Minggu, 22 Januari 2012
Sabtu, 21 Januari 2012
Iman yang kokoh.
Pendahuluan:
Mari kita buka Alkitab kita dan membaca Kitab Kidung Agung 7:6-13.(buka dan baca).
Mari kita berdoa!.
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, Baru saja kita membaca firman Tuhan ini. Yang kita baca ini bukan buku roman, atau buku cabul, tapi adalah Firman Allah yang kudus. Apa yang menjadi kesan saudara dalam hati/pikiran setelah membaca firman Tuhan ini.
Saudara-saudaraku,
Allah ingin menyatakan cinta kasihnya kepada umat manusia dengan memakai kisah cinta antara Salomo dengan Ratu Sulami.
Dikatakan dalam Kidung Agung 7:6 ”Betapa cantik, betapa jelita engkau,....(How fair and pleasant you are...). Ini adalah merupakan satu pujian dari Sulaiman kepada Ratu Sulami, karena kecantikannya, karena kejelitaannya sang kekasihnya. Dan disini juga kita ketahui bagaimana Allah ingin memuji umatNya. Gambaran Sulaiman adalah gambaran Allah, gambaran Sulami adalah gambaran jemaat Tuhan. Dan Allah ingin memuji, betapa cantik dan betapa jelitanya umatKu ini.
Saudara-saudaraku,
Allah ingin mempunyai umat yang cantik jelita: dalam tingkah lakunya, dalam kehidupan imannya, dalam kekristenannya menjadi umat yang cantik jelita. Bagaimana cantik dihadapan Allah?. Orang yang cantik berarti utuh dari kepalanya dan seluruh tubuhnya.
Ilustrasi : Ada orang, cantiknya bukan main, tetapi hanya kepalanya aja datang. Saya kira tidak ada orang yang mau. Cantik itu seluruhnya!. Cantik itu tidak hanya bibirnya saja. Bagaimana kalau ada, bibir orang saja, yang lain tidak ada, tentu orang semua takut. Tetapi dikatakan disini cantik itu pada Kidung agung 7:7 ”Sosok tubuhmu seumpama pohon korma.... Sosok tubuhnya seumpama apa?.POHON KORMA /Palm tree.(Panjang dan keanggunan pohon korma) figure kecantikan wanita.
Jadi cantik itu dilihat seluruh sosok tubuhnya.
Menurut pribahasa dunia, sosok tubuh yang cantik adalah : Bagaikan gitar. Saudara tau bagaikan gitar?. Itu gitar dimainkan oleh pemain musik dari satu tangan pindah ke tangan yang lain. Nah,...ada perempuan cantik yang model begini....hanya pindah-pindah tangan dari laki-laki ke laki-laki yang lain---Bahaya sekali ini. Cantik yang seperti ini tidak dipuji Allah. Kita coba lihat kembali dalam Kidung Agung 7:7 adalah : ”cantik seperti pohon korma”. Bagaimana seperti pohon korma!.
Sdr2..Kalau di Timur tengah, pohon korma banyak sekali. Di padang pasir kalau sedang haus, berjalan dari Kairo mau pergi ke Alexandria atau mau pergi ke Aswan atau ke Al-Zaitun, di padang pasir banyak sekali pohon-pohon korma. Kalau disana tidak ada warung. Kalau haus, kita boleh mampir dibawah pohon korma. Lalu caru pohon korma yang berbuah dan beruntai, lalu naik sejenak kesana berteduh, ambil buahnya yang manis, yang segar, menyegarkan. Lalu disetiap kuncup pelepah yang masih muda, korma itu menyimpan air. Dan kita bisa potong kemudian dapat minum dari situ. Ini yang dimaksudkan dengan pohon korma.
Bagaimana pohon korma itu bisa bertumbuh di padang pasir yang gersang seperti itu dan bagaimana cara menanam pohon korma???.
BENIH POHON KORMA:
· Kalau kita bongkar pasir, kemudian kita taroh benih korma. Pasir disana halus sekali, bukan seperti disini padat. Kalau saudara taroh benih korma itu disana, tidak berapa lama kena angin, pasirnya sudah lari kesana, lari kesini dan benih kormanya sudah kelihatan, lalu di curi oleh burung. Dimakan dan dibawak pergi, ...TIDAK BERTUMBUH.
Bagaimana caranya?.
-Cangkul lebih dalam, cangkul, cangkul, cangkul lebih dalam, masukkan lagi barangkali puluhan meter, masukkan itu, mati karena tidak ada udara.
Bagaimana cara menanamnya?.
Benih korma di padang pasir ditaroh, lalu ditindih batu besar. Pada waktu dia ditindih batu besar, dia tidak dapat dicuri oleh binatang-binatang lain dan benih korma ini mulai bertumbuh. Kalau dia bertumbuh, --berakar. Akarnya terus kedalam, sampai ratusan meter, sampai menemukan air yang ada di tanah itu, akar itu baru berhenti. Dia akan berakar terus sampai menemukan air itu. Setelah dia berakar, kokoh, mulai berpohon. Pada waktu berpohon ini sudah kokoh, dengan sendirinya batu yang menindihnya tadi tumbang, dan dia akan berpohon, mulai dia akan berbunga, akan berdaun, berbuah dan menyimpan air.
Cantik sekali seperti pohon korma!. Apa maksudnya??.
Kita seringkali supaya menjadi cantik dihadapan Tuhan, Tuhan didik kita dengan kesulitan, kesukaran, poncobaan didalam hidup kita seperti batu besar yang menindih iman kita, maksudnya supaya IMAN KITA berakar terus sampai menemukan Air hidup itu, yaitu: Firman Allah. Setelah kita berakar terus kebawah, kokoh dan kita akan berpohon dengan sendirinya saya percaya segala pencobaan, kesulitan, kesukaran yang menjadi batu menindih saudara akan terbongkar keluar, dia akan teguling, asal kita sudah kokoh.
Mungkin kita berpikir, kenapa ya Tuhan, kesulitan yang saya hadapi kok belum ada jalan keluar, malahan terasa berat. MENGAPA???.
*Supaya kita berakar dulu...sampai menemukan air hidup itu. Itulah pohon korma!.
Kalau akarnya sudah dalam, biar angin badai di padang gurun, pohon korma tetap kokoh, berdiri teguh. Tidak tumbang. Saudara tidak mau di tindih?.
