Senin, 13 Januari 2014

2. PROBLEM DOSA MANUSIA.


Pendahuluan:

   Slamat bertemu kembali saudaraku.  Saat ini kita memasuki hari ke 2 dengan judul pembahasan kita: “Problem Dosa Manusia”.  Kemaren kita sudah pelajari bagaimana Tuhan menciptakan satu disain yang sempurna atas bumi yang kita diami ini.  Satu pertanyaan yang pasti timbul dalam pikiran kita ialah: “Kenapa alam yang indah, yang diciptakan Allah itu rusak seperti yang kita lihat sekarang ini?”.
   Penderitaan manusia banyak dipengaruhi oleh alam yang kurang bersahabat, seperti misalnya dengan adanya: gempa bumi, banjir, angin keras, dan banyak lainnya.  Namun saudara-saudaraku, alam yang kurang bersahabat itu disebabkan oleh manusia itu sendiri.  Ini adalah hal yang penting dan yang perlu kita ketahui serta sadari bahwa karena kita manusia ini maka alam pun tidak bersahabat.  Mari kita buka Kejadian 3:16-19.

   Dalam ayat-ayat ini, kita bisa lihat bahwa penderitaan itu adalah sebagai upah dari dosa yang dilakukan manusia ciptaan itu sendiri.

   I.             UNTUK WANITA
  
   Kejadian 3:16 “Firman-Nya kepada perempuan itu:”Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”.
    Saudara-saudaraku,..saya belum pernah melahirkan, namun saya bisa rasakan penderitaan ibu saya waktu melahirkan dengan melihat wanita lain melahirkan.    Kenapa sakit pada waktu melahirkan?.  Karena dosa manusia itu sendiri.  Dalam Kejadian 2:18, wanita itu diproyeksikan untuk menjadi penolong yang sepadan.  Tetapi karena dosa, maka dikatakan: “ia akan berkuasa atasmu”.  Itu sebabnya ada lagu yang berisi kata-kata sebagai berikut: “Wanita dijajah pria sejak dulu”.  Tidak heran ada suami yang main pukul dan berlaku kasar kepada istrinya.  Bahkan ada yang masih pacaran sudah berbuat seperti itu.

   II.           UNTUK MANUSIA/PRIA.

   Kejadian 3:17---“susah payah mencari rezeki seumur hidup.
   Saudara-saudaraku,..ini akibat dari dosa.  Itu sebabnya kenapa kita berpeluh, lelah dan letih mencari nafkah.  Kenapa judi itu dilarang?.  Jawabnya ialah karena diperoleh dengan cara tidak berfikir/tidak bekerja.  Sudah menjadi bagian manusia untuk mendapat sesuatu itu harus dengan bekerja.
   Dalam Pengkhotbah 5:11, Raja Solaiman mengatakan: “Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur”.

III.          UNTUK ALAM.
   Akibat lain yang kita lihat ialah: tanah terkutuk, tanah mengeluarkan semak dan rumput duri (Kejadian 3:17).
   Ibrani 6:8 “tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran”.

IV.         UNTUK HEWAN.
   “Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.”(Roma 8:22).  Semua makhluk sama-sama menderita.

   Saudara-saudara,
   
    Dalam Kejadian 3:14 terdapat hukuman untuk ular.
    Ular, tadinya adalah makhluk ciptaan yang indah, punya sayap, memiliki kaki dan dapat terbang dari satu tempat ke tempat yang lain.  Namun akhirnya kutukan untuk ular ialah merayap dengan perut.
   Dalam Ilmu Anatomi hewan ada yang disebut organ VESTIGIAL yaitu organ yang lama kelamaan akan hilang karena tidak berfungsi lagi dan organ ini ditemukan dalam diri ular, yang menandakan bahwa ular dahulu bisa seperti ular yang kita kenal sekarang ini.

   Saudara-saudaraku,…jelas kita lihat bahwa dosa telah membuat semua menderita: Manusia, hewan, alam dan lain sebagainya.
   Bahkan, penderitaan akibat dosa manusia itu ditambah lagi oleh manusia itu sendiri, sehingga penderitaan semakin banyak dialami oleh manusia.
  
  AKIBAT EROSI, MUNCULLAH BANJIR.

   Manusia mulai serakah.  Hidup mulai mementingkan diri sendiri, bahkan apa saja dilakukan untuk mendapatkan sesuap nasi.  Pohon-pohon di hutan mulai di tebang dan akibatnya timbullah EROSI, membuat tidak ada yang menahan derasnya air karerna hujan, sehingga timbullah banjir dan membuat manusia itu sendiri MENDERITA.  Bukan itu saja!.  Akibat hutan yang mulai di garap, maka marahlah penghuni hutan.  Di Sumatera, gajah-gajah marah dan merusak kebun pak tani karena tempat tinggal mereka mulai menyempit. 

   Babi hutanpun ikut marah karena tidak ada lagi makanan di hutan, karena hutan terbakar.  Akhirnya manusia juga yang MENDERITA.

   Galatia 6:7 menyatakan: Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan di tuainya.    Karena penderitaan yang bertubi-tubi banyak diantara kita yang mulai bertanya: “Apakah Allah yang Maha Kasih begitu sampai hati untuk membiarkan penderitaan-penderitaan itu terus menimpa manusia”?.  Memang dosalah yang menyebabkan semua penderitaan manusia.  Namun, manusia itu(kita) sering menambahi penderitaan itu sendiri.  Banyak penderitaan juga disebabkan oleh perbuatan orang jahat, akhirnya orang lain yang kena.
Habakuk 1:13 “Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman.  Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih besar dari dia?”.

   Banyak orang yang tidak bersalah menderita akibat perbuatan orang-orang korupsi atau kejam.   Sebagaimana seorang bapa, Allah kadang-kadang membiarkan kesukaran dan penderitaan menimpa anak-anakNya dengan maksud mengalihkan mereka dari jalan yang salah kepada jalan yang benar.
Saudaraku,…Bilamana penderitaan semacam ini menimpa, ingatlah bahwa ada beberapa sebab mengapa Allah membiarkan setan melintas pada jalan kita:

1.   PENDERITAAN MEMBENTUK TABIAT.

   Kita tidak dapat dengan mudah mengenal diri kita sendiri.  Kita dibiarkan Tuhan mengalami ujian-ujian, kesulitan dan penderitaan yang menimpa kita.  Kelemahan-kelemahan tabiat kita menjadi jelas setelah kita dihadapkan dengan ujian-ujian ini.

