Makan makanan Junk Food / Fast Food akan lebih nikmat apabila kita menggunakan saus, sambal dan mayonnaise.  Tetapi ternyata saus banyak mengandung natrium dan pengawet, sedangkan untuk mayonnaise sendiri memiliki lemak yang tinggi.

   7. Kurangi frekuensi makan junk food

Ini yang penting, cobalah untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi restoran junk food ini.  Kurangi frekuensi minimal 3-4 kali dalam sebulan.  SESUDAH ITU DI STOP....

    Mungkin informasi ini kurang mewakili dan juga kurang memuaskan teman-teman untuk lebih mengetahui Apa sih Makanan Junk Food.  Tetapi mudah-mudahan informasi yang kami berikan dapat bermanfaat untuk anda, dan senantiasa menjaga kesehatan diri anda.

Senin, 14 Oktober 2013

2. Hadirat Allah Di Dunia Ini.

"SURGA” DI ATAS BUMI"

 PENDAHULUAN

 Bait Suci dan keselamatan manusia.

   "Allah menciptakan Taman Eden sebagai simbol Bait Suci. Bait Suci surgawi dan fungsinya dalam keselamatan telah digambarkan dalam Kemah Kudus duniawi dan bangunan yang lebih besar dari kaabah-kaabah bangsa Israel...Tentu saja di dalam Yesus kaabah itu telah diwujudkan dalam sosok seorang manusia. Dan pada akhirnya kaabah surgawi itu akan turun ke dunia baru" [alinea kedua dan ketiga].

     Seperti telah kita bahas dalam pelajaran yang lalu, surga adalah tempat kediaman Allah dan segenap makhluk surgawi. Takhta surga adalah tempat dari mana Allah memerintah dan sekaligus menghakimi seluruh jagad raya. Takhta Allah adalah titik pusat surga di mana aktivitas pelayanan para malaikat dipusatkan.

    Surga adalah juga tempat di mana terdapat Bait Suci asli di mana kasih karunia Allah terhadap manusia berdosa dijalankan dalam arti yang sesungguhnya, setelah sebelumnya hal itu diperagakan secara simbolik dalam ibadah-ibadah di Bait Suci duniawi di lingkungan bangsa Israel purba. Titik pusat dari Bait Suci duniawi itu adalah pada "tutup pendamaian" dari Tabut Perjanjian di bilik maha suci yang melambangkan hadirat Allah. Mengenai hal itu Alkitab menulis, "Di atas Peti itu terdapat dua Kerub, yaitu makhluk bersayap yang melambangkan kehadiran Allah. Sayap dari kedua makhluk itu terkembang di atas tutup Peti, yaitu tempat pengampunan dosa. Tetapi semuanya itu tidak dapat diterangkan sekarang secara terperinci" (Ibr. 9:5, BIMK).

    Pena inspirasi menulis: "Bait Suci atau kaabah Allah di dunia adalah contoh dari yang asli di Surga. Semua upacara hukum Yahudi bersifat nubuatan, misteri yang khas dalam rencana penebusan. Ritus dan upacara hukum itu diberikan oleh Kristus sendiri yang, terbungkus dalam tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari, adalah pemimpin umat Israel; dan hukum ini harus diperlakukan dengan sangat hormat karena hukum itu suci" (Ellen G. White, Signs of the Times, 29 Juli 1886).

I. TAMAN EDEN SEBAGAI BAIT SUCI ("Bait Suci" Pertama di Bumi)

 Ciri-ciri Bait Suci di Eden.

   Persepsi tentang Taman Eden sebagai Bait Suci bagi banyak di antara kita barangkali merupakan ide baru. Tetapi penyusun pelajaran  ini melontarkan gagasannya tentang hal itu dengan menyodorkan kepada kita ayat-ayat Alkitab untuk mendukung gagasannya yang cukup menarik untuk ditelaah. "Pelajar-pelajar Alkitab telah mencermati bahwa banyak ciri-ciri dari Taman Eden yang cocok dengan bait-bait suci Israel di kemudian hari, menunjukkan bahwa Eden adalah 'kaabah' simbolik pertama di bumi" [Pedoman Pendalaman Alkitab, Bait Allah hlm 20].