Kalau benih imanmu tidak mau ditindih, itu namanya KECAMBAH. Ya,..cukup sedikit aja, udah bertumbuh! Tetapi apa artinya kecambah?. Dinaiki oleh 10 semut aja, sudah runtuh itu kecambah, saudara.
Oleh sebab itu, Allah tidak katakan: engkau cantik seperti pohon kecambah. Allah mengambil contoh dengan mengatakan: engkau cantik seperti pohon korma.
Dihadapan Allah, cantik jelita, kokoh kekristenan kita seperti POHON KORMA.
Kita baca Kidung Agung 7: 8 :Nafas hidungmu seperti buah appel!. Appel harum, bisa memikat kupu-kupu (Tangkap kupu-kupu di Vietnam).
Nafas harum = motivasimu mengikuti Tuhan (Melayani Tuhan). Harum (Tulus, murni).
Kidung Agung 7:9 ”Kata-katamu manis bagaikan anggur : MENGUATKAN, MENYEHATKAN. Bukan kata-kata busuk.
Apakah kata-kata yang kita ucapkan menguatkan atau menghancurkan orang lain (dengan gossip).
Kidung Agung 7:10 ”Kepunyaan kekasihku Aku,....
Kalau kita berjalan dengan kekasih hati kita....tidak ada yang kita rasa kesulitan.
Ilustrasi:
Tahun 1953 ada seorang bangsawan bernama : Thomas Palmer. Ketika ia mau di eksekusi---dibawak ke menara. Besoknya ketika dia dibawak ke tiang gantungan, dia katakan: ”Saya tidak takut”. Biasa kalau ke tiang gantungan-SUSAH.
Pada saat pertanyaan diajukan kepadanya: ”Mengapa engkau begitu gembira?. Jawabnya: ”Saya sudah terlalu banyak melihat kesusahan, kemiskinan, penderitaan, tetapi sebentar lagi saya akan melihat Allah. Makanya orang percaya tidak takut. Saudara melihat banyak mobil dan uang, kita sakit hati karena tidak punya. ITU KALAU DI DUNIA!. Kalau di SORGA –kita melihat kemuliaan Allah. Allah katakan kepada kita nanti: Itu milikmu!.
Tahun 1900 di Tiongkok terjadi:
Pemberontakan kepada agama Kristen yang di sponsori oleh kelompok BOXER. Banyak rumah-rumah missionary dibakar, dibangun lagi. Tadinya satu tingkat, dibangun lagi 2 tingkat. Kemudian ada yang memperingatkan: Jangan dibakar lagi. Kenapa?
Yang tadinya 1(satu) tingkat, dibakar ,....2 tingkat lagi. Saudara-saudaraku,... Kalau kita digagalkan orang,......jadi 0 (nol) - jadi 00, 000 sampai 6 nolnya. Kalau 6 nolnya, ditaroh angka satu di depannya, itu 1000 000,- Baru satu nolnya---- sudah kecewa. Yang penting satu di depannya. Ini semua tujuannya supaya kita CANTIK JELITA.
Kidung Agung 7:13 ”Semerbak bau buah dudaim;..
Buah dudaim---seperti buah blewa—yang harum sekali, seperti buah labu.
Orang Kristen itu HARUM kalau berbuah. Mungkin anda baru berkuncup, kemudian akan berbunga. Harus juga berbuah. Jangan hanya terus berbunga saja.(Ilustrasi :Mangga yang lama tidak berbuah—mau di tebang, tapi syukur dia berbuah juga pada akhirnya). Yang penting, kita semua berbuah.
KONKLUSI:
Maukah kita menjadi kekasih Allah, cantik jelita dihadapan Allah, menjadi anak Allah karena mempunyai IMAN YANG KOKOH seperti Pohon Korma. Mari kita jadikan firman Allah menjadi pegangan untuk selama-lamanya sehingga dari bibir-bibir kita keluar kata-kata manis, kata-kata yang menyehatkan, menguatkan. Kalau kita belum bertobat dari kata-kata ini, sekarang waktunya kita bertobat.
Kalau ada tantangan dalam hidup kita, itu tujuannya adalah untuk mendidik kita supaya menjadi anak-anak Allah.
Dan tentu, kita juga mau berkuncup, berbunga dan berbuah dalam hidup kita, dalam mengasihi orang lain, dalam melayani pekerjaan Tuhan.
Kiranya Firman Allah yang kudus akan dimeteraikan oleh Roh Kudus didalam hati kita.
Doa penutup/penyerahan.
Pertobatan yang tulus (Ezra 10 : 1 - 44)
.
Pendahuluan:
Pendahuluan:
Allah mengetahui hati manusia dan Dia pula yang mengetahui pertobatan kita yang tulus(asli) atau tidak. Alkitab dengan jelas menyatakan adanya pertobatan yang tulus dan pertobatan yang palsu.
Dua kali Firaon mengatakan kepada Musa, yang pertama setelah 7 tulah ditimpakan terhadap Mesir ( air menjadi darah, katak, nyamuk,lalat pikat, penyakit sampar pada ternak, barah dan hujan es):
“Aku telah berdosa sekali ini. Tuhan itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang salah”(Kel.9:27). Yang keduakali ketika bela ke 8(belalang) ditimpakan, Keluaran 10:16: “Aku telah berbuat dosa terhadap Tuhan, Allahmu, dan terhadap kamu”. Tetapi dia tidak benar-benar bertobat.
Esau menangis karena memberikan hak kesulungan itu, tetapi ia tidak benar-benar bertobat (Ibrani 12:16-l7).
Yudas merasa menyesal karena menghianati Yesus dan bahkan mengatakan bahwa ia telah berdosa (Matius 27:4), namun ia tidak bertobat.
Body:
Jika kita ingin menjadi benar dihadapan Tuhan, kita harus memastikan bahwa pertobatan kita adalah pertobatan yang tulus, asli, bukan hanya dibibir saja. Pembahasan firman Tuhan pada saat ini memberikan beberapa tanda pertobatan yang tulus.
PERTOBATAN YANG TULUS(sejati) MELIBATKAN KESEDIHAN MENDALAM DIHADAPAN ALLAH UNTUK DOSA-DOSA KITA, DAN TINDAKAN YANG CEPAT UNTUK MEMPERBAIKINYA. (Genuine repentance involves heartfelt sorrow before God for our sins and prompt action to correct them).