2.   PENDERITAAN MENOLONG KITA BERTUMBUH DAN BERKEMBANG.

   Salah satu dari dua perkara berikut ini dihasilkan oleh pencobaan-pencobaan.  Kita menjadi tawar hati atau berkembang.  Namun Tuhan Allah berjanji akan membantu kita.  Mari kita baca Yesaya 43:1,2.

3.   PENDERITAAN MENGAJAR PENURUTAN.
   Baca Mazmur 119:2-3.  Hanya sedikit saja orang belajar dari pengalaman orang.  Setelah seorang anak di gigit lebah, pengalaman ini mengajarnya untuk tidak mengusik lebah.

4.   PENDERITAAN MENARIK KITA KEPADA ALLAH.
   Adalah merupakan hukum samudera yang tidak tertulis, bahwa jikalau sebuah kapal ditimpa oleh angin topan dan pengemudinya tidak dapat melihat benda-benda di langit untuk menjadi penuntun jalannya, maka ia harus kembali kepada kompasnya untuk mencari jalan balik ke pangkalan.  Demikian juga manusia di dalam menghadapi topan hidup.  Kesulitan-kesulitan yang datang harus membawa kita kembali kepada Allah.

   SAUDARA-SAUDARAKU,…

   Satu lagi penderitaan yang kita alami karena pengabdian kepada Allah.
  
   Yohanes 15:20 “Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.  Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu”.

   Kisah 14:22 “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara”.
   KONKLUSI:

   Apakah penderitaan itu akan terus terjadi?.  Apakah Allah biarkan umat-Nya terus menderita?. Apakah tidak ada kelepasan untuk manusia dari belenggu dosa?.  Apakah bumi yang sudah rusak ini akan terus seperti ini?.
   Selanjutnya, kita tunggu KABAR BAIK DARI SURGA.  Satu kabar yang dibutuhkan oleh para umat Allah, bahkan oleh semua manusia untuk menghentikan penderitaan itu.   Amin.

 

Manfaat Makan Bersama Anggota Keluarga.


   Dalam studi jangka panjang pertama yang meneliti manfaat makan bersama anggota keluarga, peneliti di School of Public Health di University of Minnesota mendapati bahwa makan bersama (makan bareng) memiliki dampak besar pada remaja. Tradisi itu dapat mendorong kebiasaan makan sehat dan pilihan gizi yang baik.

    “Makan bersama secara rutin selama masa peralihan, dari awal sampai pertengahan masa remaja, secara positif berdampak pada perkembangan perilaku sehat bagi pemuda,” ujar Teri L Burgess-Champoux, sang peneliti.

    Dengan makan bersama, akan terbangun kebersamaan. Dan kesempatan itu dapat digunakan menjadi ajang anggota keluarga untuk berbagi pengalaman. “Jika dilakukan konsisten selama masa perkembangan, akan menjadi penyedia perawatan kesehatan dan pendidikan bagi remaja,” papar temuan yang dipublikasikan di Journal of Nutrition Education and Behavior itu.

    Para peneliti mengkaji data dari Project EAT(Eating Among Teen), sebuah studi yang meneliti faktor sosial-ekonomi, pribadi, dan perilaku yang memengaruhi kebiasaan makan dari sekitar 400 anak. Semua anak yang menjadi responden, diminta menjawab semua pertanyaan ketika mereka berusia 12 sampai 13 tahun, dan selama lima tahun kemudian.

    Ditemukan, selama masa 10 tahun pertama, 60 persen anak secara rutin makan bersama keluarga mereka, sedangkan 30 persen melakukannya selama masa remaja saja.

    Selain itu, anak yang makan lima kali atau lebih setiap pekan bersama keluarganya, baik saat awal maupun pertengahan masa remajanya, cenderung menyantap makanan yang lebih sehat bersayur mayur dan kaya kalsium, serat, dan mineral lima tahun kemudian.

 10 MANFAAT MAKAN BERSAMA KELUARGA.

    Makan malam bersama akan menciptakan ikatan emosi kepada seluruh anggota keluarga.

   Saat ini, sudah jarang ditemukan sebuah keluarga punya waktu untuk makan bersama. Kadang-kadang ketika ada anggota keluarga yang ingin makan, ada yang sambil di depan televisi atau di kamarnya sendiri. Tradisi makan malam keluarga rasanya sudah tidak ada lagi.    Bahkan, sangat sulit untuk mencari waktu guna menghabiskan waktu dengan seluruh anggota keluarga secara bersama-sama.

    Padahal, makan bersama sebagai sebuah keluarga adalah hal terbaik bagi pertumbuhan anak-anak. Bukan hanya sekadar memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan makanan, tapi lebih dari itu. Berikut ini adalah beberapa manfaat makan bersama:

 1. Nutrisi lebih baik. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa keluarga yang makan bersama-sama memiliki nutrisi yang lebih baik secara keseluruhan. Hal ini juga menurunkan risiko berbagai penyakit dan obesitas. Anak-anak dan orangtua mereka akan lebih banyak makan sayuran, sehingga mendapatkan lebih banyak vitamin dan nutrisi.

 2. Performa anak-anak lebih baik di sekolah. Menurut sebuah penelitian tahun 2005 di Universitas Columbia, remaja yang makan bersama keluarga mereka setidaknya lima kali seminggu lebih mungkin mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah. Anak-anak yang makan dengan keluarga mereka juga memiliki sikap yang lebih positif tentang masa depan mereka.

 3. Meningkatnya komunikasi. Makan malam bersama dalam keluarga untuk memberi kesempatan untuk komunikasi. Percakapan selama makan memberi kesempatan bagi keluarga untuk menjalin ikatan dan terhubung satu sama lain. Hal ini juga memungkinkan orangtua dan anak-anak untuk mendiskusikan topik-topik menyenangkan dan serius, dan saling belajar.

 4. Mengembangkan keterampilan sosial. Makan bersama juga membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial yang baik karena mereka belajar menjadi pendengar yang baik, dan sabar menunggu sementara orang lain sedang berbicara.  Mereka juga menjadi ingin tahu tentang orang lain bukan hanya fokus pada diri sendiri.

 5. Mengajarkan sopan santun di meja makan. Kesempatan yang baik bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anak mereka sopan santun di meja makan. Jika anak-anak tumbuh tanpa tata krama di meja makan, itu akan menciptakan banyak masalah bagi mereka dalam keberhasilan masa depan mereka.