    Ada tujuh bagian "persamaan" yang diutarakan sebagai pembanding antara keadaan-keadaan yang berkaitan dengan Taman Eden dan dengan Bait Suci bangsa Israel purba. Meskipun tidak ada konfirmasi apapun dalam Alkitab mengenai kesejajaran antara keadaan di Taman Eden dengan keadaan di Bait Suci Israel purba, dan karena itu hal tersebut bukan menjadi bagian dari doktrin gereja yang baku, sekadar pengayaan pemahaman yang bersifat terbatas mungkin kita dapat menerimanya sebagai sebuah gagasan orisinal dari penyusun pelajaran  ini. Pastinya, Bait Suci dan semua perabot perlengkapannya beserta dengan segala ritual upacara yang dijalankan di dalamnya dimaksudkan sebagai gambaran yang melambangkan rencana keselamatan Allah atas manusia berdosa. Di Taman Eden kehadiran Allah secara nyata diungkapkan (Kej. 3:8-10), di Bait Suci duniawi hadirat Allah secara simbolik ditunjukkan (Kel. 25:8, 22; 33:9-10).

    Pena inspirasi menulis: "Di Eden bekerja setiap hari memberikan kepada Adam dan Hawa kesehatan dan kegembiraan, dan pasangan yang berbahagia itu menyambut dengan sukacita kunjungan-kunjungan Pencipta mereka, sementara dalam sejuknya hari Ia berjalan dan bercakap-cakap dengan mereka. Tiap-tiap hari Allah mengajarkan kepada mereka pelajaran-pelajaran-Nya" (Ellen G. White, Manuscript Releases, jld. 17, hlm. 351).

    Kediaman Allah di bumi.

   Cukup menarik bahwa Allah menciptakan bumi dan segala isinya beserta cakrawala yang membungkusnya dalam 6 hari (Kej. 1:31; 2:1-2), tetapi memerlukan 40 hari bagi Allah hanya untuk memberi petunjuk-petunjuk kepada Musa tentang pembangunan Bait Suci dengan segala perlengkapan dan upacara-upacaranya (Kel. 24:18). Alkitab juga hanya menggunakan dua pasal untuk mencatat tentang penciptaan (Kej. 1-2), tetapi menghabiskan enam pasal untuk menuturkan perihal Bait Suci (Kel. 25-30). Bait Suci dengan segala upacara-upacaranya sangat penting sehingga harus diatur secara sangat terinci, sebab itulah "tempat kediaman Allah" di dunia ini.
   Pada waktu Musa memimpin umat Allah yang besar itu keluar dari tanah perhambaan Mesir menuju ke tanah perjanjian Kanaan, nabi besar itu memohon agar hadirat Allah menyertai mereka. Beberapa saat sebelum Musa hendak menerima Sepuluh Perintah untuk kedua kalinya--setelah yang pertama hancur berkeping-keping karena dilemparkannya dalam amarah atas perbuatan bangsa Israel yang menyembah berhala di kaki gunung Sinai (Kel. 32:19)--dia memohon kepada Allah sambil sujud menyembah: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu" (Kel. 34:9; huruf miring ditambahkan). Kehadiran Allah di tengah bangsa Israel itu adalah atas permintaan Musa, tetapi pembangunan Bait Suci itu adalah atas inisiatif Allah dan dibuat menurut rancangan-Nya sendiri.

    "Taman Eden disebut 'taman Tuhan' (Yes. 51:3, Yeh. 28:13, 31:9). Itulah tempat kediaman Allah di atas bumi, tempat di mana nenek moyang kita yang pertama dimaksudkan untuk beribadah dan berhubungan dengan Dia. Itu sebabnya, kehilangan terbesar dari Kejatuhan bukanlah pengusiran Adam dan Hawa dari Taman itu melainkan kehilangan mereka untuk berada dalam hadirat Allah yang langsung" [alinea terakhir].

 Apa yang kita pelajari tentang tempat kediaman Allah yang pertama di bumi ini?