Problemnya disini terkait dengan orang Yahudi yang telah kembali dari pembuangan ke negeri mereka, namun mereka telah mengambil isteri-isteri bagi mereka yang berasal dari orang kafir dan ini menunjukkan ketidak taatan mereka terhadap hukum Allah yang dikatakan dalam Ulangan 7:1-4 : v.3 “Janganlah juga engkau kawin mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kau ambil bagi anakmu laki-laki; v4.sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang daripada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain......” dan Ezra 9:1-2.
Ezra 10:11 –memberikan ringkasan apa yang harus mereka lakukan untuk memperbaiki situasi itu. “Tetapi sekarang mengakulah di hadapan Tuhan, Allah nenek moyangmu, dan lakukanlah apa yang berkenan kepada-Nya dan pisahkanlah dirimu dari penduduk negeri dan perempuan-perempuan asing itu”.
Dikatakan disini: “Buatlah pengakuan kepada Tuhan Allah nenek moyangmu, dan melakukan kehendak-Nya.”
Saudara2ku yang kekasih,...
Pengakuan mereka dihadapan Allah, jika itu benar-benar maka itu akan mencerminkan kesedihan yang tulus untuk apa yang mereka lakukan dan menunjukkan ketaatan untuk melakukan kehendak Allah.
- Pertobatan yang tulus melibatkan kesedihan hati dihadapan Allah untuk dosa-dosa kita.
*Kesedihan Ezra yang mendalam atas dosa-dosa orang-orang buangan membawa orang lain berkumpul disekelilingnya untuk melihat dosa-dosa mereka sendiri, dan menangis dengan sedihnya atas dosa-dosa yang mereka telah lakukan. (Ezra 10:1)
Seorang jurubicara bagi umat Tuhan bernama Sekhanya mengusulkan kepada Ezra dalam Ezra 10:2 “Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antata penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel.”
Sekhanya mengusulkan agar umat Tuhan membuat suatu perjanjian untuk memperbaiki dosa-dosa mereka. Kemudian dalam Ezra 10:9, Ezra merespons usul tersebut dan memanggil orang-orang buangan berkumpul ke Yerusalem. Mereka telah sepakat bahwa mereka telah berdosa, dan berjanji untuk memperbaikinya.
Saat ini marilah kita lihat ada 4 tanda pertobatan yang tulus:
- PERTOBATAN YANG TULUS(Asli) YANG TERUTAMA ADALAH HARUS TERHADAP ALLAH.
-Ezra sendiri bersujud dan berdoa “dihadapan rumah Allah”.
-Jadi mereka telah membuat perjanjian dengan Allah.
-Mereka perlu mengaku dosa-dosa mereka kepada Tuhan dan melakukan kehendak-Nya (Ezra 10:11).
*Memang dosa selalu menyakiti orang lain dan oleh karena itu kita perlu meminta pengampunan saat kita berdosa terhadap seseorang, namun dosa yang terutama adalah melawan Tuhan sendiri. Itulah sebabnya Daud, setelah melakukan zinah dengan Batsyeba dan membunuh suaminya berkata dalam 2 Samuel 12:13 “AKU SUDAH BERDOSA KEPADA TUHAN”. Dia telah menulis dalam Mazmur 51:6 “Terhadap Engkau; terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu”.
Tentu saja Daud telah berdosa terhadap Batsyeba dan bahkan lebih lagi terhadap suaminya Uriah. Tetapi dosa-dosa itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pelanggaran yang dilakukan Daud melawan Allah yang kudus.
Ketika seorang umat Allah berdosa, maka ia memberi kesempatan kepada musuh-musuh Tuhan untuk menghujat (2 Samuel 12:14).
Orang-orang kafir akan mengejek Tuhan dan membenarkan dosa-dosa mereka sendiri ketika mereka mendengar seorang umat percaya berdosa. Dengan demikian dosa-dosa kita terutama adalah terhadap Allah, dan ini berarti bahwa pertobatan kita juga harus terutama adalah terhadap Allah juga.
- PERTOBATAN YANG TULUS – MERASA SANGAT BERSALAH TERHADAP DOSA-DOSA KITA.
Rasul Paulus menyatakan dalam 2 Kor.7:10 bahwa:” dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian”.
Saudara2ku yang kekasih dalam Yesus Kristus,
Baik Ezra maupun orang-orang yang berkumpul disekitarnya menangis dengan sedihnya karena mereka melihat ketidak taatan umat Allah dan mereka gemetar terhadap firman Allah yang mengamarkan adanya penghakiman atas mereka yang melakukan dosa (Ezra 9:4; 10:3,14).
Bila kita berdosa maka kita harus mengakui dosa-dosa tersebut kepada Tuhan dan berhenti melakukannya serta berdoa untuk memohon kekuatan agar kita dapat menghindari dosa dimasa yang akan datang. Dan sangat tepat bila kita berduka/bersedih atas apa yang telah kita lakukan.
Setelah Petrus menyangkal Yesus, Petrus pergi pada malam itu dan ia menangis dengan sedihnya (Lukas 22:62).
Meskipun kita sebagai umat Allah, dosa-dosa kita dapat membangkitkan murka-Nya (Ezra 10:14; 9:14):
-Atas diri kita dan anak-anak kita.
Banyak orang Kristen memandang Tuhan hanya sebagai seorang yang mengasihi dan pemaaf –sehingga kita telah kehilangan rasa takut kepada Allah. Kita coba lihat ketika Musa diminta untuk melihat wajah Tuhan, berjalanlah TUHAN dari depannya dan berseru dalam Keluaran 34:6 :”TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya.” Namun,..Allah tidak berhenti sampai disana, Dia melanjutkan dalam Kel.34:7 “yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”
Menyadari bahwa dosa-dosa saya dapat menimpa anak-anak dan cucu saya, tentu hal ini akan menyebabkan saya untuk berpikir secara mendalam dan berpaling daripada dosa itu.
- PERTOBATAN YANG TULUS – MENERIMA TANGGUNG JAWAB TERHADAP APA YANG DIA LAKUKAN.
Saudara-saudaraku,..