 6. Mengurangi penyalahgunaan zat. Menurut sebuah penelitian oleh Pusat Nasional Ketergantungan dan Penyalahgunaan Zat di Universitas Colombia, keluarga yang tidak makan malam bersama tiga setengah kali lebih rentan terhadap penyalahgunaan resep dan obat lainnya. Makan malam keluarga tentu mengurangi tingkat penyalahgunaan zat di kalangan orang dewasa dan anak-anak dalam keluarga.

 7. Hubungan baik. Makan malam keluarga merupakan kesempatan yang ideal untuk memperkuat ikatan keluarga. Anak-anak dapat menggunakan waktu makan malam untuk membicarakan hal-hal penting atau meminta orang tua mereka menjawab pertanyaan anak-anak. Kegiatan membangun hubungan juga bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak terutama saat mereka menghadapi masalah-masalah yang lebih sulit di usia remaja.

 8. Lebih hemat. Makanan yang di beli tentunya lebih mengeluarkan biaya daripada makanan yang disiapkan di rumah. Jadi, ini akan menghemat banyak uang dalam jangka panjang.

 9. Meningkatkan cita rasa anak-anak. Makan bersama berarti memasak makanan yang umum untuk seluruh anggota keluarga.  Dengan cara ini, anak mengenal makanan baru dan tidak menjadi rewel tentang pilihan makanan.

 10. Struktur dan rutin. Rutinitas membantu anak-anak menemukan organisasi dan kemantapan dalam kehidupan keluarga mereka. Makan bersama keluarga secara teratur memberikan anak-anak rasa yang normal dan mereka dapat menikmati saat-saat ini setiap hari.

                                                ====

 

Mendidik Anak Tanpa Dengan Kekerasan


* Matius 11:28-30

11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

11:29 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

    Kita semua tentu setuju bahwa anak-anak adalah karunia berharga dari Tuhan. Sebagai orang-tua kita diberi mandat untuk membentuk karakter anak bertumbuh menjadi manusia yang berguna bagi kemuliaan Tuhan. Mendidik anak tidak mengenal batas waktu, dimulai sejak anak kita lahir bahkan sejak mereka lagi dalam kandungan ibunya. Mendidik anak-anak dimulai dengan membentuk karakter dan moral mereka. Kita mengajari mereka disiplin dan membiasakan mereka ber-etiket, yang sudah barang tentu dimulai dari hal-hal yang sederhana, sebagai contoh dengan : Mengucapkan terima kasih, meminta maaf dan membiasakan mereka menyapa orang dengan kata-kata salam dan tersenyum manis.

    Khusus menerapkan suatu disiplin, sebagai orang tua ketika mendidik anak-anaknya perlu sikap ketegasan, tetapi ketegasan ini tidak selalu bersifat kekerasan. Banyak orang menganggap bahwa cara untuk mendisiplin seorang anak adalah dengan menggunakan rotan atau dengan kata-kata yang keras. Tetapi kata-kata keras sering mempunyai konotasi kasar. Mungkin hal itu bisa berhasil, tapi cara disiplin seperti itu bisa menimbulkan luka batin di hati anak-anak kita. Akibatnya bukan rasa disiplin yang tumbuh dalam diri mereka tetapi hanya rasa takut ( misalnya : takut dipukul, takut diomeli, dsb), hal demikian mungkin bisa menimbulkan jiwa pemberontakan atau gangguan emosi lainnya yang ditumpahkan ketika mereka merasa cukup kuat untuk memberontak.   Rasul Paulus mengajarkan bahwa para orang tua perlu sekali untuk menjaga hati anak-anaknya nya demikian : "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan" (Efesus 6:4).

    Tetapi bagaimana dengan tinjauan ayat lain di Alkitab? bukankah ada tertulis "Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya." (Amsal 13:24). Memang seolah-olah ayat tersebut memberikan "license memukul" dalam hal  mendidik anak. Tetapi dengan referensi Alkitab pula kita diberitahu bahwa tongkat tidak selalu berarti tongkat. Bahwa tongkat ini bukan hanya berbicara tentang sepotong kayu saja. Contohnya : Tongkat Musa adalah tongkat gembala; kemanapun Musa berjalan selalu ada tongkat di tangan, apalagi mengingat Musa adalah seorang gembala domba. Sebagai pemimpin bangsa Israel Musa berjalan dengan tongkat sebagai lambang hadirnya kuasa Allah. Dan seringkali kita melihat dalam dunia militer, seorang komandan berjalan dengan tongkat sebagai tanda adanya suatu kuasa di pundaknya. Maka, ada tongkat kuasa, adapula komando. Jadi tongkat dalam ayat tersebut juga berbicara tentang kuasa. Bukan kuasa Musa, bukan kuasa dari tongkat itu saja, tetapi tongkat ini adalah lambang dari kekuasaan Allah. Kuasa Allah itulah yang dipakai oleh Musa. Angkatlah tongkatmu, maka tongkat berbicara tentang kuasa Allah. Dengan demikian dapatlah dimengerti bahwa Amsal tersebut juga berbicara tentang pimpinan Kuasa Allah untuk kita dalam mendidik anak-anak kita . Yesus berkata dalam Kisah 1:8: "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu...". Maka jelaslah bagi kita dalam mendidik-pun anak-anak kita perlu pimpinan Roh Kudus sebagai kekuatan, ini adalah kuasa yang Tuhan berikan kepada kita.

 RUMAH SEBAGAI AJANG PELATIHAN :

    Para orang-tua sebaiknya menempatkan rumah sebagai ajang pelatihan dengan mengikuti materi dan prinsip-prinsip Alkitab sebagai berikut :

Amsal 29:17 "Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu"

Amsal 22:6 "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."

    Mendidik anak-anak pada masa kanak-kanak tentu saja berbeda dengan mendidik mereka ketika beranjak dewasa. Saya ingat satu pernyataan seorang  ibu yang pernah mengeluh kepada anaknya: "lebih mudah berbicara denganmu ketika kamu masih 8 tahun". Ketika memasuki usia remaja, rupanya anaknya bukanlah orang yang gampang menurut nasehat dan anjuran orang-tua. Saya yakin hal inipun dialami oleh banyak orang-tua. Meski demikian, kita bersyukur sudah dibekali orang-tua dengan pengajaran Kristus sejak kecil. Hal itu sudah barang tentu telah menjadi dasar karakter, kepercayaan dan tanggung-jawab ketika memasuki usia remaja dan dewasa yang mulai ingin coba-coba "against the rule".
   Saya percaya banyak orang tua mengalami kesulitan-kesulitan ketika memberikan nasehat saat anak memasuki masa-masa puber menuju ke kedewasaan. Begitu banyak anak-anak remaja yang tiba-tiba membenci orang tuanya tanpa alasan yang jelas. Gejolak hormonal mereka mempengaruhi perilaku mereka. Kadang banyak orang-tua yang tidak sabar menghadapi hal ini. Dan kemudian balik memarahi, dan kemarahan orang-tuanya itu justru  menjadi semacam pemicu pemberontakan mereka. Maka tidak jarang terjadi "dead lock" hubungan antara anak dengan orang tua ataupun gurunya. Tetapi Tuhan memberikan otoritas kepada orang-tua untuk tetap mendidik anak-anaknya ketika memasuki masa-mudanya. Orang-tua tetap bertanggung jawab untuk mendisiplin anak-anaknya (Efesus 6:4, Amsal 22:6). Jika demikian cara/ metode apakah yang terbaik?