1. Dalam beberapa hal tertentu mungkin kita dapat menemukan persamaan antara Taman Eden dengan Bait Suci bangsa Israel purba sebagai tempat kediaman Allah di atas bumi ini. Ide teologisnya ialah bahwa Allah selalu ingin tinggal bersama manusia dalam cara apapun yang dikehendaki-Nya.

2. Di Taman Eden setiap hari Allah datang mengunjungi Adam dan Hawa. Ketika mereka jatuh ke dalam dosa dan terusir dari Taman itu, Allah tidak pernah jauh dari mereka. Dosa telah menghalangi manusia untuk berada langsung di dekat hadirat Allah, tetapi kasih karunia mendekatkan Allah kepada manusia.

3. Bait Suci adalah ide dan rancangan Allah untuk berada dekat dengan manusia sebagai pengganti Taman Eden yang telah diangkat ke surga. Bahkan tubuh kita, jika dijaga kekudusannya, dapat menjadi "bait suci" di mana Allah bisa tinggal bersama kita.

II. CONTOH MODEL BAIT SUCI (Gambaran Dari Aslinya)

 Replika Bait Suci surgawi.

   Allah memerintahkan Musa untuk membuat Bait Suci--disebut juga sebagai Kemah Suci atau juga Kemah Pertemuan--di dunia ketika bangsa Israel masih dalam perjalanan di padang gurun. Secara fisik, bangunan maupun isinya itu "sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya" (Kel. 25:9). Sebagaimana kita pelajari, baik rancang-bangun maupun perlengkapan di dalamnya harus dibuat "semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan" kepada Musa di atas gunung Sinai (ay. 40). Bahkan belakangan setelah Kemah Suci itu sudah digunakan dan bilamana rombongan bangsa itu hendak berangkat meneruskan perjalanan dari satu tempat persinggahan, cara bongkar-pasang dan pengangkutannya pun diatur secara terperinci (Bil. 4:31-32). Ini menunjukkan betapa penanganan Kemah Suci itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan cermat sesuai instruksi dari Allah sendiri.

    Kemah Suci di padang gurun itu sangat sederhana dan serba darurat jika dibandingkan dengan Kaabah Salomo yang permanen dan jauh lebih besar serta jauh lebih indah. Namun demikian, Kemah Suci buatan Musa memiliki beberapa keistimewaan penting yang tidak dipunyai Kaabah Salomo: (1) Kemah Suci buatan Musa dibuat atas gagasan dan prakarsa Allah sendiri; Kaabah Salomo dibangun atas ide dan inisiatif manusia, yakni raja Daud. (2). Arsitek Kemah Suci buatan Musa adalah Allah sendiri; arsitek Kaabah Salomo adalah manusia, raja Salomo. (3). Kemah Suci buatan Musa merupakan replika dari Kemah Suci asli di surga; Kaabah Salomo adalah hasil rekayasa manusia semata, Salomo bersama Huram Abi (suruhan raja Hiram dari Tirus) dan tukang-tukangnya.

     Namun demikian, terlepas dari kenyataan bahwa Kemah Suci Musa lebih istimewa dari Kaabah Salomo, pelayanan di dalam kedua Bait Suci itu sama-sama "adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga" (Ibr. 8:5); dan "barang-barang yang melambangkan hal-hal yang di surga, perlu disucikan...sebab Kristus tidak masuk ke Ruang Suci buatan manusia, yang hanya melambangkan Ruang Suci yang sebenarnya. Kristus masuk ke surga sendiri; di sana Ia sekarang menghadap Allah untuk kepentingan kita" (Ibr. 9:23-24, BIMK). Pelayanan dalam Bait Suci manapun yang dibangun di atas dunia ini hanyalah gambaran dari pelayanan sesungguhnya yang dilakukan Kristus di surga.

    "Kitabsuci dengan jelas mengajarkan bahwa Musa tidak menciptakan kemah suci tetapi membangunnya menurut petunjuk ilahi yang telah dia terima di atas gunung (Kel. 26:30, 27:8, Bil. 8:4). Bait suci di bumi harus dibangun menurut 'contoh' (Kel. 25:9, 40). Kata Ibrani untuk 'contoh' (tabnit) menyatakan gagasan dari satu model atau duplikat; jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa Musa sudah melihat semacam contoh miniatur yang melambangkan bait suci surgawi dan bahwa model ini berlaku sebagai pola untuk bait suci duniawi" [alinea pertama].