Jika ada sikap yang menyalahkan,..itu bukanlah pertobatan yang tulus. Jika ada beberapa alasan (maaf-maaf), maka itu bukanlah pertobatan yang tulus. (Seperti yang dilakukan oleh Daud –dia tidak membuktikan bahwa dia tidak bersalah).---Mazmur 54: 4b.
Pertobatan yang tulus mengatakan: “ Kamilah yang tidak setia kepada Allah”—Ezra 10:2.
Ilustrasi:
Ada seorang pembunuh, tidak bertanggungjawab. Pengacaranya memberi argumentasi bahwa pembunuh itu tidak bertanggungjawab terhadap tindakan kriminal yang dilakukannya –mengingat penyakit jiwa yang dideritanya sejak dari kecil. Tetapi, syukur karena juri tidak membenarkan alasan tersebut.
Kita menyadari bahwa kita sedang hidup didalam satu budaya dimana setiap orang bisa menjadi korban dari orang-orang yang berpenyakit jiwa untuk mana mereka tidak bertanggung jawab apabila melakukan perbuatan dosa terhadap orang lain. Tetapi saudara-saudaraku,...Pertobatan yang tulus selalu menerima tanggung jawab penuh atas apa yang telah diperbuat.
Tetapi ada lagi TANDA YANG KE 4.
*PERTOBATAN YANG TULUS MELIHAT ADA HARAPAN DITENGAH KEPUTUS ASAAN.
Setelah mengakui ketidak taatan umat Tuhan yang menikahi wanita-wanita asing, Sekhania menyela, “Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel.” (Ezra 10:2).
Alasannya ialah, karena Allah kita adalah “Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya.”(Keluaran 34:6). Begitulah Allah menyatakan diriNya kepada kita. Daud mengutip kata-kata pengharapan dalam Mazmur 103:8-9; 13-14 (v.13) “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.”
Allah selalu bersedia memberikan pengampunan dan memulihkan orang berdosa yang bertobat dan membuka pintu harapan bagi mereka yag menderita konsekwensi dari dosa-dosa mereka.
Jadi tanda I dari Pertobatan yang tulus(sejati) ialah: Hati yang berdukacita dihadapan Allah untuk dosa-dosa kita.
Namun dukacita saja tidaklah cukup.
- Pertobatan yang tulus mengambil tindakan yang cepat untuk memperbaiki dosa-dosa kita.
Saudara-saudaraku yang kekasih,
Pertobatan yang tulus tidak hanya menuntut kita untuk mengakui kesalahan kita kepada Allah dan kepada orang lain, tetapi juga memerlukan langkah-langkah penurutan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita.
- Pertobatan yang tulus mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki dosa-dosa kita, bahkan meskipun hal itu secara pribadi sulit untuk melakukannya.
*Mengizinkan mereka mengadakan perkawinan campuran –akan menarik banyak orang Yahudi kedalam sinkretisme agama. Itulah sebabnya kesucian dan pemisahan itu penting dilakukan.
*Hanya 111 pria Yahudi yang terdaftar yang merasa guilty dalam dosa ini, jadi haya 0,4% x 28.774 orang buangan yang kembali dibawah Zerababel.(Edwin Yamauchi, Expositor’s Bible Commentary) {Zondervan}, 4.676.
- Haruskah orang percaya hari ini yang menemukan diri mereka dalam perkawinan campuran –menceraikan pasangan mereka?. Jelas tidak!. Perjanjian Baru menyatakan bahwa seorang percaya tidak perlu memasuki hubungan yang demikian (2 Kor.6:14-7:1).
- Juga jelas dinyatakan bahwa jika seseorang sudah dalam hubungan itu, ia harus hidup dengan cara yang saleh (1 Korintus 7:12-16), dengan harapan bahwa Allah akan menyelamatkan pasangan yang tidak percaya itu, jika orang yang tak percaya itu telah memilih untuk hidup dengan orang percaya.
Saudara2ku yang kekasih,..
Pemisahan dari isteri-isteri kafir adalah satu perkara sulit dan menyakitkan untuk dilakukan ---demikian pulalah kita harus memisahkan diri dari dosa-dosa kita, tidak peduli seberapa sulit atau menyakitkan. Yesus berkata dalam Matius 18:8-9 : “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk kedalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Ay.9 “Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.”
Disini Yesus menggunakan bahasa yang mengejutkan agar kita dapat melihat betapa seriusnya dosa itu dan bahwa kita harus mengambil tindakan yang radikal untuk mengeluarkannya dari kehidupan kita, meskipun hal itu sangat sulit. Namun,..sama seperti pada zaman Ezra –solusinya tidaklah mudah.
Ilustrasi:
Bertahun-tahun yang lalu ada seorang wanita muda di California yang baru saja menghadiri sebuah gereja, mengatakan bahwa dia mau di baptis, tapi dia punya masalah. Dia telah hidup dengan seorang pria selama 12 tahun dan mereka telah memiliki seorang putri 7 tahun bersama-sama. Dia tau bahwa tidaklah tepat baginya untuk memberikan pengakuan iman melalui baptisan dan sementara terus tinggal dengan seorang pria diluar pernikahan. Pria itu adalah ayah dari putrinya, dan ia tidak tau apakah tepat baginya untuk meninggalkannya.
Solusinya ialah: Ketika ia dengan tegas menolak untuk menikah dengan pria itu dan pria itu di izinkan untuk mengambil putri mereka dan wanita muda itu meninggalkan pria itu, wanita itupun kemudian dibaptiskan. Hal itu tentu tidak mudah. Namun kita percaya bahwa dia telah menunjukkan pertobatan yang tulus dan memilih untuk taat kepada Allah –tanpa memikirkan kesulitan-kesulitannya secara pribadi.
B.PERTOBATAN YANG TULUS – MENGAMBIL TINDAKAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMPERBAIKI DOSA-DOSA KITA, BAHKAN MESKIPUN UNTUK MELAKUKANNYA, ITU BERPOTENSI MEMECAH BELAH. (Even when it is potentially divisive to do so).
* Dalam menegakkan standard kekudusan itu, Ezra tentu ada saja yang menentang. Dalam Ezra 10:15 – disebutkan ada 4 orang yang menentang perjanjian yang di usulkan untuk menceraikan wanita-wanita kafir.