 METODE TUHAN YESUS :

    Bagaimana seharusnya kita sebagai orangtua maupun guru secara umum menanamkan disiplin dalam diri anak-anak. Kapan kita dapat menggunakan "tongkat" yang berfungsi sebagai "command" dengan ketegasan dan kapan saatnya  kita harus menggunakan kata-kata yang lemah lembut. Bagaimana mendidik dan mendisiplinkan anak dengan cara Alkitab? Dalam Matius 11:28-30 Tuhan Yesus memberi pengajaran yang luar biasa, sebuah pengajaran yang sangat sejuk, tanpa paksaan dan kekerasan : "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Cara Yesus mengajar ini sangat sederhana; pertama : datang kepadaKu, kedua : Aku memasang kuk (beban), yang ketiga : belajarlah kepadaKu. Metode ini dapat pula menjadi cara kita dalam mendidik anak-anak. Pertama : sebagai orang-tua/ guru kita harus menjadi pribadi yang akrab kepada anak-anak, sehingga anak-anak tidak canggung, tidak sungkan, tidak takut untuk datang kepada orangtuanya sebagai sandaran yang memberikan mereka keamanan dan kelegaan.     Yang kedua : Orang tua harus menanamkan tanggung-jawab kepada anak sejak awal akan tugas-tugas (beban/kuk) mereka sebagai umat Allah, bahwa beban yang mereka pikul bukanlah beban yang memberatkan, tetapi suatu tugas yang mulia. Dan yang ketiga :  Belajarlah kepadaku, yang berarti orang tua harus menjadi panutan bagi anak-anak. Bahwa orangtua harus menjadi pribadi yang patut dicontoh seperti Tuhan Yesus yang lemah-lembut dan rendah-hati.    Ketika orang-tua berhasil menjadi tokoh panutan bagi anak-anaknya, hal ini akan memudahkan orang-tua itu mengarahkan anak-anaknya menjadi pribadi yang diharapkannya.

    Mahatma Ghandi adalah seorang tokoh besar dalam sejarah, dengan terang-terangan mengaku bahwa perjuangan yang dia lakukan ter-inspirasi oleh pengajaran cinta-kasih sebagai sari pengajaran Yesus dalam Khotbah diatas Bukit. Maka Gandhi melakukan perjuangannya yang kita kenal gerakan ahimsa dan swadesi, sebuah gerakan anti kekerasan yang terilhami oleh tokoh yang dia kagumi yaitu Yesus Kristus. Meski Gandhi menolak disebut "beragama Kristen" tetapi dia tidak menolak disebut sebagai "seorang Kristen" karena dia adalah seorang penganut ajaran Yesus Kristus. Metode Yesus telah dicontoh oleh Gandhi, kemudian Gandhi menjadi guru dan teladan bagi rakyat India untuk berjuang dalam kemerdekaan India dengan tanpa kekerasan, kesuksesannya sudah terbukti. Maka, kitapun bisa memandang hal tersebut sebagai sebuah inspirasi yang memotivasi kita menjadi teladan yang patut dicontoh anak-anak kita. Bahwa kita selalu memegang sebuah amanat, masa depan anak-anak kita tergantung dari bekal pendidikan dan pembentukan karakter yang kita bina sejak awal.

  Bagi mereka yang masih mempunyai anak-anak yang masih kecil, kami mengucapkan selamat mengajar dan jadilah teladan bagi mereka.

 

 

MENGAPA HARUS ADA KOMITMEN DALAM HUBUNGAN CINTA?


Cinta adalah sebentuk emosi.

    Sebagaimana bentuk emosi lain, sulit untuk bisa bertahan sangat lama. Hal ini karena pertumbuhan dan perkembangan emosi, seperti juga pada tingkah laku lainnya, ditentukan oleh proses pematangan dan proses pembelajaran. Padahal orang selalu berharap untuk memiliki CINTA selamanya.

 Sedangkan komitmen adalah suatu janji pada diri kita sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Oleh karena itu, janji harus dipertahankan sampai akhir. Setiap orang dari kecil sampai dewasa pastilah pernah membuat komitmen, meskipun terkadang komitmen itu seringkali tidak diucapkan dengan kata-kata. Seiring bertambahnya usia seseorang, maka komitmen yang ada semakin berkembang dalam penerapannya. Lalu apa saja komitmen yang semakin berkembang itu? Bagaimana penerapan komitmen dalam kehidupan kita, terkhusus dalam hubungan cinta.

Dalam diri kita pasti memiliki sebuah visi yang rindu untuk dibawa kedalam kehidupan. Ini visi yang layak untuk kita berkomitmen penuh.    Komitmen terhadap visi kita yang paling mendalam adalah tidak mudah, dan akan meminta banyak hal dari anda.

    Hal lain yang perlu dipupuk dalam sebuah komitmen adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah ungkapan cinta yang utuh. Dengan sikap saling percaya, kita dan pasangan kita dapat menciptakan iklim yang baik bagi tumbuhnya benih-benih CINTA.

    Hubungan "soul mate", atau juga pacaran pada dasarnya membutuhkan beberapa elemen ini. Namun, elemen-elemen tersebut muncul tahap demi tahap. Tidak berarti ketertarikan fisik akan hilang ketika kita memasuki hubungan yang lebih dalam, namun hal itu akan berubah. Kita tidak lagi mengalami perasaan yang meluap-luap, atau berbunga-bunga, begitu kita menjalani hubungan yang berangkat dari komitmen.