    Hubungan tipologis Bait Suci surgawi dan duniawi.

    Berdasarkan apa yang kita pelajari di atas, terdapat suatu hubungan erat antara Bait Suci surgawi dengan Bait Suci duniawi yang dibangun oleh Musa, karena keduanya dibangun atas inisiatif Allah dengan kesamaan bentuk dan pola secara presisionis. Hubungan ini disebut "hubungan tipologis" atau hubungan yang bersifat sama dan sebangun. Bahkan, tidak hanya fisik bangunannya yang sama, tetapi juga pelayanan di dalamnya adalah sama. Bedanya, pelayanan dalam Bait Suci di dunia merupakan bayangan (anti-type) dari pelayanan sesungguhnya (type) dalam Bait Suci di surga.

     Mungkin pertanyaan-pertanyaan yang menarik adalah: Apakah Bait Suci di surga itu juga berbentuk seperti kemah atau tenda yang dibangun dengan sistem "knock-down" untuk memudahkan bongkar-pasangnya, seperti yang disaksikan dan ditiru oleh Musa? Kalau memang Bait Suci di surga bentuknya sama dan sebangun dengan Bait Suci di dunia seperti yang dibangun oleh Musa itu, mengapa demikian? Mungkinkah di dalam kerajaan surga ada bangunan darurat seperti kemah atau tenda? Semua pertanyaan ini memerlukan penyelidikan lebih mendalam dengan hati dan pikiran yang terbuka luas bagi tuntunan Roh Kudus, untuk mengetahui makna sesungguhnya dari Bait Suci surgawi itu.

     "Hubungan antara keduanya disebut tipologi. Tipologi adalah sebuah bayangan rancangan ilahi yang menyangkut dua realitas sejarah yang cocok, disebut tipe (asli) dan anti-tipe (duplikat). Karena kecocokan itu dari yang asli kepada yang duplikat, kita bisa melihat dalam kitab Ibrani bahwa model surgawi yang Musa telah lihat itu disebut sebagai 'asli' atau 'contoh' (Ibr. 8:5) sedangkan Bait Suci duniawi itu sebagai 'gambaran' atau 'duplikat' (Ibr. 9:24). Kebenaran ini menyajikan lebih banyak bukti bahwa Bait Suci di surga sudah ada lebih dulu daripada Bait Suci di dunia. Sebagai umat MAHK, kita berpijak pada dasar alkitabiah yang kukuh apabila kita menekankan kenyataan fisik dari Bait Suci surgawi" [alinea terakhir: dua kalimat pertama dan dua kalimat terakhir].

 Apa yang kita pelajari tentang Bait Suci di surga sebagai contoh Bait Suci di dunia?

1. Bait Suci yang dibangun Musa adalah rancangan Allah dengan maksud untuk memperagakan pelayanan keimamatan Yesus dalam Bait Suci surgawi. Tujuan pemeragaan itu adalah untuk mengajarkan umat Israel khususnya, dan umat manusia pada umumnya, tentang penebusan dan pengampunan dosa.

2. Hubungan tipologis (sama dan sebangun) dari Bait Suci di surga dan di bumi utamanya adalah pada fungsi dari keduanya, bukan semata-mata pada rancang-bangun fisiknya. Bait Suci surgawi maupun duniawi sama-sama merupakan wahana di mana pelayanan keimamatan diselenggarakan.

3. Keberadaan Bait Suci di surga, dan pelayanan keimamatan Yesus secara harfiah, bukan untuk diperdebatkan. Esensi teologis dari doktrin tentang hal itulah yang lebih penting untuk dipahami, yaitu bahwa Yesus Kristus saat ini sedang menjalankan peran sebagai Imam Besar demi membela umat-Nya (Ibr. 4:14-15; 8:1-2).

III. BAIT SUCI DI ANTARA MANUSIA (Yesus Sebagai Bait Suci)

 Janji Allah dipenuhi.

