Kamis, 16 Mei 2013

MEMAHAMI MAKNA ULANG TAHUN.




(Disusun oleh Pdt. H.M. Siagian, MPTh)

Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian,…”
Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat dan doa untuk  yang merayakan hari jadinya pada hari ini. “Selamat Ulang tahun semoga sehat, sukses dan Allah senantiasa melindungimu dengan cinta kasih-Nya, semoga doa-doa yang terungkap akan dikabulkan-Nya”.
Usia bisa kita umpamakan seperti sepotong kayu yang dibakar api. Jika kayu itu sepanjang satu meter maka semakin lama kayu tersebut bukan semakin panjang, namun semakin pendek dan terus memendek, sampai akhirnya apipun mengakhiri pembakarannya.
Usia juga bisa kita umpamakan air dalam sebuah ember, tiap saat segelas demi segelas air dalam ember tersebut diambil, semakin hari maka isi air dalam ember tersebut akan habis dan emberpun menjadi kosong tak berisi. Banyak lagi perumpamaan yang dapat kita buat terkait dengan usia/umur.
 Dengan bertambahnya usia secara kuantitas maka secara kualitas kondisi fisikpun semakin menurun, semakin bertambah semakin menurun, tingkat penurunan kualitas fisik ada yang langsung drop and down, namun ada pula yang tampak begitu lambat penurunannya. Hal ini berkait erat dengan penyikapan hidup dan manajemennya atau bahasa simplenya gaya hidup seseorang. Begitulah kehidupan dan prosesnya.
Kita kembali ke masalah utama ulang tahun. Ulang tahun bukan mengulang tahun yang sudah berlalu, namun ulang tahun adalah bertemunya penanggalan usia kelahiran namun pada tahun yang berbeda.
Saat seseorang merayakan ulang tahun, ia akan diberikan selamat berupa doa-doa, seperti panjang umur, sehat, rezeki, jodoh, anak dan lain-lain. Saat lagu ulang tahun dikumandang dengan syair panjang umurnya, lalu kita kaitkan dengan perumpaman diatas sebagaimana api memakan kayu bakar tadi tentu amatlah tidak cocok sekali, mengapa? Secara kuantitas memang usia bertambah, namun secara kuantitas juga ia berkurang. Secara kuantitas memang usia bertambah, namun secara kualitas kondisi fisik berkurang. Tiap orang tidak akan pernah tahu sampai usia berapa ia masih bisa bertahan hidup.
Nah, bagi orang-orang yang sadar tentunya mampu menjadikan moment ulang tahun sebagai media untuk merefleksikan kualitas diri, apakah usia hidup ini memberi manfaatkah untuk kehidupan? Semakin baikkah ibadah kita, sikap sosial kita kepada sesama, adakah perubahan yang lebih baik yang mampu kita  promosikan untuk kehidupan? Dengan banyak mempertanyakan kualitas dan sumbangan hidup untuk kebaikan akan memberi motivasi diri untuk membuat hidup dan kehidupan menjadi lebih baik, itulah ajaran Tuhan kepada ummat manusia, menjadi lebih baik, mengakhiri hidup dengan kebahagiaan.
Dengan memahami makna ulang tahun secara benar, seseorang akan mampu menghindari perayaannya secara berlebihan yang penuh dengan hura-hura dan semu tanpa makna dan perubahan, namun diisi dengan pemaknaan dan doa serta peningkatan kualitas diri.
Semoga kita semakin bisa memaknai moment ulang tahun untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik. Selamat Ulang tahun bagi yang ulang tahun hari ini, semoga sehat, sukses dan Allah senantiasa melindungimu dengan cinta kasih-Nya.
Salam.