   Meskipun begitu, dalam hubungan yang sehat pun kita tetap dapat merasakan momen yang intens tersebut. Misalnya, ketika kita merasa ada yang kurang dalam diri kita ketika sang kekasih tidak lagi mengunjungi kita mungkin karena sibuk dengan pekerjaan atau kuliah, ataupun memberi perhatian sebagaimana biasanya. Yang kita rasakan bukan sekadar kangen, tetapi kita merasa ada sebagian diri kita yang hilang, atau tidak lengkap. Demikian pula yang dirasakan oleh pasangan terhadap kita.

   Atau juga kita bersama pasangan berkomitmen hal-hal yang merupakan ungkapan secara fisik, mengapa tidak ? Namun pada rel-rel yang benar.

    Komitmen dalam hubungan asmara/berpacaran juga berarti mengorbankan diri kita sendiri. Hal ini, adalah merupakan sebuah bentuk pengendalian. Kita ingin mengendalikan bagaimana orang lain merasa atau mempunyai kesan tentang kita dengan melakukan apa yang mereka ingin kita lakukan. Ketika kita melakukan apa yang orang lain ingin kita lakukan dalam hal mengasihi, tanpa persetujuan mereka, kita akan merasa baik. Namun ketika kita mengorbankan diri kita karena kita takut terhadap kemarahan atau pemutusan hubungan oleh pasangan kita, kita akan merasa terjebak dan tertolak. Untuk berada dalam hubungan yang berkomitmen, komitmen pertama yang perlu kita lakukan adalah komitmen kepada diri kita sendiri, jujur pada diri sendiri, integritas, dan kebebasan. Belajar untuk mengasihi diri sendiri adalah kunci untuk menyembuhkan ketakutan akan komitmen. Saat kita mengasihi diri sendiri, kita akan diisi dengan cinta dan anda akan mempunyai lebih banyak cinta untuk dibagikan kepada pasangan anda!

    "Sebuah Komitmen dan Cinta''...

 • Disaat kamu ingin melepaskan seseorang.

¤ Ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya.

• Disaat kamu mulai tidak mencintainya.

¤ Ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya.

• Disaat kamu mulai bosan dengannya.

¤ Ingatlah selalu saat terindah bersamanya.

• Disaat kamu ingin menduakannya.

¤ Bayangkan jika dia selalu setia.

• Disaat kamu ingin membohonginya.

¤ Ingatlah saat dia jujur padamu.

 C  I   N  T  A.

    Ketika engkau mencintainya, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika engkau demikian, engkau bukan mencintai, melainkan.. investasi.

   Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan.. memanfaatkan.

   Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang engkau cintai daripada kehilangan seseorang yang engkau cintai, karena egomu yang tak berguna itu.

  Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti, cintailah mereka seperti samudra, sebab samudra mengalir selamanya.

   Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan.. dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran.. melainkan dari HATI.  ==00==

 

 

 


 


 


 

Minggu, 05 Januari 2014

Lima Kunci Bagi Pernikahan Yang Berbahagia.

 

 
  Keluarga adalah suatu pondasi dari masyarakat. Suatu pernikahan yang sukses akan membawa kebahagiaan baik bagi keluarga yang bersangkutan dan juga masyarakat, tetapi pernikahan juga dapat membawa permasalahan yang menantang. Sesungguhnya, bagaimanakah Anda dapat meningkatkan pernikahan Anda?
 
   Ketika seorang pria dan wanita membuat suatu komitmen untuk menjadi suami istri, biasanya acara tersebut akan disertai dengan kegembiraan seluruh keluarga serta kerabat untuk merayakan terbentuknya keluarga yang baru tersebut. Sebuah pernikahan adalah sebuah acara yang menggembirakan, yang biasanya diiringi dengan alunan musik, rangkaian bunga, keluarga dan teman. Pada kenyataannya, pernikahan adalah salah satu kejadian yang paling penting di dalam kehidupan seorang manusia. Sebuah komitmen yang formal yang diucapkan didepan khalayak ramai memulai suatu kehidupan bersama, yang mana biasanya masing-masing mempelai baik wanita dan pria akan mengucapkan ikrar kata-kata tradisional seperti, "baik senang baik susah, baik kaya baik miskin, baik sakit baik sehat sampai maut memisahkan kita."
 
   Jika Anda pada saat ini sedang merencanakan untuk menikah, apakah Anda telah benar-benar siap? dan jikalau Anda pada saat ini sudah menikah, bagaimanakah seharusnya Anda melakukan komitmen Anda tersebut?
 
   Anda mungkin akan terkejut jika mengetahui keadaan pernikahan secara nasional (diambil sampling dari Amerika Serikat, Australia, dan Inggris), stabilkah pernikahan-pernikahan tersebut? sukseskah pernikahan-pernikahan tersebut?. Angka perceraian dapat memberikan kepada kita suatu indikasi untuk memahaminya. Di tahun 2001, di Amerika Serikat, terdapat 9.8 pernikahan, dan 4.5 perceraian bagi setiap 1000 orang. Australia memiliki 6.9 pernikahan dan 2.52 perceraian bagi setiap 1000 orang. Inggris memiliki 6.8 pernikahan dan 3.08 perceraian untuk setiap 1000 orang. Hal ini berarti terdapat satu perceraian bagi setiap 2.2 pernikahan di Amerika Serikat dan Inggris, dan sekitar satu perceraian bagi setiap 2.7 pernikahan di Australia. (United Nations Monthly Bulletin of Statistics, April 2001).  Sedangkan di Indonesia Angka perceraian terus meningkat drastis pada periode tahun 2005 hingga 2010 hingga 70 persen.  Rata-rata setiap tahun naek 10 persen.(Republika.co.id.jakarta).
 
    Statistik memberikan suatu indikasi bahwa masyarakat kita tidak stabil. Namun berbahagialah oleh karena Anda sesungguhnya dapat menerapkan strategi-strategi untuk mencapai suatu pernikahan yang sukses di dalam kehidupan kita.
 
   Kita sungguh perlu untuk memperkuat keluarga dan pernikahan kita.    Di banyak masyarakat, nilai-nilai Alkitab menyatakan penyebab-penyebab dan juga solusi-solusi bagi permasalahan-permasalahan kita. Hal ini menyatakan tujuan dan maksud dari kehidupan yang sudah direncanakan oleh Allah bagi kita. Allah Penciptalah yang sesungguhnya menciptakan, dan mengadakan pernikahan. Ketika anda memahami tujuan dan rencana Allah yang agung melalui Juru Selamat kita Yesus Kristus, maka anda akan melihat arti rohaniah serta pentingnya sebuah pernikahan. Rencana Allah adalah untuk mengembangkan suatu keluarga rohani milikNya yang abadi. Ia menciptakan keluarga manusia untuk mempersiapkan masing-masing daripada kita suatu masa depan yang indah. Tentang hal ini, rasul Paulus menuliskan, "Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya" (Efesus 3:14-15).
 