   Rasul Yohanes menulis, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran" (Yoh. 1:14). "Firman" di sini merujuk kepada Yesus Kristus, sesuai dengan apa yang dimaksudkan di awal pasal ini (ay. 1-3). Kata "diam" (BIMK: tinggal) menyatakan bahwa Yesus Kristus, Anak Tunggal Bapa, sudah datang untuk tinggal bersama manusia. Kehadiran-Nya di antara manusia mewakili Allah Bapa, sama seperti Bait Suci itu juga mewakili hadirat Allah di tengah manusia. Yesus juga membawa "kemuliaan" Allah sebagaimana Bait Suci itu juga menghadirkan kemuliaan Allah, walaupun bukan secara fisik oleh karena Yesus "telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia" (Flp. 2:7). Kemuliaan Allah yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus adalah melalui tabiat-Nya.

 "Salah satu tema dalam injil Yohanes ialah bahwa dengan Yesus, 'Bait Suci' yang lebih baik itu sudah datang. Perumpamaan kemah kudus telah digunakan seawal dalam Yohanes 1:14...Jadi, ketika Kristus datang ke bumi sebagai seorang manusia, Ia memenuhi janji Bait Suci Allah untuk tinggal di antara umat-Nya" [alinea pertama: dua kalimat pertama dan kalimat terakhir]

     Penyamaan tubuh dan diri Yesus Kristus sebagai "Bait Suci" dinyatakan-Nya sendiri ketika Dia berkata, "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali...tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri" (Yoh. 2:19, 21). Hal ini telah digenapi pada waktu Yesus bangkit dari kubur pada hari Minggu pagi setelah tiga hari (Mat. 12:40; 28:1).

 Yesus sebagai Bait Suci.

    Alkitab menulis, "Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia--artinya yang tidak termasuk ciptaan ini--dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri" (Ibr. 9:11-12; huruf miring ditambahkan). Versi BIMK menerjemahkan kata "lebih besar" dalam ayat ini dengan "lebih agung" yang menegaskan makna dari kata "besar" bukan dalam pengertian ukuran melainkan keagungan (Grika: meizōn).

     Bangunan fisik dari Bait Suci yang dibangun Musa di padang belantara itu dikelilingi oleh pagar yang pada bagian depannya terdapat pintu gerbang dengan empat tiang yang dihiasi dengan kain berwarna ungu tua dan ungu muda serta pintalan kain linen berwarna-warni (Kel. 26:36; 27:16; 40:33). Yesus menyatakan: "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput...Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yoh. 10:9; 14:6). Bait Suci itu melambangkan hadirat Allah, pintu masuknya melambangkan Yesus Kristus.

    Pena inspirasi menulis: "Kristus adalah dasar dan jiwa dari Bait Suci itu. Penyaliban-Nya pada hakikatnya akan melenyapkan itu oleh sebab upacara-upacaranya merupakan bayangan dari kurban Anak Allah di kemudian hari. Upacara-upacara itu merujuk kepada keasliannya yang agung, yaitu Kristus sendiri. Bilamana orang Yahudi hendak melaksanakan maksud mereka yang jahat itu, dan melakukan apa yang mereka rencanakan terhadap-Nya, sejak hari itu hingga seterusnya persembahan-persembahan kurban dan upacara-upacara yang terkait dengan hal itu akan menjadi tidak bernilai dalam pemandangan Allah, karena bayangan akan bertemu dengan aslinya dalam persembahan yang sempurna dari Anak Allah" (Ellen G. White, Spirit of Prophecy, jld. 2, hlm. 122).

    Apa yang kita pelajari tentang Yesus sebagai Bait Suci?

1. Sebagaimana Bait Suci melambangkan hadirat Allah di atas bumi ini, demikianlah Yesus melambangkan kehadiran Allah di dunia ini. Secara fisik Bait Suci itu dihiasi dengan kemegahan untuk melambangkan keagungan Allah, dalam diri Yesus keagungan Allah ditampilkan dalam tabiat Kristus yang sempurna dan mulia.