*Beberapa orang mungkin berpikir bahwa Ezra salah karena memaksa semua orang Yahudi didalam Ezra 10:8 –dengan ancaman akan menyita harta mereka dan akan dikucilkan dari perkumpulan.
Tetapi sebagai seorang pemimpin dari umat perjanjian Allah, Ezra harus mempertahankan Standard kebenaran Alkitab, jika tidak maka seluruh umat akan tercemar oleh dosa.
Saudara-saudarku yang kekasih,
Untuk aplikasinya bagi kita saat ini bahwa Keinginan Tuhan bagi gereja-Nya adalah agar setiap anggota mengoreksi/memperbaiki dosa-dosanya, sebagai tanda pertobatan yang dengan sepenuh hati dihadapan Allah. Bahkan jika beberapa anggota sangat tidak setuju, para pemimpin harus menegakkan standard kudus diseluruh tubuh, kalau tidak maka kesaksian Kristus akan dihancurkan.
KONKLUSI:
Jadi pertobatan yang murni, yang tulus melibatkan kesedihan yang mendalam dihadapan Allah atas dosa-dosa kita dan melakukan tindakan yang cepat untuk memperbaiki dosa-dosa itu, meskipun dalam keadaan sulit dan berpotensi memecah belah sekalipun.
Yesus berkata dalam Lukas 5:32 – Dia datang untuk memanggil orang berdosa untuk bertobat. Dalam amanat agung, Yesus berkata dalam Lukas 24:47 bahwa kita harus memulai kehidupan Kristen dengan pertobatan dan iman. Tetapi pertobatan bukan hanya sesuatu yang harus kita lakukan di awal keselamatan melainkan ini adalah sesuatu yang harus menjadi ciri dalam seluruh kehidupan orang ber iman.
Sementara Roh Kudus menginsafkan kita melalui firman Allah akan dosa-dosa kita, kita harus terus bertobat.
Amen.
Judul : Pertobatan yang tulus.
Bacaan : Mazmur 32:1-5.
Ayat inti : Ezra 10:11
Lagu Buka : L.S. 246 Lagu Tutup : L.S. 247.
Bahan dari : Ezra Psl. 10: 1-44.
Bertolaklah ke tempat yang dalam.
Pendahuluan:
Perintah Kristus yang merupakan tantangan bagi para muridNya dahulu dan bagi kita para muridNya saat ini dapat kita ketahui dalam Lukas 5:4 “Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”.
Saudara-saudaraku yang kekasih didalam Tuhan,
Sudah tiba saatnya bagi gereja untuk bergerak lebih cepat dari yang sebelumnya agar dapat menarik jiwa lebih banyak bagi Kristus.
1. Perintah Kristus “BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG DALAM” (Lukas 5:4 ) adalah merupakan suatu panggilan yang ditujukan buat seluruh gereja agar setiap gereja kita dapat menentukan tujuan-tujuan Penginjilan – yang sungguh-sungguh. Menurut petunjuk Illahi: Penginjilan baru lah mencapai kemajuan bilamana seluruh anggota GMAHK bergerak bersama-sama menyampaikan kabar selamat kepada jiwa-jiwa yang berada di kota-kota besar maupun di tempat yang terpencil. Sekaranglah waktunya bagi umat Allah untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala Injil agar banyak jiwa yang diselamatkan dalam Kerajaan Sorga.
2. PETUNJUK ILLAHI : “BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG DALAM” adalah bagaikan sebuah lonceng/alarm yang mendesak agar kita segera bangun dan begerak. Gereja mustahil(tidak mungkin) dapat memperoleh hasil yang luar biasa seperti yang terjadi pada zaman Pantekosta kalau kita tetap menangkap ikan didalam air yang DANGKAL. Kita tidak dapat memenangkan jiwa sementara kita masih tetap memiliki perasaan puas dengan diri sendiri, kurang pengorbanan, bila kita tetap dalam keadaan suam-suam kukuh seperti sidang Laodekia.
Saudara-saudaraku,
GMAHK dimulai dengan pergerakan yang active/giat serta sungguh-sungguh dan jika kita ingin melihat agar pekerjaan ini segera dapat diselesaikan maka kita juga perlu mengakhiri pekerjaan ini dengan suatu pergerakan yang lebih giat dan sungguh-sungguh dari yang sebelumnya. Sementara PINTU MASIH TERBUKA BUAT PENGINJILAN, maka anggota gereja haruslah secara serentak BERTOLAK dan MENEBARKAN JALA INJIL agar lebih banyak jiwa yang dibawa ke dalam gereja Allah.
3. “BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG DALAM” adalah merupakan panggilan Allah agar kita memberikan seluruh PRIORITAS kepada PEKERJAAN INJIL.
4. “BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG DALAM” berarti mengingatkan agar seluruh Departemen dalam gereja BERGERAK BER SAMA-SAMA. Hal ini berarti melibatkan PENGINJILAN melalui : K.P.A, CERAMAH UMUM, Penginjilan yang dilakukan oleh Kesehatan, P.A., Komunikasi dan PENERBITAN(Penginjilan melalui Literatur, dll.
5. Perintah ganda : “BERTOLAKLAH….dan TEBARKAN” adalah suatu perintah Allah yang menjanjikan SUKSES.
6. Perintah untuk”BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG DALAM” bukan hanya ditujukan kepada para pekerja/pendeta, tetapi juga kepada kita semuanya(sebagai anggota Jemaat).
Saudara-saudaraku,
Apakah artinya perkataan ” DALAM” disini?,
Perkataan ”DALAM” berarti : SELURUH PENDUDUK DUNIA INI!, yang harus dijangkau oleh Injil Yesus Kristus.
PENJALA – tidak pernah pergi menjala Ikan ke KOLAM RENANG, melainkan mereka bertolak ke tempat yang dalam: SUNGAI, DANAU-DANAU DAN BAHKAN KE LAUT.
Yang” DALAM” berarti : Hal ini meliputi seluruh lapisan masyarakat, golongan elite, bangsawan, cendekiawan(Lapisan atas, menengah dan rendah), golongan THE HAVE dan THE HAVE NOT.
Sekaranglah waktunya bagi kita untuk meninggalkan AIR YANG DANGKAL(Sifat APATIS) dan kemudian memulaikan satu penginjilan yang dipenuhi Roh Suci.
Saudara-saudaraku yang kekasih didalam Tuhan,
Ditempat yang ”DALAM” , banyak jiwa yang MENUNGGU KEDATANGAN KITA.