    Tujuan Allah adalah untuk menciptakan sebuah keluarga rohani. Hal ini adalah suatu kenyataan yang benar yang sesungguhnya dapat memotivasi kita untuk meningkatkan hubungan keluarga dan pernikahan kita. Jika anda mengakui Allah di dalam pernikahan Anda, dan jika Anda menerapkan prinsip-prinsip dan strategi dari kehidupan keluarga, maka Anda akan dapat memperkaya, meningkatkan atau bahkan menyelamatkan pernikahan Anda!
 
   Telah sungguh-sungguh dibuktikan kunci-kunci Alkitab bagi pernikahan yang sukses. Anda butuh untuk mengetahui dan melakukannya di dalam kehidupan pernikahan Anda sendiri. Demikian juga Anda dapat menceritakannya dan berbagi tentangnya dengan teman-teman dan kerabat-kerabat Anda yang berencana untuk menikah tidak lama lagi. Hal ini mungkin tidak mudah tetapi usaha yang Anda lakukan akan dapat memberikan kepada Anda suatu upah yang besar dan hubungan yang penuh kasih.
 

Kunci 1: Memberi 100 Persen

 
Pepatah kuno, "Pernikahan itu sesungguhnya adalah suatu hubungan fifty-fifty/lima puluh persen lima puluh persen", pada kenyataan adalah tidak benar dan sungguh-sungguh salah! Para profesional zaman ini dapat saja berkata, "kebebasan adalah prioritas kita. Kita akan mau bekerja sama, tetapi saya juga masih akan menyimpan tindakan penyelamatan diri/ escape route jikalau terdapat hal-hal yang tidak baik terjadi." Pada kenyataan seorang manusia perlu untuk bertanya tentang apakah batas dari hubungan pernikahan? atau batasnya adalah perasaan atau kerja sama yang saling menguntungkan satu dengan lainnya? atau apakah hal itu adalah hubungan yang berdasarkan Alkitab yang akan tumbuh di dalam kualitas dan karakter diri di seluruh sisa hidup kita? apakah yang dikatakan oleh Alkitab? perhatikanlah ayat ini, yang manakah yang termasuk ayat pondasi bagi hubungan yang berbahagia dan karakter yang berbahagia yang kita butuhkan untuk selama-lamanya: "Dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35). Atau, seperti yang diberikan oleh terjemahan Moffat, "Adalah lebih berbahagia untuk memberi daripada menerima."
 
Salah satu pemberian terbesar yang Anda dapat berikan adalah waktu Anda!.  Apabila Anda menerapkan hal ini, suatu saat Anda akan merasakan bahwa pengorbanan waktu bagi Anda , pada kenyataannya akan berubah menjadi suatu hubungan yang indah dan istri Anda akan menghargai usaha Anda itu. Seperti Yesus mengatakan, "lebih baik memberi daripada menerima".
 
   Kasih yang nyata adalah keinginan dan tindakan untuk memberi tanpa menginginkan kembali. Ketika dua orang masing-masing memberikan 100 persen, maka anda akan memiliki suatu hubungan yang kuat, suatu hal yang akan menjamin ke fleksibilitasan dan kemampuan untuk menangani krisis dan masalah. Sedangkan jika kita hanya menjalankan cara fifty-fifty/lima puluh persen lima puluh persen, maka hal ini akan menciptakan suatu hubungan yang tidak kuat!
 
   Jalan hidup Allah adalah jalan hidup memberi-suatu jalan hidup yang memberikan pendekatan yang matang bagi hidup dan pernikahan.    Alkitab juga memberikan instruksi kepada para suami istri untuk saling memberi di dalam hal seksualitas. Di abad pertama, rasul Paulus memberikan instruksi ini bagi para orang bukan Israel yang menjadi umat Kristen. Yaitu kepada mereka yang tinggal di kota Korintus, suatu kota yang terkenal akan aktivitas amoral seksnya,"tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. " (1 Korintus 7:2-5).
 
   Apakah anda berkeinginan untuk mengikuti instruksi ini?. Apakah Anda telah menunjukkan perhatian kepada suami atau istri Anda?  Ketahuilah bahwa pelukan dan ciuman kecil ketika anda akan bekerja, dan kembali dari kantor adalah amat penting. Beberapa tahun yang lalu, sebuah perusahaan asuransi Jerman mengeluarkan suatu laporan yang menyimpulkan bahwa pria yang mencium istrinya setiap hari jarang terkena tabrakan, dan mereka biasanya lebih sukses secara finansial dibandingkan dengan mereka yang tidak mencium istri mereka setiap hari.
 
   Berkomentar tentang masalah keegoisan, Dr. John A. Schindler menuliskan, orang yang mampu memberikan cinta yang sesungguhnya adalah seorang yang dapat melupakan dirinya dan ketertarikannya sejenak sementara ia menempatkan kesejahteraan dan ketertarikan akan orang lain terlebih dahulu. Ketika baik suami dan istri dapat melakukan hal itu, maka mereka tidak akan memiliki masalah di dalam rumah tangga mereka atau seks" (How to Live 365 Days a Year, halaman 142).
 
   Pada kenyataannya, berapa banyakkah suami dan istri yang benar-benar mempraktekkan prinsip ini? dan berapa banyakkah suami dan istri Kristen yang benar-benar mempraktekkan prinsip ini?
 

Kunci 2: Hargai dan Hormati Pasangan Anda

 
   Apakah anda benar-benar menghargai pasangan anda?. Apakah anda benar-benar menghormatinya sebagai manusia yang diciptakan Allah di dalam gambar dan rupaNya?. Perhatikanlah instruksi Allah mengenai bagaimanakah hubungan kita yang semestinya dengan orang lain: "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang siasia.  Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;" (Filipi 2:3).
 