2. Yesus adalah "Bait Suci" yang lebih baik dan lebih agung daripada Bait Suci yang dibangun oleh Musa maupun Salomo, karena Dialah yang dilambangkan oleh upacara-upacara di dalam Bait Suci itu. Kematian dan kebangkitan Yesus menyempurnakan dan menyudahi semua upacara bayangan itu.

3. Pada zaman Israel purba, umat itu datang beribadah kepada Allah di Bait Suci dengan memasuki pelatarannya melalui pintu. Yesus Kristus adalah pintu masuk kepada Bapa untuk memperoleh keselamatan. Kehadiran Yesus di dunia ini menyediakan "jalan masuk" kepada kasih karunia dan kepada Allah (Rm. 5:2; Ef. 3:12).

IV. JEMAAT ADALAH HABITAT ALLAH (Gereja Sebagai Bait Suci)

 Jemaat sebagai Bait Suci.

   Sementara upacara-upacara seperti yang dipraktikkan dalam Bait Suci zaman dulu tidak diperlukan lagi, oleh karena kematian Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah sudah menggenapi upacara-upacara bayangan itu, Allah sendiri tetap rindu untuk tinggal atau berdiam di antara umat-Nya. Sebagai orang Kristen, bilamana berbicara tentang "rumah Tuhan" pikiran kita serta merta terpikir tentang gereja. Namun, konsep alkitabiah tentang gereja bukanlah bangunannya melainkan jemaatnya, yaitu orang-orangnya. Rasul Petrus berkata, "Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah" (1Ptr. 2:5).

    "Setelah kenaikan Kristus ke surga dan penahbisan-Nya sebagai Imam Besar di Bait Suci di sana, kaabah di bumi tidak lagi memiliki sesuatu maksud yang nyata dalam rencana keselamatan (baca Mat. 27:50, 51). Namun demikian, Allah masih berupaya untuk tinggal di antara umat-Nya di bumi, yang sekarang ini dimungkinkan melalui Roh Kudus. Rasul-rasul menggunakan gambaran kaabah itu untuk menyampaikan kebenaran ini" [alinea pertama].

     Rasul Paulus menulis: "Sebab itu, kalian bukan lagi termasuk orang asing atau orang luar. Kalian sekarang adalah sama-sama warga umat Allah. Kalian adalah anggota-anggota keluarga Allah. Kalian pun dibangun di atas dasar yang diletakkan oleh rasul-rasul dan nabi-nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu yang terutama. Ialah yang menyusun seluruh bangunan itu menjadi Rumah Allah yang khusus untuk Tuhan. Karena hidup bersatu dengan Kristus, kalian juga sedang dibangun bersama orang-orang lain menjadi sebuah rumah untuk Allah; di situ Allah tinggal dengan Roh-Nya" (Ef. 2:19-22, BIMK).

 Tanggungjawab sebagai Bait Suci.

   Sebagai umat Tuhan, yang telah diubahkan dari manusia lama menjadi manusia baru (Ef. 4:21-24), sadar atau tidak kita telah menerima bahwa diri kita ini adalah Bait Suci. "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu" (1Kor. 3:16-17). Penerapannya bisa secara kelompok sebagai jemaat, bisa juga secara perorangan sebagai pribadi. Artinya, sebagai jemaat maupun sebagai pribadi, kita semua menjadi habitat Allah di bumi ini di mana Dia tinggal melalui Roh Kudus-Nya.

    "Pada waktu yang sama, jemaat itu bukan saja bait Allah tapi juga suatu keimamatan yang kudus (1Ptr. 2:5, 9). Tidak disangsikan, dengan kesempatan istimewa seperti ini ada tanggungjawab-tanggungjawab penting. Alangkah pentingnya agar kita menyerahkan hidup kita dalam iman dan penurutan kepada Tuhan yang telah memberikan kepada kita sedemikian banyak, dan yang karena itu meminta banyak pula dari kita" [alinea terakhir].

    Apa yang Allah tuntut dari kita sebagai "Bait Suci" supaya Dia mau dan betah untuk mendiaminya? Melalui Putra-Nya Allah berkata, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna" (Mat. 5:48). Apa yang dimaksud dengan "sempurna" (Grika: teleios) di sini? Sesuai dengan konteks yang sedang dibicarakan Yesus, rasul Paulus menguraikannya: "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" (Rm. 12:1-2).