”Sungguh banyaklah jiwa oleh karena PRASANGKA, maka mereka tidak akan pernah mengetahui akan kebenaran KECUALI KEBENARAN ITU DIBAWAK KE RUMAH MEREKA”. 4 T. 314.
7.”BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG DALAM” adalah satu-satunya STRATEGY KRISTUS yang dapat kita gunakan agar gereja dapat BERKEMBANG(Resep dari Allah agar gereja mendapat Kemajuan). Kita harus mengetahui bahwa: Tanpa memiliki Iman yang hidup dan tindakan yang dinamis maka tidak akan ada Hasil(produk). KUNCI UTAMA agar Penginjilan mendapat Kemajuan yang pesat, jelas diungkapkan dalam sambutan Petrus yang tanpa ragu-ragu kepada perintah Kristus untuk ’BERTOLAK KE TEMPAT YANG DALAM”.
Mati kita teliti FAKTOR IMAN yang terdapat pada jawaban Petrus kepada Yesus dalam Lukas 5:5 ”Simon menjawab:”Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”.
.....Because you say so, I will let down the nets” (NIV).
INI ADALAH SUATU IMAN YANG MENGHARAPKAN HASIL. Hal ini adalah merupakan TINDAKAN IMAN dan adanya SIKAP TUNDUK/PATUH KEPADA PERINTAH.
Sebenarnya Petrus adalah seorang ahli dalam hal menangkap ikan. Jadi dia tahu bagaimana, kapan dan dimana tempat yang baik untuk menjala/menangkap ikan.
Petrus sebagai seorang Nelayan Professional berusaha menggunakan segala tekhnik yang dia ketahui, segenap keahlian yang dia miliki dalam bidang ILMU PENJALAAN IKAN. Menurut pengakuannya, dia telah bekerja semalam suntuk namun tidak berhasil menangkap ikan walupun se sekor. Hal ini menunjukkan pelajaran kepada kita, bahwa USAHA MANUSIA akan mengalami kegagalan tanpa digabungkan dengan KUASA ILLAHI.
Sebagai penyataan PENURUTANNYA kepada Perintah TUAN ATAS SEMUA PENJALA, tanpa ragu-ragu Petrus pun MENEBARKAN JALANYA dan dengan disertai IMAN, ia pun menunggu hasilnya. TERNYATA BERHASIL. Pada akhirnya, Petrus telah mengetahui dan mulai percaya akan KEMANJURAN METHODE ALLAH.
Memang tepatlah apa yang dinyatakan dalam kitab Zakharia 4:6 “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan rohKu, firman Tuhan semesta alam”.
Sebagaimana halnya dengan pengalaman Petrus, mungkin kita telah terlalu lama MENJALA DI DALAM AIR YANG DANGKAL dan tidak membawa hasil karena kita hanya MENGANDALKAN USAHA DAN KEKUATAN KITA SENDIRI. Selama ini kita mungkin telah membuat banyak rencana untuk melakukan Penginjilan dengan program-program yang menarik, menggunakan tekhnik modern, memberikan insentive kepada program penginjilan, namun semuanya program itu tidak mendapat tuntunan dari Rohhulkudus.
Sebagaimana halnya Petrus telah menerima tantangan untuk memulai satu methode penginjilan yang benar dari Allah maka hal ini juga merupakan tantangan yang harus kita terima pula, yakni : “BERTOLAKLAH KE TEMPAT YANG DALAM, DAN TEBARKANLAH JALAMU”.
Saudara-saudaraku yang kekasih,
Satu penginjilan supaya berhasil,…HARUSLAH MENGIKUTI POLA KRISTUS.
“BERTOLAK KE TEMPAT YANG DALAM” berarti tidak bergantung atas kebijaksanaan manusia, kepintaran manusia atau program2 yang hebat, budget yang banyak, fasilitas yang super mewah melainkan atas IMAN YANG DISERTAI PENURUTAN.
“Pekerjaan Tuhan di dunia ini tidak akan pernah selesai sebelum anggota-anggota jemaat, pria dan wanita, turut bekerja dan mempersatukan usaha-usaha mereka dengan usaha-usaha para Pendeta dan pegawai-pegawai jemaat”.
EG White, Gospel Workers, hlm.352.
Bila seluruh gereja bergerak bersama-sama ke tempat yang dalam(Kepada penduduk dunia yang demikian padatnya sekarang ini), maka pengalaman seperti pada zaman Pantekosta akan terulang kembali pada zaman kita ini. Sebagaimana pengakuan Petrus, gereja juga perlu menyatakan pengakuannya seperti dalam Lukas 5:5 “Because you say so”= “Tetapi karena engkau menyuruhnya”.
HASIL YANG MENGAGUMKAN :
Sebagai hasil sambutan Petrus terhadap perintah Kristus untuk “Bertolak ke tempat yang dalam”, jelas dilukiskan dalam Lukas 5:6,7 “Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam”.
Tuhan Allah menjamin KEBERHASILAN jika seluruh anggota jemaat dan para pemimpin jemaat dengan IMAN dan PENURUTAN mau melaksanakan STRATEGI/METODE KRISTUS.
Matius 4 : 18, 19 “Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka:”MARI, IKUTLAH AKU, DAN KAMU AKAN KUJADIKAN PENJALA MANUSIA”.
Saudara-saudaraku yang kekasih,
Tuhan memanggil kita agar menjadi PENJALA MANUSIA.
HASIL-HASIL DARI BERTOLAK KE TEMPAT YANG DALAM :
- Hasil penangkapan yang mengesankan:
Lukas 5:6—”mereka menangkap sejumlah besar ikan,sehingga membuat jala mereka mulai koyak....
Sebagai hasil sambutan atas perintah Kristus, mereka telah memperoleh hasil yang berlimpah!. Inilah yang kita harapkan dari Allah agar terjadi kepada GerejaNya.
Pada akhir zaman ini, Kristus masih tetap mengadakan PANGGILAN kepada kita para muridNya untuk ”BERTOLAK KE TEMPAT YANG DALAM DAN MENEBARKAN: JALA INJIL”.
Bila hal ini kita lakukan maka dengan kasih karunia Allah , akan banyak jiwa yang diselamatkan. Jala yang mulai koyak adalah lambang dari satu gereja yang MAJU, DINAMIS DAN BERTUMMBUH.