   Ya, anda butuh untuk memberikan harga diri dan penghargaan bagi pasangan anda lebih baik daripada diri anda sendiri. Bagi mereka yang ingin melihat diri mereka dan memuaskan keinginan diri mereka sendiri, maka hal ini mungkin akan kedengaran keterlaluan. Namun pada kenyataannya hal tersebut adalah suatu hukum yang hidup. Kita perlu untuk bertobat dari ambisi dan kecongkaan egoistis. Hendaklah kita mengubah sikap kita. Hargailah pasangan anda sebagai seorang anak Allah yang berpotensi. Dan, seperti yang dikatakan oleh peribahasa, "Jangan membesar-besarkan masalah kecil." Temukanlah dan hargailah nilai-nilai positif yang Anda temukan didalam diri pasangan Anda! Dan jika Anda telah menyakiti pasangan Anda, baik secara fisik maupun verbal, maka jelas Anda butuh untuk bertobat! Anda butuh untuk merendahkan diri Anda sendiri dihadapan Allah dan memohon pengampunanNya, dan Anda juga butuh untuk meminta maaf kepada pasangan Anda! Memang kita tahu bahwa terkadang amatlah sulit untuk mengatakan, "saya meminta maaf." Tetapi suatu permintaan maaf dapat menyembuhkan dan memperbaiki suatu hubungan!
 
   Bagaimanakah anda dapat mendemonstrasikan penghormatan dan penghargaan terhadap suami atau istri anda? Terdapat banyak cara seperti memberikan bingkisan yang khusus, memberikan waktu khusus untuk mendengarkan pasangan dengan bersungguh-sungguh, dan menunjukkan rasa terima kasih serta menggunakan kesopanan di dalam kata-kata dan nada suara.
 
   Seberapa sabar anda dengan keluarga anda? Kesabaran adalah suatu jalan untuk menunjukkan kasih seperti yang kita pelajari dari 1 Korintus 13 (suatu bab yang sering disebut "bab kasih"). Kita akan membaca didalam bab itu, "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.(1 Korintus 13:4-8).   Berdoalah sehingga Allah akan memberikan kepada Anda kemampuan untuk hidup dengan kualitas-kualitas tersebut dan bertumbuh di dalam kualitas-kualitas tersebut.  Hendaklah Anda membaca bab ini secara keseluruhan. Dan berdoalah sehingga Allah akan memberikan kepada Anda kemampuan untuk menghidupkan kualitas-kualitas tersebut dan bertumbuh di dalam kualitas-kualitas tersebut.
 
   Anda dapat meningkatkan pernikahan anda dengan mendengarkan, memahami, dan memberikan ruang bagi satu sama lain. Dan Anda juga dapat meningkatkan pernikahan Anda dengan menghormati dan menghargai pasangan Anda! Perhatikan instruksi penting yang diberikan oleh Allah kepada para suami: "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang." (1 Petrus 3:7).
 
   Allah memberikan instruksi bagi suami untuk menghormati istrinya. Ingatlah bahwa anda adalah "ahli waris dari janji hidup yang kekal". Kunci yang penting adalah untuk memahami bagaimanakah Allah menilai setiap manusia, khususnya pasangan anda, tanpa mempedulikan pendapatnya. Setiap manusia di bumi memiliki potensi untuk dilahirkan kembali ke dalam keluarga agung Allah sebagai anakNya yang agung dan abadi. Rasul Paulus mengingatkan kita akan rencana Allah bagi kita: "Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa." (2 Korintus 6:18).

Kunci 3: Memberikan Teladan Yang Positif

 
   Rasul Petrus menginstruksikan umat Kristen untuk memberikan teladan yang baik bahkan bagi pasangan yang bukan Kristen: "Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu." (1 Petrus 3:1-2).
 
   Ingatlah bahwa anda tidak dapat mengubah orang lain melawan keinginannya, tetapi anda dapat mengubah diri anda! Kita semua memiliki suatu tanggung jawab yang diberikan oleh Allah bagi pernikahan dan keluarga mereka. Allah memmenceritakan kepada para suami: "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:25). Apakah anda, sebagai seorang suami, memenuhi tanggung jawab? beberapa suami dan istri sangat senang untuk menghakimi tingkah laku pasangan mereka, untuk memberikan suatu alasan bagi diri mereka sendiri untuk tidak melayani dan menghormati pasangan mereka dengan semestinya. Ingatlah bahwa kita semua harus berdiri dihadapan tahkta penghakiman Kristus seperti yang dituliskan Roma 14:10.  Pastikan bahwa anda memenuhi tanggung jawab yang diberikan oleh Allah bagi anda sebagai seorang suami atau istri!
 
   Beberapa tahun yang lalu, kepala redaksi majalah Tomorrow's World bapak Roderick C. Meredith menuliskan suatu artikel tentang tanggung jawab dari suami dan istri Kristen. Artikel beliau yang berjudul "What All Husbands Need To Know!/Apa Yang Perlu Diketahui Oleh Semua Suami!", mungkin boleh membantu setiap pasangan dalam pernikahan.    Diringkas dengan singkat, tanggung jawab seorang suami kepada istrinya dinyatakan di dalam 5 kategori penting sebagai berikut: mencintai dan menghargai, menopang dan memberikan semangat, membantu dan melindungi, memberikan inspirasi untuk bertumbuh (Plain Truth, June 1966).
 
Beberapa bulan sebelumnya, ia telah menuliskan sebuah artikel yang serupa yang berjudul "True Womanhood-Is It a Lost Cause?/Kewanitaan Yang Sesungguhnya-Apakah Ini Penyebab Yang Terhilang?" Di dalamnya beliau memberikan penjelasan tentang kualitas yang harus di miliki oleh seorang wanita untuk membantu suami dan seluruh keluarganya. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah tanggapan dan pelayanan, kehalusan dan kecantikan, kepandaian dan pemahaman, nilai-nilai kekristenan, iman, harapan, dan semangat (Plain Truth, November 1965.
 
   Ketika kita menjalankan nilai-nilai Alkitab di dalam kehidupan kita, maka kita akan dapat memperkaya kehidupan orang lain dan juga memperkuat pernikahan dan keluarga kita.
 
   Kitab Titus memberikan garis besar tentang tanggung jawab-tanggung jawab wanita Kristen yang berdasarkan Alkitab. Ia menjelaskan bahwa wanita yang lebih tua sudah selayaknya harus mengajari dan "mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya" (Titus 2:4). Apakah Anda para kaum istri dan ibu-ibu yang membaca artikel ini telah memenuhi tanggung jawab yang diberikan oleh Allah kepada Anda? Jika Anda memenuhinya, Anda akan menjadi teladan yang positif bagi suami Anda. Allah pasti akan memberkati segala usaha Anda, yaitu jika Anda mengakui Allah di dalam pernikahan Anda, dan jika Anda meminta Yesus Kristus untuk menghidupkan kehidupanNya didalam diri Anda. Dengan bantuan Allah, berusahalah untuk menjadi suami dan istri yang paling baik.
 