    Apa yang kita pelajari tentang jemaat sebagai Bait Suci?

1. Allah tidak pernah sama sekali meninggalkan dunia ini, apalagi berpisah dari umat-Nya. Setelah Bait Suci sebagai tempat kediaman-Nya di bumi ini kehilangan relevansinya oleh kematian Yesus yang menggenapi upacara bayangan di Bait Suci zaman purba itu, Allah diam di tengah jemaat-Nya melalui Roh Kudus-Nya.

2. Jemaat Tuhan adalah "Bait Suci" hasil rancangan Allah, sama seperti Dia merancang Bait Suci di padang gurun itu. Jemaat adalah habitat Allah di bumi ini yang lebih agung dan sempurna sebab Yesus sendiri yang menjadi "batu penjuru" dari bangunan itu.

3. Sebagaimana pemeliharaan Bait Suci zaman dulu itu dilaksanakan dengan sangat cermat karena kekudusannya (Bil. 4:31-32), demikianlah Allah menghendaki agar Jemaat sebagai "Bait Suci" masa kini dipelihara dan dijaga kekudusannya dengan sungguh-sungguh (Kis. 20:28; Tit. 1:7-9).

V. YERUSALEM BARU, BAIT SUCI YANG BARU (Ciptaan Baru)

 Melayani di Bait Suci surgawi.

    Salah satu nubuatan penting tentang umat tebusan yang diselamatkan tercatat dalam Wahyu 7:15-17, bahwa "mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya...Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." Tentu saja di surga tidak ada malam, sehingga perkataan "siang malam" harus dimaknai sebagai "terus menerus." Begitu juga, di surga tidak ada panas matahari yang terik dan air mata, tetapi kata-kata tersebut menggambarkan penderitaan yang mereka telah alami di dunia ini. Seperti dikatakan oleh salah seorang dari tua-tua itu kepada Yohanes Pewahyu: "Inilah orang-orang yang sudah dengan selamat melalui masa penganiayaan yang hebat. Mereka sudah mencuci jubah mereka dan membuatnya menjadi putih dengan darah Anak Domba itu" (ay. 14, BIMK).

    Melayani Allah adalah tugas para malaikat, sebuah tugas yang khusus dan mulia; dengan melayani Allah umat tebusan yang selamat itu disejajarkan dengan malaikat-malaikat. Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang sama sekali mengejutkan apabila kita mengingat bahwa orang saleh yang telah mengikut Kristus akan turut mengadili bersama Yesus Kristus (Mat. 19:28), termasuk mengadili malaikat-malaikat jahat yang menjadi pengikut Lusifer dan terusir dari surga menjadi setan-setan. "Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat?" (1Kor. 6:3). Sebagaimana kita akan diberi kesempatan untuk menghakimi malaikat-malaikat jahat, kita pun akan beroleh kesempatan untuk melayani takhta Allah menggantikan malaikat-malaikat jahat itu.

     "Di dunia baru, Bait Suci sekali lagi menjadi tempat hubungan yang sempurna di mana Allah dan umat tebusan bertemu. Itu menjamin tempat tinggal, perlindungan, dan penggenapan terakhir dari kehidupan dalam hadirat Allah dan Kristus-Nya. Dia yang pernah berdiam di antara manusia (Yoh. 1:14) sekarang membentangkan kemah ke atas orang-orang saleh-Nya supaya mereka boleh 'berkemah' di tempat-Nya" [alinea pertama: tiga kalimat terakhir].

 Bersama Allah di Yerusalem Baru.

    Sesudah menulis tentang neraka dan Iblis beserta "kerajaan maut" yang dilemparkan ke dalamnya (pasal 20), tulisan Yohanes Pewahyu kemudian beralih kepada penglihatannya mengenai "langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga..." (Why. 21:1-2). Perihal langit dan bumi yang baru serta kota Yerusalem baru juga pernah disebutkan dalam tulisan nabi Yesaya, ketika dia mengutip perkataan Allah: "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan" (Yes. 65:17-18).