- Hasil yang kedua: PERSATUAN DALAM GEREJA.
Lukas 5:7 .....lalu mereka(teman-temannya) datang, lalu mereka ber sama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam”.
-Adanya PARTISIPASI dari seluruh anggota jemaat telah menghasilkan banyak jiwa yang dibawak masuk ke dalam Kerajaan sorga. Tuhan Allah sedang menunggu agar pengalaman seperti ini terjadi kepada gerejaNya pada zaman ini.
-Gereja yang BEKERJA adalah gereja yang bersatu, dan gereja yang bersatu akan menjadi GEREJA YANG BERTUMBUH.
Cara hidup Jemaat yang pertama kita boleh baca dalam Kisah para rasul 2:42,47 :
(Jumlah mereka hari itu bertambah kira-kira 3000 jiwa)
Ayat 42 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. Ayat 47:”sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”.
- Hasil yang ketiga dari :BERTOLAK KE TEMPAT YANG DALAM: HASIL YANG LUAR BIASA, MENGHASILKAN TANTANGAN2 YANG LUAR BIASA PULA.
Lukas 5:7 “Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya...
-Dep.PP,SS,Kesehatan, Pendidikan, Penatalayanan, Penerbitan, Gembala,pemimpin....Semua harus bersatu untuk melakukan tindakan secara setentak mengadakan Penginjilan kepada dunia agar dapat dimenangkan bagi Kristus.
KONKLUSI :
Bila kita bersatu, bila kita menyerahkan diri dibawah pimpinan Roh Suci, maka kita akan berhasil melakukan perkara yang luar biasa bagi Allah.
Markus 1:17 Kristus mengundang: “Mari, ikutlah aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia”.
Biarlah kita selalu mengingat bahwa tugas gereja yang terutama ialah Penginjilan yang aktif/giat.
Calling....
George Brown, Ministry Ag.1985, p.7-9.
Kamis, 05 Januari 2012
1. Buku Penuntun Hidup Yang Terbaik.
Sekali peristiwa seorang perwira tentara Inggeris mendapat tugas di pulau Pacific selatan yang didiami penduduk yang masih dinamakan Cannibal(biadab, pemakan orang). Pada suatu kali dilihatnya seorang kepala kampung yang sudah ubanan duduk di depan gubuknya yang primitif sambil membaca sebuah buku.
Perwira ini menanyakan kepada orang tua itu, APAKAH YANG SEDANG DIA BACA. Sambil mengangkat Alkitabnya, kepala kampung yang sudah tua itu memberikan jawabnya dalam bahasa Inggeris menurut dialek di pulau itu: “ME READ GOD’S BOOK” (Saya sedang membaca buku Allah).
“Rupanya engkau sudah ketinggalan zaman pak, kata perwira itu. “Di, negri saya, kami tidak lagi mempercayai buku itu karena kami telah dapati bahwa buku itu hanya dongeng belaka”. Kepala kampung itu berdiam sejenak, lalu menjawab: “Mungkin benar bahwa orang tidak lagi mempercayai Alkitab ini dinegeri tuan, namun Alkitab ini telah menjadikan saya orang yang baik”.
“Sebelum buku ini datang ke pulau ini, saya biasa memakan orang putih seperti tuan”. Tetapi sekarang saya telah diobahkan oleh buku ini sehingga tidak lagi dianggap Cannibal(pemakan orang). Tuan,...apakah tuan lebih suka saya membuang buku ini dan tuan saya panggang dan makan?.”
B. PEMBAHASAN :
Saudaraku yang kekasih,...
Jutaan orang yang telah merasakan kuasa Alkitab didalam hidupnya.
Salah satu sebab yang terutama sehingga ada yang mengatakan Alkitab itu dongeng, atau yang melalaikannya untuk tidak dipelajari ialah: Karena tidak bersedia untuk menyelidikinya.
PERMANENSI AKITAB:
Menurut sejarah, banyak usaha yang telah dibuat untuk tujuan membinasakan Alkitab:
Contohnya:
1. DIOCLETIANUS, seorang kaisar Romawi di abad ke 4 yang telah menganiaya banyak orang Kristen. Dia mengumpulkan salinan kitab suci yang diketahui dan kemudian membakarnya. Dengan berbuat demikian dia berpikir bahwa nama Kristen itu telah dihapuskan. Namun Alkitab masih tetap hidup (exist) sampai saat ini.
2. THOMAS PAINE – Seorang penganut agama bebas di Inggeris pada abad ke 18, seorang yang anti kepada Alkitab. Dalam bukunya berjudul “Zaman Akal” halaman 127, Paine membuat kata-kata sindiran yang pedas terhadap Alkitab sebagai berikut: “Sekarang saya telah binasakan Alkitab, seperti seorang penebang pohon di hutan, saya telah tebangi pohon-pohonnya dengan kapak. Dan para imam, kalau mereka dapat, boleh menanamkan pohon-pohon itu kembali. Mereka boleh tusukkan pohon-pohon itu di tanah, tetapi semuanya tidak akan pernah bertumbuh lagi”. Paine telah berbuat satu kesalahan!. Sekalipun telah berpuluh-puluh kali percobaan dilakukan untuk membinasakan Alkitab, namun semuanya tidak berhasil, Alkitab itu tetap hidup. Buku tua yang baik itu telah tahan terhadap tiap-tiap serangan dan tiap-tiap perdebatan. Karena itu Kitab Suci dan perkara-perkara yang suci berdiri teguh dan tidak pernah terkalahkan. Pada abad-abad yang lalu, buku ini telah memimpin banyak orang untuk menjadi manusia yang berguna dalam kehidupan.
Saudaraku yang kekasih,
APAKAH YANG DINYATAKAN ALKITAB KEPADA KITA?
Alkitab menyatakan kepada manusia suatu upah yang tidak akan pernah layu, dan dapat menjadikan manusia menjadi warga negara dalam dunia yang lebih baik dan menyatakan bagaimana cara mendapat atau memperolehnya.
Dari halaman-halaman Alkitab suara Allah langsung berbicara ke hati kita.
Marilah kita menyelidiki buku yang ajaib ini—dan kiranya buku itu menjadi penuntun ajaib bagi kita untuk memperoleh Hidup Yang Terbaik serta memberikan pimpinan dan tujuan yang benar dalam kehidupan kita.