Kunci 4: Berkomunikasilah Di Dalam Kasih

 
    Seberapa seringkah para pasangan yang ada di zaman sekarang ini "benar-benar tenggelam" di dalam kenyamanan percakapan?.   Komunikasi yang efektif memiliki arti mendengarkan dan juga berbicara secara efektif. Kita harus mendengarkan untuk memahami, dan berusaha untuk memahami pendapat orang lain. Berusahalah untuk memahami perasaan dan kebutuhan orang lain! Tunjukkanlah penghargaan dengan memberikan perhatian yang penuh.
 
   Rasul Paulus memberikan suatu prinsip dasar di dalam berkomunikasi secara efektif. "tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala." (Efesus 4:15). Beberapa orang berbicara kebenaran di dalam kebencian. Tetapi umat Kristen yang dewasa di dalam Kristus akan memelihara tentang bagaimanakah kata-kata mereka berdampak kepada mereka yang mendengarkan mereka.
 
   Ketika berbicara dengan suami atau istri Anda, apakah Anda menunjukkan rasa perhatian dan sayang? apakah Anda berkomunikasi dengan rasa hormat? Tentu saja kita perlu untuk bersabar antara satu dengan yang lain. "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong." (1 Korintus 13:4). Terjemahan NIV menyatakannya seperti ini "Love is patient, love is kind" , bersiaplah selalu untuk berbicara kebenaran di dalam kasih!
 
   Di dalam kehidupan kita yang serba cepat, suami-suami dan istri-istri seringnya berjalan di dalam arah yang berbeda dan sulit untuk mendapatkan waktu untuk berbicara.
 
   Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa banyak pasangan yang hanya memiliki waktu berkomunikasi kurang dari 20 menit! Pengarang Leonard dan Natalie Zunin telah menyarankan "aturan empat menit" sebagai suatu jalan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal di dalam waktu yang singkat yang mungkin Anda miliki bersama. Mereka menyatakan bahwa kesuksesan atau kegagalan dari sebuah pernikahan "dapat bergantung dari apa yang terjadi di antara suami dan istri hanya di dalam kurun waktu selama delapan menit di dalam satu hari: empat menit di pagi hari setelah bangun pagi, dan empat menit ketika mereka berkumpul setelah jam kantor" (Contact: The First Four Minutes, halaman 133).
 
   Zunin dengan benar menyatakan bahwa bahasa, sikap atau ekspresi Anda pada permulaan hari dapat berdampak kepada keseluruhan hubungan. Belajarlah untuk menunjukkan suatu sikap yang positif dan penuh kasih selama empat menit pertama bagi anda berdua pada permulaan setiap hari. Jika anda membuat suatu usaha, anda akan dapat menghindari suatu argumentasi yang sepele, atau sungut-sungut yang tidak penting yang dapat berlangsung sepanjang hari. Demikian juga Anda perlu untuk meluangkan waktu bersama di penghujung hari. Bahkan jika Anda lelah, sebuah kata positif yang berisi semangat atau penghargaan, sebuah pelukan atau ciuman dapat membuat suatu perbedaan yang besar di dalam hubungan anda di seluruh sore hari.
 

Kunci 5: Berdoa Bersama

 
   Banyak dari Anda yang membaca artikel ini mungkin menikah dengan seorang yang tidak percaya. Jika ya, maka Anda tidak dapat berdoa bersama-sama dengan pasangan anda. Walaupun begitu Anda masih dapat berdoa bagi pasangan Anda, dan bagi kesuksesan pernikahan Anda! Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anda dapat menjadi seorang teladan Kristen bagi pasangan Anda. Alkitab memberikan instruksi ini bagi para istri yang suaminya bukan Kristen. "Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya," (1 Petrus 3:1). Teladan kekristenan Anda yang penuh dengan kasih, dan jalan hidup yang memberi akan dapat menjadi suatu pengaruh yang positif bagi pasangan Anda. Perhatikanlah bahwa hal yang ditekankan disini adalah tingkah laku Anda, dan bukan untuk berusaha berargumentasi dengan pasangan Anda agar ia menerima dan masuk agama anda!
 
Tentu saja jika baik Anda dan pasangan berdoa, maka Anda akan dapat berdoa bersama-sama. Ketika istri saya dan saya berdoa bersama, saya biasanya akan memulai doa, dan setelahnya saya akan memberikan tanda bagi istri saya untuk berdoa. Ia akan kemudian berdoa, dan ketika ia selesai maka saya akan menyimpulkan doa berdua kami tersebut. Sangatlah menakjubkan tentang bagaimanakah pikiran-pikiran intim dan pribadi keluar pada saat kami berdoa bersama. Di dalam cara itu, kita saling berbagi satu sama lain dan juga dengan Allah kita.
 
   Kita harus memiliki keinginan untuk mengikut sertakan Allah di dalam pernikahan kita dan di dalam kehidupan kita bersama dengan pasangan kita. Kita semuanya butuh untuk mengetahui Allah dan Juru Selamat kita di dalam setiap aspek kehidupan kita. Alkitab menceritakan kepada kita: "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." (Amsal 3:5-6).
 
    Sebuah pernikahan membutuhkan suatu usaha, dan pemeliharaan yang berkesinambungan untuk sukses. Hal ini berarti melakukan segala hal sebaik mungkin di dalam memenuhi segala tanggung jawab yang diberikan oleh Allah baik bagi Anda sebagai seorang suami maupun seorang istri. Memang kita akan mendapat permasalahan, perbedaan, dan bahkan konflik. Tetapi dengan bantuan Allah, Anda akan dapat meningkatkan kualitas pernikahan Anda, dan bahkan menyelamatkan pernikahan Anda jika memang pada saat ini pernikahan Anda berada di ambang kehancuran!
 
   Mintalah Allah untuk membantu Anda menerapkan prinsip-prinsip ini di dalam kehidupan pribadi Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak dapat memaksa pasangan Anda untuk berubah, Anda hanya dapat mengubah diri anda sendiri. Namun teladan dari kasih dan pelayanan Anda akan dapat menjadi suatu pengaruh yang hebat di dalam diri pasangan Anda.  Ingatlah bahwa Anda tidak dapat melakukan segala hal ini sendirian.  Anda membutuhkan bantuan dari Juru Selamat di dalam kehidupan Anda sendiri. Sama seperti yang dituliskan oleh rasul Paulus "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13). Biarlah Allah memberkati diri Anda beserta pernikahan dan keluarga Anda sejalan dengan Anda berusaha untuk hidup menurut firmanNya!