    Kata "baru" pada ayat dalam kitab Wahyu di atas dalam bahasa aslinya (Grika) adalah καινός, kainos, sebuah kata sifat yang artinya "baru dibuat, segar" dan secara substansial berarti "jenis baru" atau "luar biasa." Langit dan bumi yang menggantikan langit dan bumi pertama yang telah berlalu itu bukan saja lebih baru tapi juga lebih baik. Sama halnya dengan kota Yerusalem Baru, bukan hanya kebaruannya saja yang istimewa tapi juga keadaannya dan kesemarakannya. Kota Yerusalem yang lama dibangun oleh raja Daud dengan bahan-bahan yang fana dari bumi ini, sedangkan kota Yerusalem Baru dibuat oleh Allah sendiri dan berasal dari surga yang baka. Tetapi perbedaan paling pokok yang menjadikan kota Yerusalem Baru sangat istimewa ialah pada kenyataan bahwa di kota itulah Allah secara pribadi akan tinggal. "Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka" (Why. 21:3).

     "Yohanes tidak melihat Bait Suci di Yerusalem Baru (Why. 21:22), tetapi ini bukan berarti bahwa tidak ada Bait Suci. Malah, Yerusalem Baru itu sendirilah Bait Suci dan 'kemah Allah' (Why. 21:3)...Di dalam Bait Suci Allah, kita dapat tinggal dengan Dia dalam hubungan yang seerat mungkin (Why. 21:3, 7). Inilah tujuan dari keselamatan" [alinea terakhir: dua kalimat pertama dan dua kalimat terakhir].

    Apa yang kita pelajari tentang langit dan bumi serta Yerusalem yang baru?

1. Umat tebusan Allah akan mendapat kesempatan istimewa di surga untuk melayani Allah terus menerus seperti malaikat, dan turut berpartisipasi dalam penghakiman atas orang jahat dan malaikat jahat. Mereka yang telah mengalami derita penganiayaan di dunia ini akan beroleh kesempatan untuk menghakimi para penganiaya mereka.

2. Keistimewaan terbesar dan terutama dari keselamatan ialah kesempatan untuk tinggal bersama Allah dalam arti kata yang sebenarnya. Sekarang ini Allah tinggal dalam diri kita melalui Roh-Nya, tetapi di Yerusalem Baru kita akan tinggal bersama Allah di dalam istana-Nya.

3. Yerusalem Baru adalah "ibu kita" (Ibr. 12:26), kerajaan surga adalah kewarganegaraan kita (Flp. 3:20), ke dalam kerajaan itulah Allah telah memanggil kita (1Tes. 2:12). Di dalam kerajaan itu penderitaan dan dukacita adalah masa lalu (Why. 21:4), itulah sebabnya "untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara" (Kis. 14:22).

PENUTUP

 Tempat yang disediakan Kristus.

   Beberapa saat sebelum berpisah dari murid-murid-Nya, Yesus menguatkan hati mereka dengan berkata: "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada" (Yoh. 14:1-3).

     Kata Grika yang diterjemahkan dengan "tempat tinggal" pada ayat di atas adalah μονή, monē, sebuah kata benda feminin yang dapat juga berarti "mendiami." Di seluruh PB kata ini hanya digunakan sebanyak dua kali, yaitu dalam pasal yang sama dan keduanya sama-sama diucapkan oleh Yesus. Selain pada ayat 2 di atas, juga pada ayat 23: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" (huruf miring ditambahkan; versi BIMK: tinggal).

 "Kristus meyakinkan murid-murid-Nya bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi mereka di rumah Bapa. Mereka yang menerima pengajaran firman Allah tidak akan bersikap masa bodoh sama sekali mengenai tempat tinggal surgawi...Bahasa manusia tidak cukup memadai untuk menjelaskan upah orang benar. Hal itu hanya dikenal oleh mereka yang memandangnya. Pikiran yang fana tidak dapat memahami kemuliaan Firdaus Allah" [kalimat kedua dan ketiga serta tiga kalimat terakhir].

 "Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini" (1Tes. 4:16-18).