N A M A:
Perkataan Alkitab berasal dari Bible, yang berarti: “banyak buku”. Memang benar, kitab suci terdiri dari 66 buku suci atau merupakan kumpulan dari 66 buku suci.
PEMBAGIAN:
Buku ini dibagi dalam 2 bahagian:
I. Perjajian Lama – terdiri dari 39 buku, yang ditulis diantara tahun 1500 – 400 (Sebelum Tarikh Masehi).
II. Perjanjian Baru- terdiri atas 27 buku, yang ditulis kira-kira tahun 32 – 96 (Sesudah Masehi.)
Manusia yang fana tidak dapat mengerti bahasa Allah, sebab itu orang-orang terpilih telah dipilih untuk menuliskan pekabaran Allah itu didalam bahasa manusia(bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia). Hampir 40 orang penulis yang telah dipilih menjadi penulis buku-buku itu—dengan memakan waktu 1600 tahun untuk menyelesaikannya.
ISINYA:
Dalam buku ini terdapat hikayat yang benar bagaimana manusia itu dijadikan oleh Allah. Buku ini berisi sejarah, pengetahuan, kesusastraan, romance, hukum, azas-azas/prinsip-prinsip kesehatan, astronomy, dan nubuatan.
Semuanya disatukan dalam satu buku menurut rencana Allah sendiri.
PEMILIHAN TULISAN-TULISAN:
Mengapa 39 buku dalam Perjanjian Lama dan 27 buku Perjanjian Baru?.
Pada sepanjang abad-abad yang telah lalu ada begitu banyak tulisan-tulisan. Tetapi tidak semua tulisan itu dimasukkan ke dalam Alkitab.
Sekitar tahun 400 STM, Nabi Ezra dan Nehemia telah memimpin beberapa orang terpelajar untuk memilih tulisan-tulisan itu. Sebagai hasilnya dipilihlah 39 buku dalam Perjanjian Lama.
Kemudian tahun 363 SM, Council di Laoeka menerima 27 buku yang disebutkan dengan Perjanjian Baru. Kenapa diadakan pilihan terhadap tulisan-tulisan?. Tulisan-tulisan itu dipilih oleh sebab pekabarannya yang sama, membuktikan keilahian dan terang yang perlu kepada manusia dalam segala zaman.
Maukah saudara dibebaskan dari rasa takut, kecemasan, kekecewaan dan dosa?. Jika saudara mau, saya mengundang saudara untuk melihat Kitab Suci.
Bacalah buku itu. Terimalah pengarangnya. Terimalah nasehatnya. Terimalah kuasanya, maka saudara akan memperoleh pahala kekal yang dengan jelas dinyatakan dalam tulisan-tulisannya.
KONKLUSI
Ilustrasi: Pedagang beli peti tua.
Beberapa tahun lalu pernah ada 2(dua) orang pedagang yang membeli sebuah peti tua yang berisi barang-barang yang nampaknya tak ada gunanya, atau tak berharga. Karena menganggap barang-barang itu tak berharga, peti itu ditinggalkan begitu saja selama bertahun-tahun lamanya didalam sebuah gudang.
Pada suatu hari timbullah niat mereka untuk membuka peti itu dan mereka bertekat untuk memeriksa isinya. Dari dalamnya mulai dikeluarkan satu demi satu barang-barang yang tak berharga. Setelah semua isinya keluar, mereka terkejut karena mereka mendapat sebuah mata uang emas yang bertulisan tahun 1842, harga waktu itu adalah $ 4 885.
Saudaraku,...Bertahun-tahun lamanya harta yang besar harganya berada didekat mereka. Para pedagang sering membutuhkan uang, dan sebenarnya mereka sudah dapat tertolong dengan kekayaan yang tidak diketahuinya itu.
Saudaraku,...Ada banyak manusia di dunia ini yang kehilangan kebaikan-kebaikan didalam kehidupan ini oleh karena melalaikan KESUCIAN.
Kitab Suci adalah harta yang tak ternilai harganya, suatu buku penuntun ajaib untuk memperoleh Hidup Yang Terbaik di dunia ini dan di dunia yang baru yang telah disediakan Allah bagi kita.
Bila kita menyadari pentingnya dan nilainya, maka kita akan mendapat berkat-berkat yang besar.
Kitab Suci adalah perlu bagi manusia sebagaimana :
TANDA – bagi masinis Kereta Api.
KOMPAS – bagi Kapten Kapal, dan
RADAR – bagi seorang Pilot.
Alkitab adalah merupakan penyataan Allah kepada manusia, merupakan pekabaran dari hal kasih Allah dan pimpinan-Nya di dalam dunia kita yang kacau ini. Agar anda memperoleh kesenangan, perdamaian, kuasa dan kemenangan yang sempurna—selidikilah halaman-halamannya.
Jadikanlah Kitab Suci itu penuntun hidupmu menuju Hidup Yang Terbaik.
Mari kita berdoa: -Bapa di sorga,...Kami memuji dan memuliakan Tuhan karena Engkau adalah Pencipta semesta alam dan yang telah menyediakan keselamatan bagi kami. Mohon ampuni dosa dan pelanggaran kami agar kami layak menerima berkat-berkat-Mu. Terimakasih atas firman-Mu yang kami telah pelajari pada saat ini. Pimpin dan berkatilah kami agar kami dapat dituntun oleh firman-Mu untuk menerima Hidup Yang Terbaik yang Engkau telah sediakan bagi kami. Kami berdoa didalam nama Yesus, Juruselamat kami. Amen.
Mari kita berdoa: -Bapa di sorga,...Kami memuji dan memuliakan Tuhan karena Engkau adalah Pencipta semesta alam dan yang telah menyediakan keselamatan bagi kami. Mohon ampuni dosa dan pelanggaran kami agar kami layak menerima berkat-berkat-Mu. Terimakasih atas firman-Mu yang kami telah pelajari pada saat ini. Pimpin dan berkatilah kami agar kami dapat dituntun oleh firman-Mu untuk menerima Hidup Yang Terbaik yang Engkau telah sediakan bagi kami. Kami berdoa didalam nama Yesus, Juruselamat kami. Amen.
A m e n!.
Langganan:
Postingan (Atom)